NovelToon NovelToon
" LEPAS DARI CENGKRAMAN LUCIFER "

" LEPAS DARI CENGKRAMAN LUCIFER "

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:364
Nilai: 5
Nama Author: Gans March

Sebuah kesaksian hidup yang di angkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di kota Manado di tahun1998,tentang keterlibatan seorang gadis bernama Laura dalam kelompok penyembah iblis/ Satanic Church,sebuah perjanjian lama dan satu nyawa sebagai taruhan.
Bagi Laura,kebebasan adalah segalanya.namun,ia tidak pernah menyadari bahwa apa yang ia dapat dari kebebasannya harus ia bayar dengan potongan jiwanya sendiri.
Dalam pelarian mencekam antara logika dan mistis,Laura harus mencari cara untuk membatalkan dan memutuskan kontrak darahnya dengan Lucifer.
Bisakah ia lepas dari cengkraman Lucifer sebelum fajar terakhir menyapa? ataukah ia akan menjadi penghuni abadi dalam kegelapan tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gans March, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siluet asing di lapangan sekolah

Pagi itu,udara masih terasa lembab saat Laura merapikan kerah seragamnya yang sudah sedikit menguning.Di sudut dapur rumah besar bergaya Tionghoa itu,ia melihat Oma satu-satunya keluarga yang ia miliki sedang sibuk memeras kain pel.Garis-garis lelah di wajah Oma adalah satu satunya alasan mengapa Laura tidak pernah mengeluh,meski setiap hari ia harus berangkat ke sekolah lebih awal.

" hati-hati di jalan nak,jangan lupa bekalnya di bawa," bisik Oma lembut agar tidak membangunkan majikan mereka yang masih tidur terlelap di kamar.

Laura mengangguk,mencium tangan Oma yang beraroma sabun cuci,lalu melangkah menuruni tangga dan keluar melewati pintu samping.

Perjalanan menuju sekolah adalah rutinitas yang ia nikmati sekaligus ia benci.keluar dari gerbang rumah sekaligus toko megah,Laura lalu menyusuri trotoar pusat kota.

Suara klakson mobil angkutan kota dan bus,bersahutan dengan deru mesin motor.ia terus berjalan melewati etalase toko roti yang wangi,melihat orang-orang yang terburu-buru dengan map di tangan,sementara ia tetap menunduk,menghitung setiap ubin yang telah ia pijak agar tidak perlu bertatapan mata dengan dunia yang seolah tak menganggapnya ada.

Bagi Laura, trotoar adalah pembatas antara "rumah" tempat ia bekerja dan " masa depan" yang sedang ia perjuangkan di sekolah.

Suasana dalam kelas 2B terasa pengap oleh aroma buku tua dan deru kipas angin yang berputar malas.Laura menunduk dalam,jemarinya lincah menari di atas kertas,mencoba memecahkan deretan rumus matematika yang tampak seperti sandi rumit.Baginya,angka jauh lebih mudah di mengerti di bandingkan tatapan sinis beberapa teman sekelas yang tau betul bahwa ia adalah cucu seorang pelayan di rumah mewah di pinggir kota.

" triiing...!!" Bel istirahat berdentang nyaring,memecah hening.seketika,kelas yang tadinya tenang berubah menjadi lautan keriuhan.teman-temannya berhamburan keluar,membicarakan menu kantin atau gosip terbaru.Laura menutup bukunya pelan,memasukannya ke dalam tas yang talinya mulai menipis.

Alih-alih menuju kantin,langkah kaki Laura membawanya ke arah lapangan basket utama dengan bekal yang di berikan Oma di tangannya.di sana,suasana jauh lebih panas.bukan hanya karena matahari yang sudah mulai naik,tapi karena hari ini ada sesi latihan tanding antara kakak kelas mereka dengan tim basket dari sekolah tetangga.

Laura berdiri di tepi lapangan,bersandar pada sebatang pohon rindang yang dingin yang tumbuh di pinggir lapangan.matanya menyapu kerumunan.

suara karet sepatu yang bergesekan dengan lantai semen terdengar sinkron.siswa siswi berteriak histeris setiap kali bola masuk ke ring.para pemain lawan tampak lebih besar dan agresif,membuat suasana latihan terasa seperti pertandingan final yang sesungguhnya.

Di tengah hiruk pikuk itu,Laura merasa asing.ia hanya seorang gadis yang tinggal di lantai tiga di kamar belakang rumah majikannya,namun entah mengapa,matanya sulit berpaling dari ritme permainan itu.

Saat tim sedang menepi untuk minum,seorang pemuda dari tim lawan yang sedari tadi bermain dengan sangat tenang namun mematikan,tidak menuju ke bangku cadangannya.Alih-alih mengambil botol minum,ia justru berjalan lurus membelah lapangan,menuju ke arah tempat Laura berdiri.

Pemuda tinggi,berkulit putih dengan mata sipit itu,tidak memakai seragam basket sekolah mereka.jaket varsity hitamnya tersampir di bahu,dengan wajahnya yang tersembunyi di balik poni yang basah oleh keringat.

Langkah kakinya berhenti tepat satu meter di depan Laura.kerumunan siswi yang tadinya berteriak mendadak senyap, bertanya-tanya siapa gadis"biasa" yang di dekati pemain bintang yang misterius itu.

Tanpa basa-basi pemuda itu merogoh saku jaketnya.sebuah amplop hitam legam dengan tekstur mahal kini berada di antara mereka.

" Laura,kan?" suaranya berat,namun ada nada rendah yang hanya bisa di dengar olehnya.

Ia menyodorkan amplop itu.di sudut kanan bawah,terukir sebuah lambang pentagram kecil berwarna perak.

" pakai ini Sabtu malam nanti.aku mengundangmu datang ke sebuah pesta,aku tau kamu bosan menjadi penonton di balik jendela rumah Besar itu," ucapnya dingin,sambil memalingkan wajahnya dari gadis yang berdiri di depannya.

Laura bingung,dalam hatinya bertanya, bagaimana pemuda asing ini bisa mengetahui rahasia kecil tentang jendela kamarnya di rumah majikan Oma?

Laura tertegun.nama pemuda itu, Marco,baru saja berdesir di telinganya bersamaan dengan aroma parfum maskulin yang bercampur keringat.namun, alih-alih merasa terpesona,jantung Laura justru berdegup kencang karena kecemasan.

Ia menatap amplop hitam itu.seolah-olah benda tersebut adalah api yang akan membakarnya hidup-hidup.

"ambil, Laura," ulang Marco,suranya kini terdengar lebih menuntut.

Laura menggeleng cepat,kedua tangannya ia sembunyikan di balik punggung.

" tidak, Marco aku tidak bisa.aku tidak tau apa maksud semua ini,dan aku...aku tidak punya urusan dengan pesta semacam itu."

Ia memutar tubuhnya,bermaksud lari menjauh dari kerumunan lapangan basket yang mulai berbisik-bisik.namun,Marco tak membiarkannya lolos begitu saja.dengan satu langkah panjang,ia mencegat jalur jalan Laura,berdiri tegak seperti dinding yang kokoh.

" Minggir, Marco.aku harus kembali ke kelas," desis Laura,suaranya bergetar.

" Kenapa kamu takut? ini hanya sebuah pesta," tantang Marco,matanya yang tajam mengunci pandangan Laura.

" Kamu tidak mengerti!" suara Laura naik satu nada." Oma tidak akan pernah mengizinkanku,aku di sini untuk belajar bukan memakai topeng dan berpura pura menjadi orang kaya di rumah mewah.aku hanya cucu seorang pembantu,Marco.realitasku adalah dapur dan kain pel,bukan ruangan pesta."

Laura mencoba menerobos lewat samping,namun Marco berhasil meraih pergelangan tangannya.tidak kasar,tapi cukup kuat untuk membuat Laura berhenti.

" Aku tau siapa kamu,dan aku tak peduli," ucap Marco dengan wajah serius.wajahnya yang sebelumnya dingin kini menunjukan gurat kegelisahan yang jarang ia perlihatkan pada siapapun.

" Undangan ini bukan untuk 'cucu pembantu' atau 'gadis sekolah' undangan ini untukmu Laura,"

" Tapi...kenapa harus aku?" tanya Laura lirih.

Marco menarik nafas panjang.matanya menatap dalam ke arah Laura.

" Karena jika kamu tidak datang,pesta itu tak akan ada artinya bagiku.jangan kecewakan aku,Laura.aku sudah menunggu lama untuk bisa menyerahkan undangan ini langsung untukmu."

Marco meletakkan amplop hitam itu secara paksa dalam pelukan Laura.sentuhan kertas yang dingin dan mahal itu terasa kontras dengan telapak tangan Laura yang berkeringat.

" Sabtu malam,pukul delapan." bisik Marco tepat di samping telinganya sebelum ia berbalik dan kembali ke tengah lapangan basket tanpa menoleh lagi.

Laura berdiri mematung di bawah pohon rindang di pinggir lapangan,sambil mendekap amplop hitam itu dengan perasaan campur aduk.di kejauhan ia bisa merasakan beban rahasia yang kini ia pikul.Bagaimana mungkin ia bisa menjelaskan hal ini pada Oma?dan yang lebih penting,siapa sebenarnya Marco sehingga ia merasa begitu putus asa agar Laura hadir?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!