Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.
dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEDAGANG BERJUBAH PUTIH LEVEL TINGGI!
Malam yang semula tenang berubah dalam sekejap.
Tanpa peringatan.
Tanpa tanda apa pun.
Tiba-tiba, energi asing yang sangat besar menyelimuti seluruh Apartemen Evita.
Di lantai paling atas.
Seorang Pedagang Lintas Dimensi muncul begitu saja dari ruang kosong.
Ia mengenakan jubah putih panjang.
Wajahnya tertutup bayangan tudung.
Hanya sepasang mata merah yang terlihat jelas di balik kegelapan.
Mata itu memandang ke bawah seolah sedang mengawasi seluruh apartemen.
Kemudian...
Sebuah tekanan tak kasatmata menyebar ke segala arah.
BOOOOM!
Seluruh apartemen bergetar hebat.
Jendela-jendela bergetar.
Lampu-lampu bergoyang.
Bahkan beberapa penyintas yang sedang tertidur langsung terjatuh dari tempat tidur mereka.
Pada saat yang sama, wilayah lantai dua puluh hingga lantai tiga belas berubah.
Energi putih keemasan menyelimuti area tersebut.
Membentuk batas tak kasatmata yang mengelilingi gedung.
Sebuah notifikasi sistem muncul di hadapan para penyintas yang berada di dalam apartemen.
[Zona Aman Telah Terbentuk]
[Pedagang Lintas Dimensi Tingkat Tinggi Telah Menetap]
[Monster dan Zombie di bawah Level 2 Puncak akan menghindari area ini secara naluriah]
Setelah notifikasi itu muncul, energi yang menyelimuti gedung perlahan menjadi stabil.
Di luar apartemen.
Puluhan zombie yang berkeliaran mendadak berhenti.
Mereka menggeram pelan.
Kemudian berbalik arah.
Seolah ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada rasa lapar mereka.
Bahkan beberapa monster level 2 yang sedang berburu langsung meninggalkan wilayah tersebut.
Namun tidak semuanya.
Monster level 2 puncak dan monster level 3 hanya melirik sekilas ke arah apartemen.
Mereka masih merasakan bahaya.
Tetapi tidak sampai membuat mereka melarikan diri.
---
Di lantai sepuluh.
Rian masih duduk bersila.
Matanya tertutup rapat.
Napasnya tetap tenang.
Getaran dari cincin di tangan kirinya kembali muncul.
Sensasi hangat mengalir melalui telapak tangannya.
Namun kali ini Rian tidak terlalu memedulikannya.
Ia sudah menyadari bahwa kehadiran Pedagang Lintas Dimensi tingkat tinggi sering kali menyebabkan reaksi tertentu pada cincin tersebut.
Karena itu, fokusnya tetap tertuju pada kultivasi.
Energi langit dan bumi terus mengalir ke dalam tubuhnya.
Sedikit demi sedikit.
Terus bertambah.
Terus memadat.
Sampai akhirnya—
BOOM!
Sebuah lonjakan energi meledak dari tubuhnya.
Aura hitam kehijauan yang mengelilinginya mendadak menguat.
Tubuhnya terasa jauh lebih ringan.
Pendengarannya menjadi lebih tajam.
Penglihatannya semakin jelas.
Bahkan detak jantung orang-orang di dalam ruangan dapat ia dengar dengan samar.
Sebuah layar sistem muncul di hadapannya.
---
Selamat kepada Rian yang telah berevolusi menjadi Evolver Tingkat 1.
Kekuatan unik berhasil diperoleh.
Assassin Blood Moon
---
Tulisan baru kembali muncul.
Kemampuan:
Memunculkan Aura Bulan Darah.
Memanifestasikan Jubah Bulan Darah.
Skill Menghilang.
Regenerasi melalui darah.
---
Ketika notifikasi itu selesai muncul, aura merah darah perlahan menyelimuti tubuh Rian.
Di belakangnya, bayangan jubah merah tua mulai terbentuk.
Pada punggung jubah tersebut terdapat simbol bulan darah yang tampak hidup.
Namun hanya berlangsung beberapa detik sebelum menghilang kembali.
Rian membuka matanya perlahan.
Ekspresinya tetap tenang.
Tidak terlihat terkejut sedikit pun.
Seolah hasil ini memang sudah ia perkirakan sejak awal.
'Assassin Blood Moon...'
Pikirannya langsung mengingat masa lalu.
Di kehidupan sebelumnya, kemampuan ini termasuk kemampuan langka.
Tidak terlalu kuat pada tahap awal.
Namun sangat berbahaya setelah mencapai Tingkat 3 ke atas.
Terutama dalam pertempuran satu lawan satu.
"Masih sesuai dengan ingatanku."
gumamnya pelan.
---
Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Dari lantai atas.
Aura mengerikan tiba-tiba meledak.
BOOOOOOM!
Tekanan yang sangat besar menyapu seluruh apartemen.
Semua penyintas yang sedang tidur langsung terbangun.
Beberapa orang bahkan jatuh dari tempat tidur karena terkejut.
"Ap-Apa itu?!"
"Tekanan apa ini?!"
"Terlalu kuat!"
Di basement.
Banyak penyintas pucat pasi.
Beberapa anak kecil mulai menangis ketakutan.
Para evolver yang lebih lemah bahkan kesulitan berdiri.
Sementara itu, di lantai dua belas.
Xuan Fei yang sedang bermeditasi langsung membuka matanya.
Keringat dingin mengalir di dahinya.
"Pedagang itu..."
Wajahnya berubah serius.
Aura tersebut jauh melampaui apa pun yang pernah ia rasakan.
Bahkan lebih mengerikan daripada monster level 2 puncak yang pernah ia temui.
Di lantai sepuluh.
Ridho, Budi, Nadia, Rahma, dan Indah juga terbangun.
Mereka semua merasakan tekanan yang sama.
Namun berbeda dengan yang lain.
Tatapan Rian justru mengarah ke atas.
Tepat ke arah lantai dua puluh.
Matanya sedikit menyipit.
Karena ia mengetahui satu hal.
Pedagang Lintas Dimensi biasa tidak mungkin memiliki aura sekuat itu.
Artinya...
Makhluk yang baru saja menetap di Apartemen Evita bukanlah pedagang biasa.
Dan kemungkinan besar, statusnya jauh lebih tinggi dibandingkan pedagang yang pernah ditemui Rian di Pasar Cibinong.
Sementara itu, di lantai dua puluh.
Sang Pedagang Lintas Dimensi berdiri di depan jendela besar.
Matanya yang merah menembus puluhan lantai di bawahnya.
Lalu perlahan...
Senyuman tipis muncul di wajahnya.
Seolah ia baru saja menemukan sesuatu yang menarik di dalam apartemen tersebut.