NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantas saja

" Memangnya kalian kelas berapa, sehingga jika tidak ada guru yang masuk ke ruangan kelas kalian maka Kepsek yang akan langsung masuk ke dalam ruangan kelas kalian?" tanya indah yang memang sangat penasaran dengan asal dari siswa tersebut.

" Kami berasal dari kelas 8⁴ yang letaknya tepat di sebelah kantor kepala sekolah, Jadi jika terdengar suara kami tidak melaksanakan pembelajaran maka kepala sekolah sendiri yang akan masuk ke dalam ruangan kelas kami."

" Oh jadi letak 8⁴ itu tepat di sebelah kantor kepala sekolah, kebetulan kami memang belum berkeliling ke sana sih masih beberapa tempat saja yang baru kami kelilingi." jelas Intan.

" Tolong ya mis jangan ngambek seperti itu." ucapnya dengan ekspresi memohon dan sepertinya sangat tidak ingin hal seperti itu terulang kembali.

" Ya sudah kau tenang saja ya, insya Allah kami tidak akan melakukan hal seperti itu. Tetapi jika kalian memang sangat bandel maka kami akan langsung mengadukannya ke sebelah, sebab dengan begitu kami tidak perlu repot lagi kan." jelas Ira dan tentunya siswa itu kini semakin tampak pecah.

" Mudah-mudahan saja kejadian seperti itu tidak terulang, kami sangat tidak ingin berhadapan langsung dengan kepala sekolah." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan para mahasiswa magang itu dan mereka semua pun tertawa melihat tingkah siswa itu.

" Siswa itu sangat lucu ya, bisa saja dia melakukan hal seperti itu di hadapan kita." jelas Irma.

" Menurutku dia juga sangat lucu, dan tampang khawatirnya itu loh yang membuatku ingin tertawa sejak tadi." jelas Grace.

" Ternyata kita semua sama sepemikiran ya, Tapi kira-kira siapa kami mahasiswa magang yang ngambek sama kelas mereka ya. Sehingga akhirnya Mereka tampak seperti takut, bukan takut pada mahasiswa itu sih tapi lebih tepatnya takut kalau ketek akan masuk dan marah di kelas mereka." jelas Gina yang sebenarnya sangat penasaran dengan siapa sosok mahasiswa magang tersebut.

" Mungkin Nanti bisa kita tanyakan kepada Khalid dan juga yang lainnya, siapa tahu mereka mengetahui siapakah sosok yang dimaksud oleh siswa tersebut." jelas Indah dan mereka semua pun mengangguk.

Mereka semua akhirnya memutuskan untuk pergi kemeja piket, dan mereka akan berbincang-bincang dengan Khalid dan juga teman-teman lainnya. Tentunya mereka ingin bertanya mengenai banyak hal kepada Khalid dan teman-temannya, karena mereka masih terbilang baru di sekolah tersebut. Dan pastinya kali dan teman-temannya yang mengetahui banyak informasi di sini, dan mereka berharap kalau Khalid dan teman-temannya mau memberikan informasi kepada mereka.

" Kalian sudah selesai melakukan observasinya?" tanya Khalid yang melihat keenam gadis tersebut.

" Belum semua, Baru beberapa saja yang kami cari tahu." jelas Intan.

" Mau ditemani tidak, kebetulan setiap jam istirahat nanti aku ada jam kosong." jelas Kenan.

" Apa nantinya nggak akan ngerepotin kalian?" tanya Ira.

" Kalian berenam tidak perlu sungkan pada kami, lagian kita di sini sama-sama mahasiswa magang. Jadi sudah sepantasnya kita saling membantu, dengan begitu suatu hari nanti kita juga akan dibantu oleh orang lain." jelaskan Kurniawan dan mereka semua pun mengangguk.

" Aku sangat tidak menyangka kalau-kalau pikirmu seperti itu Kurniawan, jujur kami bersyukur bisa bertemu dengan kalian di sekolah ini." jelas Irma dan mereka bernama mengganggu.

" Kami juga bersyukur bisa bertemu dengan kalian berenam di sekolah ini, karena dengan begitu kita bisa berbagi pandangan tentang pembelajaran di kampus kita masing-masing." jelas Jenny.

" Ya namanya kita kuliah di kampus yang berbeda, tentunya kita pasti memiliki pola pikir dan pandangan yang berbeda pula. Saat ini kita memang sedang magang di sekolah yang sama, tapi kita pasti menghadapi perdebatan." jelas Grace.

" Perdebatan itulah yang harus kita manfaatkan agar kita bisa menjadi lebih dekat lagi, karena jika tidak dengan perdebatan-perdebatan kecil itu maka kita tidak akan melakukan percakapan." jelas Jessica.

" Kau katakan itu memang sangat benar Jessica, Dan semoga saja perdebatan-perdebatan kecil itu tidak akan menjadi perdebatan besar dan menjadi bumerang tersendiri bagi kita nantinya." jelas Gina dan mereka semua pun mengangguk.

" Dan aku sebelumnya ingin meminta maaf kepada kalian, kemarin aku sudah berbicara terlalu ketus kepada kalian semua. Seharusnya aku tidak perlu berbicara dengan cara seperti itu kepada kalian, karena apa yang kau lakukan itu sebenarnya tanpa sadar juga menyakiti kalian kan." ucap Jovita yang merasa bersalah.

" Kami mengerti kok kenapa kau berkata seperti itu kepada kami, lagian nggak salah juga kalau kau merasa kalau kami akan mengambil jam mu nantinya. Ya walaupun pada akhirnya ternyata kita tidak dengan prodi atau jurusan yang sama, jadi tidak masalah jika kita magang di tempat yang sama." jelas indah.

" Makannya kau atur kemarahan mu itu Jovita, untungnya semalam tidak jadi perdebatan yang panjang diantara kita dulu universitas. Kalau kemarin sampai terjadi sebuah permasalahan antara dua universitas, pastinya proses magang kita di sekolah ini juga akan dihentikan. Dan itu akan sangat melelahkan karena kita harus mencari tempat magang baru lagi, dan pastinya akan sangat sulit dan kita akan mengulang SKS lagi." jelas Khalid membicarakan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

" Sudahlah kita tidak perlu membahas mengenai kejadian kemarin, lagian mungkin saja hal itu bisa terjadi di antara kami jika kami lah yang lebih dulu berada di sini dan kalianlah pendatangnya. Kami sama sekali tidak masalah dengan hal tersebut, yang terpenting kita bisa bersosialisasi dengan baik dan membanggakan nama kampus kita masing-masing." jelas Intan.

" Sampai sekarang aku masih tidak menyangka kalau kita akan dipertemukan dalam tempat magang yang sama loh, awalnya aku kira kita berbeda universitas tidak akan mungkin disatukan tapi ternyata Kita justru ditemukan di tempat magang." jelaskan Kenan.

" Memang sebenarnya hal ini terbilang aneh sih, tetapi itulah yang terjadi dan kita juga tidak bisa berkata apa-apa." jelas Ira.

" Mungkin ini adalah jalan untuk menghentikan perdebatan antara dua kampus, apalagi kampus kita sama-sama bergerak di bidang pendidikan." jelas Kurniawan.

" Yang kau katakan itu sangat masuk apa Kurniawan, semoga tidak akan lagi terjadi perdebatan antara dua kampus ya." ucap Irma.

" Amin..." ucap mereka semua serentak.

" Kalian semua sedang membicarakan hal apa, tampaknya pembicaraan kalian sangat serius?" tanya Bu Ika yang baru saja muncul.

" Kami hanya sedang membahas kalau sebelumnya kami itu sering bertengkar di lapangan, ya tentunya karena kampus kami yang bergerak di dunia yang sama yaitu dunia pendidikan. Jadi kami sering membandingkan mengenai kampus a dan juga kampus b." jelas Jenny.

" Jelas aja sih akan terjadi perdebatan antara dua kampus kalau kampus itu memiliki keahlian atau unggulan di bidang yang sama, tapi semoga saja perdebatan yang kalian alami tidak akan membawa bumerang tersendiri untuk kalian ya." jelas Bu Ika.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!