NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

"Aku tidak gila, aku tidak gila," Dhona menundukkan wajahnya sambil sesekali mencari cahaya.

Sudah satu minggu, Dhona berada di kamar khusus tanpa ada cahaya. Saat senja menjelang Dhona diserang ketakutan. Dhona takut sendiri. Dhona takut kegelapan.

Dhona selalu saja merasakan ada seseorang di sampingnya. Pada awalnya Dhona ketakutan tapi setelah beberapa malam, Dhona merasa tenang.

"Siapapun kamu, terima kasih telah bersamaku. Aku akan menceritakan kisahku. Anggaplah ini cerita terakhir dalam hidupku sebelum aku benar-benar meninggalkan dunia ini."

Dhona bersandar di dinding kamar gelap. Dhona menarik napas panjang. Dhona mulai bercerita kepada siapapun yang saat ini bisa mendengarnya.

Dhona Thafana lahir dari rahim seorang wanita yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Dhona dipisahkan dari ibu kandungnya karena Ayahnya yang bernama Ardian Bagaskara hanya menginginkan seorang anak dari ibu kandungnya.

Ardian mempunyai istri sah tapi tidak bisa memberikan keturunan. Ardian diancam keluarga besarnya jika istrinya tidak bisa memberikan keturunan, Ardian harus bercerai.

Beruntungnya, Dhona mempunyai seorang ibu tiri yang baik hati. Dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Walaupun tidak ada hubungan darah, Phia Rania sangat menyayanginya.

Waktu pun berjalan sangat cepat. Dhona tumbuh menjadi remaja. Di saat Dhona berusia 16 tahun, Ardian membawa seorang anak angkat perempuan ke rumah mereka. Phia merasa bersalah karena tidak bisa memberikan keturunan akhirnya mengizinkan Alia yang usianya lebih muda 2 tahun dari Dhona untuk tinggal di rumah mereka.

Phia menganggap Alia sama seperti Dhona. Dia tidak pilih kasih dan sangat sayang kepada kedua anaknya. Tapi, sifat Alia sungguh jauh berbeda. Alia suka mencuri uang Phia dan memfitnah Dhona.

Beberapa kali Phia melihat Alia memanfaatkan kebaikan Dhona. Alia sering menyuruh Dhona untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setiap kali Alia berbuat jahat, Dhona selalu saja memaafkannya.

Dhona selalu mengalah. Apapun keinginan Alia selalu saja dituruti. Alia ingin semuanya. Alia berhasil mencuri kasih sayang Ardian. Dhona mulai kehilangan kasih sayang Ardian. Alia juga berhasil mengambil hati keluarga besar Ardian.

Entah terbuat dari apa hati Dhona selalu saja mengalah dan sangat baik kepada Alia. Alia mengambil uang jajan Dhona. Dhona disuruh jalan kaki ke sekolah sedangkan Alia naik motor Dhona setiap hari ke sekolah. Dhona sering terlambat sekolah.

Ada suatu hari Dhona diboncengi temannya ke sekolah. Alia mengadu ke Ardian, Dhona sering bolos dengan pacarnya. Sepulangnya Dhona dari sekolah pas kebetulan Ardian melihat Dhona bersama teman cowoknya, Ardian marah dan untuk pertama kalinya Ardian memukuli Dhona.

Phia membela Dhona. Phia memberitahu Ardian selama ini Alia yang jahat. Alia sering mencuri uang. Alia seenaknya meninggalkan Dhona dijalanan sehingga Dhona jalan kaki ke sekolah.

Alia meyakinkan Ardian bahwa semua yang dituduhkan Phia tidak benar. Phia selama ini tidak menyukai Alia. Phia selalu pilih kasih. Alia sama sekali tidak dianggap anak oleh Phia. Alia minta izin kepada Ardian, Alia ingin kembali ke panti asuhan.

Ardian marah besar dan meminta Phia untuk menganggap Alia sebagai anak kandungnya. Alia anak yang baik. Dan kepada Dhona, Ardian menasihati untuk belajar dari Alia. Alia selalu juara kelas. Alia berprestasi. Gara-gara pacaran, Dhona menjadi malas. Ardian menghukum Dhona untuk tidak keluar rumah selama seminggu termasuk pergi ke sekolah.

Sejak kejadian itu, Alia semakin menjadi. Alia diam-diam menuangkan racun ke dalam minuman Phia. Racun itu tidak meninggalkan bekas, tidak mengeluarkan aroma dan tidak merubah rasa makanan. Sejak minum racun itu, Phia sering sakit-sakitan.

Dhona juga dibuat gila. Dhona selalu berhalusinasi. Dhona selalu melihat setan di dalam rumahnya. Dhona selalu jadi bahan bullyan karena sikapnya yang menjadi aneh.

Dhona mempunyai seorang kekasih. Setelah termakan cerita dan fitnahan dari Alia, Elvano mulai menjauhi Dhona. Elvano bahkan pernah melihat Dhona mengamuk di sekolah. Elvano akhirnya percaya dengan semua omongan Alia.

Kondisi Dhona semakin hari semakin menggila. Keluarga besar Ardian malu dan menyuruh Ardian memasukan Dhona ke dalam rumah sakit jiwa.

"Sungguh miris, mereka menganggap aku gila. Apa gunanya aku hidup!" Tangis Dhona pecah di dalam ruangan kedap suara.

Dan tiba-tiba saja, listrik di dalam ruangan Dhona menyala. Dhona menyipitkan matanya. Dhona menghalangi sumber cahya dengan tangannya. Dhona melihat bayangan hitam di depannya. Perlahan Dhona memejamkan mata dan sangat hati-hati membuka matanya.

"AAAAAAAAAAAAA!"

Dhona tersentak, Dhona berlari naik ke atas tempat tidur dan bersembunyi di dalam selimut. Tubuh Dhona bergetar menahan takut. Dhona terus membaca doa-doa yang dia bisa di dalam hati.

Selimut Dhona ditarik paksa. Dhona dalam posisi memeluk lututnya memaksa menyembunyikan wajahnya. Dhona takut, orang yang ada di depannya sungguh menyeramkan.

"Kamu takut?" Dia mendekati Dhona.

Dhona terus menyembunyikan wajahnya. Dhona masih belum terbiasa.

"Inilah akibatnya jika terlalu baik hati. Mudah dimanfaatkan. Merasa tidak enak hati, sehingga mudah mengiyakan permintaan orang lain."

Gadis itu mendekatkan wajahnya. Wajahnya buruk rupa, matanya merah menyala. Aura kemarahan memancar kuat. Dia terus mengingatkan kekejaman Alia kepadanya. Karena Alia, Dhona kehilangan kasih sayang, kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

"Tahu kah kamu, ibumu sekarang sakit parah. Tidak ada yang merawatnya. Alia meracuninya dan berharap dia akan berpindah ke alam baka!"

Dhona mengangkat wajahnya. Dhona menatap gadis itu yang saat ini hampir tidak ada jarak di antara mereka.

"Kamu harus membalasnya! Jangan biarkan Alia mendapatkan apa yang bukan menjadi haknya!"

"Tidak benar. Balas dendam itu dosa. Semoga saja Alia berubah," ucap Dhona.

"Ibumu dibikin lumpuh. Ginjalnya juga bermasalah. Setelah ibumu, giliran ayahmu yang akan dibunuh Alia secara perlahan. Tujuannya tentu saja mendapatkan warisan. Ayahmu dari keluarga kaya raya!"

Gadis itu menunjukkan kepada Dhona sejahat apa Alia. Dhona melihat Phia sendiri di dalam kamarnya. Terlihat kurus, tidak terurus. Phia terbaring lemah di atas tempat tidur. Setiap hari Alia selalu memberikan racun kepada Phia.

Ardian sudah beberapa hari tidak berada di rumah dengan alasan dinas ke luar kota. Tapi kenyataannya, Ardian pergi jalan-jalan ke luar negeri dengan ibu kandung Alia.

"Bagaimana caranya aku balas dendam? Aku tidak punya kekuatan."

"Caranya cukup mudah. Kamu harus menjadi pengikutku. Panggil namaku tiga kali dalam hati," gadis itu membisikkan namanya ke telinga Dhona.

Devi, Devi, Devi, panggil Dhona dalam hati.

Devi tersenyum. Dalam sekejap Devi masuk ke dalam tubuh Dhona. Devi mengendalikan tubuh Dhona. Devi harus mengeluarkan Dhona dari rumah sakit jiwa. Devi dengan kemampuannya keluar dari ruangan sempit dan gelap itu dengan cara menembus dinding.

Devi membakar ruangan tempat Dhona dikurung. Untuk menambah kesaktiannya, Devi memerlukan nyawa manusia. Devi memasukkan salah seorang perawat ke dalam ruangan Dhona. Perawat tak berdosa itu meninggal terbakar.

Kobaran api semakin tinggi. Api juga mulai menjalar ke bagian lain gedung rumah sakit. Devi memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.

Dan setelah cukup jauh meninggalkan rumah sakit jiwa. Devi keluar dari tubuh Dhona. Dhona kembali menjadi dirinya. Dhona memandangi sekitar. Dhona tidak tahu dia sekarang berada di mana.

Dan dari arah depannya. Dhona melihat cahaya yang cukup menyilaukan mata. Dhona mendengar klakson yang dibunyikan berulang-ulang. Dhona sadar bahaya sedang mengintainya. Dhona berusaha untuk lari menghindar tapi tubuhnya kaku.

"Mungkin inilah akhir dari hidupku," kata Dhona.

BRAAAAAAK!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!