NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Puncak Ketujuh, Gunung Wuyi...

Di antara rimbunan awan yang berbaris rapi, sinar matahari yang terasa sejuk, serta pohon-pohon besar yang berdiri kokoh, terdapat sebuah kuil tua yang sangat terpencil di puncak gunung, terselimuti kabut tebal yang membentuk garis gelombang diantara awan putih.

Di dalam kuil tua tersebut, terdapat sekelompok orang yang mendiaminya dengan damai. Mereka terdiri dari seorang pria tua dan beberapa orang pemuda yang tampak terjaga dengan baik. Mereka semua merupakan bagian dari Sekte Awan Biru yang memiliki pengaturan khusus dibawah seorang Tetua misterius, Long Chen.

"Xiao Tian, sudah 10 tahun berlalu. Di dalam diriku sudah tidak ada ilmu beladiri yang tertinggal. Meski demikian kemampuanmu masih tidak bisa dibandingkan dengan kebanyakan kultivator di dunia fana ini, sekarang sudah waktunya bagiku untuk pergi dan penting bagimu untuk mengetahui sebuah rahasia besar di dalam dirimu" Ujar seorang pria paruh baya pada pemuda di dekatnya.

Meski ia sudah tua, namun pembawaan fisiknya masih tampak seperti kultivator yang berumur 40 tahunan. Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui berapa usia orang itu karena sering melakukan penyamaran pada setiap kesempatan.

Namun di dalam hatinya, Xiao Tian memiliki nilai yang berbeda diantara para murid yang sudah ia besarkan selama ini. Xiao Tian tidak hanya memiliki bakat khusus, tetapi juga memiliki kepribadian yang tulus. Sehingga tidak percuma, sejak awal ia sudah memutuskan untuk memberikan sebuah pusaka khusus yang hanya diketahui antara dirinya serta Yao Ming, Ketua Sekte Awan Biru.

"Apakah guru sudah tidak menginginkanku lagi? Jika aku memiliki salah maka aku akan berlutut dan bersujud untuk menebusnya" Ucap Xiao Tian dengan tatapan rumit.

"Tidak ada yang salah, memang sudah waktunya bagimu untuk mengetahui rahasia terbesar dalam dirimu, namun jangan pernah ceritakan hal ini kepada siapa pun. Apakah kamu tidak ingin menjadi kultivator terkuat?" Tanya pria paruh baya tersebut yang merupakan guru Xiao Tian.

"Guru, apa artinya itu? Selain guru tidak ada orang lain yang aku kenal. Bahkan jika aku memiliki keluarga, hanya guru lah yang pantas menjadi keluargaku. Adapun tentang menjadi yang terkuat, aku memang menginginkannya untuk membalas kematian orang tuaku" Jawab Xiao Tian dengan nada berat.

"Hahahaha... Kamu berasal dari kehidupan masyarakat, hubungan pertemanan dan lingkungan sosial mu harus tetap kau jaga sebelum memutuskan untuk menjadi kultivator sejati, semuanya harus seimbang agar tidak terjadi ganjalan" Ucap pria tua yang dikenal sebagai Long Chen itu.

Xiao Tian terdiam sejenak, untuk satu tarikan napas ia mulai memikirkan kalimat yang diucapkan oleh sosok pria yang bisa dikatakan sebagai ayah angkatnya juga.

"Huffhh...."

Xiao Tian kemudian menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk tidak terjebak dengan pemikiran liarnya saat ini.

"Xiao Tian, apakah kamu memiliki kepercayaan atas kemampuan yang telah guru ajarkan?" Long Chen tiba-tiba bertanya dengan serius.

"Tentu saja, jika bukan karena pertolongan serta bimbingan dari guru, maka tidak akan ada diriku yang sekarang. Bahkan jika dikatakan tempat ini bagian dari Sekte Awan Biru, aku lebih memilih guru dari kebesaran lainnya" Jawab Xiao Tian dengan jujur.

Saat ia masih kecil dan berusia 7 tahun ia memang memiliki keluarga yang damai, memperhatikan dan membesarkan dirinya dengan baik. Namun sejak keluarganya mengalami tragedi berdarah, ia diangkat menjadi murid hingga usianya 17 tahun dan berada di tempat ini, ia merasa jika di sinilah hidup sebenarnya yang jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota.

Xiao Tian sebelumnya berada pada keputusasaan antara hidup dan mati, beruntung saat itu ia bertemu dengan seorang pria tua yang sedang mencari bahan obat. Pria tua tersebut membawanya ke salah satu puncak Gunung Wuyi yang merupakan bagian dari tujuh puncak para dewa kebanggaan Sekte Awan Biru. Setelah Xiao Tian pulih, tidak hanya dirinya sendiri ternyata ia juga memiliki teman senasib yang tinggal di tempat tersebut dan menyandang gelar murid khusus.

"Lalu, apa yang kamu rasakan saat ini?" Tanya gurunya itu dengan lebih tenang.

"Sekarang sudah banyak perubahan yang terjadi, meski diriku belum cukup kuat untuk membalaskan dendam, aku hanya perlu berlatih beberapa waktu lagi. Namun selama beberapa tahun telah berlalu dengan penuh kedamaian, entah mengapa jika aku merasakan kehidupan yang sangat nyaman bersama guru" Jawab Xiao Tian dengan jujur.

"Apa yang kamu rasakan memang benar, tetapi di bawah sana sedang tidak baik-baik saja. Banyak yang kehilangan kedamaian dan kesempatan hidup hanya karena ulah orang-orang yang serakah. Setelah aku pergi, dan juga waktunya tepat bagi mu, maka melapor lah ke Puncak Ketiga" Long Chen berucap dengan tatapan dalam, lalu setelah jeda sejenak ia kembali melanjutkan perkataannya.

"Ketahuilah jika kekuatan yang kita miliki adalah sebuah harapan yang diuntai dengan darah dan airmata orang-orang lemah. Oleh karenanya kita harus menggunakan kekuatan untuk menjaga orang-orang yang butuh pertolongan. Bahkan jika harus memilih, tetap tidak bisa mengabaikan nilai kehidupan yang sudah tercipta dengan baik di dunia ini. Oleh karenanya kamu harus bisa berbakti melalui misi yang sudah diatur oleh Sekte, hanya saja beberapa hal akan terasa sulit bagimu di awalnya."

Long Chen menghela napas panjang, mengangkat kepalanya dan menatap barisan awan yang mengelilingi puncak gunung tempat dimana ia berada. Secara bersamaan, cahaya matahari sudah mulai memudar dan meninggalkan langit dalam suasana senja di sebelah barat. Cahaya berwarna jingga berpadu dalam warna putih di sekelilingnya, membentuk pantulan sinar yang melenakan mata.

Diantara beberapa orang yang dibesarkannya hanya Xiao Tian yang ia rasa berbeda, sejak awal pertemuan dengannya ia sudah merasakan ikatan batin yang sangat kuat. Itulah sebabnya ia memberikan mutiara dewa saat menyelamatkan Xiao Tian, selain dirinya tidak ada yang tahu jika anak kecil yang ia selamatkan memiliki tulang naga yang legendaris.

Memiliki tulang naga di usia 7 tahun bukanlah sesuatu yang bisa ditemukan dengan mudah, bahkan di seluruh Benua Suci Tianwu hanya Xiao Tian yang memilikinya. Satu diantara jutaan kultivator adalah nilai yang layak untuk dipertaruhkan oleh Long Chen dengan mengorbankan mutiara dewa iblis yang sejatinya adalah mutiara kehidupan yang ia sembunyikan dari dunia kultivasi, sebuah alasan kuat bagi dirinya untuk mengasingkan diri di puncak ketujuh.

"Senja ini begitu indah, mengingatkanku akan peristiwa lampau saat wajah pucatmu mewarnai kesunyian pegunungan Wuyi ini..."

Long Chen merenung sejenak, mengingat saat ia menemukan anak kecil yang hampir mati dengan kondisi tubuh penuh luka. Namun saat itu Long Chen menemukan sesuatu yang langka, anak kecil yang mampu bertahan hidup itu ternyata memiliki tubuh khusus dengan tulang naga yang menopangnya.

"Guru, sebenarnya apa yang terjadi?"

Xiao Tian menundukkan kepalanya, tampak tidak kuat menahan kesedihan yang kini mulai dialaminya. Ia berharap jika apa yang baru saja dikatakan oleh gurunya itu hanyalah sebuah candaan atau sejenisnya saja.

Long Chen tentunya merasakan kesedihan yang sama, sudah sejak lama ia terbiasa dengan keberadaan Xiao Tian yang melayaninya secara pribadi, dan ia pun tidak ingin berpisah. Hanya saja, ia memiliki tugas lain yang harus ia kerjakan. Sudah waktunya untuk dirinya meninggalkan kehidupan fana untuk memasuki dunia yang berbeda. Selain mendapatkan mutiara dewa iblis ia juga mendapatkan rahasia lainnya tentang kehidupan.

"Xiao Tian, menurutmu seperti apa dunia kultivator itu?" Tanya Long Chen dengan tatapan dalam.

"Guru, meski aku tidak pernah menjumpai kultivator lain dari sesama murid di Sekte Awan Biru, tetapi aku merasa jika semua keahlian seorang kultivator harus tetap bersumber pada hati dan tujuan hidupnya." Jawab Xiao Tian dengan bijak.

"Hakikatnya memang seperti itu, namun untuk memahami esensinya kamu harus melewati kehidupan nyata dan barulah bisa menemukan arti tujuan hidup yang sebenarnya" Ujar Long Chen menegaskan.

"Xiao Tian, aku ingin dibuatkan teh hangat...." Pinta gurunya dengan tiba-tiba, mencoba mencairkan suasana.

"Baik guru" Jawab Xiao Tian dengan segera.

Meski dalam hatinya ia bertanya-tanya, namun ia tidak ingin malam ini adalah saat terakhir bagi dirinya untuk menyuguhkan teh kesukaan gurunya yang disebut teh Oolong (sejenis teh hitam).

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!