Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.
Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.
"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Persiapan penetasan
Xiao Liu Xuan menurunkan tangannya dari wajahnya. Ia melihat darah di jemarinya, lalu menatap Tian Hao. Bukannya marah, sang pangeran justru tertawa kecil. Tawa yang terdengar dingin dan sangat puas.
"Kau benar-benar luar biasa, Tian Hao," ucap Xiao Liu Xuan, suaranya sedikit serak. "Aku datang ke sini untuk mencari hiburan, tapi sepertinya aku justru menemukan lawan yang pantas untuk kuhormati... atau kuhancurkan."
Tian Hao tidak menjawab. Ia hanya membungkuk tipis, topeng "lemah" dan "bingung" yang tadi ia pasang sudah tidak berguna lagi. Semua orang sudah melihat taringnya. Sekarang, ia harus bersiap menghadapi badai yang lebih besar dari sekadar duel lapangan.
Tian Hao berbalik dan berjalan meninggalkan arena tanpa sepatah kata pun. Ia mengabaikan tatapan ngeri, iri, dan bingung dari rekan-rekan muridnya. Baginya, pertarungan tadi adalah sebuah kesalahan taktis, namun sebuah keharusan demi kelangsungan hidup.
"Aku terlalu menunjukkan banyak hal," batin Tian Hao saat ia menyusuri lorong menuju kamarnya. "Xiao Liu Xuan bukan orang bodoh. Dia sekarang tahu bahwa aku memiliki pengalaman tempur yang tidak masuk akal. Dia akan mengawasiku seperti elang."
Namun, ada sebuah pelajaran penting yang ia petik hari ini.
”Dunia ini tidak peduli seberapa banyak kau bersembunyi; pada akhirnya, kekuatan adalah satu-satunya mata uang yang sah.”
"Kau hampir kehilangan nyawamu hari ini, Tian Hao," ia bergumam pada dirinya sendiri sambil menatap luka di bahunya yang mulai mengering. "Dia benar-benar mengacaukan sebagian rencanaku."
Setelah duel yang mengguncang fondasi keluarga Tian, suasana di kediaman berubah drastis.
Tidak ada lagi tawa mengejek saat Tian Hao lewat; yang ada hanyalah bisik-bisik ketakutan dan tatapan waspada. Namun, bagi Tian Hao, perhatian ini adalah racun.
Ia harus segera memperkuat dirinya sebelum Xiao Liu Xuan atau ayahnya sendiri memutuskan bahwa ia terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup.
Di dalam kamarnya yang terkunci rapat, Tian Hao duduk bersila dengan telur Ular Putih di pangkuannya.
Mutiara Surgawi melayang di atas telur tersebut, memancarkan helai-helai energi biru yang lembut, menyusup masuk melalui pori-pori cangkang yang keras.
"Sabar adalah kunci," gumamnya, matanya mencerminkan cahaya dari mutiara. "Makhluk suci tidak lahir dari ketergesaan. Aku harus menyelaraskan detak jantungku dengan denyut kehidupan di dalam cangkang ini."
Setiap malam, selama tiga pekan berturut-turut, Tian Hao tidak tidur. Ia mengalirkan energi Qi hasil kultivasinya ke dalam telur tersebut, memberinya nutrisi terbaik yang pernah ada.
Ia ingat betul di kehidupan sebelumnya saat umurnya 120 tahun, Xiao Liu Xuan adalah sosok yang selalu selangkah lebih maju, menggunakan karisma dan kekuatannya untuk menghancurkan siapa pun yang merintangi jalannya.
"Kau adalah variabel yang tidak terduga, Liu Xuan," batin Tian Hao dingin. "Di kehidupan ini, aku tidak akan membiarkanmu menjadi duri. Jika aku harus menyingkirkan seorang pangeran untuk mencapai keabadian, maka biarlah langit menjadi saksinya."
Memasuki pekan keempat, telur di tangan Tian Hao mulai bergetar hebat. Hawa dingin yang murni mulai terpancar, membekukan lantai kayu di sekitarnya.
Tian Hao tahu, momen itu telah tiba. Namun, ia tidak bisa membiarkan makhluk ini menetas di dalam kediaman keluarga Tian.
Aura kelahirannya akan memicu alarm bagi setiap praktisi kuat di sana, terutama Xiao Liu Xuan yang terus mengawasi dan indranya setajam silet.
Ia menunggu saat pergantian penjaga di tengah malam. Dengan memanfaatkan kabut tebal yang turun dari pegunungan, Tian Hao menyelinap keluar. Ia bergerak seperti bayangan di antara pepohonan, menghindari rute patroli rutin.