NovelToon NovelToon
THE UNOFFICIAL HOUSEMATE

THE UNOFFICIAL HOUSEMATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:854
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Nala hanya ingin memulai hidup baru, bukan malah terjebak satu atap dengan Saga—arsitek dingin yang memperlakukan apartemennya seperti museum suci. Akibat ditipu agen properti, keduanya terpaksa berbagi unit 402 dengan satu garis imajiner sebagai batas perang.
Nala yang berantakan adalah "polusi" bagi hidup Saga yang simetris. Mereka saling benci, saling mengusir, namun dipaksa bernapas di ruang yang sama setiap hari. Tapi, saat jarak hanya sebatas dinding tipis dan rahasia mulai bocor, garis pembatas itu tak lagi cukup untuk menahan debaran yang salah alamat.
Di Unit 402, aturan nomor satu sangat jelas: Jangan sampai jatuh cinta. Tapi di antara mereka, siapa yang akan melanggar kontrak itu lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. Hitung mundur

Koper Tante Sofia akhirnya masuk ke bagasi taksi. Di lobi apartemen yang dingin, sandiwara mencapai puncaknya.

Saga merangkul pinggang Nala dengan protektif, sementara Nala menyandarkan kepala di bahu Saga sambil memasang wajah sedih yang sangat meyakinkan.

"Ingat, Saga," Tante Sofia menunjuk hidung putranya dengan tegas dari jendela mobil.

"Mama pulang untuk urus katering dan gedung di Bandung. Kamu jangan macam-macam! Nala sudah menyerahkan kehormatannya dengan mau tidur satu kamar sama kamu, jadi jangan sampai kamu tunda-tunda lagi. Satu bulan lagi kalian HARUS sah!"

Saga tersenyum kaku, tipe senyum yang lebih mirip ringisan menahan sakit gigi. "Iya, Ma. Saga tahu tanggung jawab Saga."

"Nala sayang, jaga kesehatan ya? Biar nanti pas wawancara kerja makin glowing dan pas nikah makin cantik!" Tante Sofia melambaikan tangan saat taksi mulai melaju.

Nala melambai penuh semangat, "Dahhh Mama Sayang! Sampai ketemu di hari H!"

Begitu taksi itu hilang ditelan kemacetan Jakarta, "sihir" romantis itu langsung luntur.

Saga melepaskan rangkulannya seolah pinggang Nala terbuat dari duri kaktus. Nala pun langsung berdiri tegak dan menjauh dua meter sambil mengusap-usap bahunya.

"Satu bulan, Mas. Satu bulan!" Nala memekik tertahan begitu mereka masuk ke dalam lift yang kosong.

"Mama Mas beneran mau kita nikah bulan depan gara-gara kejadian 'salah kamar' kemarin! Ini semua gara-gara Mas yang lupa kunci pintu!"

Saga menatap angka lift yang bergerak naik dengan tatapan kosong. "Dan ini gara-gara kamu yang tidur mangap sambil meluk kaki saya di lantai! Mama jadi mikir kita habis ngapa-ngapain!"

"Ya kan saya nggak sengaja gelinding dari sofa ke karpet lantai atas karena mimpi buruk!" Nala membela diri, wajahnya merah padam. "Sekarang gimana? Saya pindah ke Jakarta ini mau cari kerja, Mas, mau merintis karier, bukan mau jadi pengantin drakadut!"

Saga menghela napas berat. Pintu lift terbuka

di lantai empat. Mereka berjalan menuju Unit 402 dalam keheningan yang menyesakkan. Begitu pintu apartemen tertutup, Saga langsung menuju meja kerjanya dan mengambil gulungan selotip hitam.

"Pasang lagi batasnya, Nala," ujar Saga dingin sambil berjongkok di lantai. "Tiga puluh hari ini kita harus buat rencana pembatalan. Saya tidak mau terikat kontrak seumur hidup dengan perempuan yang hobi naruh bungkus kerupuk di laci kerja saya."

Nala ikut berjongkok di depan Saga, menahan ujung selotip itu dengan gusar. "Sama! Saya juga mau fokus kirim lamaran kerja! Tapi Mas dengar tadi? Tante Sofia sudah mau pesan gedung! Ini bukan main-main lagi!"

Saga berhenti menempel selotip. Ia mendongak, menatap Nala yang jaraknya hanya beberapa senti. Mata Nala yang besar itu tampak benar-benar panik.

"Kita cari alasan nanti. Sekarang, kembalikan apartemen saya ke setelan awal. Cabut taplak meja rajutan Mama, simpan semua stoples rengginang itu di gudang, dan—"

Bzzzttt! Bzzzttt!

Ponsel Nala di atas meja makan bergetar hebat. Nala menyambarnya dan seketika wajahnya berubah pucat pasi.

"Mas... Mas Saga... gawat."

"Apa lagi? Mama ketinggalan dompet?"

"Bukan... Teman-teman satu geng di daerah saya... mereka ada di Jakarta!" Nala menunjukkan layar ponselnya.

"Nala! Kami lagi di lobi apartemenmu nih! Katanya kamu udah sukses di Jakarta dan punya unit mewah. Share loc unitnya dong, kami bawain pizza buat housewarming!"

Saga berdiri tegak, matanya melotot. "Apa? Temanmu? Ke sini? Sekarang?!"

"Mas, mereka nggak tahu kalau saya tinggal bareng Mas! Mereka nggak tahu soal calon suami, soal penipuan agen, apalagi soal nikah bulan depan! Mereka tahunya saya sukses menyewa unit ini sendirian!"

Nala mulai panik merapikan rambutnya yang berantakan.

Saga menatap garis selotip yang baru setengah tertempel di lantai.

"Nala, kalau mereka masuk dan melihat ada laki-laki di sini, apalagi ada pembatas selotip di lantai, apa yang mau kamu bilang?"

Bel pintu berbunyi. Ting-tong!

"Nal! Buka pintunya! Kami tahu kamu di dalam!" suara cempreng teman-temannya terdengar dari luar.

"Mas, tolong!" Nala memohon, tangannya mengatup di depan dada.

"Sembunyi di kamar atas! Jangan keluar sampai mereka pulang! Saya nggak mau mereka tahu saya tinggal sama laki-laki asing, nanti mereka lapor ke orang tua saya di kampung!"

Saga mendengus kesal. "Ini rumah saya, Nala! Kenapa saya yang harus sembunyi di rumah sendiri?!"

"Tolonglah, Mas! Demi kelangsungan karier saya yang bahkan belum mulai!" Nala mendorong Saga ke arah tangga menuju lantai atas.

Saga menggerutu, tapi ia sadar jika ia keluar dan teman-teman Nala bertanya-tanya, urusannya akan makin panjang. Ia pun naik ke atas dengan wajah sangat masygul.

"Cabut selotipnya, Nala! Jelek sekali kalau dilihat tamu!" bisik Saga dari lantai atas sebelum menghilang ke kamarnya.

Nala dengan sigap menarik selotip itu sampai bersih, menyembunyikan sandal pria milik Saga ke dalam lemari, dan menarik napas dalam-dalam. Ia memasang senyum paling ceria, lalu membuka pintu.

"Haiii kalian! Aduh, surprise banget sih!"

Nala pikir ia aman. Namun, ia lupa satu hal: Kemeja Saga yang tadi dilepas dan diletakkan di sandaran sofa masih terpampang nyata di sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!