NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"

Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.

Namun, takdir seolah sedang bercanda.

Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.

Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Bab 19: Tembok Batas Tianguan dan Tirani Puncak Kekaisaran

Jip militer lapis baja hitam nomor satu menderu di atas aspal mulus Jalan Tol Agung Kekaisaran, meninggalkan Dataran Tinggi Tianmo yang kini telah berubah menjadi lautan kawah besi yang membara. Kendaraan lapis baja itu melaju dengan kecepatan yang sangat luar biasa, membelah angin sore yang bertiup kencang dari arah pegunungan. Di dalam kabin yang kedap suara, Sun Mo mencengkeram kemudi besi dengan sepasang tangan yang terus mengeluarkan keringat dingin. Tatapannya lurus ke depan, menembus kaca pelindung yang gelap, namun pikirannya sepenuhnya berada dalam keadaan terguncang. Setiap beberapa detik, matanya secara otomatis melirik ke arah kaca spion tengah, memandang sosok pemuda di kursi belakang yang duduk bersila dalam keheningan yang agung.

Di mata Sun Mo, Shen Long bukan lagi sekadar seorang rekan satu kamp pelatihan atau seorang kultivator jenius yang bangkit dari penindasan. Dia adalah eksistensi purba yang membawa keputusan akhir atas hidup dan mati seluruh peradaban fana ini. Hanya dalam waktu beberapa helaan napas, armada kapal perang terbang kebanggaan Ibu Kota Pusat beserta Direktur Agung Guo Hong telah disapu bersih dari langit seperti tumpukan debu kotor yang tidak berharga. Penghancuran berskala masif itu terjadi begitu cepat, meninggalkan kehancuran mutlak tanpa ada satu pun dari ribuan prajurit elit negara yang mampu memberikan perlawanan sejati. Mereka semua telah dihapus secara total dari panggung dunia fana, meninggalkan sejarah provinsi dalam keadaan kosong—sebuah penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari seluruh pasukan pengepungan kekaisaran tersebut.

"Kakak Shen, dalam waktu kurang dari satu jam, kita akan tiba di Gerbang Tianguan," Sun Mo berkata dengan nada suara yang dipenuhi oleh pemujaan mutlak, memecah kesunyian kabin yang menghimpit dada. "Tempat itu adalah gerbang benteng pertahanan terluar yang melindungi wilayah metropolitan Ibu Kota Pusat. Tembok bentengnya dibangun setinggi ratusan meter, menggabungkan teknologi paduan baja modern dengan lapisan ribuan formasi spiritual kuno yang dipasang langsung oleh para leluhur keluarga kekaisaran. Tidak ada satu pun kekuatan luar yang pernah berhasil menembus gerbang tersebut selama tiga ribu tahun terakhir."

Shen Long perlahan membuka sepasang matanya. Sebuah kilatan cahaya keemasan yang sangat murni memancar sesaat dari pupil matanya yang hitam, sedalam lautan multisemesta abadi, sebelum akhirnya kembali tenang dan acuh tak acuh. "Tiga ribu tahun pertahanan... di hadapan jalanku, selembar dinding batu bumi tidak lebih dari sekadar lapisan kertas tipis yang menunggu untuk robek ditiup angin. Teruskan mengemudi dengan kecepatan penuh, Sun Mo. Semakin banyak mereka mengumpulkan rintangan di depan gerbang itu, semakin cepat aku akan mengakhiri permainan membosankan ini."

"Siap, Kakak Shen!" Sun Mo merespons dengan ketegasan yang mutlak, menginjak pedal gas hingga menyentuh lantai kabin, membuat jip militer hitam itu melesat bagaikan sebilah bayangan gelap yang membelah jalur tol utama kekaisaran.

Sambil kendaraan melaju kencang melintasi area perbukitan beton yang mulai padat oleh jalur pipa energi spiritual kota, Shen Long kembali menutup matanya. Seluruh fokus kesadarannya menyelami wilayah dantiannya sendiri. Keberhasilannya memaksa wadah fisik tubuh barunya untuk menyerap esensi kekuatan hukum dari sisa ledakan Jiwa Baru milik Guo Hong tadi telah mengubah seluruh aliran energinya menjadi samudra cairan emas murni yang sangat pekat. Saat ini, ia telah menetap kokoh di puncak tingkat keenam ranah Fondasi Jiwa (*Foundation Establishment*). Namun, untuk melangkah masuk ke dalam pusat kekuasaan Ibu Kota Pusat yang dihuni oleh para leluhur tua di ranah Pembentukan Jiwa (*Soul Formation*) atau bahkan ranah tersembunyi lainnya, ia harus terus memperluas kapasitas tampung energinya tanpa jeda sedikit pun.

Shen Long mulai mengoperasikan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* dengan intensitas penuh. Di dalam saku jubah militernya, beberapa cincin penyimpanan spiritual rahasia milik Guo Hong dan puluhan master Inti Emas yang ia kumpulkan tadi mulai memancarkan getaran energi dimensi yang bergejolak liar. Dengan satu pikiran esensi jiwanya yang agung, seluruh segel pertahanan spiritual pada cincin-cincin tersebut hancur berkeping-keping secara bersamaan dalam waktu kurang dari satu milidetik fana.

*BUM! BUM! BUM!*

Jutaan batu spiritual kelas tertinggi (*Chaos-Grade Spiritual Stones*), ratusan botol obat pemurni esensi jiwa, dan sejumlah besar inti energi spiritual murni yang disimpan di dalam cincin-cincin tersebut langsung dilelehkan menjadi arus cairan energi berwarna ungu keemasan yang sangat tebal di dalam sakunya. Sebelum energi masif tersebut sempat meledakkan kabin jip militer, pusaran dantian emas Shen Long langsung membuka daya sedot tak kasat mata yang sangat masif, menelan seluruh pasokan energi tersebut masuk ke dalam sistem pembuluh darahnya secara mutlak.

*Wush... Wush... Wush...*

Arus cairan energi ungu keemasan yang melimpah itu mengalir deras menyusuri seluruh jaringan meridian utama Shen Long yang sewarna emas murni. Di bawah pengaruh hukum pembalikan kosmos yang mutlak, seluruh elemen kotor, residu polusi industri bumi, dan sisa emosi kesombongan dari energi fana tersebut dibakar habis tanpa sisa, menyisakan esensi cairan emas murni yang mendidih dan mengkristal di dalam pusat dantiannya. Setiap sel di dalam wadah tubuh barunya terus mengalami transformasi struktural yang ekstrem, membuat kepadatan tulang pualamnya meningkat ratusan kali lipat melampaui batas kualitas material fana bumi.

Tingkat ketujuh ranah Fondasi Jiwa...

Tingkat kedelapan ranah Fondasi Jiwa...

Puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa sejati!

Hanya dalam waktu empat puluh menit perjalanan melintasi jalur tol layang, basis kultivasi Shen Long telah resmi menembus batas tertinggi dan menetap di puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa dengan fondasi cairan emas murni yang sangat sempurna. Meskipun secara nominal ia baru berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat puncak, kualitas kemurnian dan kerapatan energinya melampaui seluruh standar para master ranah Pembentukan Jiwa tingkat tinggi di dunia fana bumi ini. Struktur fisik tubuh barunya kini telah diperkuat hingga ke tingkat di mana ia bisa menghancurkan sebuah gunung raksasa hanya dengan menggunakan kekuatan satu jentikan jari telunjuknya tanpa menderita kelelahan sedikit pun. Wadah energinya telah siap sepenuhnya untuk melepaskan kekuatan tamparan destruktif berskala kekaisaran yang sesungguhnya.

---

Satu jam kemudian, jip militer lapis baja hitam nomor satu itu akhirnya tiba di area luar Gerbang Tianguan. Tempat ini adalah sebuah lembah beton raksasa yang sangat luas, diapit oleh dua tebing gunung batu hitam buatan manusia yang dilapisi oleh lempengan baja pelindung setebal lima meter. Di ujung lembah, menjulang tinggi sebuah tembok benteng pertahanan raksasa setinggi tiga ratus meter yang membentang sepanjang beberapa kilometer, menutup seluruh akses masuk menuju wilayah metropolitan Ibu Kota Pusat secara mutlak.

Di atas permukaan tembok benteng yang hitam legam, terukir ribuan rune formasi pertahanan kuno berwarna emas murni yang terus-mencus memancarkan gelombang cahaya listrik ungu vertikal menuju ke langit, menciptakan sebuah kubah energi pelindung raksasa berskala nasional yang menutupi seluruh pandangan cakrawala depan—*Formasi Perlindungan Langit Sembilan Naga Kekaisaran*.

Namun sore ini, suasana di depan Gerbang Tianguan telah berubah menjadi sebuah medan perang fana yang sangat mengerikan dan menghalaunya seluruh aktivitas sipil. Seluruh jalur tol umum telah dikosongkan secara paksa oleh otoritas militer tertinggi kekaisaran.

Di depan gerbang besi raksasa benteng, telah berkumpul sebuah armada pertahanan berskala raksasa yang jauh lebih menakutkan daripada pasukan Lin Tian atau Guo Hong sebelumnya. Lima ribu prajurit elit dari Korps Pengawal Pengawal Kekaisaran (*Imperial Grand Guard*) telah berbaris membentuk formasi persegi panjang yang sangat rapi, kaku, dan dipenuhi oleh aura haus darah yang sangat pekat. Mereka semua mengenakan jubah perang baja berwarna merah darah dengan tameng besi raksasa dan pedang spiritual panjang di tangan mereka, memancarkan aura kombinasi ranah Pengumpulan Qi tingkat tinggi dan ranah Fondasi Jiwa tingkat awal yang menyatu menjadi satu lapisan tekanan energi berskala tentara negara sejati.

Di barisan paling depan pasukan pengawal, berdiri sebilah singgasana perang anti-gravitasi yang melayang setinggi dua meter di atas tanah aspal. Di atas singgasana mewah yang dilapisi oleh kulit binatang buas kuno tersebut, duduk sosok pemuda tampan yang mengenakan jubah sutra panjang berwarna ungu keemasan dengan mahkota perak bertahtakan tujuh mutiara naga di kepalanya—**Zhao Xi**, Pangeran Kedua dari Dinasti Kekaisaran Pusat. Wajah Zhao Xi dipenuhi oleh keangkuhan mutlak seorang keturunan darah bangsawan tertinggi, sepasang matanya memancarkan aura meremehkan yang sangat dalam, dan basis kultivasinya telah mencapai puncak tingkat ketujuh ranah Inti Emas (*Gold Core*) di usianya yang baru dua puluh lima tahun.

Di samping singgasana Pangeran Zhao Xi, berdiri seorang pria tua bertubuh raksasa, tegap bagaikan beruang perang, yang mengenakan baju zirah besi berwarna merah tua yang dipenuhi oleh bekas luka tebasan senjata—**Zheng Tianxiong**, Supreme Marshal dari Seluruh Pasukan Kultivator Kekaisaran. Pria tua ini memiliki rambut yang memutih sebagian dengan janggut tebal yang kasar, dan sepasang matanya memancarkan kilatan petir merah darah yang sangat pekat. Kehadirannya di tempat itu seperti sebuah gunung berapi yang siap meledak kapan saja, menandakan basis kultivasinya yang telah melampaui seluruh tingkatan ranah Inti Emas fana dan berada di **puncak tingkat kesembilan ranah Jiwa Baru** (*Nascent Soul Ninth Stage*), hanya selangkah kecil lagi dari menyentuh ranah Pembentukan Jiwa sejati!

Berita tentang kehancuran total seluruh armada perang terbang Direktur Agung Guo Hong di Dataran Tinggi Tianmo beberapa jam lalu telah menyebar melalui jaringan satelit rahasia kekaisaran, memicu kepanikan massal tertinggi di dalam istana utama Ibu Kota Pusat. Kaisar Kekaisaran yang murka langsung mengeluarkan dekrit tertinggi untuk memobilisasi Korps Pengawal Kekaisaran bersama Supreme Marshal Zheng Tianxiong demi memasang garis pertahanan mutlak di Gerbang Tianguan ini. Di mata mereka, tidak peduli seberapa aneh atau kuatnya teknik rahasia reinkarnasi yang digunakan oleh Shen Long, di hadapan tembok pertahanan tiga ribu tahun dan kekuatan puncak ranah Jiwa Baru militer negara, pemuda itu hanya akan berakhir menjadi tumpukan debu hancur di depan gerbang benteng mereka.

Ketika jip militer lapis baja hitam nomor satu perlahan menghentikan rodanya sekitar tiga puluh meter di depan barisan lima ribu pengawal merah darah, Pangeran Zhao Xi yang duduk di atas singgasana melayang perlahan menegakkan tubuhnya. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan keangkuhan dan kekejaman mutlak mengembang di wajah tampannya, menatap ke arah kendaraan militer tunggal itu dengan pandangan seolah-olah sedang melihat tikus tanah yang tersesat di dalam istana raja.

"Hahaha! Jadi ini tikus kecil dari provinsi selatan yang telah membuat seluruh Ibu Kota Pusat kami gempar?!" Pangeran Zhao Xi tertawa dengan nada suara yang melengking tinggi penuh dengan penghinaan, suaranya mengandung energi spiritual ranah inti emas yang membuat kaca-kaca bangunan di sekitar pos penjagaan retak halus. Ia menunjuk ke arah pintu jip militer dengan ujung kipas lipat emasnya. "Shen Long! Aku harus mengakui bahwa kau memiliki keberanian yang cukup besar untuk meluncur langsung menuju Gerbang Tianguan-ku setelah membantai para pelayan kekaisaran kami di luar sana! Namun di tempat ini, seluruh teknik reinkarnasi kunomu tidak lebih dari sekadar lelucon anak kecil yang rapuh! Keluar dari mobil sekarang juga, berlututlah di hadapan singgasanaku, dan serahkan seluruh rahasia esensi jiwamu jika kau tidak ingin aku memerintahkan marshal untuk menghapus seluruh eksistensi garis keturunanmu dari dunia fana ini!"

Para prajurit pengawal di belakang singgasana secara serentak menghentakkan tameng besi mereka ke atas aspal dengan keras. *BUM!* Sebuah gelombang suara energi gabungan meledak membelah udara lembah beton, menciptakan tekanan psikologis berskala masif yang bisa membuat seorang kultivator ranah Pengumpulan Qi biasa langsung berlutut memuntahkan darah karena hancurnya poros mental mereka.

Supreme Marshal Zheng Tianxiong juga melangkah maju satu langkah, mencengkeram sebilah kapak tombak raksasa seberat ribuan pon berwarna hitam perak di tangan kanannya—*Kapak Perang Penghancur Jiwa Naga Darah*. Aura merah darah di sekeliling tubuh tuanya meledak fully, memancarkan gelombang tekanan ranah Jiwa Baru tingkat puncak yang sangat masif hingga membuat permukaan aspal di sekitar kaki besarnya mulai amblas ke bawah sedalam beberapa puluh sentimeter. "Pangeran Kedua benar, bocah lancang! Di hadapan pertahanan Gerbang Tianguan dan pasukan pengawalku, kau tidak memiliki peluang sedikit pun bahkan untuk melarikan diri! Hari ini, aku sendiri yang akan memotong seluruh persendian kakimu untuk membalas kematian rekan seangkatanku, Guo Hong!"

Di dalam kabin jip militer, Sun Mo menatap ke arah tembok benteng raksasa setinggi tiga ratus meter dan barisan lima ribu pasukan pengawal merah darah tersebut dengan seluruh tubuh yang lemas sepenuhnya. Tekanan energi ranah Jiwa Baru tingkat kesembilan milik Zheng Tianxiong menembus lapisan baja jip militer seperti angin dingin yang melewati jaring kain tipis, meremas jantung Sun Mo hingga ia merasa ajalnya telah tiba di tempat ini. "Kakak Shen... mereka... mereka telah memasang seluruh kekuatan inti pertahanan negara di sini... apa yang harus kita lakukan?" Sun Mo berbisik dengan wajah yang sepenuhnya pucat pasi tanpa setetes darah pun tersisa.

Shen Long hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh penghinaan dan rasa bosan yang teramat sangat yang biasa ia gunakan untuk melihat sekelompok semut tanah yang mencoba menantang keagungan naga kosmis. "Lima ribu serangga berbaju merah, seekor anjing muda di ranah inti emas, dan seekor anjing tua di puncak ranah jiwa baru... Ibu Kota Pusat kalian benar-benar tidak pernah bosan memamerkan tumpukan abu kotor ini untuk menghalangi jalanku."

Tanpa ada rasa ragu, panik, atau takut sedikit pun di wajah tampannya, Shen Long mendorong pintu belakang jip militer lapis baja hitam tersebut dan melangkah keluar dengan gerakan yang sangat tenang dan anggun. Kakinya mendarat dengan stabil di atas permukaan aspal lembah beton yang dingin ditiup angin badai sore. Angin kencang yang membawa hawa listrik pekat dari formasi langit meniup jubah militer hijaunya yang sederhana, namun posisi berdirinya begitu lurus, seolah-olah ia adalah seorang penguasa mutlak yang sedang berdiri di atas singgasana kebesarannya sendiri, bukan seorang tersangka yang sedang dikepung oleh tentara kekaisaran.

Shen Long memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah militernya, menatap lurus ke arah Pangeran Zhao Xi dan Supreme Marshal Zheng Tianxiong dengan sepasang mata hitamnya yang sedalam multisemesta abadi. "Kalian berdua... cacing tanah dari keluarga kekaisaran... omong kosong kalian di depan gerbang tembok kotor ini benar-benar jauh lebih banyak daripada anjing-anjing armada yang kubakar di padang rumput tadi sore. Mengandalkan selembar dinding batu setinggi tiga ratus meter ini dan formasi naga kotor ini untuk menahan langkah kakiku? Sungguh sekelompok katak di dalam sumur yang sangat menyedihkan dan tidak tahu diri."

Penghinaan terang-terangan dan dingin dari Shen Long yang sama sekali tidak menaruh rasa hormat pada status pangeran kekaisaran atau nama besar sang supreme marshal langsung meledakkan kemarahan mutlak di dalam hati Pangeran Zhao Xi.

"Bajingan kecil bernama Shen Long! Kau benar-benar bosan hidup!!!" Pangeran Zhao Xi meraung histeris dengan wajah tampannya yang berubah menjadi sangat merah padam karena amarah yang luar biasa liar. Sebagai seorang pangeran keturunan darah murni kekaisaran yang selalu disembah oleh jutaan manusia fana, kapan ia pernah dihina sebagai "cacing tanah" oleh seorang pemuda ingusan dari wilayah provinsi terpencil?

Zhao Xi melambaikan kipas lipat emasnya ke arah depan dengan kegilaan murni. "Marshal Zheng! Perintahkan Korps Pengawal Kekaisaran untuk mengaktifkan daya hancur maksimum formasi militer! Aku ingin bajingan ini dihancurkan hingga tidak tersisa setitik pun abunya di depan gerbang bentengku!"

"Siap melaksanakan perintah, Pangeran Kedua!"

Supreme Marshal Zheng Tianxiong meraung dengan suara yang menggelegar dahsyat, mengangkat *Kapak Perang Penghancur Jiwa Naga Darah* di tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara. "Seluruh lima ribu prajurit pengawal kekaisaran! Masuk ke dalam Formasi Sembilan Naga Pembalik Langit! Satukan seluruh energi tameng kalian ke arah kapak perangku! Gunakan otoritas hukum tertinggi negara untuk menindas pemberontak ini hingga hancur!"

Mendengar perintah dari panglima tertinggi mereka, lima ribu prajurit pengawal jubah merah darah secara serentak melepaskan seluruh energi spiritual dari ranah Pengumpulan Qi dan Fondasi Jiwa mereka secara bersamaan. Lima ribu tameng besi raksasa diangkat tinggi-tinggi ke udara, memancarkan seberkas cahaya energi berwarna merah tua yang sangat tebal. Cahaya-cahaya merah tersebut meluncur ke langit, menyatu dengan kubah energi pelindung *Formasi Perlindungan Langit Sembilan Naga Kekaisaran* yang menggantung di atas tembok benteng setinggi tiga ratus meter.

Dalam hitungan helaan napas, sembilan bayangan naga darah raksasa dengan panjang masing-masing mencapai ratusan meter terbentuk di dalam pusat awan badai langit lembah, memancarkan suara raungan yang memekakkan telinga seluruh penjuru distrik kota. Seluruh sembilan naga darah tersebut mengalirkan esensi energi destruktif mereka secara langsung menuju ke arah mata kapak perang milik Supreme Marshal Zheng Tianxiong yang berdiri di barisan depan.

Zheng Tianxiong tertawa dengan mata tuanya yang memerah penuh kegilaan murni, memegang gagang kapak perang seberat ribuan pon tersebut dengan kedua tangan tuanya yang dilapisi oleh zirah besi. Seluruh energi spiritual di dalam Jiwa Baru tingkat kesembilannya meledak sepenuhnya tanpa menyisakan apa pun. Jiwa baru di dalam perutnya berputar dengan kecepatan maksimum, memancarkan gelombang cahaya merah darah yang sangat tebal ke luar tubuhnya, membentuk kapak perang energi naga darah raksasa setinggi seratus meter yang melayang di udara di atas kepalanya.

"Formasi Sembilan Naga Pembalik Langit! Hancurlah kau menjadi abu sejarah, bajingan cilik!" Zheng Tianxiong meraung dahsyat, mengayunkan kapak perang seberat ribuan pon di tangannya ke bawah dengan kekuatan penuh menggunakan seluruh berat energi Jiwa Baru tingkat puncaknya.

Seketika itu juga, sebilah kapak perang energi naga darah raksasa sepanjang seratus meter meluncur turun dari langit menembus lapisan awan hitam dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara sejati, membawa seluruh kekuatan penghancur mutlak dari formasi militer negara dan tembok benteng tiga ribu tahun langsung menuju ke arah posisi tempat Shen Long berdiri. Serangan ini memiliki daya ledak masif yang bisa meratakan seluruh kompleks provinsi menjadi kawah mati dalam hitungan detik. Tekanan udara yang dihasilkan begitu masif hingga ruang di sekeliling jalur lintasan kapak raksasa tersebut tampak bergetar hebat dan mengalami distorsi visual dalam bentuk retakan laba-laba tak kasat mata.

Menghadapi serangan kapak perang energi naga darah raksasa setinggi seratus meter yang siap merobek seluruh eksistensinya tersebut, Shen Long tetap berdiri diam di atas aspal dengan ketenangan seorang dewa tertinggi yang tidak tergerak oleh hembusan angin kecil di sore hari. Namun, indra spiritual agungnya segera merasakan bahwa kapasitas wadah fisik tubuh barunya yang berada di puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa yang baru saja disempurnakannya tadi, telah berada dalam kondisi yang sangat murni dan siap sepenuhnya untuk melepaskan kekuatan destruktif yang melampaui seluruh batas imajinasi manusia bumi sejati tanpa perlu melakukan terobosan ranah baru lagi.

Sebuah senyuman tipis penuh misteri dan keangkuhan tirani mutlak perlahan mengembang di sudut bibirnya yang seputih giok. "Mengandalkan sebilah kapak energi kasar yang dipenuhi oleh ribuan lubang cacat pada jalinan energinya untuk menindas jalanku? Zheng Tianxiong... seluruh reputasi militer negara yang kau banggakan seumur hidupmu benar-benar berakhir sebagai lelucon yang sangat membosankan di hadapan telapak tanganku."

Tepat ketika mata kapak perang energi naga darah raksasa sepanjang seratus meter milik Supreme Marshal Zheng Tianxiong berada hanya setengah meter di atas kepalanya, tangan kiri Shen Long perlahan bergerak keluar dari saku jubah militernya dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan oleh seluruh persepsi mata manusia fana sejati.

Ia tidak membentuk jaring pelindung atau menggunakan senjata apa pun; ia hanya membentuk telapak tangan terbuka lebar, dilapisi oleh seluruh gelombang cairan emas murni dari puncak tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa miliknya yang sangat murni dan padat, lalu melayangkan sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas ke arah atas, menyambut hantaman kapak perang naga darah raksasa tersebut secara langsung dengan tangan kosong.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan keras itu terdengar jauh lebih dahsyat dari seluruh ledakan bom nuklir terbesar yang pernah diciptakan oleh sejarah peradaban fana, menggema kuat membelah seluruh struktur Gerbang Tianguan secara mutlak. Sebuah gelombang kejut telapak tangan keemasan raksasa dengan diameter mencapai ratusan meter meledak keluar dari tangan left Shen Long, meluncur naik ke langit dengan kekuatan hukum pembalikan kosmos sejati.

*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*

Benturan energi berskala kosmis meledak hebat di atas langit lembah beton. Gelombang kejut tamparan emas murni milik Shen Long menghantam bilah kapak perang naga darah raksasa sepanjang seratus meter milik *Formasi Sembilan Naga Pembalik Langit* secara telak di udara.

Tanpa ada penundaan, perlawanan, atau jeda waktu pertarungan sedikit pun, seluruh bilah kapak perang energi naga darah raksasa seberat jutaan ton yang dikumpulkan dari esensi kekuatan lima ribu prajurit langsung hancur berkeping-keping menjadi jutaan serpihan bintik cahaya keemasan yang padam di udara dalam waktu kurang dari satu milidetik! Senjata pemusnahan tertinggi militer negara itu hancur seperti kaca tipis yang dihantam palu godam raksasa kosmis.

Tidak hanya itu, kekuatan tamparan emas murni Shen Long terus melaju ke depan tanpa kehilangan energinya sedikit pun, menghasilkan efek gelombang kejut transversal berskala raksasa yang menyapu ke depan, langsung menghantam lambung pertahanan tembok benteng setinggi tiga ratus meter beserta seluruh barisan lima ribu prajurit pengawal kekaisaran secara bersamaan.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya lima ribu tampen besi raksasa dan rusaknya jaringan meridian dari seluruh prajurit pengawal jubah merah darah tersebut terdengar sangat renyah dan mengerikan di sepanjang lembah beton. Seluruh lima ribu prajurit tersebut secara serentak memuntahkan seteguk darah hitam kental yang dipenuhi oleh serpihan organ dalam mereka yang hancur akibat tekanan gelombang kejut kekuatan emas Shen Long. Tubuh mereka terlempar secara horizontal ke belakang dari posisi berdiri mereka, meluncur sejauh puluhan meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur di atas aspal dalam kondisi yang lemas sepenuhnya.

Energi murni Shen Long telah meledakkan seluruh dantian di dalam perut lima ribu prajurit tersebut, menghancurkan jaringan spiritual utama mereka secara mutlak dan membuat mereka cacat permanen sebagai manusia fana biasa yang tidak akan pernah bisa menyentuh energi spiritual lagi seumur hidup mereka. Mereka semua pingsan dengan mata memutih tanpa kekuatan sedikit pun, dikeluarkan secara total dari panggung dunia kultivasi—sebuah penjelasan yang sangat detail dan pasti mengenai akhir dari seluruh generasi prajurit pengawal kekaisaran tersebut di dalam cerita ini.

Namun, nasib Supreme Marshal Zheng Tianxiong jauh lebih mengerikan karena ia berada di pusat kendali serangan. Hantaman langsung dari sisa gelombang kejut telapak tangan keemasan Shen Long meluncur maju menembus sisa pertahanannya dengan akurasi yang mutlak, menghancurkan *Kapak Perang Penghancur Jiwa Naga Darah* seberat ribuan pon di tangannya menjadi bubuk besi tua halus yang beterbangan, sebelum akhirnya telapak tangan kiri Shen Long mendarat dengan telak tepat di pipi kanan wajah tuanya.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan keras itu membelah seluruh atmosfer Gerbang Tianguan dengan gema suara yang sangat nyaring. Kekuatan destruktif dari esensi cairan emas murni tingkat kesembilan ranah Fondasi Jiwa milik Shen Long meledak sepenuhnya di dalam struktur tengkorak dan tubuh tua Zheng Tianxiong.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, pelipis, dan seluruh jaringan tulang kepala Zheng Tianxiong terdengar sangat renyah di udara yang sunyi. Kekuatan tamparan tersebut meluncur masuk ke dalam perut bagian bawahnya, menghantam langsung sebutir jiwa baru puncak tingkat kesembilan yang berputar di dalam dantiannya hingga jiwa baru tersebut meledak berkeping-keping menjadi abu energi kosong, memusnahkan seluruh jaringan meridian utama, wadah spiritual, dan jiwanya secara mutlak dari dalam tubuh fananya dalam waktu satu helaan napas.

Tubuh tua Supreme Marshal Zheng Tianxiong terlempar secara horizontal di udara seperti peluru kendali supersonik, meluncur sejauh lebih dari lima ity meter membelah ruang udara gerbang benteng, sebelum akhirnya tubuh tuanya menghantam dinding tembok benteng setinggi tiga ratus meter di bagian belakang dengan sangat keras hingga dinding baja pelindung hitam seberat puluhan ribu ton itu runtuh total, ringsek membentuk cekungan kawah raksasa sedalam tiga meter yang meruntuhkan jutaan ton batu beton ke atas aspal jalanan dan menimbun jasadnya di bawah puing-puing bangunan.

*BOOMMMMMMM!*

Jasad Zheng Tianxiong tertimbun di bawah puing-puing tembok benteng dalam kondisi yang benar-benar menghancurkan seluruh sisa kewarasan manusia fana. Seluruh wajah bagian kanannya telah rata sepenuhnya, hancur menjadi bubuk tulang halus yang bercampur dengan darah kental hitam, jaringan otak yang rusak, dan sisa-sisa pecahan jiwa barunya yang menguap menjadi asap dingin ditiup angin sore.

Zheng Tianxiong, Supreme Marshal dari Seluruh Pasukan Kultivator Kekaisaran di ranah Jiwa Baru tingkat kesembilan sejati, telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari tangan kiri Shen Long—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari eksistensi sang panglima perang tertinggi kekaisaran tersebut di dunia fana ini.

Tidak hanya itu, sisa gelombang kejut tamparan emas Shen Long terus merambat maju menembus pertahanan singgasana melayang milik Pangeran Zhao Xi yang berdiri di barisan depan panggung anti-gravitasi.

*PLAAAAAAAALAK!*

Tamparan kedua yang tidak kalah keras mendarat dengan akurasi absolut tepat di pipi kanan wajah tampan Pangeran Zhao Xi sebelum ia sempat melompat mundur untuk melarikan diri karena panik.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, pelipis, dan jaringan tulang kepala Pangeran Zhao Xi terdengar sangat renyah di udara lembah yang kini berubah menjadi keheningan mati. Kekuatan tamparan tersebut meledakkan sebutir inti emas tingkat ketujuh di dalam perutnya hingga hancur menjadi abu energi kosong, menghancurkan seluruh jaringan meridian utamanya dan memutuskan jiwanya secara mutlak dari tubuh fana dalam waktu satu helaan napas. Tubuh tampannya terlempar secara horizontal seperti layang-layang yang hancur ditiup badai topan, meluncur sejauh dua puluh meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur di atas aspal dalam kondisi yang kaku tanpa ada sisa kehidupan sedikit pun.

Pangeran Zhao Xi, Pangeran Kedua dari Dinasti Kekaisaran Pusat di ranah Inti Emas tingkat ketujuh sejati, telah tewas seketika di tempat hanya karena sisa gerakan tamparan dari tangan kiri Shen Long—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir eksistensi sang pangeran sombong di dalam alur cerita perjalanan dunia fana ini. Keberadaannya sebagai keturunan darah kekaisaran telah dihapus secara total dari sejarah peradaban kota.

Hanya dalam waktu satu gerakan tamparan tunggal berskala raksasa di sore hari ini, seluruh pertahanan tiga ribu tahun Gerbang Tianguan telah diruntuhkan total, lima ribu prajurit pengawal dicacatkan secara permanen, dan dua pemimpin tertinggi klan kekaisaran—sang supreme marshal puncak ranah jiwa baru dan sang pangeran kedua ranah inti emas—telah dibantai habis hingga tewas mengenaskan di bawah reruntuhan benteng oleh telapak tangan seorang pemuda tunggal.

Lembah beton terluar yang selama berabad-abad menjadi simbol kekuatan pertahanan mutlak yang tak tersentuh oleh kekuatan klan luar, kini telah rata dengan tanah, berubah menjadi sebuah kawah abu beton raksasa yang sedalam dua meter dengan puing-puing lempengan baja yang masih menyala membara ditiup angin sore yang perlahan mulai tenang kembali.

Shen Long berdiri tegak di tengah-tengah kehancuran berskala raksasa tersebut dengan jubah militer hijau yang bersih sempurna tanpa setitik debu atau noda darah pun menempel di kulit pualamnya. Ia menarik kembali tangan kirinya, mengeluarkan selembar saputangan putih yang baru dari saku jubah militernya untuk mengusap setitik noda abu besi dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan, lalu membuang saputangan tersebut ke atas tanah aspal yang kotor.

Otoritas pertahanan dan hukum penegak militer tertinggi dari Dinasti Kekaisaran Pusat telah dihancurkan sepenuhnya oleh telapak tangan sang Penguasa Multisemesta. Sisa-sisa energi spiritual yang bergejolak di udara perlahan-lahan luruh, menyisakan ketenangan mati yang sangat mencekam di seluruh area pintu masuk utama Ibu Kota Pusat.

Shen Long memalikkan tubuhnya dengan sangat anggun, melangkah kembali menuju pintu belakang jip militer lapis baja hitam nomor satu yang dikemudikan oleh Sun Mo dengan langkah kaki yang tenang dan stabil.

"Seluruh benteng pertahanan terluar kekaisaran telah dihapus dari jalanku. Sun Mo, jalankan kendaraan melintasi sisa runtuhan baja ini; kita masukkan jalur mobil langsung menuju ke dalam istana suci utama pusat kekaisaran sekarang juga," perintah Shen Long pendek saat ia melangkah masuk ke dalam kabin kendaraan kembali.

"Siap... Siap melaksanakan perintah, Kakak Shen!" Sun Mo merespons dengan suara yang dipenuhi oleh pemujaan mutlak yang setara dengan penyembahan kepada sesosok Dewa Pencipta sejati yang berjalan di bumi fana. Ia segera menginjak pedal gas, membawa jip militer hitam itu bergerak maju dengan mulus, melintasi reruntuhan lempengan baja gerbang benteng yang telah hancur rata, memasuki jalur jalan utama metropolitan yang menuju langsung ke arah pusat istana kekaisaran demi memulai babak pembersihan berdarah berskala raksasa berikutnya tanpa ada satu pun kekuatan fana manusia bumi yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan sang Penguasa Multisemesta.

1
Nanik S
Hadir
Kairon: Terima kasih sudah singgah kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!