Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.
Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.
Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.
"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.
Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )
Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.
"Sial!"
Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Dunia Baru
Karin terbangun di sebuah kamar yang sangat usam, dindingnya terbuat dari tanah liat, dan atapnya yang bocor terbuat dari jerami.
Dia sangat syok, saat mengetahui dirinya menempati tubuh seorang wanita yang sudah memiliki tiga seorang anak.
Dan yang paling membuatnya terdiam seribu bahasa setelah menerima semua ingatan pemilik tubuh, dirinya masuk ke dunia Novel.
Novel yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat ). Dan ketiga penjahat itu adalah anak kandungnya sendiri.
"Sial!" Karin tentu tidak terima. Karena hidupnya di dunia nyata sudah sangat nyaman. Dia punya banyak uang, bisa berlibur ke manapun dia mau.
Tidak ada yang perlu diurus, suami atau anak-anak yang menurutnya sangat merepotkan.
"Dan sekarang aku tiba-tiba jadi Ibu dan punya tiga anak? Tidak, tidak, aku tidak terima! Siapapun kamu yang membawaku ke sini, cepat kembalikan aku!" katanya dengan datar.
Karin seorang pencinta Novel, semua genre dia baca. Dan tentang masuk ke dunia Novel, baginya bukan suatu kebetulan, pasti ada sebab dan akibat.
[ Selamat datang di dunia paralel ]
"Nah kan muncul juga! Enak saja, selamat datang apanya? Aku tidak setuju, kembalikan aku sekarang juga!"
[ Silahkan selesaikan misi untuk kembali ]
"Aku tidak mau! Aku ingin duniaku yang nyaman dan tentram. Tidak ada misi-misi" Karin menolak keras. Enak saja, mereka membawanya tanpa izin.
[ Hadiah misi ~ Kekayaan sampai lima turunan tanpa bekerja! ]
Mata Karin terbelalak mendengarnya, godaan yang sangat menggiurkan. Tapi dia berusaha meyakinkan dirinya agar tidak tergoda, karena hadiah sebesar itu pasti misinya sangat sulit.
[ Mengubah jalan takdir tiga penjahat. ]
Alis Karin mengerut, dia hampir lupa jika sistem menyatu dalam tubuh. "Beri aku hadiah tambahan! Maka aku mempertimbangkannya!"
Karin tidak ingin di atur oleh siapapun, karena dirinya tidak terbiasa diatur. Jika ada keinginannya tidak tercapai, maka dia tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkannya.
[ Belanja 5 x sebulan di toko sistem / Ruang penyimpanan 10 meter ]
"Kenapa kau begitu miskin? Jadi maksudnya aku tidak bisa belanja sepuasnya?" tanya Karin dengan merengut.
[ Silahkan pilih hadiah tambahan! ]
Karin makin kesal, karena sistem terus mengabaikannya, dan malah mendesaknya seolah dirinya tidak bisa lari dari kenyataan.
Karin menghela nafas panjang lalu bertanya "Kalau aku pilih ruang penyimpanan, apa aku tidak bisa belanja?"
[ 3 x dalam sebulan belanja di toko sistem, dengan harga maksimal 5 tael perak ]
"APA? Ternyata bukan cuman miskin, tapi kau juga sangat pelit!" hardik Karin. "Kau mematok harga terlalu tinggi, kau tau sendiri kan? Pemilik tubuh ini sangat miskin. Aku tebak, saat ini tidak ada makanan yang bisa dimakan di rumah ini!"
[ Sudah ketentuan dari pusat ]
Karin menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Dia melakukan hal itu berulang-ulang agar dia tidak mengamuk dengan tubuhnya yang lemas.
"Huff.. Baiklah, aku pilih Ruang Penyimpanan. Tapi beri aku sedikit makanan saja. Takutnya, sebelum mulai menjalankan misi aku sudah tidak bernafas!"
Karin benar-benar malu, dia adalah orang yang selalu tangan di atas, dan kali ini dia harus memohon agar bisa bertahan hidup di dunia barunya.
Tiba-tiba Karin melihat dua buah pisang di atas meja yang sudah lapuk. Karin hanya tersenyum kecut, lalu mengambil pisang dan memakannya sampai habis.
"Jika aku gagal menjalankan misi, apa yang akan terjadi?" tanya Karin.
[ Tidak bisa kembali dan sistem akan menghilang! ]
"Hem, jika kamu tidak ingin menghilang, maka kamu harus membantuku di saat aku dalam kondisi terdesak!" pinta Karin sambil menyeringai.
Ternyata Sistem juga dikirim kedunia itu, dan jika Karin tidak berhasil menyelesaikan misi otomatis sistem juga dikatakan gagal.
[ @....@ ]
...----------------...
Karin menatap ketiga anak pemilik tubuh, yang sekarang bisa dikatakan juga sudah menjadi anaknya.
Semua bertubuh kurus kering tak bertenaga, yang paling tua anak laki-laki berumur 12 tahun, kedua 8 tahun, dan ketiga seorang perempuan berumur 5 tahun.
"Ibu akhirnya kamu bangun juga!" kata anak kecil itu dengan semangat tapi juga takut.
Kedua Kakak laki-lakinya, segera menarik tangan nya untuk tidak terlalu dekat dengan sang Ibu.
"Ibu! Maafkan kami. Kami hanya menemukan ini di hutan!" Anak pertama meletakkan keranjang yang berisi sayuran liar dua butir telur.
Anak kedua tidak mengatakan apa-apa, dia hanya diam memandang Karin dengan wajah datar. Karin menebak, anak itu sudah mulai menaruh dendam di dalam hatinya.
Karin ingat, anak kedua lah yang paling sadis saat melakukan pembalasan kepada pemilik tubuh. Jika di dunia nyata, bisa dikatakan seorang psikopat.
Karin masih bingung harus bertindak seperti apa, dia tidak pernah mengurus anak. Apalagi tiga sekaligus, dia hanya pernah sekali membujuk anak yang menangis karena terpisah dengan orang tuanya.
"Hem.. Bawa masuk ke dapur!" pinta Karin. Dia terpaksa mengikuti sikap pemilik asli yang datar dan kejam.
Ketiga anak itu saling pandang, tapi kemudian segera masuk ke dalam sebelum Karin mengamuk, seperti yang sering dilakukan pemilik tubuh. Dia akan memukul mereka bertiga jika tidak mendapat banyak buruan di hutan.
***
Pemilik tubuh bernama Xia Nan Wei, dia juga sudah berumur 30 tahun, dan sekarang dia sudah tiga punya anak.
Jadi bisa ditebak Nan Wei melahirkan anak pertamanya di usia 18 tahun. Tapi empat tahun yang lalu, suaminya yang seorang prajurit dinyatakan gugur di medan perang.
Mertuanya, langsung memutus hubungan dengan mereka semua, dia bahkan mengurus surat cerai untuk anaknya yang sudah gugur.
Nan Wei tidak bisa melawan, dia hanya seorang wanita lemah dengan tiga anak kecil. Keluarganya sempat datang membantu, tapi mereka tetap kalah, karena salah satu adik Ipar Nan Wei seorang Sarjana tingkat Kabupaten ( Xiucai )
Namun siapa sangka, Suaminya yang bernama Zhao Gan tiba-tiba kembali. Dia masih hidup, tapi dia kembali dengan seorang wanita muda.
Dan Zhao Gan tidak datang mencarinya, atau sekedar melihat ketiga anaknya. Malahan yang datang menemuinya adalah wanita asing itu, dan dia membisikkan sesuatu yang membuat Nan Wei langsung membenci ketiga Anaknya.
"Sialan!" umpat Karin. Dia begitu marah, karena dia tahu apa yang dibisikkan wanita itu. Bahkan saat membaca novelnya, Karin menggerutu karena emosi.
Karin masuk ke dalam rumah, dia melihat ketiga anaknya sedang duduk di dapur sambil memegang perut.
Tapi saat melihat kedatangan Nan Wei, mereka semua langsung menunduk dengan tubuh gemetar.
"Ibu aku lapar!" suara gadis kecil tiba-tiba terdengar dengan suara lemas.
Kedua Kakaknya terperanjat, mereka langsung berdiri dan bersujud di depan Nan Wei "Ibu jangan hukum adik! Hukum kami saja!"
"Aku yang paling tua, hukum aku saja!" katanya tanpa ragu dengan tubuh ringkihnya.
Selalu seperti itu, jika sang adik merengek sedikit saja, Nan Wei pasti langsung menghukumnya dengan cambukan atau tidak diberi makan seharian.
Tapi kedua Kakaknya selalu memohon agar mereka saja yang dihukum, karena sang adik masih terlalu kecil.
.
.
.