Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1. Di Kejar
"Kejar bajingan itu, jangan biarkan dia lolos, bila perlu habisi dia, dan ambil uangku kembali!" titah seorang pemuda pada kedua temannya dan sekaligus anak buahnya.
Pemuda yang tidak lain yang memiliki nama Bobi sangat murka pada pemuda yang membuat dirinya kalah dalam balapan tadi.
Bobi memerintahkan kedua temannya sekaligus yang menjadi anak buahnya untuk mengejar pemuda yang mengalahkannya dan membawa uang hasil taruhan balapan.
Kedua anak buah Bobi yang tidak lain Doni dan Beni , keduanya langsung mengejar pemuda yang mengalahkan bosnya yang sudah sedikit jauh dari posisi mereka.
Sementara orang-orang masih riuh meneriaki nama pemuda yang mengalahkan Bobi, dan membuat Bobi tambah murka.
"Tambahkan kecepatan, jangan sampai kita kehilangannya, nanti bos lebih marah lagi!" titah Doni pada Beni yang bonceng dibelakang.
Mendengar itu Beni langsung menambah kecepatan motornya. Sedangkan Ariel pemuda yang mengalahkan Bobi juga menambah kecepatan motor gedenya itu agar kedua anak buah Bobi tidak dapat mengejarnya.
Dengan perasaan sedikit takut dan pikiran yang berkecamuk, Ariel mencoba tenang dan tetap mengendarai motor gedenya agar terbebas dari kejaran dua orang anak buah Bobi.
Ariel seorang pemuda tampan yang pintar dan cerdas, di usia yang saat ini 26 tahun dia sudah menjadi hafiz Al-Qur'an semasa dia di pondok pesantren.
Ariel bukan hanya hafiz Al-Qur'an, dia juga saat ini sedang memimpin dan meneruskan perusahaan Papanya yang sudah tiada saat dia masih di pondok.
Ariel keluar dari pondok karena harus mengganti Papanya yang sudah tiada untuk meneruskan perusahaan keluarganya.
Ariel Anak tunggal dari pasangan Tuan Anton Dan Nyonya Rita. Setelah Tuan Anton meninggal Ariel kini hanya tinggal dengan Mamanya dirumah besar dan mewah.
Ariel punya hobi dan cita-cita menjadi pembalap di waktu dia SMA, namun semua itu harus dia kuburkan karena demi berbakti kepada kedua orang tuanya yang memintanya untuk belajar di pondok pesantren.
Malam ini Ariel harus terjun kedunia balapan karena tantangan dari Bobi yang menjadi rivalnya dimasa SMA.
Bobi menantang Ariel balapan bukan hanya dengan taruhan tapi dia juga seperti punya dendam pada Ariel, Bobi juga ingin membuat Ariel celaka, namun Ariel lebih pintar dan jago darinya sehingga disaat balapan Bobi tidak sempat mencelakakan Ariel.
Jadi Ariel memenangkan balapan, dan membawa uang kemenangannya, sehingga membuat Bobi marah dan menyuruh anak buahnya untuk membunuh Ariel.
Ariel sebenarnya tidak mau uang itu, namun dia harus mengambilnya untuk membuat Bobi kapok. Ariel bermaksud uang menang dari balapan itu ingin diberikan ke panti asuhan untuk membantu Anak panti.
"Sial, mereka masih mengejar." Gumam Ariel saat melihat kedua anak buah Bobi masih mengejarnya, padahal Ariel sudah jauh mengendarai motornya sehingga sudah sampai di perkampungan.
"Kita harus membunuh bajingan itu malam ini agar bos Bobi senang." Ujar Beni diangguki oleh Doni.
Aksi kejar mengejar masih berlanjut, walaupun sudah sampai di perkampungan dan ditambah malam yang semakin larut.
***
Ditempat lain seorang pemuda yang sebaya dengan Ariel, terlihat bolak balik dengan Hp ditangan dan sesekali terlihat menempelkannya ditelinga seperti sedang mencoba menghubungi seseorang.
"Bagaimana, apa sudah bisa dihubungi?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan anggun diusianya yang hampir memasuki kepala lima.
Wanita cantik yang anggun itu tidak lain adalah Rita, Mamanya Ariel. Nyonya Rita bertanya pada Deril apa Ariel Putranya sudah bisa dihubungi, karena dia khawatir malam sudah larut Ariel belum juga pulang dan Ariel juga tidak mengirim dia satu pesan pun.
Deril menggeleng kepala. "Belum, Ma, Hpnya tidak aktif." Jawab Deril.
Deril, asisten Ariel, sekaligus sahabat yang sudah dianggap saudara oleh Ariel dan keluarganya.
Deril Anak yatim piatu yang di bawa tinggal dirumah oleh Tuan Anton dan Nyonya Rita yang mereka temukan di jalan.
Deril diasuh dan dibesarkan oleh Nyonya Rita dan Tuan Anton dengan kasih sayang yang sama seperti Ariel, Nyonya Rita tidak pilih kasih, walaupun Ariel Anak kandungnya.
Jadi tidak heran kalau Deril memanggil Nyonya Rita Mama sama seperti Ariel memanggil Nyonya Rita.
"Kemana perginya itu Anak, tidak biasanya seperti ini." Nyonya Rita terlihat khawatir.
"Mama tenang, lebih baik Mama kekamar dan istirahat, aku akan keluar mencari Ariel!"
Nyonya Rita mengangguk, dia bangkit dari duduknya, tangan kiri dan sebelah bahunya diapit oleh Deril menuju kamarnya.
"Kamu harus mencari Ariel, minta bantuan Renaldi dan Pak Reno!" titah Nyonya Rita setelah Deril mengantarnya sampai kekamar.
"Iya Ma, Mama istirahat ya, Mama jangan khawatir, aku pasti akan mencari Adikku." Jawab Deril sambil menutupi tubuh Nyonya Rita dengan selimut.
Setelah itu, Deril langsung keluar dari kamar Nyonya Rita, dia terlihat menghubungi seseorang, mungkin saja itu adalah Re, Renaldi, nama panggilannya Re.
"Re, aku butuh bantuan mu, kamu kerumah sekarang." Deril langsung mengakhiri sambungannya tanpa menunggu jawaban dari Re.
Renaldi sahabat Ariel dan Deril, ketiganya sekolah di sekolah yang sama, dari sekolah dasar hingga sampai SMA.
Sekarang Re, direktur utama disebuah hotel milik keluarga Ariel, sedangkan Pak Reno, orang kepercayaan Tuan Anton.
Pak Reno dulu asisten pribadi Tuan Anton, namun sekarang dia sudah mengelola semua restoran milik keluarga Ariel juga.
Pak Reno dipensiunkan dari perusahaan oleh Ariel karena kasihan umur Pak Reno sudah tidak muda lagi, tapi Ariel tidak memberhentikan Pak Reno permanen, dia menyuruh Pak Reno mengelola semua restoran karena direstoran Pak Reno bisa bekerja 2 hari dalam seminggu.
***
Ariel masih melajukan motornya dengan kekuatan penuh, namun kedua anak buah Bobi masih juga bisa mendeteksinya.
Hingga akhirnya didepan Ariel ada tikungan dengan pagar pembatas karena disebelah pagar itu ada sungai.
Ariel sudah tidak bisa mengerem motornya karena kecepatan motor yang tidak memungkinkan.
Ariel menabrak pagar pembatas antara jalan dengan sungai. Biarpun Ariel sudah menekan rem namun tetap saja motornya tidak akan berhenti dengan tiba-tiba sehingga motor oleng dan menabrak pagar.
Ariel jatuh bersama motornya, dengan tubuh yang sedikit lecet dan terluka, Ariel mencoba bangkit dan melepaskan helm yang dari kepalanya.
Tidak lama kemudian kedua anak buah Bobi tiba ditempat Ariel terjatuh. Sedangkan Ariel sudah berjalan tertatih tatih sembari menahan sakit pada luka akibat terjatuh tadi.
"Kamu mau kemana, sialan?" tanya Beni dengan suara kasar seakan ingin mencabik-cabik tubuh Ariel.
Langkah Ariel terhenti, dia membalikkan tubuhnya menghadap Doni dan Beni.
"Apa mau kalian?" tanya Ariel walaupun dia tau keduanya mengejarnya pasti ingin membuat dirinya celaka.
"Hahaha, kamu masih bertanya, sepertinya kamu tidak takut mati. Kembalikan uang bos kami, dan kamu harus mati malam ini." Vonis Doni seakan dia adalah malaikat pencabut nyawa.
"Heh, kamu bukan Tuhan, hidup mati seseorang bukan kamu yang menentukan, mungkin saja kalian berdua yang akan mati malam ini, rahasia Allah tidak ada satupun manusia yang tau." Jawab Ariel meringis sembari menahan sakit pada luka ditubuhnya.
"Kurang ajar, cepat bunuh dia!" titah Doni pada Beni sembari mengeluarkan pisau dan mendekat pada Ariel.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..