NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1.

Seana Xaviera Levannia telah bekerja sebagai asisten diperusahaan terkemuka dikota ini, perusahaan Kaivandra Internasional Group selama dua tahun penuh. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang rajin, cekatan, bersih, cantik  dan jujur.

Namun kejadian malam itu, Seana tidak sengaja melakukan sesuatu diluar kebiasaannya.

Seana meringis ketika sedikit cahaya matahari mengenai matanya, dengan enggan gadis itu membuka matanya, menyadari bahwa dirinya  bangun terlambat hari ini. Perlahan, Seana mengangkat selimut tebal yang menutupi tubuhnya, ia merasa ada sesuatu yang aneh, dan ternyata benar,  Seana terkejut ketika mendapati bahwa dirinya tidur dalam keadaan tel4njang, tanpa sehelai busana yang menutupi tubuhnya.

Wajahnya langsung pucat, apalagi ketika ia baru tersadar bahwa saat ini ia tidur dihotel yang telah disewa untuk urusan bisnis bosnya dengan salah satu klien pentingnya.

Samar-samar, Seana teringat kejadian semalam, ia telah menarik dasi seorang pria dengan paksa dan mengajak pria itu agar masuk ke kamar ini bersamanya. Hanya memikirkan kejadian semalam saja membuatnya bergidik. Seana dengan kaku menoleh ke samping dan melihat bahwa pria yang diajaknya masih tertidur lelap.

"Apa? Pak Zio?!." Gadis itu menarik napas tajam dan penuh ketakutan, lalu dengan cepat menarik selimut kembali untuk menutupi dirinya.

"Ternyata semalam bukan mimpi." Batin Seana.

Ternyata pria yang ditariknya adalah bosnya-- Kaivandra Sanzio Artamevia, direktur sekaligus presiden diperusahaan Kaivandra Internasional Group. Pria itu adalah atasannya!

"Celaka! Apa yang udah aku lakuin?!." Batinnya lagi.

Semalam, Seana sangat ter4s4ng9. Ia bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan kesuciannya yang hilang. Perlahan, Seana turun dari tempat tidur dan buru-buru mengenakan pakaiannya kembali.

Seana bergegas keluar ruangan dan kembali ke kamarnya yang sebenarnya, sebelum Zio terbangun. Meskipun kakinya gemetaran, Seana mencoba bersikap seolah-olah tidak ada hal yang terjadi.

Dikamarnya, Seana tidak sendirian, dia mendapatkan kamar dengan dua kasur yang terpisah. Jadi Seana mengajak sahabatnya-- Velia Griselda yang merupakan anak dari salah satu klien Zio yang di undang di hotel ini.

Saat masuk ke kamar, Velia ternyata sudah bangun, sekaligus sudah mandi, dan sedang merias wajahnya. Gadis itu terkejut ketika Seana baru saja kembali. "Darimana aja, semalemen ngga ada? Kenapa lo ngga balik lagi ke kamar setelah nganter Pak Zio yang mabuk ke kamarnya? Gue nyariin lo, tapi lo ngga ada dimana-mana." Katanya.

Jantung Seana seakan hampir berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan itu.

"Hm... Sebenarnya aku udah balik kok ke kamar. K-kamu udah tidur dan keliatannya capek banget, jadi aku pikir sebaiknya aku ngga bangunin kamu. Dan, pagi tadi aku ada urusan yang harus aku selesain buat Pak Zio. Jadi, aku barusan ketemuan sama dia." Jawab Seana dengan gugup.

Itu penjelasan yang sangat buruk, tetapi masih bisa diterima.

Sebagai asisten presiden, Seana memang dituntut harus siaga dan cekatan, bahkan ketika sedang dalam perjalanan bisnis. Dia harus selalu bersedia setiap saat.

Velia tidak terlalu memikirkannya, dia hanya mengangguk mengerti dan kembali memasang bulu mata palsunya.

Sementara, Seana menghela napas lega setelah melihat sahabatnya tidak akan menanyainya lagi. Dia kemudian bergegas ke kamar untuk membersihkan diri, sebelum akhirnya merias wajahnya.

Setelah selesai sarapan bersama, waktu sudah hampir menunjukkan pukul 8 pagi. Dan mereka yang diundang langsung bergegas ke aula hotel, dimana disana tempat acara akan diselenggarakan.

Seana mengenakan setelan berwarna hitam dan menunjukkan sikap tenangnya seperti biasanya.

Tiba-tiba ponselnya bergetar di saku jasnya. Seana mengeluarkan ponselnya untuk memeriksanya. Ketika melihat nama "Pak bos galak" tertera di layar, napas terhenti tanpa disadari.

(Pak Bos Galak; Temui saya di ruang meeting kemarin!).

Meskipun pria itu hanya mengirim pesan singkat, Seana dapat merasakan kemarahannya. Dan detak jantungnya langsung meningkat.

Namun, Seana kembali teringat bahwa bosnya sangat mabuk semalam.

"Ah, pak bos juga ngga mungkin inget apa pun tentang kejadian semalem, kan?." Monolog nya.

Seana merasa ragu dan takut. Ia tak kuasa menahan getaran ditubuhnya. Meski begitu, dia tetap melakukan apa yang diminta dan pergi untuk menemui Zio di ruangan rapat kemarin.

Sesampainya di ruangan yang dimaksud, Seana mendapati Zio yang duduk dengan penuh wibawa dengan kakinya yang disilangkan. Pria itu memasang ekspresi dingin diwajahnya. Aura mencekam yang dipancarkannya lebih kuat dari biasanya. Siapa pun yang melihatnya akan menggigil ketakutan.

Seana memberanikan diri dan mendekatinya. Sebelum itu, dia mengetuk pintu. "Selamat pagi, Pak. Bapak manggil saya?." Tanya Seana dengan hormat

Praakkk! Terdengar suara bantingan keras, dan sebuah liontin berbentuk hati dibanting keatas meja.

Begitu melihatnya, Seana langsung membeku. "Semuanya udah berakhir. Aku ngga percaya kenapa aku dengan cerobohnya ngga sadar kalo liontin itu jatuh di kamar Pak Zio?!." Batin Seana.

Dengan hati-hati, Seana mengamati ekspresi bosnya. Bibir tipis Zio terkatup rapat, dan ada kilatan tatapan dingin dimata tajamnya. Zio tampak sangat menakutkan.

Seana mengepalkan tangannya. Tepat ketika ia hendak berterus terang dan meminta maaf, Zio tiba-tiba buka suara.

"Kamu punya waktu 24 jam untuk mencari siapa pemilik liontin ini!." Perintah Zio dengan nada dingin.

Wajah pucat Seana membeku, dan tubuhnya keringat dingin. Ia mengalami berbagai macam emosi dalam waktu yang sangat singkat. Otaknya terasa berdenyut-denyut karena adrenalin yang begitu besar.

Seana menatap pria berwibawa yang duduk di kursi sofa. "Bapak mau saya cari orang yang punya liontin ini?." Tanyanya dengan canggung.

Itu berarti Zio belum tahu bahwa liontin itu milik Seana.  Dalam hatinya, Seana menghela napas lega, tetapi segera setelah itu, jantungnya kembali berdegup kencang.  Lagipula, dialah pemilik liontin itu. Bagaimana mungkin ia bisa menemukan seseorang untuk menanggung akibatnya, dalam waktu kurang dari 24 jam?

Saat menyadari keraguan asitennya, tatapan mata Zio menjadi gelap. "Kenapa? Apa kamu tidak bisa menjalankan tugas dari saya?." Nada bicaranya rendah dan terdengar seperti mengancam, membuat Seana tersadar dari lamunannya.

Gadis itu segera mengambil liontin dari atas meja. "Bukan begitu, Pak. Saya minta maaf. Saya akan segera mengurusnya."  Setelah itu, Seaana berbalik untuk pergi.

Namun, setelah pergi beberapa langkah, sesuatu terlintas di benaknya dan dia menoleh kembali dengan gugup untuk bertanya. "Pak, saya harus ngapain ya setelah yang punya liontin ini ketemu?  Apa saya harus bawa dia ke sini?."

Tatapan tajam Zio membuat debaran jantung Seana seakan bisa terdengar langsung. "Suruh Mike yang mengurusnya."

Saat melihat tatapan gelap pria itu, kaki Seana gemetaran. Ia hampir tak sanggup menopang berat tubuhnya.

Seana tahu apa artinya jika Mike yang sudah berurusan dengan seseorang. Jika itu pria, Mike pasti akan menghajarnya hingga babak belur dan membuat pria itu memimpikan neraka setiap hari. Jika itu adalah wanita, Mike akan membuat wanita itu kehilangan pekerjaannya dan tidak bisa melamar kerja dimana pun. Atau, mereka tidak akan pernah memiliki masa depan yang cerah dan dikeluarkan dari kota ini.

"Baik, Pak." Jawab Seana dengan suara bergetar. Gadis itu berbalik dan segera keluar dari ruangan, hatinya dipenuhi kecemasan.

Di luar ruangan.

Seana bersandar di dinding, mencoba menenangkan diri. "Gawat, ini gawat banget! Aku harus gimana ini?!" gumamnya.

Seana memegang liontin itu erat-erat. "Aku ngga mungkin ngaku." Katanya, menarik napasnya dalam-dalam dan mulai berpikir keras. Hari ini juga dia harus menemukan solusi dan cepat.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!