NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 30

KABAR KEBENARAN

“Matteo.”

Satu kata dari mulut Fabio. Berat. Final.

Ruangan kecil itu mendadak pengap. Teresa tercekat, tangan menutup mulutnya. Matanya membulat menatap Fabio, seolah berharap pria itu tarik ucapannya.

Aria tidak bergerak. Dia menatap Fabio lama. Bibirnya membuka, tapi tidak ada suara. Hanya napas yang tersangkut di dada.

“Tidak....” Suaranya pecah dan pelan seraya menggeleng. “Itu tidak benar..”

Fabio menatap lantai sejenak. Lalu mengangkat wajah. Matanya tidak menuduh, tidak juga iba, hanya jujur. “Tuan Matteo yang sudah menghamili Anda.”

Seperti kaca yang retak di dalam kepala Aria. Dia tersenyum kecil, seperti orang gila. Rasanya tidak percaya. “Bohong.” Katanya pelan. “Kalian semua bohong!”

Teresa melangkah maju, memegang lengan Aria. “Nyonya, mungkin ada salah paham—”

“DIAM!” Aria menepis tangan itu. Dadanya naik turun, antara arah, bimbang dan takut, semua jadi satu, mendesak keluar.

Tanpa banyak pikir, Aria berbalik, langkahnya cepat, hampir lari, menembus koridor menuju halaman samping lagi.

Teresa mengejar dengan cemas. “Nyonya Aria!”

Sementara Fabio hanya diam menatap tegas, seolah dia dan Lorenzo sudah yakin semua ini akan tetap terjadi.

Matteo masih di sana. Kaos putihnya tadi kering, sekarang sedikit lepek oleh keringat. Dia berdiri tegap seraya merokok santai menatap ke arah rumah kedua dengan senyum puas dan menunggu.

Namun tak menunggu lama—

BYUR!

Air dingin satu ember mengguyur kepalanya sampai ke dada. Rambut rapi itu langsung lepek, kaos putih menempel di tubuh, arloji peraknya kemasukan air.

Matteo terkejut. Dia mengusap wajah, meludah, menatap ke depan dengan mata menyala. “KAU GILA?!” gertaknya.

Aria berdiri dua langkah di depannya. Ember kosong di tangannya langsung ia buang begitu saja. Tapi matanya menyala tajam, membakar hingga air mata mulai naik namun masih tertahan.

“Enyahlah dari kehidupan kami!” Suaranya bergetar, tapi keras. Menggema di halaman sepi. “Kau bajingan gila, de Santos! Kalau memang kau yang melakukannya, kenapa kau diam? Kenapa harus Lorenzo yang pasang badan? Kenapa harus dia yang bertanggung jawab, menanggung dosa yang bukan dosanya?!” kesal Aria menantang maju.

Matteo menggeram. Dia maju selangkah, air menetes dari dagunya. “Karena aku baru ingat! Dan dialah yang bajingan—”

“DIAM!” sentak Aria. “Aku bersumpah kau tidak tenang seumur hidup mu! Kau dan semua dusta di rumah ini, dasar gila!”

Dia berbalik. Tidak peduli Matteo yang masih mengumpat basah kuyup. Tidak peduli Teresa yang mematung di tangga dengan tangan menutup mulut, kaget. Langkah Aria lebar, masuk ke rumah kedua dan pintu dibanting.

Di dalam, dia tidak ke kamar. Dia ke ruang depan. Lebih tepatnya ke Fabio yang masih berdiri di tempat yang sama sejak tadi. Tegak, dingin dan menunggu.

Mata Aria sudah merah berair, tapi belum jatuh. “Aku mau bertemu Lorenzo.” Katanya singkat namun memaksa dan tegas.

Fabio menatapnya tak kalah tegas. “Tuan Lorenzo datang lebih terlambat malam ini.”

Kalimat itu bikin Aria diam, napasnya tercekat. “Aku tidak peduli, katakan padanya, aku ingin bertemu dengannya.” perintah itu terdengar ringan, namun penuh penekanan disetiap kalimatnya.

Hening.

Kata-kata itu masuk ke telinga Fabio dan juga Teresa yang masih mengikuti Aria karena takut bila terjadi sesuatu pada nyonya nya.

“Jika itu yang Anda mau. Permisi.”

pria itu tak banyak bicara, dan langsung pergi menuruti keinginan Aria yang benar-benar merasa dikejutkan.

Sungguh, lututya lemas. Dia mundur sampai terduduk di sofa. Tangannya mencengkeram pahanya ketika perutnya merasa keram, dan dadanya terasa sesak ingin menangis, tapi air mata tidak mau keluar. Hanya perih dan panas yang terasa.

“Nyonya, Anda harus tetap tenang...” kata Teresa yang berlutut di hadapan Aria duduk dengan kepala menunduk.

Dia salah paham. Dia pikir Lorenzo menutupinya karena malu. Karena mau manfaatkan nya. Ternyata... ternyata pria itu pasang badan untuk dosa orang lain. Untuk dosa Matteo.

“Aku yang bodoh.... Aku membuatnya marah dan mempermalukannya. Aku pikir dia yang melakukannya dan aku membalasnya.” kata Aria sembari menangis bersalah.

Aria mengangkat wajah. Matanya basah, tapi sorotnya sudah beda. Bukan marah hanya sesal yang tak pernah dia bayangkan.

Teresa ikut sedih mendengarnya. “Percayalah, Nyonya. Tuan Lorenzo memiliki alasan yang benar. Dia hanya terikat oleh janji.” kata Teresa yang membuat Aria terdiam menatapnya dengan penuh penasaran.

“Janji apa?”

Pelayan itu terdiam sesaat, “Soal... Soal ibu— ”

“Ibu Lorenzo. Aku tahu dia dibunuh oleh Lorenzo sendiri, pria itu mengatakannya padaku.” kata Aria memelankan suaranya dan mengingat bagaimana pria itu mengatakannya dan benar-benar diluar nalar.

“Tapi janji apa yang kau maksud?” tegas Aria.

“Karena kematian nyonya Leonor. Tuan Lorenzo diminta bertanggung jawab atas kematian ibunya sendiri, dia bersalah dan diminta berjanji untuk mengabdi pada keluarga de Santos sebagai penebusan dosa selama 20 tahun.” jelas Teresa gugup namun sangat jelas.

Mendengar itu, Aria berkerut alis, tak percaya bahwa Lorenzo benar-benar seperti itu. Dan keluarga ini...

“Siapa yang menyuruhnya berjanji? Apa ada bukti lain bahwa dia membunuh ibunya?” cerca Aria.

Teresa menggeleng kecil. “Tuan Emilio sendiri yang memintanya dan buktinya... Hanya peluru yang tertancap di ulu hati nyonya Leonor saat itu.”

Aria terdiam, berpaling dengan sedih. Rasanya tak percaya. Dan karena janjinya itu, Lorenzo yang harus dan selalu bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan.

Mereka sama-sama diam. Teresa menunduk, dan Aria menatap ke arah lain dengan kedua siku tangannya menyentuh lututnya.

Tak lama setelah kejadian tadi. Seorang pelayan dari rumah utama, datang menemui Aria yang masih duduk bersama Teresa. Tentu saja Aria menatap pelayan itu.

“Maaf Nyonya. Anda diminta datang berkunjung untuk makan siang bersama nyonya Monica.” kata pelayan itu yang membuat Aria menyeringai kecil.

Kedua perempuan yang tadinya duduk, kini sama-sama berdiri.

Aria menatap pelayan itu dengan elegan, “Katakan padanya, aku akan datang.”

Teresa terkejut mendengar keputusan itu. Saat pelayan tadi pergi, Teresa langsung berjalan dan berdiri di depan Aria. “Nyonya... Anda tidak perlu menemuinya— ”

“Biarkan saja.” kata Aria, menoleh ke Teresa. “Aku ingin tahu apa yang dia inginkan dariku? Sepertinya janji Lorenzo saja tidak cukup bagi mereka.” ucap Aria terus terang dengan fakta yang dia tahu.

Di halaman depan, Adriana yang baru tiba, dia keluar mobil, sedikit penuh tanya dan menghampiri Fabio yang kala itu tengah menunggu sesuatu yang merupakan balasan pesan singkat dan cepat dari Don Vito maupun Lorenzo.

“Ada 2 orang asing berjaga mencurigakan. Kau tidak mengeceknya?” kata Adriana yang kini berdiri menatap pria berkaos hitam itu.

Fabio menatap balik si cantik Adriana. “Mereka dipihak kita. Hanya penjaga suruhan tuan Lorenzo.”

Meski sudah dijelaskan, Adriana merasa aneh karena dia merasa asing dengan dua wajah pria sangar itu. Namun ia tak ingin ikut campur.

“Sedang menunggu sesuatu? Tidak biasanya kau berada di sini cukup lama.” canda Adriana sesuai kenyataan.

Fabio menatap santai. “Aku hanya diperintah untuk menjaga nyonya Aria selama tuan Lorenzo belum kembali.”

“Ke mana dia pergi?”

“Pertemuan bisnis.” jawab Fabio singkat tanpa memberitahu.

Adriana mengangguk faham. Menatap sejenak ke Fabio. “See ya. Berjaga juga butuh istirahat. Aku ingin mengecek keadaan panas di rumah ini, terutama wanita itu.” kata Adriana yang tersenyum kecil dan pergi, namun hal itu membuat Fabio hampir tersenyum, mengingat wanita yang dimaksud adalah Monica si ular berbisa.

1
vnablu
Lorenzo semoga kamu sudah ada rencana yang matang untuk musuh-musuh mu itu biar kamu dan Aria selamat
Tiara Bella
sabar ya Aria memang begitu adanya....
Eci Rahmayati
kasiann sama " tersakiti oleh keadaan
Kinara Widya
Lorenzo sdh jujur...tp itu menyakitkan bagi Aria...persatukan mereka kak...
Kinara Widya
jangan2 vitorio sendiri yg merencanakan supaya Adriana celaka
Four.: ihhh kalau benar begitu kan jahat /Grimace/
total 1 replies
Tiara Bella
kirain Monica yg mati malah Adriana....
Tiara Bella: hbsnya orngnya nyebelin,ngeselin
total 2 replies
vnablu
thorrr apakah Adriana selamat nantiii emmm sedih deh cuma dia yg waras di antara mereka semua 😔
Four.: orang baik matinya cepet 😌
total 1 replies
vnablu
Andriana kasian banget nasib kamu punya ayah yang tidak perduli sama kamu dan punya bibi yang gila minta ampun... menyesal lah kau nanti Vitorio karena anak mu itu kecelakaan yang disengaja oleh Monica 😥😥
Four.: kasihan... kasihan... kasihan /Grimace/
total 1 replies
vnablu
ayoo double up thorrr
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
nahhh mulai ni nenek ini beraksi membuat kekacauan apa lagi rencana yang selanjutnya yang dia akan jalani....apa itu hasil tes DNA tentang siapa ayah biologis anak yg dikandung Aria
Four.: ho, oh
total 1 replies
Tiara Bella
ganggu aja Monica ini....
Four.: mungkin ini kemenangannya 😁
total 1 replies
Kinara Widya
semoga Aria dan Loren baik2 saja
Four.: semoga aja /Sweat/
total 1 replies
Tiara Bella
Monica Monica km percaya sm peramal trs ya....
Four.: soalnya dia gak percaya sama aku 😌
total 1 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
semoga kebalikan nya kan ramal it tdk semua benar😂
🌸UmmiMasPutro🌸: idih g lah yaw, perempuan licik kayak gitu g perlu di kasihani
total 4 replies
vnablu
aduhh firasat ku tidak enak nihh yaa thorr 😔😔
Four.: santai sajaaa hanya pemanasan kok /Chuckle//Grin/
total 1 replies
vnablu
aduhh aku takut kalau nanti Aria Lorenzo kenapa-napa dann anak yang dikandung juga .. mungkin Lorenzo atau Aria yang akan metong tapi mungkin anaknya akan menjadi pewaris De Santos sebenarnya 😥😥
Four.: hmmm mungkin aja /Sweat/
total 3 replies
sleepyhead
Gua pikir, mau di jedderrr langsung 🤭
Four.: jangan dong kasihan 😄
total 1 replies
vnablu
kasiann Matteo masihh dalam penjara tapi bagus jugaa dih biar berkurang satu pengacau.. dan Monica masih belum ada pergerakan ingin membuat rencana apa tapi Vitorio ini yg diam-diam ada sesuatu 😌😌🤔
Four.: ho,oh kan
total 1 replies
sleepyhead
Senorita kah
Four.: hmm maybe 😌
total 1 replies
sleepyhead
Baik, Tante,.... 🤣🤣
sleepyhead: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!