NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: annis13

Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

"" Emang susah jadi orang ganteng, pasti banyak yang terpesona " ucapnya

sambil masuk ke dalam mobil,

marah yang melihat tingkah bosnya mengerutkan keningnya,

" idih narsis banget anda "

" kenapa, kan Emang bener saya genteng, buktinya Rigel juga ganteng kan "

" terserah anda saja lah, mending kita berangkat Pak udah siang ini nanti saya dapat SP lagi, "

" Eh siapa yang berani ,nggak akan kan kamu Perginya sama saya"

" takutnya pak"

rekan segera menyalakan mobilnya dan pergi keluar dari area sekolah menuju perjalanan kantor mengingat waktu sudah jam 08.00 siang,

sampai di kantor Nara dengan hati-hati berjalan takut ada yang melihat dirinya berangkat bersama dengan Regan dia takut bila ada yang melihatnya akan menjadi bahan gosip,

" Nara habis dari mana kamu jam segini baru sampai" cegat pak Handoko yang tidak sengaja melihat Nara baru masuk loby.

" eh anu, pak Handoko, itu hmmm saya tadi ada perlu sedik diluar, jadi saya berangkat telat pak, tapi bapak tidak usah khawatir pak, saya sudah mendapatkan ijin dari Pak Regan. " jelasnya

" pak Regan, kamu izin ke dia,,? ulangnya pak Handoko.

" pak Handoko lupa ya saya kan sekertaris pak Regan, jadi bisa langsung izin ke dia,, "

" ah iya saya lupa, ya sudah sana kerja, cepat lah naik ke atas takutnya ditungguin sama yang lain, "

...****************...

selamat pagi pak Jerry " sapa Nara melihat Asisten Jerry yang baru saja lewat dari dapur kantor,

" iy Ra, baru datang,?

" hehe iya Pak Jerry " sahut Nara dan tersenyum.

Nara pun segera membuka laptopnya dan mengerjakan tugasnya, hingga tiba-tiba suara asisten Jerry mendekat meminta Nara menyusun jadwal baru untuk Pak Regan,

" Nara tolong susun jadwal baru milik pak bos buat seminggu kedepan ya,, " Ucap Jerry sambil menyerahkan berkasnya,

" baik pa, sesuai jadwalnya kan ya pak,, untuk jam sudah sesuai,,apa ada yang akan diperbarui,,?

" untuk jam, sesuai kan saja sama jadwal yang suda ada, "

" baik Pak, saya kerjakan,"

tidak terasa waktu istirahat telah tiba, Nara merentangkan tangannya agar ototnya tidak kaku.

" Hay Ra, yu kekantin, " ajaknya Nadia yang akan kekantin

" ah iya Nad, ayo, oh iya dimana yang lain,,?

" ada, mereka lagi ke kamar mandi dulu, kita duluan aja "

" oh baik lah, ".

mereka berdua akhirnya turun ke bawah menuju kantin, sampai di kantin Mereka melihat suasana yang sudah ramai,

" Kamu pesan apa Nad,,,? sekalian aku pesenin "

" hmm aku lagi pengin bakso Ra"

" ya udah, aku pesenin kamu bakso ya" ucapnya sambil menuju ke etalase dan memesan makanan yang diinginkan,

Tiba-tiba datang lah Rini dan Linda, yang baru saja tiba di kantin di susul, Arif kekasih Linda dan pak Handoko,mereka mendekati meja Nara dan Nadia.

" wah wah parah kalian, gak ada yang nungguin kita " kelakar Linda

" salah sendiri kalian dikamar mandi lama" ucap sinis Nadia

" kalian mau pesen apa,,?

" kita samain aja lah kaya lu Rif"

" ok "

...****************...

tidak terasa waktu jam pulang telah tiba,

Tiba-tiba sebuah pesan masuk diponsel milk Nara.

" jangan pulang dulu, kita pulang bareng, kamu tenang saja, Rigel ada bersama saya"

Nara membaca pesan dari Regan merasakan lega, sebab ia sudah sangat kawatir Rigel belum ada yang jemput, mengingat waktu sudah jam lima sore,

" iya Pak, Terima kasih sudah menjemput Rigel,, saya pulang sendiri saja ya pak "

" tidak kamu tetap pulang bersama saya, jangan bantah"

mau tidak mau Nara pun mengikuti perintah Regan yang mengajak pulang bersama,

di sinilah mereka yang berada di dalam mobil mereka hendak perjalanan menuju pulang namun yang dilewati bukanlah jalan menuju rumah Nara Hal itu membuat marah merasa heran sebab arah jalannya berbeda,

" tunggu ini kita mau ke mana Pak, ,?

" ada deh saya mau ngajak kamu ke sesuatu tempat, , "

" tapi Pak ini udah sore jalanan menuju pulang ke rumah juga macet Bagaimana dengan Putraku"

" Terus masalahnya di mana kalau macet ketinggalan nginep aja di tempat lain"

" memang tak bukan masalah untuk anda tapi masalahnya untuk saya besok bagaimana saya berangkat kerjanya kalau tujuannya kita nggak tahu ini mau ke mana" sewot Nara.

" Sudahlah ikutin saja apa kata saya nanti kamu juga akan tahu kita ke mana"

percuma juga ngomong sama orang yang keras kepala tak ada habisnya, Tak akan ada menangnya, Lebih baik diam saja,

Regan beberapa kali curi-curi pandang melihat Nara sedang memangku putranya yang sudah tertidur,

" ra setelah saya pikir-pikir lebih baik kita Jelaskan saja ya ke Putra kita Menurutmu bagaimana"

Nara menghela nafas beratnya,

" Saya tidak tahu Pak saya takut, kalau saya kasih tahu akan membuat Rigel kecewa, "

" Tapi Mau sampai kapan Ra, kasihan Rigel dia sampai dijauhi teman-temannya karena dianggap tidak punya ayah dan dia juga merindukan sosok ayah" Lirih Regan.

" tanpa dijelasin juga saya tahu Pak, cuma saya bingung bagaimana cara menyampaikannya anda tahu sendiri kan selama ini saya mengatakan kalau Ayahnya pergi jauh ayahnya sedang bekerja Kalau saya tiba-tiba bilang jika anda ini adalah ayahnya Saya takut membuat dia kecewa dan merasa dibohongi" jelasnya Nara dengan panjang lebar,

kedua pasang mata saling bertemu tatapan gelisah dan khawatir di antara keduanya, Mereka takut jika jujur putranya akan kecewa tapi bila dibohongin terus Mau sampai kapan Dan tidak mungkin mereka diam terus,

" Kita Nikah Yuk"

Nara mendelikan matanya dengan lebar saat mendengar ajakan dari Regan yang sembrono,

Tangan Regan terulur mengambil tangan Nara,

lalu menggegamnya ,

" saya tahu yang saya lakukan dulu salah, dan Sekaranglah waktunya saya akan menggantikan rasa penderitaanmu selama ini, dan menggantikan momen-momen yang hilang bersama Putraku, Maafkan saya yang tak mengetahui jika yang saya lakukan dulu membuahkan hasil,

Regan memarkirkan Mobilnya di halaman depan rumahnya, saat ini dirinya membawa Nara dan putranya pulang ke rumah menemui orang tuanya,

" tunggu Bunda Ini rumah siapa, ,?

" Bunda juga tidak tahu sayang, , "

" ini rumah orang tua om, "

" oh rumahnya oma" seru Rigel

Nara mengernyit saat mendengar ucapan Rigel, yang menyebut Oma, " tunggu Oma, Emang Rigel pernah ketemu,,?

Rigel mengangguk dengan pelan, " udah bunda, waktu itu Rigel di ajak sama om Aditya, kerumah om bos, terus ketemu sama Oma, Oma baik banget sama Rigel bunda, Rigel di beliin baju can mainan "

Regan membukakan pintu untuk Nara dan segera mengambil putranya ke dalam gendongan Nara hanya pasrah dan mengikuti langkah bosnya untuk masuk ke dalam rumah orang tuanya,

hay teman teman minta dukungan nya ya,, 😊

1
Nova Maidania
ceritanya bagus tpi tulisan salah - salah jdi membacanya agak susah
leljum: hehe ya maaf ka, Terima kasih sudah mampir, nanti saya revisi ulang ka, 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!