Nada Aruna Lya seorang perempuan dewasa terpaksa menikah dengan Fardanu Satya Aji seorang bocah SMA hanya karena kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka perbuat, mereka terpaksa terjebak dalam suatu hubungan pernikahan yang menurut Nada sangatlah absurd karena dalam kamusnya tak ada pernikahan dengan seorang laki-laki yang umurnya berada dibawahnya.
Akankah pernikahan mereka akan terjalin selamanya? Ataukah hanya sementara waktu?
"Gue enggak nyangka gue bisa nikahin bocah ingusan kayak lo!!" sentak Nada kesal, namun Danu hanya menatap Nada tenang seakan tak terpengaruh akan perkataan Nada yang mengejeknya.
"Bocah ingusan yang kamu bilang ini bisa memberikanmu kepuasan loh, apa kamu lupa?" Danu tersenyum menatap Nada yang kini melotot.
Penasaran dengan kisah mereka? Ayo dibaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simiftahul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Seorang wanita dewasa memasuki sebuah club malam tempat biasanya ia melepas penat setelah seharian bekerja. Dengan dress merah darah diatas selutut ia menghampiri meja bar dan menyuruh seorang barista menyiapkan minuman yang biasa ia pesan yaitu segelas wine. Matanya memperhatikan sekeliling club yang dipenuhi banyak pasangan saling bercumbu tanpa memperdulikan sekitarnya, ia hanya berdecih.
Meskipun memang ia seringkali pergi ke club malam namun itu hanya sekedar merilekskan diri dengan menenggak minuman alkohol, ia tak berminat sama sekali melakukan hubungan seksual dengan para lelaki bejat yang berada disini.
"Hai Nona, sendirian saja. Boleh aku temani?" Wanita itu menoleh, melihat seorang pria tampan yang kemejanya berwarna abu-abunya terlihat berantakan. Ia memalingkan wajahnya.
"Tidak usah."
"Sombong sekali kau Nona." Wanita itu tak menanggapi hingga laki-laki itu pergi meninggalkannya.
Ia meraih segelas wine yang ia pesan dan langsung menggaknya tanpa ada rasa curiga pun, seorang pria yang sempat menyapanya menyeringai ketika perempuan itu meminum segelas wine yang ternyata sudah dicampur obat perangsang oleh pria itu.
"Lihat saja nona, permainan akan segera dimulai." Pria itu segera menghampiri perempuan yang hampir saja limbung namun langsung ditahannya.
"Malam ini kita akan bersenang-senang." Seringaian itu terlihat begitu menyeramkan.
Belum sempat ia membopong tubuh wanita ber-dress merah darah itu, tiba-tiba saja ada yang menahannya. Nampak seorang pria yang terlihat masih sangat muda, ia berdecih.
"Hei bocah, jangan ganggu kesenanganku."
"Lepaskan dia."
"Apa urusannya denganmu hah!?"
"Dia pacarku, lepaskan!!" Laki-laki itu terlihat sangat marah, tanpa aba-aba ia melayangkan tangannya meninju wajah pria itu.
"Berani-beraninya kau bocah!!" Pria itu ingin membalas namun telat ketika pria muda itu dengan mudahnya mengelak, pria muda itu memelintir tangan si pria dan dengan kekuatan penuh ia menendang perut pria itu hingga mulut dan hidungnya mengeluarkan darah.
"Cepat kau pergi!! atau mau aku tambah hah?!!" Pria itu menatap sengit bocah yang telah berani mengganggunya, dengan jalan yang terseok-seok. Sambil memegangi perutnya ia beranjak pergi meninggalkan wanita yang kini pingsan bersama si bocah itu.
"Tunggu saja pembalasanku." Gumamnya.
Pria muda itu menggendong wanita ber-dress merah darah, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejujurnya ia bingung mengapa ia bisa menolong wanita yang tak ia kenali ini, ia tadi memang melihat wanita ini sepertinya tidak mau diganggu oleh pria yang ia hajar tadi namun karena merasa tidak tega ia menolongnya.
"Duh mesti gue bawa kemana nih? mana dia masih tak sadarkan diri lagi." Gumam pria muda itu.
Akhirnya ia membawa wanita itu ke mobilnya, pria muda itu mengemudikan mobilnya menuju apartemen miliknya. Ia membopong wanita itu memasuki kamarnya dan membaringkannya dengan hati-hati. Baru saja ia ingin beranjak pergi meninggalkan wanita itu, namun langkahnya terhenti ketika sebuah tangan menahannya.
Ia terhuyung menimpa wanita itu ketika tarikan itu tiba-tiba terjadi dan tanpa aba-aba ia merasakan benda basah nan kenyal ******* bibirnya dengan kasar dan penuh nafsu.
"Aku gak tahan lagi." Wanita itu menanggalkan semua pakaiannya menyisakan bra dan celana dalam berwarna merah darah membuat pria muda itu meneguk ludahnya susah payah.
Ia menggeleng, menghapus semua pikiran kotor itu dan dengan cepat ia beranjak. namun lagi dan lagi tertahan ketika seseorang memeluknya, wanita itu berbisik tepat ditelinganya membuatnya merinding seketika antara takut dan menahan sesuatu yang terasa sesak didalam sana.
"Jangan pergi, aku membutuhkanmu." Lirih wanita itu.
Belum sempat ia menjawab namun bibirnya kembali dibungkam dengam ciuman yang sangat panas dan tergesa-gesa.
Didalam sana ia berperang batin, namun nafsu tetaplah nafsu. Pria mana yang tak akan menolak wanita yang menyerahkan dirinya meskipun dalam keadaan mabuk sekalipun.
Akhirnya semuanya terjadi, kesalahan satu malam berujung sebuah status yang menjadi penyesalan.