NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Tuan Mafia

Istri Kontrak Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: medusa

lola adalah gadis cantik lugu yang dilamar untuk menjadi istri seorang ceo mafia yang terkenal tempramental dan kejam setelah ditinggal oleh sang kekasih....

bagaimana kisah lanjutan lola,yuk mampir dan baca🙏😇.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran²

...❣️❣️❣️...

...Lola Fernandes, seorang gadis cantik dan lugu, dengan bahu ringkihnya terpaksa memikul beban berat menjadi pembantu di rumahnya sendiri. Setiap sudut rumah itu, yang seharusnya menjadi pelabuhan aman baginya, kini terasa seperti sangkar dingin yang mengurungnya. Kematian ibunya akibat depresi yang menggerogoti jiwanya masih meninggalkan luka menganga di hatinya, dan setiap napas yang ia hirup terasa dipenuhi dengan aroma kesedihan dan pengkhianatan. Depresi sang ibu, sebuah bayangan hitam yang menelan senyumnya, dipicu oleh pedihnya perselingkuhan ayahnya, Tuan Markus Fernandes, dengan mantan kekasihnya, Lena Fernandes. ...

...Dari hubungan terlarang yang berbau dusta itu, lahirlah Sonia Fernandes, seorang putri yang usianya lebih tua dari Lola, dan kehadirannya selalu menjadi duri yang menusuk hati Lola, mengingatkan akan pahitnya kenyataan....

...Suatu hari, ketenangan semu kediaman mereka terpecah oleh kedatangan Nyonya Emilia Rodrigues dan suaminya, Tuan Alberto Rodrigues. Langkah kaki mereka yang mantap seolah membawa aura keangkuhan dan kekuasaan ke dalam mansion. Mereka datang dengan maksud melamar salah satu putri Tuan Markus untuk putra tunggal mereka, Bastian Rodrigues....

"Selamat datang, Nyonya Emilia dan Tuan Alberto," sapa Nyonya Lena dengan suara yang dilumuri madu, hangat namun terasa hampa bagi Lola.

...Nyonya Emilia dan suaminya melangkah masuk, pandangan mereka menyapu seisi ruang tamu sebelum akhirnya mendudukkan diri di sofa mewah. Tak lama kemudian, Sonia muncul dari dalam kamar, wanginya parfum yang menyengat mendahuluinya. Riasan wajahnya yang berlebihan dan tebal membuat Nyonya Emilia sedikit terkejut, alisnya terangkat tipis, dan percik antusiasme di matanya seolah meredup....

"Halo, Tante, Om," sapa Sonia dengan sopan, suaranya sedikit dibuat-buat, sambil duduk di samping ibunya.

...Tuan Alberto dan Nyonya Emilia hanya mengangguk singkat, ekspresi mereka datar. Beberapa saat kemudian, Lola keluar dari dapur, langkahnya pelan dan hati-hati, membawa nampan berisi teh hangat yang uapnya mengepul lembut dan kue brownies yang aroma manis cokelatnya menguar samar. Kehadirannya dengan kecantikan alaminya yang memancar tanpa cela, tanpa riasan berlebihan, langsung memukau Nyonya Emilia. Sorot mata Nyonya Emilia berbinar, seolah menemukan permata tersembunyi....

"Selamat pagi, Om, Tante. Silakan diminum," sapa Lola sambil tersenyum ramah, senyumnya tulus dan sedikit malu-malu, lalu menyajikan teh kepada mereka semua. Sentuhan jemarinya pada cangkir teh terasa hangat dan lembut.

"Lola, usia kamu berapa?" tanya Nyonya Emilia, menatapnya dengan kekaguman yang tak disembunyikan, matanya memancarkan rasa ingin tahu yang dalam.

"U-umur saya dua puluh satu tahun, Tante," jawab Lola gugup, suaranya sedikit tercekat, sambil menundukkan kepala sedikit, merasakan pipinya memanas karena perhatian yang tak terduga.

Tuan Alberto dan Nyonya Emilia mengangguk serentak. Kemudian, Tuan Alberto yang tampak tertarik, senyum tipis terukir di bibirnya, ikut bertanya, "Kamu masih bersekolah?"

"Saya-"

"Lola sudah berhenti sekolah karena malas dan kurang pintar, tidak seperti putriku yang cantik ini. Dia selalu juara satu, lho, Jen!" potong Nyonya Lena dengan suara melengking penuh semangat yang dibuat-buat, matanya melirik Lola dengan pandangan merendahkan.

...Ketidaksukaan Nyonya Emilia terlihat jelas dari tatapan dingin yang langsung membeku dan tertuju pada Nyonya Lena. Udara di ruangan itu seolah menegang....

"Saya tidak bertanya kepada Anda, Nyonya Lena. Saya tidak suka pembicaraan dipotong," tegas Nyonya Emilia, suaranya rendah namun penuh otoritas, menatap tajam ke arah Nyonya Lena.

...Nyonya Lena terdiam seketika, raut wajahnya memucat. Sementara itu, Sonia menatap Lola dengan sinis, matanya menyiratkan kecemburuan dan kebencian. Merasakan tatapan tajam dan menusuk itu, Lola langsung menundukkan kepala, dada terasa sesak. Dengan lirih, ia berpamitan untuk pergi dari sana....

"Kalau begitu, saya permisi dulu, Tante," ucap Lola pelan, suaranya nyaris berbisik.

"Mau ke mana, Lola? Sini duduk, Tante Emilia ingin membicarakan sesuatu," cegah Nyonya Emilia sambil menepuk lembut sofa kosong di sebelahnya, sentuhannya hangat dan menenangkan.

...Dengan ragu, Lola duduk. Ia tetap menunduk, tidak berani menatap Nyonya Lena dan Sonia yang menatapnya tajam, seolah siap menerkam....

"Begini, Nyonya Lena dan Tuan Markus," Nyonya Emilia memulai dengan tenang, suaranya kini lebih lembut, namun tetap tegas.

"Kedatangan saya hari ini adalah untuk melamar salah satu putri kalian untuk putra saya, Bastian. Dan menurut saya, Lola adalah gadis yang tepat untuk putraku."

Beliau mengelus lembut kepala Lola, sentuhan tangannya terasa seperti sebuah janji akan perlindungan.

...Perkataan Nyonya Emilia sontak membuat semua orang terkejut, termasuk Lola. Jantungnya berdebar kencang, darah seolah berhenti mengalir di nadinya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa kedatangan mereka adalah untuk melamar, bukan sekadar berkunjung. Pikirannya berputar, mencoba memahami situasi yang tiba-tiba ini....

"Tapi... kenapa harus dia, Emilia? Putriku jauh lebih cocok dengan putra kalian!" protes Nyonya Lena dengan nada tidak percaya yang melengking, wajahnya memerah karena amarah.

"Karena saya yang memilih. Dan jika kalian tidak setuju, kami akan segera pergi dari sini," balas Nyonya Emilia dengan dingin, suaranya tanpa keraguan sedikit pun, memancarkan aura ketegasan yang tak terbantahkan.

Astaga, batin Tuan Markus panik. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Jika mereka benar-benar pergi, bagaimana nasib perusahaanku? Ketakutan akan kebangkrutan mencengkeramnya.

"Baiklah, Tuan dan Nyonya," putus Tuan Markus tiba-tiba, suaranya sedikit serak, membuat Sonia dan Nyonya Lena tersentak kaget, tatapan terkejut terpancar dari mata mereka.

"Tapi, Papa—"

"Ini keputusan Papa, Sonia. Jangan membantah!" tegas Tuan Markus, suaranya meninggi, penuh ancaman, membuat Sonia terdiam dengan rahang mengeras dan mata berkilat marah.

...Nyonya Emilia segera memberi isyarat kepada asistennya yang langsung masuk membawa sebuah berkas. Suara langkah kaki asisten yang gesit terasa menggema di ruangan itu. Berkas itu diserahkannya kepada Tuan Markus untuk dibaca. Mata Tuan Markus memindai setiap baris kalimat, dan semakin lama semakin melebar, nafasnya tertahan, terkejut dengan isi yang tertera di dalamnya. Angka-angka besar yang tertera seolah membius matanya....

"Ini adalah mahar untuk Lola. Setelah Tuan menandatangani berkas ini, maka Lola akan menjadi menantu kami sepenuhnya," ucap Nyonya Emilia dengan penekanan yang tak terbantahkan, suaranya memenuhi ruangan, meninggalkan kesan yang mendalam.

...Tepat saat Tuan Markus hendak membubuhkan tanda tangannya, Lola mengulurkan tangan, jemarinya dingin dan gemetar, menghentikannya....

"Papa, tunggu! Lola mohon, izinkan Lola bicara sebentar saja," pinta Lola dengan suara bergetar, hampir tak terdengar, mata berkaca-kaca menatap ayahnya, penuh permohonan.

...Dengan berat hati, Tuan Markus mengangguk. Ia tidak ingin keluarga Rodrigues mengetahui sifat aslinya. Dengan senyum kaku, ia bangkit dari sofa dan berjalan menjauh, diikuti Lola dari belakang menuju bagian belakang mansion, setiap langkah Lola terasa berat, seperti ditarik beban tak kasat mata....

"Papa, bolehkah Lola menolak lamaran ini?" tanya Lola dengan suara bergetar, menahan tangis yang mendesak.

Plak!

Suara tamparan yang keras menggema di kesunyian, memecah harapan terakhir Lola. "Dasar anak tidak tahu diuntung! Sudah kubesarkan, sekarang malah membantah. Kamu pikir semua ini gratis?" geram Tuan Markus, wajahnya memerah karena amarah, urat lehernya menonjol, sambil menampar Lola dengan keras. Rasa perih dan panas menjalar di pipi Lola, membakar kulitnya.

"Tapi, Papa... Lola tidak ingin menikah. Lola mohon..." lirih Lola dengan air mata berlinang deras, isak tangis tertahan di tenggorokannya, sambil memegangi pipinya yang terasa panas membara akibat tamparan ayahnya.

"Keputusan ada di tanganku! Pokoknya kamu harus mau. Ini demi perusahaan, demi masa depan kita!" tekan Tuan Markus, matanya berkilat marah dan penuh perhitungan, suaranya dingin dan tanpa empati.

...Setelah memarahi Lola, Tuan Markus berbalik dan melangkah masuk, meninggalkan putrinya yang terisak seorang diri. Rasa dingin dan hampa menyelimuti Lola, seolah seluruh dunianya runtuh. Tanpa sedikit pun keraguan, ia langsung menandatangani berkas itu, suara goresan pena pada kertas terdengar tajam, mengabaikan sepenuhnya perasaan Lola, seolah hatinya terbuat dari batu....

(Bersambung)

1
Inong Amsyah
wkt pengetikan salah² aku masih maklum deh tp klo alurnya udah ga ga masuk akal capek deh bacanya 😔😔😔
Inong Amsyah
aku jd bingung thor kok kamu kayaknya lupa mark kan udah dikubur nyatakan ada jasadnya tp kamu jg bilang saat itu ana sdh mengambilnya duuuuh ngelantur ni .....
Inong Amsyah
aku ga masalah gimana jln ceritanya karna itu hak penulis tp yg aku kadang gemes ketikan mu bros salah mulu hehehe ( jgn tergesa² tenang aja klo karyamu asik pasti di tunggu lo )
Inong Amsyah
putranya ana itu jangan² bkn anaknya bastian kali 😙
kalea rizuky
skip lola nya bloon
kalea rizuky
karma buat laki tolol
kalea rizuky
bastian harusnya mokas
kalea rizuky
egois amat ini Mantanertua dia aja dlu yg nyuruh lola ttd surat cerai najis amat
kalea rizuky
najis ini tk tau malu ya
kalea rizuky
laki g tau malu
kalea rizuky
kn emank bastian tolol
kalea rizuky
bner bastian goblok g cocok jd bapakmu jonas
kalea rizuky
laki najis awas aja balik q kasih rating buruk ne novel
kalea rizuky
najis amat bastian ini
Ikah Kartini
makasih thor , karya mu sll bagus 👍👍
Dede Bleher
mani sat set.
the best Story.
perempuan tangguh.
Love Thor 😍😍
Dede Bleher
lu mu lawan Mafia Mexiko?
yg ada lu mati
Dede Bleher
tak aneh dengan warisan!
bpkku jg dulu tk dpt warisan, krna abangnya yg menguasai!
ampe sawah warisan bpk yg hanya 3 petak dia jual!
ampe sekarang abangku yg hrs bayar pajaknya krna orang yg beli sawah itu beneran jatuh miskin!
Dede Bleher
jeees go to the hell!
Dede Bleher
hajar jg boleh kok tu sang mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!