semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog + chapter 1
Rasanya seperti seember air dingin disiramkan ke tubuhku,aku berlutut didepan orang-orang yang dulu aku bersedia mengorbankan apapun untuk kebahagiaan mereka,
“mengapa….perbuatan apa yang ku perbuat sehingga kalian tega membalasku seperti ini?,”aku berkata dengan lirih sekaligus mempertanyakan apa yang salah dengan diriku?apakah aku tanpa sengaja menyakiti mereka?
Sesosok perempuan berjalan mendekatiku,itu adalah saudari kembarku.”kakak,kau tidak melakukan perbuatan salah manapun hanya saja….kesempurnaan mu itulah yang menjadi kesalahan mu”ia tertawa kecil setelah mengatakan itu.
Aku tertegun mendengarnya,aku mendongak melihat wajahnya dengan tatapan tidak percaya,aku melihat ke yang lain,ibu, ayah,saudara laki-laki ku dan tunangan ku,mereka memandangku dengan sikap angkuh mereka,tatapan mereka seolah mengolok kebodohanku.
“Menjadi sempurna adalah kesalahan?”aku menjawab dengan nada tidak percaya sekaligus geli
“Ya,kau terlalu sempurna…seolah dunia ini hanya berporos padamu,cahayamu terlalu terang membuat siapapun yang berada di sebelahmu menjadi tak terlihat”
Aku memandang saudari kembarku Nina,dengan tatapan tidak percaya,ia….cemburu padaku?tapi mengapa?apapun yang ku dapat pasti Nina juga mendapatkannya,apapun yang ia minta aku selalu penuhi,bahkan permintaan tidak masuk akalnya saja aku akan mencari cara agar itu terpenuhi.
Aku bertanya,”apa yang kamu begitu cemburui dariku Nina?,”mendengar pertanyaan ku wajah Nina tampak kesal dan memerah
“Cemburu?tidak ada satupun darimu yang bisa aku cemburui,kamu jangan terlalu sombong”ia berkata dengan penuh amarah,melihatnya bersikap seperti itu aku sudah menemukan jawabannya,
“Nina,tidak usah menghabiskan emosi mu untuk si idiot itu,lagi pula ia juga akan mati,”saudara laki-laki ku,Galen membujuk Nina.Galen menatapku dengan tatapan meremehkan.
Aku memandangnya dengan tidak percaya,dulu bahkan deminya aku rela menunda kuliahku demi bisa membantunya agar segera lulus dan wisuda,lalu karena ia terlalu sering bermain dan hampir membuat bangkrut perusahaan aku harus membersihkan kekacauan yang ia perbuat,sekarang ia berani memperlakukan ku seperti ini?
“Ma,Pa?”aku menatap mereka,orang tua kandung ku sebagai harapan terakhir.walaupun aku tau selama ini mereka lebih menyayangi Galen dan NIna.namun harapan itu masih ada,mereka tidak mungkin membuang ku kan?semua yang kulakukan adalah yang terbaik untuk mereka,selama hidup ku hanya diperuntukkan untuk membuat mereka bangga,agar mereka akhirnya melihat ke arah ku.
Tapi harapan itu hancur..mereka memalingkan wajahnya menolak melihat kearah ku…emosi yang ku tahan akhirnya meledak,
“KENAPA?KENAPA KALIAN TIDAK MELIHAT KU?AKU JUGA ANAK KALIAN KAN?MA?PA?.......MENGAPA?.....mengapa ma?mengapa pa? Apa kah aku tidak sepantas itu menjadi putri kalian”teriakan ku bersamaan dengan air mata yang mengalir di pipi ku.
Papa akhirnya menoleh kepadaku,ia berkata,”apa yang kau lakukan selama ini sudah cukup,anggap saja kau membayar jasa kami dalam membesarkan mu,sekarang semuanya sudah berakhir.dan kau tidak diperlukan lagi.segera lempar ia ke kolam”dua orang bodyguard memegang tangan kanan kiriku,mata ku memerah memohon agar mereka setidaknya luluh dan mengasihani ku.
“TIDAK….MAMA..PA…TOLONG JANGAN LAKUKAN INI….AKU MEMOHON PADA KALIAN”teriakan memohonku menggema ke seluruh ruangan namun mereka tidak bergeming,memandangku seolah aku akan memberikan mereka sebuah pertunjukkan,mama yang begitu aku sayangi bahkan masih menolak melihat kearah ku,keterdiamannya lebih menyakitkan dari perkataan apapun
Mata ku akhirnya melihat keseseorang yang duduk disofa,yang sedari tadi hanya diam memandang semuanya dengan tatapan malas.
“Devan..DEVAN AKU MOHON SELAMAT KAN AKU,AKU TELAH MELAKUKAN BANYAK HAL UNTUK MU..DEVAN….PLISSS…kumohon…..kumohon selamatkan aku,”walaupun aku tau pertunangan kami hanya lah sebuah perjanjian,namun aku sudah melakukan apapun untuknya,ia bersikap dingin kepada ku namun aku tidak bisa mengendalikan hatiku untuk tidak jatuh cinta padanya.
Matanya melirik malas kepada ku dan berkata,”terlalu lemah,itu menghancurkan mu”
Perkataan itu menghancurkanku lebih dari apapun,tidak ada lagi yang bisa ku harapkan,rasanya semua energiku habis terkuras,tidak ada lagi kekuatan untuk memberontak,aku pasrah saat tubuh ku dilempar ke dalam kolam sedalam 5 meter itu.harusnya aku mengerti dari awal,aku tidak bisa berenang namun demi permintaan Nina aku membuat kolam tersebut walaupun aku merasa sedikit berlebihan untuk membuat nya sedalam 5 meter namun demi kebahagiaan NIna aku menyanggupinya,sekarang jika di pikir-pikir aku seperti menyiapkan tempat kematian ku…aku…sungguh tidak rela……
...****************...
Suara yang begitu berisik membuat ku terganggu,aku mencoba menggerakkan tubuhku namun tubuhku terasa begitu berat hingga hanya jari tangan ku yang bisa aku gerakkan,gerakkan kecilku mungkin diperhatikan oleh orang-orang yang sedari tadi mengganggu ku dengan suara mereka,dari suara mereka sepertinya mereka memanggil dokter dengan tergesa-gesa.mungkinkah aku dirumah sakit?tapi siapa yang menyelamat kan ku?pertanyaan itu harus tersimpan dengan hilangnya kesadaranku secara perlahan.
Walaupun terasa berat aku akhirnya berhasil membuka mataku,yang kulihat adalah loteng putih khas ruangan rumah sakit,
“Nona,akhirnya anda membuka mata anda”aku memandang orang yang mendekatiku,aku mengejapkan mataku beberapa kali hingga wajah orang itu terlihat jelas,seorang wanita yang mungkin sedikit lebih tua dari ku.
“Syukurlah nona”wanita itu memandangku dengan tatapan berkaca-kaca membuatku entah kenapa merasa bersalah,namun sungguh semasa hidupku aku merasa tidak pernah bertemu dengan wanita ini sama sekali.
“Siapa?”suara yang ku keluarkan terdengar serak,mata wanita itu terbelalak,air mata mengalir membasahi pipinya,ada perasaan ingin menghiburnya muncul dihatiku,ia menghapus air matanya,berusaha terlihat tegar,
“Dokter telah mengatakan kemungkinan tentang nona yang akan kehilangan ingatan,namun saya tetap berharap bahwa hal itu tetaplah kemungkinan namun hal itu tetap saja di alami nona,tidak apa-apa saya akan menjelaskan semua hal yang perlu nona ketahui”
Hilang ingatan…aku tidak mengalaminya
“Nona adalah anak tunggal keluarga Agata,berumur 21 tahun.saya menjadi pelayan anda sejak anda berumur 12 tahun,nama saya Ana berumur 32 tahun.anda sangat disayangi oleh kakek dan nenek anda dari pihak ibu,mereka sekarang pulang kerumah sebentar dan akan segera datang menemui nona,mengenai kedua orang tua anda,mereka mengalami kecelakaan saat anda berumur 18 tahun.mereka sangat menyayangi dan mencintai anda,mereka telah menyiapkan semua kebutuhan anda yang bahkan akan cukup untuk seumur hidup anda,sehingga anda tidak perlu khawatir”Ana menjelaskan hal itu dengan hati-hati.
Aku membeku dengan semua penjelasan itu,semua yang dikatakan Ana bertentangan dengan diriku,umurku sebenarnya adalah 25 tahun dan aku tidak punya kakek dan nenek dari pihak manapun,sebuah kemungkinan melintas di pikiran ku,mungkinkah?
“Ana..apakah kamu punya cermin?”pertanyaan ku mungkin mengejutkan Ana namun ia tidak bertanya apapun selain mengeluarkan sebuah cermin kecil tadi tas nya dan menyerahkannya kepadaku.
Aku menarik nafas dalam-dalam,bersiap dengan kemungkinan apapun,aku mengangkat cermin itu sehingga sejajar dengan wajahku,
Dan benar saja
Disana terpampang wajah yang sama sekali tidak aku kenal,wajah yang begitu cantik walaupun dengan kulit yang pucat,satu-satunya hal yang menyita perhatianku adalah matanya yang tampak seperti mataku yang dulu,mata yang berwarna coklat terang yang seperti permata.
Bagaimana aku bisa berakhir seperti ini?