NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tabrakan maut

Berlatar di jalan tol dan jalan raya penghubung kota di sekitar Jakarta, pada malam hari yang berawan dengan angin kencang yang menerbangkan sampah dan membuat pandangan sedikit kabur. Jalan yang biasanya ramai mulai sepi saat malam semakin larut, hanya ditempuh oleh kendaraan berat yang sedang dalam perjalanan antar kota dan beberapa kendaraan kecil yang tergesa-gesa pulang ke rumah.

Rini usia 30 tahun, sedang mengendarai motor maticnya bersama sahabatnya Dewi pulang dari acara kumpul teman. Perutnya yang membuncit jelas terlihat di bawah baju yang dikenakannya,dia mengandung anak pertamanya yang akan lahir dalam dua bulan lagi, dan bahagia yang terpancar dari wajahnya tidak bisa disembunyikan.

Sebelum Rini bisa bereaksi dan mengerem motornya, mobil kontainer terus melaju tanpa menyadari ada sesuatu yang tersangkut. Motor mulai tergerus dan ditarik ke belakang. Intan mencoba dengan segala kekuatan untuk menjaga keseimbangan, tapi akhirnya dia terlempar dari jok motor dan terseret beberapa meter oleh bagian bawah kontainer yang kasar, sementara Dewi berhasil melompat dan hanya menderita luka ringan.

Pengemudi mobil kontainer, pak ujang sedang dalam kondisi kelelahan akibat bekerja lebih dari 18 jam tanpa istirahat.Perintah dari bosnya Pak Dono yang ingin pengiriman barang selesai sebelum pagi hari. Saat dia merasakan sedikit gesekan di bagian bawah mobilnya, dia hanya mengira itu adalah batu atau puing jalan, jadi tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju menuju gudang.

Sesaat setelah rini terlempar dan terseret oleh mobil kontainer, Dewi yang baru saja melompat dari motor dan terluka di lutut serta tangan, dengan napas tersengal-sengal merangkak mendekati teman baiknya. Darah sudah merembes ke aspal jalan yang dingin, menyatu dengan genangan air dari embun malam yang baru saja turun.

"Dek... Rini... tolong bangun..." ucap Dewi dengan suara bergetar, tangan gemetar menyentuh bahu Rini yang tidak bergerak. Ia melihat tas yang pernah tersangkut di kontainer sekarang tergeletak beberapa meter jauhnya, sementara motor mereka sudah terbalik dan baret parah.

Tanpa berpikir panjang, Dewi mengambil ponselnya yang masih utuh dari saku celananya. Jari-jari yang berlumuran darah sedikit sulit menyentuh layar sentuh, tapi ia berhasil menghubungi nomor darurat ambulance. Dengan suara menangis, ia menjelaskan lokasi kejadian dengan jelas—di dekat gerbang tol Cikarang, sisi kanan jalan raya arah Jakarta.

Setelah memastikan ambulance dalam perjalanan, ia segera menghubungi Rizky, suami Rini. Telepon berdering beberapa kali sebelum akhirnya terjawab.

"Mas Rizky... tolong datang cepat... ada kecelakaan..." kata Dewi sambil menangis deras, tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan rasa bersalah dalam suaranya.

Rizky yang baru saja selesai bekerja dan sedang menunggu istri pulang langsung merasa dada terasa sesak. "Apa?! Dimana? Rini bagaimana?!" tanyanya dengan suara penuh ketakutan.

"Dek Rini... dia terbentur kontainer... ambulance sudah dalam perjalanan... tolong datang cepat mas..." jawab Dewi sambil melihat ke arah Intan yang masih terlentang, mata sudah tidak bisa melihat lagi cahaya malam yang redup.

Setelah memanggil ambulance dan menghubungi Rizky, Dewi terus merawat teman baiknya yang terlentang tak bergerak di atas aspal jalan yang dingin. Beberapa sopir yang berhenti menolong telah membantu menjaga jalur lalu lintas agar tidak ada kendaraan lain yang menyentuh lokasi kejadian.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, sirine ambulance terdengar semakin jelas mendekati lokasi. Tim medis dengan cepat turun dan melakukan pemeriksaan pada Rini. Mereka melakukan resusitasi jantung paru selama beberapa menit, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan yang muncul. Dokter yang menangani akhirnya mengangguk perlahan dan memberikan isyarat bahwa tidak ada yang bisa dilakukan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!