NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01

Mata lentik itu bergetar lirih, tubuhnya lemah dengan kerongkongan kering tandus bak gurun pasir. Alisnya merajut kasar, dibenaknya muncul beragam pertanyaan.

Tubuhnya tidak sakit, begitu juga dengan perut besarnya.

Bukankah dadanya baru saja ditembus tiga timah panas..?

Lalu perutnya ditendang dan diinjak oleh kaki panjang nan kokoh suaminya.

Darah, bayinya..!

Aku, Pamela Anderson berusia tiga puluh dua tahun, bukankah seharusnya sudah mati..?

"Kenapa kau tidak menyelamatkan Aran lebih dulu..? dia tunanganmu."

Kening Pamela mengkeret kasar. Suara menggelegar penuh kemarahan itu terasa asing.

BANG

Suara pukulan, diiringi raungan marah dan umpatan kekecewaan.

"Kakak Yance..!"

"Berhenti, jangan membuat keributan didepan jenazah putriku..!"

Jenazah putriku...?

Ini siapa lagi..?

Kenapa banyak nama-nama asing yang tidak dikenali.

Lalu, siapa perempuan yang menangis ini..?

Pamela tidak memiliki saudara, ia yatim piatu sejak balita. Satu-satunya sahabat yang dimiliki malah berkhianat. Tidak mungkin jalang itu menangisinya.

Bak dihantam palu thor, kepala Pamela mendadak sakit berputar.

"Arch...!" erang Pamela, mencengkram rambutnya erat.

"Aran...!"

Pekik entah siapa, lalu memegangi tubuh Pamela yang berguling diatas ranjang.

Ingatan asing berputar, membanjiri kepalanya bak karbol pencuci bakteri.

Tubuh gendut karena diracuni saudari tiri, tunangannya berselingkuh, mengejar pria yang dicintai bak ornag gila meski diabaikan, difitnah oleh ibu dan saudari tiri, terakhir didorong kesungai sampai mati tenggelam.

Song Aran, berusia tujuh belas tahun. Gadis desa yang tinggal diabad ke dua belas.

"Sial, jadi aku pindah dimensi..?" batin Pamela ditengah sakit yang mendera.

"Aran, kau masih hidup..?" tanya bahagia bercampur cemas, dari dua pria berbeda usia.

Kelopak mata Pamela terbuka sedikit, cuma untuk melihat rupa pemilik suara bariton itu.

Ah, itu, sepertinya dia kakak kandung si pemilik tubuh. Song Qing Bao, berusia delapan belas tahun.

"Aran...!"

"Oke, aku sekarang Song Aran, bukan Pamela Anderson dari Abad dua puluh tujuh."

"Adik, kau hidup..?"

Pamela, kita panggil saja mulai sekarang Song Aran.

Gadis itu mendengus, mengeratkan giginya marah, mendengar suara cempreng si jalang penggoda yang sudah membunuhnya.

Zhao Jiao, kakak tiri yang usianya terpaut tiga bulan lebih tua dari Aran.

Mata Song Aran terbuka, ia merotasi sekitar, sebelum berhenti pada wajah-wajah asing didepannya.

Mata itu berkedip berulang kali, mengaduk ingatan untuk mengenali siapa orang-orang itu.

Pemuda tampan berkulit sawo matang, tinggi 180cm, itu kakaknya Song Qing Bao.

Pemuda tampan lainnya, berkulit putih pucat, wajahnya tampak terpelajar, tinggi badan 170cm, sedikit kurus tanpa otot kekar.

Itu Kang Yance, tunangan si pemilik tubuh asli. Umurnya sepantaran dengan Song Qing Bao.

Satu pemuda lainnya yang berdiri diam dipojok ruangan, ada bekas luka diwajahnya. Itu Xiao Jian, pria berusia dua puluh tiga tahun yang mengangkat tubuhnya dari sungai.

Satu wanita, berusia kisaran empat puluhan lebih. Ah, itu Zhao Jie, ibu tirinya.

Sedangkan pria paruhbaya yang duduk memegangi kakinya dengan wajah pucat cemas, itu sang ayah Song Dahuan.

"Ayah, kakak...!"

Kristal dimata Song Dahuan dan Qing Bao, akhirnya pecah juga. Mereka menghela nafas bahagia, dengan senyum haru terpatri.

Song Qing Bao menyambar gelas air bening, membantu adiknya duduk bersandar dikepala ranjang.

Aran meraih gelas itu, meneguk isinya hingga tandas.

"Aran, aku pikir kau pergi meninggalkanku. Kau sudah tidak bernafas tadi." ucap parau Qing Bao.

"Aran, maaf kan ayah karena datang terlambat."

Kedua pria berbeda generasi itu larut dalam keharuan, sementara Zhao Jiao mundur beringsut diatas ranjang dengan mulut komat kamit.

Entah apa yang dia gumamkan. Tapi jika ditelisik dari wajahnya, gadis itu nampak kesal karena rencananya gagal.

Sedangkan Kang Yance, cuma diam termangu, memandang Aran dengan sinaran rumit.

Dalam ingatan pemilik tubuh asli, Zhao Jiao mendorong gadis gemuk ini, lalu ikut menyeburkan diri.

Di dalam air, Zhao Jiao berulang kali menekan kepala Aran, sampai akhirnya tubuh gadis itu lemas.

Barulah setelahnya Jiao menghentikan aksi jahatnya, berteriak meminta tolong setelah melihat tubuh aran terseret arus.

Saat kejadian masih kisaran pukul sepuluh pagi, dimana warga desa berada diladang. Jadi tidak ada saksi yang melihat kejahatan Jiao.

Ditengah sakaratul maut, Aran melihat Xiao Jian melompat kesungai, setelah melempar hasil buruannya ketanah.

Akhirnya semua menjadi gelap, cuma ada suara samar kepanikan Xiao Jian memanggil nama Song Aran, sebelum jiwa gadis itu terlepas dari raga.

Pamela mengingat peristiwa yang tak kalah menyakitkan sebelum ia mati.

Pamela memergoki suami dan sahabatnya bercinta di kamar pribadinya yang ada dimarkas kelompok mafia the queen, besutan Pamela Anderson.

Mungkin suami dan sahabatnya mengira kalau Pamela tidak akan datang, sebab ia sedang hamil tujuh bulan dan mengeluh sedang tidak enak badan.

Tapi karena ada pesan misterius dari orang tak dikenal, Pamela pun terpaksa pergi.

Bukannya merasa bersalah dan meminta maaf, suami serta sahabat Pamela malah dengan bangga mengakui jika sudah berselingkuh selama dua tahun.

Pamela marah, adu mulut terjadi lalu berujung penganiayaan.

Sang suami memukuli Pamela, menendang keras perut besarnya, lalu diinjak kuat. Darah segar mengucur deras, Pamela menjerit kesakitan.

Semua anak buah Pamela diam, tak ada yang menolong, sebab kamar pribadi Pamela kedap suara.

Saat Pamela sekarat, tanpa berperasaan, sang sahabat menarik pelatuk pistol sebanyak tiga kali tepat kedadanya, seraya mengucapkan salam perpisahan penuh ejekan.

Song Aran menghela nafas dendam, ia menatap dinding yang sedikit usang karena sebagian catnya sudah terkelupas. Atap adobe, barang-barang tua yang masih layak digunakan, lalu berakhir pada Xiao Jian.

Pemuda itu diam, menatap dalam wajah Aran dengan sejuta rasa terpendam.

Aran tersenyum lembut "kakak Jian, terimakasih..!"

Sudut bibir Xiao Jian saling menarik, menciptakan lengkungan tipis yang manis.

"Sama-sama, maaf aku terlambat..!"

Aran menggeleng lemah "tak apa, aku baik-baik saja."

Aran melirik benci pada Zhao Jie lalu Zhao Jiao, kemudian berhenti ke wajah menjijikkan Kang Yance.

"Kenapa..?"

Kang Yance menelan ludah kecut dengan susah payah. Mendadak, pemuda itu terserang panik.

Semua mata insan diruangan itu terarah pada Yance.

"Maaf, Jiao lebih dekat, aku cuma mampu menyelamatkannya."

Kang Yance merasa sedikit bersalah mendengar pertanyaan Song Aran, tapi melihat tubuh gemuk gadis itu, rasa tak nyaman di hati pun lenyap.

"Kau begitu kuat, sementara Jiao sangat lemah. Tentu saja kita harus menyelamatkannya lebih dulu. Lagi pula kau juga baik-baik saja kan..?" sambung acuh Kang Yance.

Song Aran menyeringai, matanya berkilat tajam.

Kang Yance terkejut melihat ekspresi yang Aran tampilkan, begitu juga Song Dahuan, Qing Bao, Zhao Jie dan Jiao.

Cuma Xiao Jian saja yang tetap memasang wajah datar tak terusik.

"Apa kau yakin karena Jiao lebih dekat makanya memilih untuk menolongnya lebih dulu..?"

Alis Kang Yance merajut kasar "apa maksudmu..?"

"Bukan karena wanita itu selingkuhanmu..?"

"Aran..!"

"Adik...!"

Seru Yance dan Jiao bersamaan, dengan wajah kaku dan mata melotot.

Aran tersenyum miring, lalu terkekeh ringan.

"Aran, jangan bicara omong kosong..!" Zhao Jie angkat bicara.

"Jiao itu saudaramu, Yance tunanganmu, bagaimana bisa kau menuduh mereka melakukan hal tercela seperti itu..?"

Aran menatap dingin Zhao Jie "ibu tiri, apa kau mau tahu bagaimana aku bisa jatuh kesungai lalu tenggelam terbawa arus..?"

Zhao Jiao gelagapan, ia panik dan secara refleks mengubah posisi menjadi duduk disisi ranjang.

"Adik, aku tidak tahu apa salahku padamu sampai kau bisa berkata seperti itu. Tapi perlu kau tahu, aku sangat menyayangimu, aku tidak mungkin bisa-----

Jiao tak meneruskan ucapannya. Ia menunduk dalam, menutup wajahnya dengar telapak tangan, menangis terisak pilu.

Song Aran memutar bola matanya jengah.

Song Qing Bao berdecih jijik.

Zhao Jie langsung memeluk tubuh sang putri, ikut menangis seraya menenangkan.

Sementara Kang Yance meringis iba, lalu menatap marah Song Aran.

"Aran, jangan bersikap kekanakan. Kau jatuh kesungai karena kecerobohanmu sendiri, tapi malah menuduh orang lain melakukan hal tak bermoral."

"Kecerobohanku..?" Aran menunjuk hidungnya sendiri.

"Jiao sudah berbaik hati ingin menyelamatkanmu, melompat kesungai tanpa memikirkan keselamatannya sendiri. Jangan menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih." sengit Kang Yance.

"Kau tahu dari mana kalau aku jatuh kesungai karena kecerobohanku sendiri..?"

Yance bungkam, wajahnya pias melirik ke arah Jiao.

Aran berdecih, lalu tertawa kecil.

"Sudah, berhenti berdebat." lerai Zhao Jie, menatap Putri tirinya.

"Aran, tidak penting bagaimana kau bisa jatuh kesungai, tak perlu dibahas lagi. Lagian kau juga baik-baik saja kan..?"

1
Fauziah Daud
bagus harus tegas... lanjut
Andira Rahmawati
tambah up nya thorr..msh kurang🙏💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
Datu Zahra
❤️🫰🤩
miss blue 💙💙💙
anak sombong begitu mau jadi apa pas gede 😤😤😤
Fauziah Daud
makin seru.. trusemangattt
Datu Zahra
pembalasnnya sadis, tapi itu layak buat mereka. keren ada selipankisah didunia modernnya👍
Datu Zahra
Mantap Aran, lawan terus 🥳
Sribundanya Gifran
lanjut
Datu Zahra
Dih Jiao 😡😡😡
Datu Zahra
Qing Bao kocak, pedes mulutnya 🤣🤣🤣
Datu Zahra
😍😍😍😍
Datu Zahra
terjemahan tapi bahasanya rapi, enak dipahami kek karya sendiri..Seru thor, campuran kah ini sama idemu sendiri..?
ShuanZiee
ayooo lanjut kakkkk🙏😍
Miea™
lanjut
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emak nya minta ku cekik kaya nya ya😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!