NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Mata-Mata di Balik Tirai

Xiao Fan menutup pintu kamar Liu Ruyan pelan.

Gadis itu duduk di sudut tempat tidur, lututnya ditekuk ke dada, wajahnya basah oleh air mata yang sudah mulai mengering. Ia tidak lagi terisak, hanya diam menatap lantai kayu yang retak-retak dimakan usia.

"Ayahku," bisiknya. "Dia terlihat sangat tua."

Xiao Fan duduk di kursi dekat jendela. Ia tidak berkata apa-apa. Kadang, kehadiran diam lebih berarti daripada kata-kata hiburan kosong.

"Aku ingin bicara dengannya. Tapi aku tidak bisa." Liu Ruyan mengusap matanya dengan punggung tangan. "Kenapa semuanya harus serumit ini, Guru?"

"Karena klanmu bukan sekadar keluarga biasa." Xiao Fan menatap keluar jendela. Jalanan sudah kembali ramai setelah rombongan Klan Liu pergi. Pedagang kembali berjualan. Anak-anak berlarian. Dunia berputar seperti biasa, tidak peduli pada seorang gadis yang hatinya hancur. "Kau adalah reinkarnasi Putri Kegelapan. Itu membuatmu istimewa. Tapi juga membuatmu berbahaya di mata orang-orang tertentu."

Liu Ruyan mendongak. "Putri Kegelapan. Tetua Liu Yuan menyebut itu?"

Xiao Fan mengangguk. "Dia menceritakan banyak hal padaku tadi malam. Tentang siapa kau sebenarnya. Tentang segel di dalam dirimu. Dan tentang mereka yang menyegelmu 25.000 tahun lalu."

Gadis itu terdiam, mencerna informasi yang baru saja ia terima. "Jadi... aku bukan sekadar manusia tanpa akar spiritual. Aku adalah sesuatu yang lebih."

"Jauh lebih. Kekuatanmu setara dengan Kaisar Pedang. Mungkin lebih." Xiao Fan mencondongkan tubuh ke depan. "Tapi kekuatan itu terkunci. Dan orang-orang yang menguncinya masih ada. Mereka disebut para Penyegel. Liu Yuan bilang mereka mengawasi. Mungkin saat ini juga."

Liu Ruyan menegang. Ia melirik ke jendela, ke atap-atap rumah di seberang. "Mereka di sini? Di kota ini?"

"Mungkin. Liu Yuan tidak memberitahuku detailnya. Tapi dia memperingatkan kita untuk segera pergi."

"Pergi ke mana?"

"Benua Bawah Tanah. Makam Raja Kegelapan Pertama. Hanya di sana segelmu bisa dibuka sepenuhnya." Xiao Fan berdiri. "Tapi untuk sampai ke sana, aku butuh Pedang Penelan Surga yang utuh. Tujuh fragmen. Sekarang aku baru punya satu."

Sistem di kepalanya bersuara.

[Misi aktif: Kumpulkan 7 fragmen Pedang Penelan Surga. Fragmen terkumpul: 1/7.]

[Lokasi fragmen kedua terdeteksi: Pegunungan Tulang Putih, 300 kilometer di selatan Kota Giok.]

[Peringatan: Fragmen dijaga oleh monster tingkat tinggi. Disarankan meningkatkan kultivasi sebelum mendekat.]

Xiao Fan menyimpan informasi itu. Pegunungan Tulang Putih. Ia pernah mendengar nama itu di kehidupan sebelumnya—tempat pertempuran kuno antara manusia dan monster iblis. Medan berbahaya, tapi bukan tidak mungkin.

"Kita akan ke Pegunungan Tulang Putih," katanya pada Liu Ruyan. "Tapi tidak hari ini. Malam ini, kita akan mencari tahu dulu siapa yang mengawasi kita."

Liu Ruyan mengangguk. "Apa yang harus kulakukan?"

"Latihan. Kembali serap Qi Kematian. Aku ingin kau mencapai lapis kedua sebelum kita meninggalkan kota ini." Xiao Fan berjalan ke pintu. "Aku akan keluar sebentar. Ada yang perlu kubeli."

Ia meninggalkan kamar dan turun ke lantai bawah. Bibi Chen masih berdiri di belakang meja resepsionis, wajahnya masih menyimpan sisa ketakutan dari kejadian pagi tadi.

"Nona Chen," sapa Xiao Fan. "Apa kau tahu di mana aku bisa membeli jubah baru? Dan mungkin sarung pedang."

Wanita itu mengangguk cepat. "Di Pasar Timur, Tuan. Toko Sutra Giok menjual jubah kultivator. Di sebelahnya ada pandai besi yang bisa membuat sarung pedang."

"Terima kasih."

Xiao Fan melangkah keluar. Ia butuh penampilan yang lebih layak. Jubah lusuhnya sudah terlalu mencolok untuk ukuran orang yang ingin bersembunyi dari mata-mata.

Pasar Timur ramai. Pedagang berteriak menawarkan dagangan. Aroma daging panggang dan rempah-rempah bercampur di udara. Xiao Fan berjalan menyusuri keramaian, matanya mengamati sekitar. Bukan untuk berbelanja—itu hanya alasan. Ia ingin melihat apakah ada yang mengikutinya.

[Mendeteksi satu entitas mengikuti inang. Jarak: 25 meter. Tingkat kultivasi: Fondasi Inti Menengah. Jalur: Tidak teridentifikasi.]

Xiao Fan tidak bereaksi. Ia terus berjalan, masuk ke Toko Sutra Giok, berpura-pura memilih jubah. Dari sudut mata, ia melihat sesosok pria berjubah abu-abu berhenti di depan toko sepatu di seberang. Pura-pura melihat dagangan.

Jadi kau di sana, pikir Xiao Fan.

Ia membeli jubah hitam sederhana dengan sulaman benang perak di kerah—cukup bagus untuk tidak terlihat seperti pengemis, cukup murah untuk tidak menarik perhatian. Lalu ia ke pandai besi, memesan sarung pedang dari kulit hitam untuk Pedang Bintang Jatuh. Pandai besi itu bilang akan selesai besok sore.

Selama itu, pria berjubah abu-abu terus mengikutinya. Tidak mendekat. Hanya mengamati.

Xiao Fan selesai berbelanja dan berjalan kembali ke penginapan. Ia sengaja memilih rute memutar, melewati gang-gang sempit. Pria itu tetap mengikuti.

Saat melewati gang paling sepi, Xiao Fan berhenti.

"Kau sudah mengikutiku sejak Pasar Timur," katanya tanpa berbalik. "Ada yang ingin kau sampaikan?"

Hening.

Lalu suara langkah kaki mendekat. Pria berjubah abu-abu itu muncul di ujung gang. Wajahnya biasa saja—tidak ada ciri khusus yang mudah diingat. Mata-mata yang terlatih.

"Tuan Xiao Fan," suaranya datar. "Aku datang membawa pesan."

"Dari siapa?"

"Dari majikanku. Ia ingin bertemu malam ini. Di Paviliun Angin Malam, sebelah utara kota."

Xiao Fan menatapnya. "Siapa majikanmu?"

Pria itu tidak menjawab. Ia hanya meletakkan secarik kertas di tanah, lalu mundur dan menghilang ke balik tikungan.

Xiao Fan mengambil kertas itu. Hanya satu kalimat tertulis di sana, dengan tinta hitam yang masih basah:

"Aku tahu siapa yang menyegel Putri Kegelapan. Datanglah sendiri, atau gadis itu akan mati sebelum fajar."

Tangan Xiao Fan mengepal. Kertas itu hancur menjadi abu di genggamannya.

Malam ini, ia akan datang. Dan siapa pun yang mengancam muridnya, akan menyesal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!