jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jum'at Berkah
Gaffi Madhava Wilman, seorang pekerja paruh waktu disebuah restoran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Selain kegiatan utamanya yaitu lanjut kuliah S2 setelah lulus sarjana dan mendapatkan beasiswa. Begitu pun dengan saat ini gaffi juga mendapatkan beasiswa yang tak disia-siakan olehnya
Kemampuan akademiknya yang mendapatkan nilai tertinggi dikampus sejak semester awal.
Usianya kini dua puluh lima tahun karena lulus sekolah harus ikut orang tuanya pindah, jadi baru bisa melanjutkan kuliahnya dua tahun setelah lulus
Pulang dari sholat jum'at, gaffi membawa kotak nasi seperti biasa yang didapat dari masjid tempatnya beribadah
"assalamualaikum" gaffi masuk ke dalam kamar kosnya di dalam sudah ada naufal teman satu kamarnya untuk menghemat biaya. Jadi gaffi memutuskan untuk berbagi kamar dengan teman satu kampusnya
"walaikumsalam, masjid mana kok lama?" naufal sudah pulang lebih dulu dan sedang menyantap makanan istimewa yaitu jum'at berkah yang disediakan oleh pengurus masjid setempat
"tadi mampir dulu ke warung dulu, ini saya juga bawa kalau mau nambah" gaffi menawarkan pada naufal yang memang porsi makannya dua kali lipat darinya
"lo mau makan apa kalau gue makan" naufal memang masih belum kenyang. Sama seperti gaffi naufal juga kerja sambilan untuk menambah uang jajannya. Karena dari orang tua hanya cukup untuk biaya kuliah dan juga kebutuhan makan sehari-hari saja.
"aman, tadi sarapan udah banyak jadi masih kenyang. Kalau buat malam takut basi" gaffi memberikan jatahnya untuk naufal
"teman terbaik lo gaf" naufal tanpa basa-basi menerima pemberian gaffi dan langsung dimakan saat itu juga
Keduanya berbeda usia tapi tetap bisa akrab, gaffi kuliah s2 dan baru masuk sedangkan naufal s1 sudah semester akhir
gaffi berganti pakaian karena sudah hampir waktunya bekerja. Namun sebelum berangkat gaffi selalu minum kopi terlebih dahulu agar tak mengantuk saat bekerja nanti yang pulangnya cukup malam
"mau ngopi ngga? Ini masih ada satu sachet lagi" gaffi selalu berbagi pada temannya terutama naufal
"engga, gue mau tidur habis ini seminggu ini shift malam pulang pagi" naufal bekerja disebuah pabrik kecil dibagian gudang yang membutuhkan tenaga yang kuat
"oke"
Gaffi menikmati secangkir kopi sambil bermain ponsel, dan sesekali merokok untuk menghilangkan jenuhnya
Sudah jam dua waktunya gaffi berangkat bekerja "fal, nanti malam saya ngga pulang mau menginap di rumah teman" pamit gaffi agar tak dicari oleh naufal
"siap bos, gue bisa bawa cewek gue kalau gitu" ucap naufal penuh dengan akal bus*k
"eh! Awas aja macem-macem disini!" gaffi melarang wanita siapa pun masuk ke kamar kost nya dan sudah sepakat dengan naufal sejak awal tinggal bersama
"cemburu ya! Gue sih normal ya gaf" naufal meledek gaffi yang memang tak pernah terlihat dekat dengan wanita
"saya lebih normal dari yang kamu bayangkan, sayangnya saya ngga merusak anak orang" gaffi menceramahi naufal yang memang punya pacar
"hahaha, wanita yang suka memancing gaf, apa salahnya kan umpannya kita makan!" naufal semakin meledek gaffi
gaffi tak menggubris lagi ucapan naufal yang memang suka keluar jalur. Sedangkan gaffi pria polos yang takut dekat dengan wanita
Gaffi naik kendaraan umum menuju tempat kerjanya seperti biasanya karena memang tak begitu jauh dan tak punya kendaraan pribadi demi berhemat
Sesampainya ditempat kerja gaffi mengambil seragam dan langsung masuk ke dapur tempatnya mendapatkan uang. Gaffi bekerja sebagai cheff restoran bagian makanan penutup
Keahliannya membuat kue diturunkan oleh ibunya yang juga punya toko kue.
"apa aja yang habis di etalase?" gaffi bertanya pada pegawai lain yang menjaga ketersediaan makanan penutup
"cheese cake, red velvet sama brownis. Yang lain stok masih aman" jawab nila
"oke, saya ke dapur dulu" gaffi langsung menyiapkan bahan untuk kebutuhan kue yang akan dibuatnya