NovelToon NovelToon
FAVORITE DISASTER

FAVORITE DISASTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:976
Nilai: 5
Nama Author: Clarice Diane

Serena Roe tahu satu hal tentang cinta:
semua orang yang mendekatinya selalu membawa kehancuran.

Julian datang menawarkan ketulusan.
Damien membuatnya kecanduan.
Dan Axel, perlahan menghancurkan hidupnya tanpa ia sadari.

Tapi di antara mereka, siapa yang benar-benar mencintainya dan siapa yang betulan ingin memilikinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarice Diane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Real Face Of Him

“Mungkin aku memang terlalu memanjakanmu selama ini.” Pria itu menyeringai.

Kalimat itu langsung membuat Serena menatap Damien tidak percaya. “Apa?”

Damien melepaskan lengannya perlahan, lalu berjalan menjauh beberapa langkah sambil mengusap rahangnya pelan. Namun Serena tahu pria itu belum selesai.

Tatapan Damien kembali jatuh padanya. Dingin dan tajam. Mendadak terasa begitu asing.

“Kau ingin bicara soal dimanfaatkan?” gumam pria itu rendah. “Baik.”

Serena langsung mengernyit. “Damien—”

“Kau pikir dunia mode tiba-tiba jatuh cinta pada Serena Roe begitu saja?”

Nada suaranya tetap tenang. Namun setiap katanya terasa seperti pisau yang perlahan ditancapkan ke dada Serena.

“Semua brand besar yang mulai melirikmu.” Damien melangkah mendekat perlahan. “Semua kontrak internasional. Semua sampul majalah itu.”

Tatapannya turun sebentar ke wajah Serena. “Aku yang membuka pintunya.”

Napas Serena langsung tercekat. Karena sebagian dari itu memang benar. Damien memang membantunya. Damien mengenalkannya pada orang-orang penting. Membawanya masuk ke dunia yang dulu bahkan tidak berani Serena impikan. Namun mendengar itu keluar dari mulut pria tersebut terasa memalukan dan kejam.

“Jangan lakukan ini,” bisik Serena pelan. Air matanya nyaris tumpah.

“Lalu apa?” Damien tertawa kecil tanpa humor. “Kau ingin terus bertingkah seolah aku monster yang menghancurkan hidupmu?”

“Kau tahu, aku tidak pernah mengatakan itu.”

“Namun kau mulai memperlakukanku seperti itu.” Kini Damien berhenti tepat di depan Serena lagi “Kau menikmati semua ini saat masih menguntungkanmu.” Tatapannya semakin gelap. “Rumah ini. Kehidupanmu sekarang. Nama besarmu.”

Jemari pria itu menyentuh dagu Serena pelan, memaksanya menatap. “Semuanya ada karena aku.”

Air muka Serena langsung berubah.

Dan Damien melihatnya. Tentu saja. Pria itu selalu tahu bagian mana yang paling menyakitkan untuk ditekan.

“Kau benar-benar ingin mengungkit itu sekarang?” suara Serena mulai bergetar. “Setelah sepuluh tahun?”

“Aku hanya ingin kau tahu diri dan mengikuti perkataanku.”

Kalimat itu akhirnya menghancurkan sisa kesabaran Serena. “Keluar dari rumahku," desis Serena.

Damien diam.

“Sekarang.”

Namun pria itu justru tersenyum tipis. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, senyum Damien Knox membuat Serena merinding.

“Apa kau yakin ini masih rumahmu?”

Sunyi. Serena langsung menatap Damien seolah baru saja melihat orang asing. Karena pria di depannya sekarang bukan Damien yang biasa memeluknya saat mimpi buruk. Bukan Damien yang memasakkan sarapan pagi. Bukan Damien yang mencium dahinya semalam seperti pria yang takut kehilangan dirinya. Ini sisi lain Damien. Sisi yang dingin. Penuh kendali. Manipulatif.

Dan Serena mendadak sadar, mungkin pria itu memang selalu seperti ini. Ia hanya terlalu cinta untuk melihatnya.

“Kau mabuk kekuasaan,” bisik Serena pelan.

Tatapan Damien langsung berubah tajam. Dan detik berikutnya, pria itu tiba-tiba menarik pergelangan tangan Serena dengan kasar.

“Damien!”

Serena nyaris kehilangan keseimbangan saat Damien menyeretnya keluar dari ruang makan menuju lorong mansion.

Langkah pria itu cepat namun tenang. Terlalu kuat untuk dilawan.

“Lepaskan aku!”

Damien sama sekali tidak menjawab. Jantung Serena mulai berdegup tidak nyaman saat pria itu membuka pintu kamar tidur utama dan mendorong Serena masuk ke dalam. Menguncinya dari luar.

Pintu langsung tertutup keras di belakang mereka.

Suara itu menggema di seluruh ruangan.

Dan untuk pertama kalinya sejak mengenal Damien Knox di usia tujuh belas tahun, Serena benar-benar merasa takut pada pria itu.

Serena langsung mundur beberapa langkah. Napasnya mulai tidak teratur.

“Damien, buka pintunya.”

Namun pria itu hanya berdiri diam di depan pintu kamar, masih mengenakan ekspresi tenang yang justru terasa semakin mengerikan sekarang.

Tidak ada bentakan. Tidak ada amarah meledak-ledak.

Hanya Damien Knox yang menganggap Serena seperti seseorang yang perlahan kehilangan kesabaran setelah terlalu lama menahan diri.

“Kau mulai bertingkah bodoh.”

Kalimat itu keluar datar.

Dan Serena langsung merasakan dingin menjalar di punggungnya.

“Aku ingin kau pergi dari rumah ini.”

“Kau ingin aku pergi,” ulang Damien pelan. “Lalu apa setelah itu? Kau kembali ke bar itu? Membiarkan pria asing membawamu pulang lagi?”

“Aku bisa melakukan apa pun yang kuinginkan.”

“Tepat.” Damien mengangguk kecil. “Itu masalahnya.”

Serena mengernyit tidak percaya dari dalam kamar. Kakinya bergetar.

“Kau memang harus kuberi pelajaran," ungkap Damien sebelum akhirnya membuka pintu kamar.

Damien berjalan mendekat perlahan.

Langkahnya tenang.

Terukur.

Membuat Serena refleks mundur lagi sampai bagian belakang lututnya menyentuh ranjang.

“Sepuluh tahun aku menghabiskan hidupku membersihkan hidupmu yang sangat kacau itu,” gumam Damien rendah. “Dan sekarang, kau mulai menghancurkan dirimu sendiri hanya karena kita putus?”

“Aku tidak menghancurkan diriku, Damien.”

“Kau mabuk dengan pria asing saat tengah malam.”

Damien mencengkeram wajah ayu Serena. Tatapannya turun perlahan ke wajah perempuan itu.

“Kau pikir aku tidak tahu seperti apa pria-pria seperti dia?”

“Kau bahkan tidak mengenalnya.”

“Aku bahkan bisa tahu silsilah keluarganya hanya dalam sekali bertemu, Serena. Kau lupa siapa aku?” Nada suara Damien langsung berubah lebih dingin. “Dan dia menatapmu seperti pria yang menginginkan sesuatu.”

Serena tertawa kecil tidak percaya. “Lucu sekali. Karena selama ini kau juga seperti itu.”

Kalimat itu langsung membuat rahang Damien menegang keras. Cengkeramannya pada wajah Serena menguat. Ini kali pertama Damien berlaku kasar padanya.

Sunyi beberapa detik. Hingga pria itu tertawa kecil. Tawa pendek tanpa emosi.

“Kau benar-benar mulai lupa siapa yang selalu ada untukmu.”

Serena langsung menatap Damien tajam. “Ada untukku?” ulangnya lirih. “Kau meninggalkanku.”

“Aku masih di sini sekarang.”

“Karena kau tidak suka kehilangan kendali atas diriku.”

Dan untuk pertama kali, Damien benar-benar kehilangan ekspresinya. Tatapannya berubah gelap seketika.

Bukan lagi pria lembut yang tadi pagi memasakkan sarapan. Melainkan Damien Knox yang sebenarnya. Pria yang terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan.

“Kau pikir ini soal kendali?” bisiknya pelan.

Damien tiba-tiba mengangkat tangan dan menarik Serena cukup kuat hingga perempuan itu langsung menahan napas.

“Aku membangun hidupmu dari nol.” Suara pria itu tetap rendah. Namun kini terdengar jauh lebih tajam.

“Kau datang kepadaku tanpa apa-apa.” Tatapannya menusuk langsung ke mata Serena. “Tanpa uang. Tanpa nama. Tanpa siapa pun.”

Napas Serena mulai gemetar. Dan Damien melihat itu. Tetapi pria itu tidak berhenti.

“Aku yang membuat orang-orang mulai melihatmu.” Jemarinya menarik rambut Serena sedikit lebih kuat lagi. “Aku yang memastikan tidak ada lagi laki-laki yang bisa menyentuhmu sembarangan.”

Air muka Serena perlahan berubah. Air matanya jatuh begitu saja karena mendadak semuanya terasa salah. Semua sentuhan Damien. Semua perhatian kecilnya. Semua cara pria itu selalu mengatur hidup Serena selama ini.

Sepertunya bukan karena cinta. Melainkan karena Damien terbiasa memiliki.

“Damien,” suara Serena akhirnya mengecil. “Kau menakutkan.”

Damien tidak langsung melembut setelah mendengar itu.

Pria itu justru menatap Serena beberapa detik lebih lama sebelum tersenyum miring.

Senyum yang terlihat amat sangat keji.

“Akhirnya kau mulai mengerti, siapa seharusnya yang kau takuti," tukas Damien sebelum mendorong Serena ke atas ranjang.

...----------------...

...To be continue...

1
Azizi zahra
semangat nulisnya author 💪
kentos46: lanjut thor💪👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!