Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.
Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan membuat koma
"Ponsel masih metong Nga? Nih dia chat aku tanyain kamu, mau ku jawab apa, aku malas menjawab nya Nga". Helen malas meladeni setiap yang di tanyakan chandra setiap kalimat nya memiliki maksud untuk mencari pembelaan.
"biar aja Len, percuma di balas tidak akan ada yang berubah, aku berusaha untuk tenang saja dalam waktu ku."
"Heran hobby banget gosip si perempuan, itu taman nya bagus loh kesana aja dari pada gosip sendirian" vandy mengajak mereka yang liat dua perempuan kesayangan nya ngobrol terlihat satu emosi yang satu merenung kan nasib.
"Btw ngak di chat juga sama chandra?"
"hah, ngapain chat aku? Kenal pun tidak ? Nanti di bilang selingkuhan lagi" chandra pun tidak menyukai vandy karena seperti selalu mengamati setiap gerak dan ucapan dirinya kalau sedang bertemu.
"ya kalo cari selingkuhan agak bener sedikit gitu loh ngak gini juga model nya vandy", ejek Helen sambil berlalu menuju tengah taman.
"Bungaaaa...." ( suara itu terdengar akrab di telinga, ketika menoleh benar saja, Chandra disana memanggil begitu kencang.
Wajah bunga masam seperti hilang selera untuk berjalan sore, "Len aku pulang duluan ya, Jangan terlalu petang nanti pulang nya kalian ibu memasak untuk kita semua, dua adik ku juga lagi dirumah paket komplit kita nant"i.
"Oke Unge"
"Bungaaa tunggu.... Sampai kapan kamu menghindar tanpa mendengar penjelasan apapun dari ku ?"
tangan bunga di tarik begitu keras sampai rasa sakit terasa di persendian tangan, memaksa mendapat penjelasan dan kepastian kalau semua baik baik aja, sayang tidak mengubah apapun untuk chandra sendiri.
"Tolong lepas chand, sudah tidak ada lagi yang harus di jelaskan, semua jelas di depan mata ku, berkali kali dengan orang yang sama. aku sudah lelah dengan banyak alasan mu, bahkan kemarin kamu ke Bali pun aku tau pergi dengan siapa, dia orang yang sama."
"Jadi untuk apa di jelaskan, Chandra... Aku bukan ATM berjalan mu, untuk menghidupi mu bahkan perempuan itu, kamu bisa bersenang senang sementara aku bekerja banting tulang untuk masa depan ku".
"Anggap saja aku membantu mu selama ini jadi tolong sudah lepaskan tangan ku".
semua mata menatap pada mereka berdua karena memang posisi mereka ada di tengah pintu masuk, akses lalu lalang.
Vandy yang yang menghampiri mereka bersama helen, mendadak berhenti ketika wajah nya di tunjuk oleh Chandra yang benar di tuduh sebagai selingkuhan nya, hingga membuat bunga berubah tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari chandra.
"Cukup tolong cukup Chand, kau sudah keterlaluan kau berbuat lalu kau yang menuduh atas semua salah mu ke orang lain, manusia yang tidak memiliki hati nurani sama sekali".
"mereka sahabat ku, bahkan kami bagai saudara, untuk apa aku berselingkuh sementara masa depan ku panjang di depan sana untuk bisa mendapatkan yang lebih baik untuk karir ku, sementara kau ? Hanya bisa merengek, meminta"
"Terlalu rumit hidup mu Chandra tidak pernah sedikit hal pun kau bisa jujur pada dirimu sendiri, lepaskan aku atau aku akan .... "
Tamparan mendarat di wajah ayu Bunga, yang membuat helen dan vandy berlari menghampiri sahabat nya, memastikan tidak sampai terluka.
"Kau... "
tunjuk Vandy dan perkelahian pun terjadi antar laki laki helen yang berusaha memisahkan vandy namun gagal, hingga terdengar suara dentuman keras dan suara teriakan banyak orang membuat mereka berhenti berkelahi, terhentak jantung helen dan vandy bagai berhenti detik itu juga, begitu juga dengan Chandra wajah frustasi begitu pekat.
Helen berlari dengan lutut bergetar seperti bumi berhenti berputar dan irama waktu pun berhenti.
"Bungaa...... Bangun Nga, Bangun.... "
Helen memangku bunga dengan darah terus mengalir. vandy tidak menerima keadaan langsung menghampiri chandra yang berjalan lesu ke dekat bunga tertabrak mobil, bogem mentah mendarat di wajah chandra. Puas lo liat itu, Tunggu polisi jemput dirumah atas penipuan yang udah lo perbuat selama bertahun tahun ke bunga, bogem mentah pun kembali mendarat di wajah Chandra..
"Vandy Cukuppppp udaaahhh nanti aja urus dia, bunga lebih penting"
Lima belas menit berlalu ambulans tidak kunjung datang, hingga mereka membawa Bunga k rumah sakit dengan mobil pribadi di antar pengendara yang menabrak bunga dengan tidak sengaja atas penjelasannya.
Terima kasih banyak Pak, saya minta tolong untuk menunggu kami disini, karena kami panik, kami tidak menyalahkan bapak karena menabrak nya, ini murni kecelakaan pak tutur vandy yang melihat jelas semua yang terjadi.
...****************...
******Rumah Sakit******
"Ibu, ayah maafkan kami tidak bisa menjaga Bunga" tangis Helen pecah dalam pelukan ratna, menyesali semua yang sudah terjadi.
"tak apa nak, kamu sudah menjaga nya dengan baik selama ini kamu menemani nya sesuai dengan apa yang kami perintahkan"
"Ayah maaf, maafkan Helen ..."
"sudah jangan di sesali kecelakaan tidak ada jadwal di dalam waktu dan kalender manusia nak, tenangkan dirimu".
Helen memang lah teman bagi bunga tapi helen juga lah saudara perempuan yang di angkat Pasangan suami istri banu dan ratna sejak sekolah menengah kejuruan, dan Helen bekerja pada banu tanpa bunga ketahui.
Vandy menarik helen dan memeluk nya sudah kita tunggu hasil pemeriksaan dokter, jangan sedih nanti di liat bunga malah bunga yang sedih.
"Kau sudah menjaga nya dengan baik nak, memang takdir yang minta nya untuk mengalaminya ini, semoga semua baik baik saja kedepan nya".
Usapan lembut di kepala helen yang sedang bersandar di pelukan vandy sedikit membuat tenang. "Maafkan Helen ayah"
"Vandy, kita bicara sebentar di depan",
"baik ayah" langsung dua lelaki yang berbeda usia itu jalan bersisihan hingga melewati koridor lorong rumah sakit, "apa yang sebenarnya terjadi nak?"
Lalu ia menjelaskan pada Banu semua yang di lihat tanpa mengurangi dan menambahkan, dan membawa bapak yang menabrak ke hadapan banu.
"ini ayah bapak ini yang membawa kami sampai di rumah sakit"
"Maafkan saya pak, saya tidak melihat puteri bapak berlari dan berhenti mendadak di tengah jalan, kondisi kendaraan saya sedang melaju cepat hingga tidak bisa terhindar, saya akan bertanggung jawab pak jika pihak keluarga menuntutnya"
"Oh, tidak semua bukan salah anda pak, saya berterima kasih sudah membantu membawa anak anak saya sampai di rumah sakit, jika boleh saya tau apa pekerjaan bapak ?"
"Saya biasa panggil Dayat, hanya supir online pak, jelas bapak itu."
jawab nya takut, tak berani menatap.
"saya Banu, saya ingin meminta bapak bekerja untuk saya sekarang selama puteri saya dalam masa pemulihan, semoga bapak berkenan".
Dayat yang bingung harus menjawab apa.
"Tidak perlu takut pak,
saya menggaji bapak selama bapak bekerja dan saya memberi fasilitas untuk keluarga bapak berupa pangan untuk kebutuhan dirumah bapak, bapak hanya menjaga bersama Helen dan Vandy, menemani mereka saja, tidak lebih". Jelas Banu dengan detail
"Sebagai bentuk rasa tanggung jawab saya pak, saya menerima tawaran bapak, mohon maaf sekali lagi pak".
Banu tersenyum dan menepuk bahu Dayat tidak perlu takut saya menjaga kalian dimana pun.
...****************...
Petugas medis keluar satu persatu hingga Dokter yang menangani Bunga pun keluar dari ruang pemeriksaan.
"apa ada keluarga dari sdri Bunga ?"
semua berdiri menunggu hasil apa yang akan di sampaikan oleh sang dokter.
*Baik, Bapak Ibu mohon maaf saya harus menyampaikan berita ini, kondisi sdri Bunga begitu lemah, bahkan belum melewati masa kritis nya, benturan di kepala yang membuat kesadaran nya menurun, kita tunggu opservasi selanjutnya nya bapak, ibu".
Penjelasan Dokter membuat semua yang mendengar bergetar dengan hebat, jantung cadangan bagai tidak berfungsi dengan baik, bahkan selama ini Bunga yang terlihat kuat bisa terbaring tidak sadarkan diri.
"Akan ku balas kau Chandra, kau hancurkan dunia indah yang ku miliki" pekik banu dengan lantang membuat Vandy dan yang lain mengendik ngerti, karena banu tidak pernah membiarkan dunia puteri kesayangan nya hancur, jangan kan hancur, sedih pun tidak di biarkan nya.
Ratna yang mengusap punggung suami nya dengan sabar menunggu emosi nya surut baru berani berbicara.
"Ayah tidak lebih baik kita fokus pada kesembuhan bunga, biarkan Chandra di luar sana"
"tidak akan aku biarkan, selama ini aku diam tidak ingin mencampuri apa yang anak anak ku lakukan dan terima kali ini tidak akan aku biarkan"
hari hari sudah berlalu bahkan sudah memasuki dua minggu, tidak ada tanda tanda kesadaran bunga.
walau dokter mengatakan sudah mulai stabil detak jantung nya bahkan pasca operasi yang berjalan lancar.
"kami akan lakukan yang terbaik untuk pemulihan nya Bu" jelas dokter yang memeriksa rutin setiap tiga jam sekali.
Tidak putus harapan Ratna, dan selalu berdoa demi ke sadaran puteri kesayangan nya. "kau anak yang kuat nak, pasti kau akan kembali di tengah tengah kami ibu menunggu mu.
...****************...
Sementara sukma bunga, melihat tapi tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang di lihat nya, aktifitas mereka yang "Bu, bunga disini jangan menangis aku sehat Bu, aku tidak akan meninggal ibu"
Hati ibu mana yang tidak hancur melihat anak nya terbaring tanpa kesadaran.
"Bu, ayo makan siang dulu gantian Tora yang akan menjaga kakak, kalau tidak makan nanti ibu sakit, kakak akan sedih mengetahui ibu sakit" bujukan Tora tidak bisa meluluhkan hati wanita paruh baya itu.
"ibu makan lah jangan bersedih bunga tidak apa, aku baik baik saja bu" naluri ibu seperti tersambung seperti mendengar suara tapi entah dimana keberadaan nya.
Sosok anak laki laki datang menghampiri bunga, menemani nya dari bunga di nyatakan koma.
"apa kakak merindukan mereka ? Kembalilah ka, jangan larut dalam runtukan batin mu"
bunga hanya menoleh, tidak pernah perkataan anak itu di jawab nya.
"Apa yang kau inginkan ka? Aku akan mengajak mu melihat dengan sesungguhnya tanpa sedetik waktu yang terlewat kan" tawaran anak itu membuat bunga memandang nya dan pertama kali menjawab nya "kenapa kau tau apa yang ku pikirkan dan ku mau, bocah?"
"aku mengetahui apapun selama tuhan mengijinkan nya, menjaga mu atas ijin tuhan, jika tidak apalah artinya aku disini seperti setan penasaran, sementara aku harus nya tenang di taman sana bermain dan menunggu proses ku
"Baiklah, kau mau membawa ku kemana?"
tantang bunga membuat anak itu terkekeh.
tidaklah dari kemarin ka, lebih cepat dari pada kau membuang waktu mu untuk bergentayangan tidak tentu.
Wajah malas bunga meladeni bocah itu. "kau siapa sebenarnya selalu ada di saat aku tidak baik baik saja"
kau sering datang tiba tiba dan menghilang begitu saja.
"Sudah di jelaskan waktu itu, kak.
kau saja tidak menerima kenyataan, selalu mentang takdir mu dan memaksakan kehendak mu yang tidak masuk akal manusia, ayo ikut aku"
"akan ku ajak kakak dari awal supaya mengerti semua yang di pertanyakan kan."
bunga di ajak memasuki masa dimana bagai djavu, saat dia baru masuk di bangku sekolah menengah kejuruan,
Lihat lah disana, siapa disana kau masih mengenal nya ka?
"Itu aku, bersama Caca di sebuah rumah kecil yang dulu kami huni bersama, aku sakit dan tidak sadarkan diri seperti nya, ayah dan ibu pergi mengurus sesuatu aku hanya di tinggal oleh Caca dan asisten rumah tangga panggilan"
"Lalu kau melihat dua bocah sepasang yang disana ?
dia menunggu mu ka, mengajak mu bermain tanpa jeda, hingga kau tergoda dengan ajakan nya, lihat lah ka.."
Ia melihat dengan seksama seperti kaget dan itu ingatan yang tidak pernah lupa, pikir nya itu hanyalah sebuah kecelakaan dan ia kembali bagai sedang bermimpi.
"kakak pergi kesana tempat yang tidak seharus nya untuk di datangi, kakak hampir masuk ke pintu itu."
"Mari ikut di samping ku,ka kita akan mengulang kembali moment itu, kakak di bawa ke sebuah tempat kosong tanpa apapun lalu kakak berjalan lurus sampai di sebuah taman yang indah, mendengar jelas panggilan ayah dan ibu meminta kau sadar, ka."
"Rasa bingung melanda hati mu, ka..
dirimu memilih duduk di bangku taman itu hingga datang anak laki yang tidak sama sekali kau kenali itu, bukan begitu ka ?
Bunga hanya mengangguk kepala memperhatikan dengan baik setiap kejadian demi kejadian itu, "apa aku mati saat itu, de?"
"Akhir nya kau memanggilku de, ka senang sekali jiwa ini", pahing yang menantikan perlakuan baik dari bunga, begitu senang bunga mulai bernada ramah pada nya.
Senyum sumbang tertaut di bibir anak laki itu, "lihatlah kau bingung ka harus apa, dia mengajak mu pulang, karena ayah dan ibu memanggil mu terus menerus.
Tapi kau mau ikut ke pintu disana dengan Cahaya yang menyilaukan di ujung sana, melewati taman indah itu"
"siapa anak laki laki itu? tanya bunga bingung tidak di jelaskan siapa anak itu dari dia datang.
"kakak tidak mengenali nya sekarang ka? Lihatlah aku.
kondisi mu saat itu sama seperti sekarang, kau dalam keadaan melayang tidak tentu arah, kau bagai arwah penasaran, kau menyalahi waktu mu sama seperti waktu itu, kau tidak lah salah jiwa mu penuh rasa penasaran yang tinggi".
"Ayah..... itu ayah bukan ?"
"iya itu ayah, ayahlah yang meminta pada Tuhan sang penguasa Khaliq langit dan bumi, meminta ijin untuk aku bisa mendampingi mu, karena ayah tidak mau kau terganggu dengan kontrol yang tidak orang lain miliki, kau istimewa seperti yang Mbah puteri sampaikan dan Mbah murni katakan."
"Ayah menutup semua mata batin yang mulai terbuka di usia remaja mu, ka.
tapi ayah sendiri yang membuka nya perlahan berjalan nya waktu."
"Lalu siapa dia? begitu gagah dan menarik mata nya"
"dia Pangeran Agung Wiraguna, panglima perang di masa kedudukan nya dahulu, yang kini berproses menjaga bumi dengan sosok kasat mata seperti itu, beliau menjaga mu sama seperti ayah dan aku menjaga mu." jelas anak itu dengan detail.
"Untuk apa kalian ada di sekitar ku? aku bingung dengan semua, apa ini termasuk menduakan sang pencipta ku?"
"Tentu tidak, kamu dan kita sama, sama sama makhluk ciptaan nya, memang ada beberapa makhluk ciptaan nya di dunia yang memiliki kehidupan seperti kami, kami akan berproses dalam hidup untuk menjaga bahkan reinkarnasi di kemudian waktu sampai benar benar terpanggil, Kami memeluk keyakinan sama seperti mu ka.
Sambil terus melihat apa yang terjadi di depan mata bunga, mendengar penjelasan yang membuat nya mengerti kehidupan lain, selain manusia.
"apa itu aku kembali bersama mu de?" kamu menuntun ku pengikuti suara ibu.
"Iya, dan kakak sadar kembali setelah melewati masa kritis jantung mu berhenti dan paru paru mu tidak menghirup udara lagi"
Bunga diam memikirkan kalimat tersebut, "aku mati lalu hidup kembali?" betul sekali ka .
itu yang membuat gerbang manusia mu dan alam kami yang berdampingan dengan mu terbuka dan sulit di tutup kembali, aura mu pekat, karena kau pernah masuk di alam kami.
Kau sudah tau siapa aku dan mereka ? tanya bocah itu menatap bunga lekat.
"sedikit aku mengerti siapa kamu dek"
"Baiklah, akan ku perlihatkan yang lain".