NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 – DESA HUA YANG DAMAI

Langkah kaki Nam Ling dan Yue Xin semakin terasa ringan saat mereka menjauhi hutan belantara dan mendekati gerbang Desa Hua yang terbuat dari kayu keras dengan ukiran pola bunga mawar sederhana. Matahari mulai muncul dari balik Gunung Tianwu, menyinari atap rumah-rumah kayu yang berjajar rapi di lereng bukit kecil. Udara pagi yang segar membawa aroma nasi hangat, teh tawar, dan sedikit aroma bunga kemuning yang tumbuh di halaman setiap rumah.

“Kita sudah sampai,” ucap Yue Xin dengan suara yang lebih riang dibandingkan saat di hutan. Dia melepaskan tangan Nam Ling yang selama ini menopangnya, lalu berbalik dengan senyum hangat. “Silakan masuk ke desa, Pak. Aku akan mengantar Anda ke rumah kepala desa—Bapak Zhang pasti akan senang bisa bertemu dengan pemburu iblis yang telah menyelamatkan aku.”

Nam Ling mengangguk perlahan, matanya menyapu sekeliling desa dengan penuh perhatian. Setiap rumah di Desa Hua terlihat sederhana namun nyaman—dinding kayu yang dirawat dengan baik, halaman depan yang ditanami bunga dan sayuran, serta beberapa kandang ayam kecil yang terletak di belakang setiap rumah. Wajah penduduk yang mulai keluar untuk melakukan aktivitas pagi tampak tenang, meskipun ada beberapa yang melihatnya dengan rasa penasaran karena penampilannya yang berbeda dari kebanyakan orang.

“Sampai sini saja dulu, Yue Xin,” suara yang kuat terdengar dari arah gerbang desa. Seorang pria berusia sekitar lima puluhan tahun dengan rambut sedikit belang putih mendekat dengan langkah mantap. Bajunya berwarna biru muda dengan ikat pinggang kulit, menunjukkan bahwa dia adalah kepala desa yang mereka maksudkan. “Aku sudah melihat dari jauh bahwa kamu kembali dengan selamat.”

“Bapak Zhang!” teriak Yue Xin dengan senyum lebar, lalu berlari cepat ke arah pria itu. “Terima kasih Tuhan, Bapak sudah selamat. Aku khawatir—”

“Sudah kubilang kan, aku hanya mengawasi hutan karena ada sesuatu yang tidak biasa,” kata Bapak Zhang dengan nada lembut, menepuk pundak Yue Xin sebelum menatap Nam Ling dengan pandangan penuh rasa hormat. “Kamu pasti adalah pemburu iblis yang kami tunggu. Aku adalah Zhang Wei, kepala Desa Hua. Terima kasih banyak telah menyelamatkan putri kita.”

Nam Ling melangkah maju sedikit, memberikan sapaan dengan tangan terbuka. “Nam Ling saja, Pak Zhang. Tidak usah terlalu sopan—aku hanya melakukan tugasku.”

“Tetapi bukan tugasmu yang biasa untuk datang ke desa kecil seperti kami,” jawab Pak Zhang dengan senyum hangat. “Silakan masuk ke rumah kepala desa. Aku sudah menyediakan makanan pagi dan teh hangat untukmu. Selain itu, kita perlu berbicara dengan tenang tentang apa yang kamu temukan di hutan.”

Rumah kepala desa terletak di tengah desa, lebih luas dari rumah-rumah lain dengan halaman depan yang ditanami pohon kemuning dan bunga mawar merah. Mereka memasuki ruang tamu yang nyaman dengan lantai kayu yang mengkilap dan kursi rotan yang empuk. Yue Xin segera masuk ke dapur untuk mengambil piring nasi hangat, lauk sayuran rebus, dan telur mata sapi yang matang sempurna.

Saat mereka duduk di meja kayu besar, Pak Zhang mulai menceritakan apa yang terjadi sebelum kemunculan makhluk itu. “Sekitar dua minggu yang lalu, beberapa petani menemukan jejak aneh di hutan—seperti bekas tapak kaki besar dengan cakar. Kita mengira itu hanya hewan buas dari gunung, tapi sejak seminggu yang lalu, korban mulai muncul.”

Nam Ling mengambil suapan nasi dengan perlahan, tetap fokus pada setiap kata yang keluar dari mulut Pak Zhang. “Ada energi alam bawah pada makhluk itu,” ucapnya setelah menelan makanan. “Bukan hanya iblis biasa—sepertinya ada yang sengaja melepaskan kekuatan itu ke dunia manusia. Apakah ada orang baru yang datang ke desa belakangan ini?”

Pak Zhang mengerutkan kening, berpikir keras. “Hanya seorang pedagang barang antik yang lewat sekitar tiga hari yang lalu. Dia tinggal satu malam di pondok desa, lalu pergi ke arah Gunung Tianwu. Dia bilang sedang mencari benda kuno yang ada di kaki gunung.”

Nam Ling menyipitkan matanya merah. “Barang antik… bisa jadi dia sengaja melepaskan energi gelap untuk memanggil makhluk dari alam bawah.”

Sementara itu, Yue Xin yang sedang menyajikan teh hangat berhenti sejenak. “Pak Zhang, aku ingat sesuatu,” katanya dengan suara pelan. “Ketika aku terjatuh di hutan kemarin malam, aku melihat ada sesuatu yang bersinar di balik pohon besar dekat tempat pertempuran—seperti cahaya ungu yang lemah.”

Pak Zhang mengerutkan kening lebih dalam. “Cahaya ungu? Itu tidak mungkin… kecuali jika ada hubungannya dengan gua kuno di kaki Gunung Tianwu yang dulunya dikenal sebagai tempat pemujaan orang kuno.”

Nam Ling menekuk jari telunjuknya di atas meja kayu. “Gua kuno… itu bisa jadi sumber energi yang membuat makhluk itu muncul. Kita perlu menyelidiki gua itu, tapi tidak bisa tergesa-gesa. Desa ini perlu diawasi agar tidak ada makhluk lain yang menyerang.”

“Aku akan mengatur penduduk desa untuk tetap di dalam batas desa sampai kita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Pak Zhang dengan tegas. “Kita punya beberapa pria muda yang bisa membantu mengawasi gerbang desa. Tapi untuk gua itu—apakah kamu bisa menghadapinya sendirian, Pak Nam Ling?”

Nam Ling mengangkat cangkir teh dengan perlahan, menyendok sedikit teh ke dalam mulutnya sebelum menjawab. “Aku akan menyelidiki gua itu besok pagi. Tapi sebelum itu, aku perlu memastikan tidak ada makhluk lain yang tersisa di sekitar desa. Yue Xin, kamu bilang bisa melihat jalur energi kan? Mungkin kamu bisa membantuku memeriksa area sekitar desa sebelum aku pergi ke gua.”

Yue Xin mengangguk dengan senyum percaya diri. “Tentu saja, Pak Nam Ling. Aku sudah bisa melihat jalur energi sejak kecil—itu sebabnya aku bisa menemukan jejak makhluk itu kemarin malam.”

Pak Zhang melihat keduanya dengan pandangan penuh harapan. Meskipun desa ini kecil dan sering terlupakan oleh dunia luar, kini mereka punya harapan bahwa masalah yang mengganggu kedamaian mereka akan segera selesai. Namun di balik kesungguhan Nam Ling dan kecerdasan Yue Xin, tersembunyi bahaya yang lebih besar yang siap menghadang mereka saat mereka mulai menyelami rahasia di balik Gunung Tianwu.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!