NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RESTU SANG PENGUASA LANGIT

Aroma makan siang berupa steik daging premium yang dipesan khusus oleh Pak Guntur memenuhi ruang tunggu internal Kelas 1-A. Jam dinding digital di atas pintu menunjukkan pukul 12:30. Sinar matahari siang Hari 7 bersinar terik tepat di atas ubun-ubun stadion, memancarkan gelombang hawa panas yang diredam oleh sistem pendingin spiritual ruangan. Trofi emas besar kategori Tim 2vs2 berkilau megah di atas meja tengah, menjadi saksi bisu kejayaan pagi tadi.

​Arkan duduk di sofa kulit sambil mengunyah makan siangnya dengan tenang, sementara Volt berbaring di dekat kakinya, sesekali menerima potongan daging dari tangan kanan Arkan. Di sofa seberang, Sky sedang menyesap teh hijau hangat, matanya sesekali melirik ke arah kipas perak pusakanya yang kini telah diperbaiki dan diperkuat strukturnya berkat sisa energi ramuan Yggdrasil semalam.

​DUB!

​Udara di dalam ruangan tertutup itu mendadak bergeser halus. Tidak ada suara ledakan atau tekanan spiritual yang mengintimidasi seperti saat para Tetua Flamewing datang kemarin. Namun, seluruh molekul udara di dalam ruangan mendadak berputar lembut, menciptakan aliran angin sejuk bersirkulasi sempurna yang entah bagaimana membuat bulu kuduk Volt langsung berdiri tegak di Level 13.

​Pintu geser ruangan terbuka pelan tanpa suara digital.

​Sesosok pria tua bertubuh tegap melangkah masuk dengan santai. Beliau mengenakan jubah tradisional tenun halus berwarna putih keperakan dengan sulaman motif awan langit murni di sepanjang kerahnya. Meskipun rambut dan jenggot tipisnya telah memutih sepenuhnya, sepasang mata pria tua ini memancarkan binar abu-abu jernih yang tampak setajam elang badai.

​Garis wajahnya sangat mirip dengan Sky, namun dengan gumpalan wibawa yang hanya bisa dimiliki oleh seseorang yang telah memimpin salah satu faksi purba terbesar di Asia Tenggara selama puluhan tahun.

​Grandmaster Sora Skyborn. Kepala Keluarga Utama Skyborn.

​"K-Kakek?!" Sky langsung meletakkan cangkir tehnya dengan tergesa-gesa, berdiri tegak dan membungkuk hormat sedalam 90 derajat dengan wajah yang dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa. Sky sama sekali tidak menyangka bahwa pemimpin tertinggi klannya akan menginjakkan kaki di ruang tunggu kelas bawah seperti ini.

​Arkan perlahan ikut berdiri dari sofanya. Berbeda dengan reaksi panik murid lain jika bertemu penguasa klan, Arkan tetap mempertahankan ketenangannya, memberikan anggukan hormat yang sopan namun tegas tanpa merendahkan pundak manusianya.

​Grandmaster Sora berjalan mendekat, lalu melambaikan tangan kanannya pelan. "Duduklah. Ini jam istirahat makan siang, bukan aula pertemuan klan yang kaku."

​Pria tua itu duduk di sofa tunggal di ujung meja, sepasang mata abu-abunya langsung tertuju lurus ke arah Arkan. Tatapannya tidak mengandung kebencian atau keangkuhan, melainkan sebuah pandangan analitis yang seolah mampu menembus hingga ke dalam saku jiwa terdalam Arkan.

​"Anak muda beraliran petir murni," Grandmaster Sora berucap dengan suara yang berat namun terdengar sangat santai. "Aku telah memperhatikan rekaman pertempuranmu sejak Hari 1. Dan apa yang kulihat di arena tadi pagi saat kamu memicu 70% resonansi petir untuk melindungi cucuku... itu adalah sesuatu yang sangat menarik."

​Arkan menatap pria tua di hadapannya tanpa ragu. "Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan sebagai rekan tim, Grandmaster."

​"Rekan tim yang baik tidak akan mempertaruhkan kerusakan wadah jiwanya sendiri jika tidak memiliki ikatan kepercayaan yang matang," Grandmaster Sora tersenyum tipis, seulas senyuman yang membuat atmosfer ruangan menjadi jauh lebih rileks. Beliau beralih menatap Sky. "Sky, pilihanmu untuk keluar dari bayang-bayang faksi Flamewing dan memilih jalur mandiri di akademi ini terbukti benar. Darah murni angin milikmu telah berkembang 2 kali lebih padat dibandingkan jika kamu terus berada di bawah tekanan perjodohan konyol itu."

​"Terima kasih, Kakek. Semua ini juga berkat bimbingan taktis dari Arkan selama kami berlatih," Sky menjawab dengan rona merah tipis yang sempat melintas di pipinya, namun dia dengan cepat menguasai dirinya kembali.

​Grandmaster Sora mengangguk pelan, lalu kembali menatap Arkan. "Di dunia Astra yang kaku ini, banyak orang bodoh dari faksi elit yang mengagungkan garis darah murni sebagai segalanya. Mereka lupa bahwa elemen dasar diciptakan untuk saling melengkapi, bukan untuk saling mengisolasi. Angin dan Petir... dalam catatan kuno Nusantara, kedua elemen ini adalah sepasang badai yang tidak akan pernah bisa dihentikan jika bergerak dalam sinergi yang sempurna. Saku jiwamu yang mampu melepaskan aura statis petir, secara alami adalah jangkar terbaik untuk menahan keliaran angin hampa udara milik Sky."

​Mendengar penjelasan ilmiah spiritual dari seorang Grandmaster, Arkan sedikit tertegun. "Jadi, Anda tidak keberatan jika saya terus bertarung di samping Sky?"

​"Keberatan?" Grandmaster Sora tertawa kecil, suara tawa yang menggetarkan kaca ruangan. "Justru sebaliknya, anak muda. Aku datang ke sini hari ini untuk memberikan restu penuh dari Keluarga Utama Skyborn bagi kalian berdua. Faksi militer Marsekal Wirya mungkin menganggap kalian sebagai aset garda depan negara, namun bagi klan kami, kalian adalah masa depan yang akan membuka gerbang baru."

​Pria tua itu kemudian menegakkan posisi duduknya, atmosfer di dalam ruangan mendadak berubah menjadi sangat serius dan formal dalam sekejap.

​"Nanti siang adalah Hari 7 sesi sore, laga Grand Final Kategori Solo 1vs1. Pertempuran antara kamu, Arkan, melawan cucuku sendiri, Sky," Grandmaster Sora menatap keduanya secara bergantian dengan kilatan mata yang tajam. "Aku tahu komite akademi telah menyiapkan hadiah standar berupa poin dan kristal energi. Namun, aku secara pribadi akan menambahkan taruhannya untuk kalian berdua."

​Sky mendongak dengan mata melebar. "Taruhan apa, Kakek?"

​"Siapa pun di antara kalian berdua yang berhasil keluar sebagai Juara Solo Nomor 1 nanti siang, aku akan memberikan Hak Akses Khusus Tingkat Eksklusif untuk memasuki Sektor Liar Utara tanpa perlu menunggu kelulusan tingkat akhir," Grandmaster Sora berucap dengan nada mutlak.

​Arkan mengepalkan tangannya di bawah meja. Sektor Liar Utara adalah wilayah anomali berbahaya yang dipenuhi oleh Astra liar tingkat tinggi dan reruntuhan kuno yang belum terjamah—tempat di mana kubus logam hitam milik Arkan kemungkinan besar berasal. Akses ke sana adalah sesuatu yang sangat dia butuhkan untuk mengungkap misteri masa lalunya.

​"Oleh karena itu," Grandmaster Sora berdiri dari sofanya, jubah awannya melambai halus saat dia berjalan menuju pintu keluar. "Jangan berani-berani menahan diri nanti siang di atas arena. Jika kulihat salah satu dari kalian sengaja mengalah karena alasan sentimental atau sandiwara politik rekan tim... aku sendiri yang akan membatalkan seluruh hak partisipasi kalian di akademi ini. Bertarunglah dengan 100% taring kalian, hargai satu sama lain sebagai rival tertinggi, dan tunjukkan pada seisi dunia seberapa dahsyat benturan dua badai yang sesungguhnya!"

​Setelah meninggalkan kalimat yang membakar semangat tersebut, sosok Grandmaster Sora melangkah keluar dari ruangan, meninggalkan aliran angin sejuk yang perlahan-lahan menyatu kembali dengan udara normal kamar.

​Keheningan melanda ruangan selama beberapa saat. Arkan membalikkan tubuh manusianya, menatap Sky yang kini juga sedang menatapnya dengan binar mata abu-abu yang tidak lagi dipenuhi keraguan, melainkan sebuah gairah bertarung yang sangat murni.

​"Kakekku benar, Arkan," Sky berkata dengan suara yang mantap, perlahan berdiri dari sofanya dan membuka kipas peraknya dengan satu hentakan tajam yang berbunyi nyaring. "Menahan diri di arena nanti siang adalah sebuah penghinaan. Akses ke Sektor Liar Utara itu... aku juga sangat membutuhkannya untuk membuktikan kemandirianku pada klan."

​Arkan menyunggingkan sebuah senyuman dingin yang sangat puas. Aura statis petir di sekujur kulit manusianya mulai berderit halus secara mandiri, merespons gairah pertempuran yang meluap dari saku jiwanya. Volt di bawahnya ikut melompat berdiri, mengeluarkan lolongan pendek pertanda siap perang.

​"Itu yang kuharapkan sejak awal, Sky," Arkan berjalan mendekati pintu keluar menuju lorong tanding, melirik jam digital yang kini telah menunjukkan pukul 13:45—waktu panggilan untuk laga puncak. "Simpan semua teh hangatmu untuk perayaan nanti sore. Karena begitu kita menginjakkan kaki di atas pasir arena siang ini, aku tidak akan melihatmu sebagai Sky rekan timku, melainkan sebagai musuh terkuat yang harus kuhancurkan demi mencapai puncak."

​Sky tertawa renyah, melangkah di samping Arkan dengan langkah kaki yang sangat mantap. "Aku tunggu ledakan petirmu di arena, Arkan. Mari kita lihat, apakah kecepatanmu bisa menembus mutlaknya badai angin milikku!"

​Kedua remaja Kelas 1-A itu melangkah keluar dari ruang tunggu secara serempak, berjalan berdampingan menuju lorong gelap yang menuju langsung ke tengah panggung tertinggi Grand Final Solo 1vs1. Istirahat siang telah usai dengan restu agung yang membakar sanubari, dan di bawah teriknya matahari Hari 7 yang membakar bumi, Duo Badai ini siap untuk saling berbenturan demi membuktikan siapakah penguasa badai yang sesungguhnya di Akademi Astra Nusantara.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!