"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Bab 25: Gerbang Pualam Keabadian dan Penundukan Tiga Mahadewa Purba
Sisa-sisa energi hitam pekat yang berasal dari kehancuran total jiwa cakram hukum milik Lord Emperor Xie Cangqiong masih terus bergulung-gulung di sepanjang udara puncak gunung giok raksasa Kompleks Istana Suci. Angin dingin yang bertiup dari perbatasan dimensi atas membawa aroma belerang dan sisa-sisa pembakaran spiritual yang sangat kental, menciptakan lapisan kabut kelabu yang menghalangi seluruh pandangan visual ke arah luar wilayah kota metropolitan. Hamparan Alun-Alun Altar Batas Surga yang awalnya terbuat dari susunan batu giok putih kuno, kini telah berubah wujud menjadi sebuah kawah amblas sedalam tiga meter yang retak-retak di setiap sudut permukaannya, memancarkan getaran sisa kekuatan tamparan Shen Long yang masih enggan untuk luntur dari ruang fana bumi ini.
Di dalam kabin jip militer lapis baja hitam nomor satu yang terparkir di ujung kawah, Sun Mo duduk bersandar pada jok kursi kemudi dengan kondisi tubuh yang benar-benar mengenaskan. Seluruh persendian di dalam tubuh manusianya terasa kaku sepenuhnya, sementara wajahnya dipenuhi oleh lapisan warna pucat pasi yang sangat pekat tanpa ada setetes darah pun yang tersisa di permukaan kulitnya. Tekanan magnetik yang ditinggalkan oleh pemusnahan sepuluh ribu ksatria dewa jubah hitam emas tadi begitu dahsyat menembus pelindung baja jip militer, meremas jaringan meridian fana miliknya yang rapuh hingga ia harus bernapas dengan sangat tersengal-sengal di tengah keheningan kabin.
Shen Long, yang berdiri tegak di tengah kawah reruntuhan giok dengan jubah militer hijau yang bersih sempurna, segera merasakan kondisi kritis yang sedang melanda sistem kehidupan pengemudi setianya tersebut. Indra spiritual agungnya yang sedalam lautan multisemesta mendeteksi bahwa poros jiwa fana Sun Mo akan segera hancur berkeping-keping jika dibiarkan terpapar secara langsung oleh sisa radiasi energi dimensi tinggi yang masih bergejolak di udara terbuka.
Dengan satu pikiran mental yang sangat lugas, Shen Long mengayunkan jari telunjuk kiri-nya ke arah belakang perlahan. Seberkas gas emas murni dari puncak tingkat kesembilan ranah Kenaikan Dewa Purba miliknya meledak keluar, membentuk sebuah kubah pelindung transparan sewarna emas suci yang menyelimuti seluruh bodi jip militer hitam nomor satu secara mutlak. Lapisan pelindung dewa ini mengisolasi seluruh tekanan eksternal secara sepihak, menyuntikkan aliran esensi hidup yang hangat ke dalam dada Sun Mo untuk menstabilkan detak jantung dan merajut kembali meridian perutnya yang sempat retak halus.
Melalui tindakan penyelamatan terisolasi ini, Sun Mo secara detail diposisikan aman di dalam kabin mobil terlindung, tidak mampu melangkah keluar atau terlibat sedikit pun di dalam pertempuran tingkat tinggi yang akan datang karena keterbatasan basis kultivasinya—sebuah penjelasan yang sangat pasti dan detail mengenai status keberadaan Sun Mo yang tetap bertahan hidup sebagai saksi mata takdir di dalam area perbatasan ini.
Tepat ketika kubah pelindung emas tersebut menutup dengan sempurna, seluruh struktur ruang atmosfer langit di atas Dataran Tinggi metropolitan tiba-tiba bergoyang hebat dalam skala gerakan yang ribuan kali lebih menakutkan daripada seluruh fenomena sebelumnya. Pusaran lubang hitam kosmis yang tadinya sempat menyusut setelah kematian Xie Cangqiong, kini tiba-tiba meledak memunculkan retakan-retakan spasial baru yang memanjang sepanjang belasan kilometer membelah langit malam secara paksa.
*BOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Sebuah suara ledakan esensi hukum yang telah melampaui seluruh tatanan dimensi rendah dan dimensi atas menggema dengan sangat dahsyat, meruntuhkan seluruh sisa puncak bukit batu gundul di sekeliling lereng gunung giok menjadi serpihan abu semen halus dalam hitungan detik. Celah langit yang robek tersebut tidak lagi memancarkan kabut hitam, melainkan meledakkan seberkas gelombang cahaya esensi keabadian berwarna putih suci yang sangat tebal, padat, dan melimpah. Cahaya putih suci tersebut meluncur turun dari langit langit tertinggi, menyatu membentuk sebuah struktur gerbang dewa raksasa setinggi ratusan meter yang terbuat dari susunan bongkahan batu giok dewa kuno sewarna pualam putih—*Gerbang Pualam Keabadian*, jalur masuk mutlak yang menghubungkan dimensi bumi langsung dengan **Ranah Keabadian Sejati** (*True Immortal Realm*).
Tekanan spiritual tak kasat mata yang dipancarkan oleh kemunculan gerbang pualam putih tersebut begitu masif hingga seluruh hukum alam di sekitar wilayah Ibu Kota Pusat dipaksa berhenti beroperasi secara sepihak. Aliran listrik alami membeku di udara, angin badai kota berhenti berhembus, dan suhu udara di sepanjang radius puluhan kilometer instan merosot hingga ke titik nol mutlak, menciptakan lapisan es spiritual tipis yang menutupi seluruh permukaan reruntuhan bangunan istana kekaisaran.
Shen Long menengadah perlahan, menatap ke arah struktur *Gerbang Pualam Keabadian* yang memancarkan arus energi keabadian purba (*Ancient Immortal Qi*) yang sangat melimpah keluar dari sela-sela ukiran naga pualamnya. Sepasang matanya yang hitam sedalam malam abadi memancarkan kilat ketertarikan dingin yang tipis. Ia menyadari bahwa kualitas energi yang mengalir dari gerbang dewa ini memiliki tingkat kemurnian yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan sisa energi kotor dari alam atas sebelumnya, menjadikannya bahan bakar terbaik untuk memperkuat wadah daging tubuh barunya.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Shen Long kembali merendahkan tubuhnya sedikit, duduk bersila sempurna di atas tanah kawah retakan giok yang dilapisi es tipis. Kedua tangannya diletakkan dengan sangat santai di atas lutut, dan sepasang matanya perlahan terpejam saat ia mulai mengaktifkan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* dengan intensitas penuh berskala maksimum yang mencakup seluruh area langit puncak gunung.
*WUSH!*
Seketika itu juga, sebuah pusaran daya sedot tak kasat mata berskala raksasa terbentuk di sekeliling tubuh pualam Shen Long. Arus energi keabadian purba berwarna putih suci yang mengalir keluar dari *Gerbang Pualam Keabadian* secara sepihak ditarik secara paksa dari jalurnya di langit, berputar membentuk jalinan tornado energi putih raksasa yang meluncur turun langsung menuju ke arah seluruh titik akupunktur di permukaan kulit tubuh Shen Long.
Di bawah pengaruh hukum pembalikan kosmos yang mutlak milik esensi jiwanya yang agung, seluruh elemen kotor dan sisa tekanan hukum dari Ranah Keabadian Sejati tersebut dibakar habis tanpa sisa di dalam sistem meridian utamanya. Energi putih suci tersebut disublimasikan secara ekstrem menjadi tetesan cairan esensi emas murni yang mendidih, mengalir deras mengisi setiap rongga pembuluh darah utamanya dengan kecepatan yang melampaui seluruh logika hukum alam fana sejati.
*KLEK! KLEK! KLEK!*
Suara transformasi internal dari dalam struktur tulang pualam dan persendian tubuh Shen Long kembali terdengar dengan ritme yang sangat menakutkan seperti ketukan genderang perang dewa kuno di masa primordial kosmos. Di dalam perut dantiannya, poros lingkaran takdir *Jiwa Kenaikan Primordial Mutlak* yang sewarna emas murni mulai menyerap aliran cairan tersebut dengan kecepatan gila, memadatkan seluruh esensinya menuju satu titik pusat akupunktur terdalam hingga akhirnya poros tersebut mengkristal membentuk sebutir benih keabadian berbentuk buah teratai emas kuno—ia sedang membangun *Benih Keabadian Kosmos Primordial* sejati (*Primordial Cosmic Immortal Seed*), fase transisi mutlak untuk melangkah masuk ke dalam Ranah Keabadian Sejati fana.
Tingkat pertama ranah Keabadian Sejati (*True Immortal Realm First Stage / Ranah Mahadewa Purba Kesatu*)...
Tingkat ketiga ranah Keabadian Sejati...
Tingkat kelima ranah Keabadian Sejati...
Puncak tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati sejati!
Hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit proses penyerapan massal di bawah gerbang langit tersebut, seluruh pasokan bocoran energi keabadian purba telah habis diekstrak secara paksa, memaksa basis kultivasi Shen Long untuk berhasil meloncat sembilan tingkat kecil berturut-turut di tengah meditasi terbukanya, resmi menetap dengan sangat kokoh di puncak tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati (*True Immortal Realm Ninth Stage Peak / Ranah Mahadewa Purba Puncak*).
Meskipun secara nominal ia baru berada di ranah Mahadewa Purba tingkat puncak, kualitas kemurnian, kerapatan, dan volume energi gas emas murni milik Shen Long melampaui seluruh standar kekuatan para master di ranah tersebut atau bahkan ranah raja keabadian di dalam dimensi tertinggi kekaisaran klan dewa seumur hidup mereka. Struktur fisik tubuh barunya kini telah diperkuat hingga ke tingkat di mana satu gerakan jentikan jarinya bisa memusnahkan seluruh lapisan benua fana bumi ini menjadi kehampaan kosong dalam waktu kurang dari satu milidetik fana. Wadah energinya telah siap sepenuhnya untuk melepaskan kekuatan tamparan destruktif berskala ranah keabadian yang sesungguhnya di atas puncak altar ini.
Tepat ketika Shen Long kembali membuka sepasang matanya yang kini memancarkan kilauan gas emas murni yang sangat tebal, struktur pintu *Gerbang Pualam Keabadian* di atas langit akhirnya terbuka lebar dengan suara dentangan lonceng dewa yang menggema membelah seluruh penjuru langit benua bumi.
*WUSH! WUSH! WUSH!*
Dari balik lipatan cahaya putih suci gerbang pualam tersebut, perlahan-lahan melangkah keluar tiga sosok pria tua bertubuh tegap yang mengenakan jubah perang kuno berwarna emas pualam yang dilapisi oleh ukiran ribuan jalinan rune hukum keabadian sejati—**Zhong Tai**, **Xie Zhen**, dan **Yuan Ming**. Ketiga orang ini adalah tiga Penguasa Ranah Keabadian tingkat awal (*True Immortal Realm Early Stage Masters / Tiga Mahadewa Purba Tingkat Awal*) yang bertindak sebagai komandan eksekusi tertinggi yang diutus langsung oleh Supreme Immortal Lord Zhong Shenxiao dari markas besar Klan Dewa Primordial.
Wajah ketiga pria tua ini dipenuhi oleh jalinan kerutan dalam yang mengekspresikan keangkuhan mutlak dan dinginnya hukum keabadian kosmos. Sepasang mata mereka memancarkan kilatan aura merah tua yang sangat tebal, dan fluktuasi energi ranah Mahadewa Purba memancar dari tubuh mereka secara serentak, membentuk tiga kubah energi pelindung raksasa setinggi ratusan meter di udara yang mengunci seluruh koordinat Altar Batas Surga secara sepihak. Kehadiran tiga penguasa tertinggi dari Ranah Keabadian Sejati ini menciptakan tekanan spiritual tak kasat mata yang begitu masif hingga ruang atmosfer di sekeliling wilayah puncak gunung giok tampak mengalami distorsi spasial berupa retakan laba-laba hitam yang mengeluarkan percikan api spiritual yang mematikan.
Di belakang mereka bertiga, di dalam lorong celah cahaya putih gerbang yang terbuka, telah berbaris dengan kaku seratus ribu pasukan ksatria dewa primordial (*One Hundred Thousand Primordial Divine Knights*) yang mengenakan jubah perang perak menyala dengan tombak spiritual panjang di tangan mereka, menunggangi kereta perang energi kosmos masing-masing untuk membentuk lapisan jaring pengepungan langit tertinggi—*Formasi Array Pemusnah Kosmos Primordial Agung*.
Ketika tiga Mahadewa Purba tersebut melayangkan pandangan mata ungu mereka ke bawah dan mengunci sosok Shen Long yang baru saja berdiri dari posisi bersilanya, Jenderal Eksekusi Utama **Zhong Tai** perlahan melangkah maju di udara dengan keangkuhan mutlak seorang penguasa tertinggi dimensi keabadian. Sebuah senyuman tipis penuh penghinaan dan kekejaman yang mendalam mengembang di wajah tuanya yang tirus, menatap ke arah pemuda jubah hijau militer sederhana di bawahnya dengan pandangan seolah-olah sedang melihat sebutir debu kotor di atas lantai tanah.
"Hahaha! Jadi kau adalah cacing tanah fana bernama Shen Long yang telah berani bertindak liar meruntuhkan seluruh jaringan Aliansi Suci pelayan kami di dunia rendah kotor ini?!" Zhong Tai meraung dengan suara yang dilapisi oleh seluruh esensi energi ranah Mahadewa Purba tingkat awalnya, menciptakan gelombang kejut suara transversal yang menghancurkan seluruh sisa lantai batu giok putih altar yang berada di luar kubah pelindung jip militer menjadi serpihan debu halus dalam sekejap mata. raungan suaranya membuat seluruh permukaan pegunungan bergetar hebat. "Berani mengekstrak bocoran energi keabadian purba dari gerbang dewa kami demi melakukan terobosan reinkarnasi instan... aku harus mengakui bahwa kau memiliki keberanian dan kegilaan yang cukup besar untuk ukuran seekor serangga tanah provinsi! Namun di hadapan hukum keabadian kami bertiga, seluruh warisan masa lalu yang kau sembunyikan di dalam wadah fisik tubuh barumu tidak lebih dari sekadar lelucon anak kecil yang rapuh! Berlututlah sekarang juga di bawah telapak kakiku, serahkan seluruh struktur jiwamu secara sukarela, jika kau tidak ingin aku memerintahkan seratus ribu pasukan ksatria dewa primordial untuk meratakan seluruh dimensi bidang rendah ini menjadi kehampaan kosong seumur hidup kalian!"
Di samping Zhong Tai, Mahadewa Purba **Xie Zhen** juga melangkah maju di udara, mencengkeram erat sebilah tombak pendek berwarna emas suci sepanjang belasan meter yang dipenuhi oleh ukiran lambang mata dewa primordial—*Tombak Hukum Keabadian Surgawi*, sebuah senjata spiritual tingkat tinggi ranah keabadian yang memancarkan aura penindasan absolut berskala raksasa. "Zhong Tai, tidak perlu membuang waktu berharga kita dengan berbicara bersama sampah duniawi ini! Supreme Immortal Lord Zhong Shenxiao telah mengeluarkan dekrit eksekusi mutlak untuk menghapus seluruh eksistensi bajingan cilik ini beserta seluruh garis takdirnya! Mari kita bersama seratus ribu pasukan ksatria dewa lepaskan jurus pamungkas tertinggi formasi array kita untuk memeras seluruh wadah dagingnya menjadi debu darah dalam sekejap!"
Mahadewa Purba ketiga, **Yuan Ming**, juga menganggukkan kepala tuanya dengan pandangan dingin penuh ketidakpedulian yang mutlak. "Sangat bagus. Seluruh ksatria dewa primordial... aktifkan Formasi Array Pemusnah Kosmos sekarang juga! Gunakan esensi cahaya keabadian untuk menindas pemberontak ini hingga hancur!"
"Siap melaksanakan perintah, Tiga Mahadewa Purba Agung!"
Seratus ribu pasukan ksatria dewa primordial jubah perak menyala di atas langit menjawab serentak dengan suara raungan yang menggelegar dahsyat, membelah seluruh lapisan langit bumi hingga terdengar di berbagai wilayah benua luar. Mereka secara bersamaan menghentakkan kaki mereka ke atas lantai kereta perang energi mereka, menghunus tombak spiritual panjang mereka tinggi-tinggi ke arah udara, dan melepaskan seluruh energi spiritual ranah Pembentukan Jiwa dan Transformasi Dewa mereka secara bersamaan untuk memperkuat jaring formasi array langit.
*WUSH! WUSH! WUSH!*
Seketika itu juga, seluruh permukaan lempengan giok pualam putih *Gerbang Pualam Keabadian* meledak melepaskan seberkas gelombang cahaya esensi penghancur berwarna putih-hot yang sangat tebal menuju ke langit. Jalur energi dari seratus ribu ksatria dewa menyatu melalui jaringan rune formasi array kosmos, dialirkan langsung menuju ke arah bilah *Tombak Hukum Keabadian Surgawi* milik Mahadewa Purba Xie Zhen yang berdiri di pusat barisan depan udara.
Kombinasi energi berskala raksasa dari seratus ribu pasukan ksatria dewa primordial yang dikendalikan langsung oleh esensi kekuatan tiga master ranah Mahadewa Purba tersebut menciptakan sebilah pedang hukum keabadian raksasa berwarna putih-hot dengan panjang mencapai tiga ratus meter yang terbentuk di dalam pusat pusaran langit altar—*Pedang Pemusnah Jagat Keabadian Primordial Agung*. Aura destruktif berskala kosmis yang dipancarkan oleh jurus pamungkas tertinggi Klan Dewa Primordial ini begitu masif hingga seluruh atmosfer udara di sepanjang radius ratusan kilometer di sekeliling wilayah Ibu Kota Pusat mulai terbakar habis, menciptakan ruang hampa udara yang memancarkan suhu panas luar biasa tinggi yang siap melelehkan seluruh lempengan baja pelindung fana dalam sekejap mata.
Seluruh permukaan tanah padang rumput dan lembah beton di sekeliling gunung giok amblas ke bawah sedalam lima meter secara merata, menciptakan sebuah kawah retakan raksasa yang menakutkan seolah-olah seluruh planet bumi sedang bersiap untuk meledak hancur berkeping-keping menjadi abu kosmis.
Namun, di bawah bayangan sebilah pedang hukum keabadian putih-hot raksasa setinggi tiga ratus meter yang siap meluncur turun menelan seluruh eksistensinya tersebut, Shen Long tetap berdiri diam di tengah kawah retakan giok altar dengan ketenangan seorang dewa tertinggi yang tidak terusik oleh hembusan angin kecil di sore hari. Kedua tangannya kembali disimpan dengan sangat santai di dalam saku jubah militernya yang hijau sederhana, dan ekspresi wajahnya yang tampan tidak menunjukkan kerutan atau kepanikan sedikit pun. Sepasang matanya yang kini memancarkan kilau gas emas murni dari puncak tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati menatar gerakan pedang raksasa tersebut dengan pandangan yang sarat akan cemoohan dingin dan rasa bosan yang teramat sangat.
Bagi sang Penguasa Multisemesta yang di kehidupan masa lalunya pernah memusnahkan seluruh perwujudan dewa primordial berskala galaksi tertinggi hanya dengan menggunakan sehelai pandangan matanya, penggabungan energi dari seratus ribu pelayan klan dewa ranah rendah kotor ini tidak lebih dari sekadar mainan anak kecil yang penuh dengan kecacatan struktural bawaan pada setiap sudut jalurnya.
"Memaksa seratus ribu ksatria dewamu membakar esensi energi keabadian hanya untuk membentuk sebilah pedang cahaya kasar yang dipenuhi oleh ribuan lubang cacat pada jalinan energinya... Zhong Tai, Xie Zhen, Yuan Ming, seluruh otoritas kekaisaran klan dewa yang kalian banggakan seumur hidup kalian benar-benar berakhir sebagai lelucon yang sangat membosankan di hadapan telapak tanganku," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat ringan, namun suaranya anehnya mampu meredam seluruh gemuruh suara badai kosmis gerbang langit secara sepihak di telinga ketiga jenderal eksekusi tersebut.
Di dalam dantiannya yang luas, sebutir *Benih Keabadian Kosmos Primordial* dari puncak tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati sejati yang baru saja dibentuknya dengan sangat sempurna tadi mulai berputar dengan kecepatan kosmis yang mutlak, mengalirkan seluruh gelombang gas emas murni yang sangat tebal dan suci ke luar seluruh pori-pori kulit pualamnya. Kepadatan energinya kini telah siap sepenuhnya untuk melepaskan kekuatan penghancur berskala ranah keabadian tertinggi yang sesungguhnya tanpa ada satu pun aturan fana bumi yang mampu menahan jalurnya.
"Formasi Array Pemusnah Kosmos! Hancurlah kau menjadi abu sejarah bersama seluruh dunia rendah ini, bajingan cilik!" Jenderal Eksekusi Utama Zhong Tai meraung histeris dengan kegilaan mutlak dari atas langit, mengayunkan kedua tangannya ke bawah bersama Xie Zhen dan Yuan Ming dengan kekuatan penuh menggunakan seluruh berat energi ranah Mahadewa Purba mereka.
*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Seketika itu juga, sebilah pedang hukum keabadian raksasa berwarna putih-hot sepanjang tiga ratus meter meluncur turun dari langit menembus pusaran gerbang pualam dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan suara sejati hingga puluhan kali lipat, membawa seluruh kekuatan penghancur mutlak dari formasi gabungan seratus ribu ksatria dewa langsung menuju ke arah posisi tempat Shen Long berdiri. Serangan ini memiliki daya ledak berskala kosmis yang siap menghapus seluruh eksistensi dimensi bawah ini menjadi kehampaan kosong dalam hitungan detik. Tekanan udara yang dihasilkan begitu masif hingga ruang di sekeliling jalur lintasan pedang raksasa tersebut tampak mengalami distorsi spasial berupa retakan ruang hitam tak kasat mata.
Tepat pada momen yang sangat krusial, dramatis, dan mencapai puncaknya tersebut, tangan kanan Shen Long perlahan bergerak keluar dari saku jubah militernya dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan oleh seluruh persepsi mata makhluk hidup sejati. Ia tidak membentuk jaring pelindung atau menggunakan senjata spiritual apa pun; ia hanya membentuk telapak tangan terbuka lebar, dilapisi oleh seluruh gelombang cairan emas murni dari puncak tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati miliknya yang baru saja terbentuk sempurna dengan kualitas yang sangat suci dan membawa keagungan tirani mutlak.
Shen Long mengayunkan tangan kanannya dari bawah ke atas dalam sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas, menyambut hantaman bilah pedang hukum keabadian putih-hot raksasa sepanjang tiga ratus meter tersebut secara langsung dengan tangan kosong.
*PLAAAAAAAALAK!*
Suara tamparan keras itu terdengar jauh lebih dahsyat dari seluruh letupan gunung berapi terbesar yang pernah terjadi di dunia fana bumi, menggema kuat membelah seluruh langit benua hingga merobek batas dimensi luar secara mutlak. Sebuah gelombang kejut telapak tangan keemasan raksasa dengan diameter mencapai ratusan meter meledak keluar dari tangan kanan Shen Long, meluncur naik ke langit dengan kekuatan hukum pembalikan kosmos sejati.
*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Benturan energi berskala raksasa meledak hebat di atas langit Alun-Alun Altar Batas Surga. Gelombang kejut tamparan emas murni milik Shen Long menghantam bilah pedang hukum keabadian raksasa sepanjang tiga ratus meter milik *Formasi Array Pemusnah Kosmos Primordial Agung* secara telak di udara.
Tanpa ada penundaan, perlawanan, atau jeda waktu pertarungan sedikit pun, seluruh bilah pedang hukum raksasa seberat jutaan ton yang dikumpulkan dari esensi kekuatan seratus ribu ksatria dewa serta tiga master ranah Mahadewa Purba langsung hancur berkeping-keping menjadi jutaan serpihan bintik cahaya keemasan yang padam di udara dalam waktu kurang dari satu milidetik fana! Senjata pemusnahan tertinggi kebanggaan klan dewa primordial itu hancur seperti lapisan kaca tipis yang dihantam palu godam raksasa kosmis oleh telapak tangan Shen Long.
Tidak hanya itu, kekuatan tamparan emas murni Shen Long terus melaju ke depan tanpa kehilangan energinya sedikit pun, menghasilkan efek gelombang kejut transversal berskala raksasa yang menyapu ke atas, langsung menghantam seratus ribu ksatria dewa primordial jubah perak beserta seluruh tubuh tua tiga jenderal eksekusi tertinggi yang melayang di udara secara bersamaan.
*PLAAAAAAAALAK!*
Suara tamparan keras itu membelah seluruh sisa langit dataran tinggi dengan gema suara yang sangat nyaring, memotong seluruh aliran listrik dimensi secara sepihak. Kekuatan destruktif dari esensi cairan emas murni tingkat kesembilan ranah Keabadian Sejati milik Shen Long mendarat dengan telak tepat di wajah tua tiga jenderal eksekusi tersebut secara berurutan dengan akurasi yang kejam.
*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*
Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, pelipis, dan seluruh jaringan tulang kepala ketiga jenderal tersebut terdengar sangat renyah dan mengerikan di udara yang sunyi secara bersamaan.
Jenderal Eksekusi Utama **Zhong Tai**, yang berada di ranah Mahadewa Purba tingkat awal, menerima hantaman pertama tepat di sisi kanan wajah tuanya. Kekuatan destruktif emas murni Shen Long meledakkan seluruh struktur tengkorak kepalanya hingga hancur menjadi bubuk tulang halus dalam sekejap, meledakkan sebutir inti dewa keabadian di dalam dantian perutnya hingga menjadi debu energi kosong, memutuskan seluruh jaringan meridian utama dan melenyapkan jiwanya dari tubuh fana secara mutlak dalam waktu satu helaan napas sebelum tubuh tuanya terlempar sejauh puluhan meter melintasi celah langit gerbang pualam dan jatuh terkapar di dalam lorong dimensi dalam kondisi tewas seketika—sebuah penjelasan detail mengenai kematian Zhong Tai di tempat.
Mahadewa Purba **Xie Zhen**, yang juga berada di ranah Mahadewa Purba tingkat awal, menerima hantaman kedua tepat di pusat dadanya. Kekuatan murni Shen Long meledakkan seluruh zirah emas pualam kuno, tulang rusuk, paru-paru, dan jantung pria tua itu hingga hancur berantakan menjadi serpihan daging yang menguap di udara, menghancurkan dantiannya secara mutlak sebelum tubuhnya meluncur secara vertikal ke bawah menghantam lantai gerbang menciptakan kawah dalam dan jasadnya kaku tanpa ada sisa kehidupan sedikit pun—sebuah penjelasan detail mengenai kematian Xie Zhen di tempat.
Mahadewa Purba **Yuan Ming**, yang juga berada di ranah Mahadewa Purba tingkat awal fana, menerima hantaman ketiga tepat di pusat dahi tuanya. Kekuatan emas murni meledakkan seluruh wadah spiritual dan esensi jiwanya menjadi serpihan abu energi kosong, menghancurkan seluruh jaringan meridian utama dan memutuskan jiwanya dari tubuh secara mutlak dalam waktu satu helaan napas fana. Tubuh pria tua jubah emas pualam kuno tersebut terlempar secara horizontal melintasi langit seperti dedaunan kering yang dihantam badai topan berskala tinggi, sebelum akhirnya jatuh tersungkur di atas lantai tangga gerbang pualam dalam kondisi yang kaku tanpa ada sisa kehidupan sedikit pun—sebuah kematian yang mutlak bagi seluruh utusan jenderal eksekusi klan dewa primordial yang diturunkan hari ini.
Tidak hanya itu, sisa gelombang kejut transversal dari kekuatan emas murni Shen Long terus merambat melintasi jajaran udara, menghantam langsung tubuh seratus ribu pasukan elit ksatria dewa primordial jubah perak menyala yang berada di atas kereta perang energi mereka secara bersamaan di bawah gerbang langit.
*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*
Suara hancurnya seratus ribu tombak spiritual panjang dan rusaknya jaringan meridian dari seluruh ksatria dewa primordial tersebut terdengar sangat renyah dan mengerikan di sepanjang langit dataran tinggi. Seluruh seratus ribu ksatria dewa tersebut secara serentak memuntahkan seteguk darah hitam kental yang dipenuhi oleh serpihan organ dalam mereka yang hancur akibat tekanan gelombang kejut kekuatan emas Shen Long. Tubuh mereka terlempar secara horizontal ke belakang dari posisi berdiri mereka, meluncur jatuh ke dalam jurang-jurang celah dimensi gerbang pualam yang berputar-putar dalam kondisi yang lemas sepenuhnya.
Energi murni Shen Long telah meledakkan seluruh dantian di dalam perut seratus ribu ksatria dewa primordial tersebut, menghancurkan jaringan spiritual utama mereka secara mutlak dan membuat mereka menderita cacat permanen sebagai manusia fana biasa yang tidak akan pernah bisa menyentuh energi spiritual atau menggunakan kereta perang lagi seumur hidup mereka. Mereka semua pingsan dengan mata memutih tanpa kekuatan sedikit pun, dikeluarkan secara total dari panggung dunia kultivasi lintas dimensi tertinggi—sebuah penjelasan yang sangat detail dan pasti mengenai akhir dari seluruh pasukan penakluk klan dewa primordial tersebut di dalam cerita perjalanan ini seumur hidup mereka yang telah hancur.
Hanya dalam waktu satu gerakan tamparan tunggal berskala raksasa di sore hari ini, seluruh markas garda depan dan pimpinan eksekusi tertinggi dari Klan Dewa Primordial Ranah Keabadian Sejati telah disapu bersih secara mutlak dari sejarah dunia fana. Seratus ribu ksatria dewa menderita cacat permanen, seluruh senjata hukum dihancurkan hingga menjadi abu puing-puing halus yang menguap, dan tiga penguasa ranah mahadewa purba sejati telah dibantai habis hingga tewas mengenaskan oleh telapak tangan seorang pemuda tunggal.
Alun-Alun Altar Batas Surga yang luas kini telah bersih dari sisa-sisa pimpinan tertinggi klan dewa seumur hidup mereka yang telah tiada. Struktur *Gerbang Pualam Keabadian* di atas langit mulai memunculkan retakan-retakan panjang berbentuk jaring laba-laba akibat hantaman serangan balik energi tamparan Shen Long.
Shen Long berdiri tegak di tengah-tengah kawah reruntuhan alun-alun giok yang luas dengan jubah militer hijau yang bersih sempurna tanpa setitik debu, noda darah, atau noda hangus energi pun menempel di kulit pualamnya. Ia menarik kembali tangan kanannya, mengeluarkan selembar saputangan putih yang baru dari saku jubah militernya untuk mengusap setitik noda abu dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan, lalu membuang saputangan tersebut ke atas tanah giok yang kotor bercampur darah.
Otoritas garda depan tertinggi dari Klan Dewa Primordial telah dihancurkan sepenuhnya oleh satu tamparan dari sang Penguasa Multisemesta. Sisa-sisa energi spiritual yang bergejolak di udara perbatasan perlahan-lahan luruh, menyisakan ketenangan mati yang sangat mencekam di seluruh area puncak gunung giok.
Shen Long memalikkan tubuhnya dengan sangat anggun, melangkah kembali menuju pintu belakang jip militer lapis baja hitam nomor satu yang dikemudikan oleh Sun Mo dengan langkah kaki yang tenang dan stabil.
Namun, kedamaian setelah pemusnahan total pasukan dewa primordial tersebut tidak berlangsung lama. Tepat ketika roda jip militer hitam nomor satu baru saja bergerak mundur sejauh dua meter hendak meninggalkan area alun-alun altar menuju ke pusat bagian dalam istana kekaisaran, seluruh struktur ruang di sekeliling wilayah atmosfer gerbang pualam tiba-tiba memunculkan seberkas getaran energi spiritual berwarna emas suci-bintang yang jauh lebih masif, berat, dan menakutkan daripada seluruh pertempuran lintas ranah sebelumnya.
*BOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Suara ledakan energi spiritual yang telah melampaui seluruh batas tatanan hukum Ranah Keabadian Sejati fana tiba-tiba menggema dari arah dalam gerbang pualam putih yang retak. Struktur celah gerbang dewa raksasa tersebut tidak menutup, melainkan melebar membentuk sebuah pusaran lubang cermin kosmos berdiameter ratusan meter yang memancarkan gelombang cahaya esensi keabadian raja yang sangat tebal dan padat yang memancar dari arah **Ranah Raja Keabadian Agung** (*Great Immortal King Realm / Ranah Penguasa Tertinggi Kosmos*).
Tekanan energi yang dihasilkan oleh kemunculan pusaran cermin kosmos tersebut begitu masif hingga seluruh sisa bukit gunung giok istana langsung hancur rata menjadi bubuk semen halus, dan atmosfer udara di seluruh penjuru metropolitan terasa sangat dingin menusuk tulang seolah-olah seluruh hukum penciptaan sedang dihentikan secara paksa oleh kehendak entitas tertinggi kosmos sejati.
Dari dalam celah pusaran cermin kosmos raksasa yang terbuka di atas langit tersebut, perlahan-lahan meledak melepaskan proyeksi suara spiritual darurat jarak jauh tingkat antar-ranah tertinggi berskala raksasa, membentuk proyeksi energi holografik vertikal setinggi puluhan meter yang menggantung di atas langit seluruh wilayah perbatasan bumi fana.
Inilah perwujudan proyeksi kesadaran spiritual dari **Zhong Shenxiao**, Supreme Immortal Lord sekaligus penguasa tertinggi dari Klan Dewa Primordial (*Primordial God Clan*) sejati yang basis kultivasinya telah lama melampaui seluruh tingkatan ranah Mahadewa Purba fana bumi dan berada di **ranah Raja Keabadian tingkat kelima sejati** (*Great Immortal King Fifth Stage / Ranah Penguasa Tertinggi Kosmos Agung*)! Pria tua ini memiliki wajah yang sangat garang bagaikan hukum takdir abadi, dan sepasang matanya memancarkan kilatan aura galaksi berputar yang sangat masif hingga mampu membuat seluruh struktur ruang di sekeliling wilayah kekaisaran fana bergetar hebat.
"Pemberontak kecil bernama Shen Long!!! Aku telah menyaksikan seluruh pembantaian yang kau lakukan terhadap tiga jenderal eksekusiku Zhong Tai, Xie Zhen, dan Yuan Ming melalui cermin pemantau hukum antar-ranah keabadian!" Zhong Shenxiao berkata melalui proyeksi energi raksasa langit, suaranya yang menggelegar mengandung getaran energi ranah Raja Keabadian yang sangat berat hingga membuat seluruh lautan samudera di sekeliling bumi bergejolak hebat menciptakan gelombang tsunami raksasa berskala tinggi yang menghancurkan beberapa pulau terluar dalam sekejap mata. "Tindakanmu adalah kejahatan tabu tingkat dewa tertinggi yang merusak seluruh fondasi hukum keseimbangan kosmos kekaisaran klan dewa kami! Hari ini, aku sendiri yang akan mengeluarkan *Dekrit Pemusnahan Jagat Kosmos* dari markas besar istana dewa keabadian! Aku akan memimpin lima penguasa ranah Raja Keabadian tingkat awal bersama dengan lima ratus ribu pasukan ksatria dewa primordial tingkat tinggi untuk turun langsung melintasi gerbang pualam ini dalam waktu satu jam! Aku akan menghancurkan seluruh dimensi rendah tempatmu berada hingga kembali menjadi kehampaan kosong tanpa sisa kehidupan seumur hidupmu, mengekstrak jiwamu secara paksa, dan menyiksanya di dalam tungku api keabadian selama sepuluh juta tahun seumur hidupmu!"
Mendengar ancaman raksasa dari proyeksi Supreme Immortal Lord Zhong Shenxiao yang membawa pasukan dewa primordial berskala masif dan para penguasa ranah tertinggi dari markas besar klan dewa ranah raja keabadian, Shen Long tidak menunjukkan kepanikan, ketakutan, atau keraguan sedikit pun di wajah tampannya. Sebaliknya, sepasang pupil matanya merefleksikan proyeksi mata raksasa emas-bintang di atas langit tersebut, dan sebuah senyuman tipis penuh misteri serta gairah pertempuran dingin yang mulai membumbung tinggi dari lubuk jiwanya yang paling dalam, perlahan mengembang di sudut bibirnya yang seputih giok.
"Supreme Immortal Lord ranah Raja Keabadian tingkat kelima... lima penguasa ranah raja keabadian tingkat awal, dan lima ratus ribu ksatria dewa primordial tingkat tinggi," Shen Long bergumam dengan nada suara yang dipenuhi oleh ketenangan mutlak dari penguasa tertinggi yang akhirnya melihat panggung hiburan fana di dunia rendah ini menjadi jauh lebih meriah, menantang, dan sangat layak untuk dilemparkan ke dalam amukan telapak tanganku berikutnya. "Kalian mengumpulkan seluruh kekuatan terkuat di klan dewa ranah raja keabadian hanya untuk datang bersujud dan mengantarkan sisa leher dewa kosmos kalian di hadapan keputusan hukumku? Sangat bagus... mari kita lihat apakah pasukan dewa primordialmu ini memiliki kekuatan yang cukup untuk sekadar menahan satu ayunan gerakan tamran telapak tangan kananku di atas langit gerbang pualam kalian nanti."
Shen Long mengencangkan genggaman tangannya pada pintu jip militer lapis baja hitam nomor satu, melangkah masuk ke dalam kabin kendaraan bersama Sun Mo dengan ketenangan yang menakutkan. Ia siap untuk mengarahkan kendaraan bergerak melintasi sisa kawah abu giok altar, menuju langsung ke arah titik simpul energi utama bawah tanah gerbang langit demi menyambut kedatangan badai pertempuran berskala antar-ranah raja keabadian raksasa berikutnya yang akan menjungkirbalikkan seluruh tatanan kekuasaan tertinggi di dunia kultivasi tersembunyi tanpa ada satu pun kekuatan fana manusia bumi yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan sang Penguasa Multisemesta.