NovelToon NovelToon
SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:538
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Di saat fisiknya yang sawo matang selalu dihina oleh geng Ivanka, Alisha membuktikan bahwa kecerdasan dan rasa percaya diri jauh lebih memikat daripada standar kecantikan dunia. Namun, ketangguhannya diuji oleh Reyshaka, rival abadi berotak encer yang hobinya berdebat, tapi diam-diam selalu pasang badan paling depan saat Alisha direndahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma yang Tertinggal dan Kehebohan Aleta

Sinar matahari sore yang mulai meredup menerobos masuk melalui celah jendela ruang bimbingan. Di atas meja, lembar-lembar simulasi soal olimpiade fisika tingkat provinsi berserakan. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Alisha dan Shaka memang tidak langsung pulang. Mereka harus melewati dua jam tambahan bimbingan intensif bersama Pak Baskoro, guru fisika sekaligus pembimbing mereka.

"Bagus sekali, analisis kalian berdua untuk soal mekanika analitik ini sangat tajam. Bapak optimis tahun ini SMA Pelita Bangsa bisa bawa pulang piala," puji Pak Baskoro sambil merapikan kacamatanya, tampak puas melihat kerja sama tim anak didiknya.

"Ini semua karena draf dari Shaka juga, Pak. Dia teliti banget di bagian variabel geseknya," ucap Alisha jujur, melirik Shaka yang duduk di sebelahnya.

Shaka yang dipuji hanya berdeham pelan, memasukkan pulpennya ke dalam kotak pensil dengan gaya cool-nya yang khas. "Alisha juga gak lambat mikirnya hari ini, Pak. Jadi gak buang-buang waktu."

Pak Baskoro tertawa renyah melihat interaksi dua murid kesayangannya itu. "Ya sudah, waktu bimbingan hari ini selesai. Kalian silakan pulang dan istirahat yang cukup. Jangan begadang terus."

Setelah berpamitan dan merapikan buku-buku, Alisha dan Shaka berjalan beriringan keluar dari gerbang sekolah yang sudah sepi. Alisha masih mengenakan jaket almamater biru tua milik Shaka untuk menutupi noda cokelat di seragamnya yang sudah mengering.

Begitu sampai di area parkiran, Shaka menghentikan langkahnya dan menatap Alisha. "Besok jangan lupa bawa jaket gue. Udah bersih dan udah wangi."

Alisha terkekeh tipis. "Iya, tenang aja. Nanti malam bakal gue cuci sekalian disetrika yang rapi. Makasih ya buat yang tadi siang."

"Gak usah baper, gue cuma gak mau partner gue masuk angin terus absen pas olimpiade," sahut Shaka ketus, langsung memakai helm dan menyalakan mesin motor sport-nya, lalu melesat pergi meninggalkan area sekolah. Alisha hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah tsundere cowok itu sebelum akhirnya berjalan menuju pangkalan angkot untuk pulang ke Cikajang.

Sesampainya di rumah, suasana sepi karena Bapak belum pulang dari ladang dan Ibu sedang ke warung depan. Begitu Alisha melangkah masuk ke dalam rumah dan melepas sepatunya, Aleta yang sedang menonton TV di ruang tengah langsung menoleh.

Atensi Aleta seketika terkunci pada jaket almamater biru tua berlogo OSIS dengan nama bordir 'Reyshaka A.' di bagian dada kanan yang sedang dipegang oleh Alisha. Mata Aleta membelalak sempurna, mulutnya menganga tak percaya.

"kak Alisha...!!! Demi apa itu... itu jaket Kak Shaka, kan?!" pekik Aleta histeris, langsung melompat dari sofa dan berlari menghampiri kakaknya.

Sebelum Alisha sempat menjawab, Aleta sudah merebut jaket itu dari tangan kakaknya dengan heboh. "Ya ampun, beneran punya Kak Shaka! Kok bisa ada di kak?! kakak habis ngapain sama Kak Shaka?!"

"Tadi siang seragam gue ketumpahan es cokelat, terus Shaka minjemin jaketnya biar noda di baju gue ketutup," jawab Alisha santai sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

Aleta sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Alisha tentang insiden tumpahan es cokelat. Fokus gadis remaja itu sudah teralih sepenuhnya. Ia mendekatkan kerah jaket almamater itu ke hidungnya, lalu menghirup aromanya dalam-dalam dengan ekspresi wajah yang sangat dramatis.

"Hwaaa... wangi banget, kak! Wanginya cowok ganteng, mahal banget aromanya! Kayak parfum-parfum di mall kota!" racik Aleta heboh, pipinya mendadak merona merah.

Tanpa permisi, Aleta langsung memasukkan kedua tangannya ke dalam lengan jaket dan memakainya di tubuhnya yang mungil. Karena ukuran tubuh Shaka yang tinggi tegap, jaket almamater itu terlihat sangat kebesaran di badan Aleta, tenggelam hingga ke batas paha. Aleta kemudian berlari ke depan cermin ruang tengah, berputar-putar kegirangan sambil terus menciumi aroma di bagian lengannya.

"Aduh, berasa dipeluk Kak Shaka rasanya! kak, plis, jaket ini jangan dicuci dulu ya sampai besok? Biar aku pakai tidur malam ini!" pinta Aleta dengan mata berbinar-binar penuh permohonan.

Alisha yang berdiri di ambang pintu dapur, memegang segelas air putih, hanya bisa memandangi tingkah laku adiknya dengan senyum geli yang tertahan. Sifat Aleta yang heboh, ekspresif, dan sangat jujur tentang perasaannya terkadang memang terlihat menggemaskan. Sebegitu sukanya adiknya ini pada sosok Reyshaka yang dingin itu.

Namun, di sela senyum gelinya, ada setitik rasa hangat sekaligus ragu yang kembali mengetuk hati Alisha. Ia melirik Aleta yang tampak sangat cantik dan ceria di depan cermin mengenakan jaket milik Shaka.

Kalau suatu saat nanti Aleta tahu bahwa di balik sikap ketus Shaka, cowok itu justru menyimpan perhatian lebih untuknya... apakah adiknya masih bisa tersenyum sebahagia ini?

Alisha buru-buru menepis pikiran itu, meminum air putihnya hingga tandas, lalu berjalan mendekati Aleta. "Nggak ada ya tidur pakai jaket orang. Sini lepas, mau Mbak cuci sekarang biar besok bisa dikembalikan."

"Yah, kak Alisha mah pelit!" gerutu Aleta sambil merengut, namun tetap melepas jaket itu dengan sangat hati-hati seolah takut merusak barang berharga.

1
S3C
semangat author 👍👍👍👍
Anisa Nurlatifah: siap,Makasihhhh😍😍😍😍👍💪
total 1 replies
Anisa Nurlatifah
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!