"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.
Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.
Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.
Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"
Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.
Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.
Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 JERITAN TAK DIDENGAR
"Jelek, buruk rupa boom!!" episode novel horor yang paling gadis dengan rambut coklat terkucir itu nantikan, ketika ia selesai membacanya.
"ANA!! CEPAT TURUN DAN AYO SARAPAN!" teriak seorang wanita paruh baya sambil berkacak pinggang.
Sambil merapihkan jas kantornya, seorang gadis usia 24 tahun mengambil alih meja makan dan menyuap satu sendok penuh nasi ke dalam mulut sambil berbicara dengan mulut penuh itu.
"Sudahlah, ibu.. biarkan Ana bersiap - siap dulu. Ibu kayak gak pernah muda aja."
"Hm.. bela terus adikmu itu, nanti dia gak bisa berpikir untuk masa depan-"
Dugh..dugh.. suara langkah kaki itu terdengar dari lantai anak tangga yang terbuat dari kayu.
"Selamat pagii.."
"Pagii" jawab Jordi, pria yang tersenyum padanya.
"Woah ayah rapih banget. Mau kemana?" seru Ana.
"Ayah akan melamar pekerjaan, Nak. Bagaimana penampilan ayah?"
"CK.. sudah keberapa kalinya kamu melamar pekerjaan? Sudahlah, diam dirumah dan urus pekerjaan seperti itulah seharusnya. Biar aku yang memenuhi kebutuhan seisi rumah ini." sahut ibu dengan nada menyindir.
"Baiklah sayangku. Tapi kali ini aku akan berusaha mendapatkan pekerjaan. Doakan akuu.." jawabnya dengan penuh ketulusan dan tak lupa ia memeluk istrinya.
"Kak Citra! Wuah, apa yang kakak makan? Suapi aku kak!" tanya Ana dengan antusias.
"Ah.. Ibu membuat nasi goreng udang. Mantap sekali!" jawabnya sambil mengambil sesendok nasi goreng itu dari mangkuk dan hendak menyuapi adiknya, tapi...
"Ana. Kamu pergi ambil lagi di dapur, jangan menganggu kakakmu yang sedang makan dia sebentar lagi mau berangkat ke kantor." terobos ungkapan Ibunya tepat menusuk ke dalam hatinya.
"Kakakmu itu sekarang bekerja di Perusahaan besar dan karena kepintarannya, dia berhasil menjadi bagian di industri-" belum sempat Ibunya menjelaskan lebih banyak lagi, Ana yang tadinya duduk di samping Citra pun langsung berdiri sambil memukul meja makan.
"Lalu, kenapa?!"
"Kenapa dengan itu? Apa aku tidak pantas duduk disini dan disuapin, dimanja oleh kalian?! Ibu selalu saja membanding-bandingkan aku!" lanjutnya dengan mata yang berkaca - kaca.
"Sayang.. Ibu tidak bermaksud seperti itu." berusaha mengejar putrinya.
"CUKUP! Aku kesal dengan Ibu!" beranjak lalu pergi sambil membawa ranselnya tanpa sarapan.
"Haduh.. haduh kepala pusing dengan tingkah pembangkang gadis itu." sahut Ibu langsung memijat pelipisnya.
"Sayang.. kamu terlalu keras sama Ana. Dia merasa, dia selalu dimarahi dan dilampiaskan kekesalan mu padanya. Tenanglah, sayang..." jelas Jordi berusaha menenangkan istrinya.
Menepis tangan Jordi dengan kasar dan berlalu ke dapur sambil terus memijat pelipisnya.
Citra yang tau adik keduanya itu pergi ke sekolah tanpa sarapan, ia pun langsung membuat bekal sarapan layaknya bocah SD dan akan memberikan padanya saat ia mampir ke sekolahan adiknya itu.
Ana berlari tanpa melihat jalan dan terus mengusap air mata di pipi-nya.
"Kenapa Ibu selalu memarahi aku? Apa aku sejelek itu dan tak pintar seperti kedua saudara kandungku?" gumamnya dengan tersedu - sedu.
Ia berlari dari gang besar kawasan rumahnya, tak terasa sudah sampai di jalan yang lebih besar menuju halte bus.
Tak lama kemudian, beberapa orang sudah berkumpul pemberhentian bus selanjutnya.
"Oh ngga mungkin! Pasti penuh bus-nya!" langsung berlari ke halte bus.
______°______
Sesampainya di halte bus, gadis itu langsung naik walaupun berdesakan. "Permisi, aduh.. pe-permisi."
Tak dapat kursi duduk, ia hanya bisa berdiri dengan tangan memegang besi. Tatapannya menyapu disekelilingnya dan matanya terhenti pada seorang gadis seumurannya.
"Wuah... dia cantik banget." gumam Ana dalam hati.
Gadis itu mengibaskan rambutnya, tampak dia memakai almamater yang berbeda dengannya. "Kalau aku seperti dia, pasti aku disayangi dan disukai banyak orang." gumamnya dalam hati, lalu pandangannya menunduk melihat betapa sederhana dirinya. Tanpa makeup, bahkan ia tak bisa menutupi jerawatnya yang semakin merah, macam tomat matang.
Gadis cantik yang duduk itu tiba - tiba berdiri dan melihat ke arah Ana.
"Duduklah, aku akan turun disini. Aku sudah dekat dengan tujuan-ku." sahurnya dengan nada datar.
Ana terkejut dan tanpa sadar ia mengangguk. "Eh- tunggu, kak eh.. tu-tunggu." Ana berusaha menghentikan namun gadis itu terus berjalan dan turun dari bus.
Terlihat ia berjalan ke arah toko buku. Padahal, Ana ingin mengucapkan terima kasih sudah memberikan kursi itu untuknya yang sudah pegal berdiri.
"Wah.. selain cantik natural, hati ya juga cantik. Aku ngga sempat bilang terima kasih, hum.." sahut Ana sambil memeluk ranselnya, lalu setelah melihat ke arah jendela ia mengalihkan pandangannya lagi kedepan.
Sesampainya di sekolah,,
Suasana riuh dengan siswa siswi yang berjalan menuju gerbang sekolah, terlihat semua orang terpaku pada gadis - gadis cantik yang populer di sekolahnya.
GENK WINK BEAUTY. Yap, 4 cewek cantik dan populer dilirik banyak orang dan followers media sosial mereka cukup banyak membuat mereka dikenal oleh semua yang ada di sekolah termasuk Ana. Tapi..
Mereka itu adalah pelaku perundungan Kepada siswi yang dianggap jelek, cupu dan juga aneh.
Ana berdiri diambang pintu, tapi ia ragu ingin masuk ke kelas-nya. Sudah pasti Genk tersebut akan melakukan pembullyan yang sudah ia terima sejak kelas 10.
"Hey! Cupu! Kesini.. cup cup, kenapa wajah kamu ditekuk gitu."
"Iya, kan makin jelek."
"Hahahahah.."
Gadis - gadis itu mengejeknya terus menerus dan salah satu melangkah maju mendekati Ana.
Menjambak rambutnya.
"AW! A-ada apa Jia? Aku ngga buat kesalahan sama kamu." rengek Ana kesakitan.
"Buat kesalahan sih,, ngga. Tapi.. entah kenapa aku tuh ngga suka liat kamu apalagi wajah kamu yang jelek itu!" geram Jia, sambil mengencangkan jambakannya.
Ana hanya bisa terdiam, ia tidak berdaya.
"Ada pak guru oy!" ucap salah satu siswa di kelas itu dan membuat Jia pun melepaskan tarikan tangannya dari rambut Ana.
Ana yang sedikit berantakan pun langsung merapikan sedikit ikat rambutnya. Ingin menangis tapi, apalah daya tidak punya keberanian untuk melawan dan hanya bisa diam.
Bukan hanya Ana, tapi ada siswa yang dulu di bully namun sayangnya siswa tersebut pindah sekolah. Mungkin pindah atau...
Tak ada yang tau tentang gadis yang dibully oleh Genk Wink Beauty itu. Ada yang bilang pindah sekolah, ada yang bilang dia sakit yang tak bisa sembuh, dan ada yg bilang dia hilang tanpa jejak.
"Sekarang aku yang menjadi sasaran empuk, sesudah Ranti ngga bersekolah lagi disini. Guru pun ngga ada yang peduli. Teman? Aku ngga punya teman sama sekali disini, karena mereka semua menganggap aku aneh dan jelek." batin Ana.
Jam istirahat, Ana ingin pergi ke toilet tapi ternyata ia dikerjain oleh Genk Wink Beauty dengan menguncinya dari dalam.
"Loh? Kenapa pintu-nya ngga bisa kebuka?!" panik Ana.
BRUUUKKK!!
#Bersambung...