NovelToon NovelToon
Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:31
Nilai: 5
Nama Author: kawaichanopi

🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa

Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.

Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Bahagia Dan Langkah Awal

Berita tentang perubahan ajaib di wilayah selatan, tentang hilangnya awan hitam, dan tentang kembali hidupnya Hutan Terlarang menyebar ke seluruh penjuru negeri secepat kilat. Tidak lewat berita atau utusan, tapi lewat angin, lewat burung, lewat para pedagang yang terheran-heran melihat tanah yang dulu gersang dan berbahaya kini berubah menjadi daerah paling subur dan indah yang pernah ada.

Ketika rombongan Shen Yue dan Xiao Chen kembali ke ibu kota, pemandangan yang menyambut mereka sungguh di luar dugaan. Ribuan penduduk kota sudah menunggu di gerbang luar, berbaris rapi dengan wajah penuh haru dan rasa hormat yang mendalam. Di barisan paling depan, berdiri Kaisar Yuan, Pangeran Hao, dan para pejabat tinggi, semuanya menundukkan kepala dalam-dalam saat melihat sosok dua pemuda itu muncul.

Kabar tentang siapa mereka sebenarnya, tentang asal-usul mereka, dan tentang apa yang telah mereka lakukan di hutan itu, entah bagaimana sudah sampai ke telinga semua orang. Kini, tidak ada lagi yang berani memandang rendah, mencurigai, atau menakuti mereka. Bagi seluruh rakyat kekaisaran, Shen Yue dan Xiao Chen bukan lagi sekadar bangsawan atau gadis petani—mereka adalah Penjaga Sejati, pelindung yang dikirimkan langit untuk menyelamatkan dunia.

"Selamat datang kembali, Penjaga Kehidupan... Selamat datang kembali, Pelindung Abadi," ucap Kaisar Yuan dengan suara lantang namun penuh hormat, kepalanya tidak terangkat sedikit pun. "Kami telah berdiri di sini berjam-jam, menunggu kedatangan kalian, memohon maaf atas segala kesalahan, ketidaktahuan, dan kejahatan yang pernah kami lakukan pada kalian dan pada alam ini. Mulai hari ini, perintah kalian adalah hukum kami. Keinginan kalian adalah kehendak kami. Kami adalah rakyat kalian, dan kalian adalah penguasa kami."

Shen Yue sedikit terkejut, ia tidak menyangka akan disambut seperti ini. Ia melangkah maju perlahan, lalu mengangkat tangan lembut memberi isyarat agar semua orang bangkit.

"Bangkitlah, Yang Mulia. Bangkitlah semuanya," suaranya terdengar lembut namun jelas, bergema sampai ke barisan paling belakang. "Kami tidak datang untuk menjadi penguasa atau raja. Kami datang untuk menjadi saudara, menjadi pelindung, dan menjadi penolong. Apa yang kami lakukan di hutan itu, kami lakukan bukan untuk dipuji atau disembah, tapi karena itu adalah tugas kami, tugas setiap makhluk hidup untuk menjaga keseimbangan dunia ini."

Ia menatap Kaisar dan semua orang di hadapannya dengan pandangan tulus dan bijaksana.

"Kekayaan, kekuasaan, dan tahta... semuanya akan berlalu dan hilang. Tapi tanah tempat kita berpijak, air yang kita minum, udara yang kita hirup... itulah yang abadi. Mulai hari ini, tidak ada lagi penebangan liar, tidak ada lagi pembakaran hutan, tidak ada lagi keserakahan yang merusak alam. Jika kalian benar-benar ingin menghormati kami... maka hormatilah bumi ini, rawatlah tanaman ini, dan cintailah kehidupan ini seperti kalian mencintai nyawa kalian sendiri."

Semua orang di sana mengangguk mantap, mata mereka berkaca-kaca karena tersentuh. Pangeran Hao melangkah maju, wajahnya penuh penyesalan dan kerendahan hati yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Nona Yue... Tuan Muda Xiao... dulu aku begitu buta dan sombong, aku menganggap kalian ancaman, aku ingin menghancurkan kalian... tapi justru kaulah yang menyelamatkan nyawaku, menyelamatkan negeriku, dan membuka mataku dari kebodohan. Aku berjanji... sisa hidupku akan kusedikasikan untuk menjaga apa yang kalian cintai. Aku akan menjadi tangan kanan kalian, menjadi pelayan setia kalian sampai napas terakhirku."

Xiao Chen tersenyum tipis, lalu menepuk bahu Pangeran itu dengan ramah.

"Masa lalu biarlah berlalu, Pangeran. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan mulai hari ini. Kesalahan bisa diperbaiki, kerusakan bisa dipulihkan... asalkan ada niat baik dan tekad yang kuat di dalam hati. Kami senang sekali kau akhirnya mengerti kebenaran itu."

Setelah pertemuan itu, nama Shen Yue dan Xiao Chen semakin dihormati dan diagungkan. Di seluruh negeri, orang-orang mulai menanam pohon, membuat taman, dan merawat ladang dengan cara-cara yang diajarkan oleh Shen Yue. Kehidupan menjadi lebih damai, lebih makmur, dan lebih bahagia dari sebelumnya.

Namun, di kediaman Xiao yang kini menjadi pusat perhatian dan tempat suci bagi banyak orang, Shen Yue dan Xiao Chen tidak merasa puas atau berhenti di sini. Malam itu, di taman belakang yang tumbuh makin indah dan ajaib, mereka duduk berdua di bawah pohon mawar raksasa itu, memandang ke langit yang kini selalu bersih dan berbinar.

"Kau ingat apa yang kita bicarakan di Hutan Terlarang?" tanya Shen Yue pelan, tangannya menyentuh kelopak bunga yang berkilauan di dekatnya. "Bahwa ini baru permulaan. Bahwa masih banyak tempat di dunia ini yang rusak, masih banyak tanah yang mati, masih banyak orang yang menderita karena bencana alam atau kekeringan."

Xiao Chen mengangguk, menatap wajah kekasihnya dengan pandangan penuh cinta dan kekaguman.

"Aku ingat. Dan aku sudah siap, Yue. Kapan pun kau mau, ke mana pun kau pergi... aku ikut. Rumah kita bukan lagi di satu tempat saja. Rumah kita adalah seluruh dunia ini."

Shen Yue menoleh, matanya berbinar penuh semangat dan tekad yang besar.

"Aku sudah membuat peta, Xiao Yi. Aku sudah merasakan aliran energi bumi, dan aku tahu persis di mana saja tempat-tempat yang paling membutuhkan kita. Ada gurun luas di sebelah barat yang makin meluas dan menelan desa-desa. Ada dataran tinggi di utara yang tanahnya keras dan dingin, tidak ada apa pun yang bisa tumbuh di sana. Ada pulau-pulau di timur yang sumber airnya sudah kering."

Ia menggenggam tangan Xiao Chen erat.

"Tugas kita masih panjang. Kita harus pergi ke sana, membawa kekuatan dari Inti Akar Dunia, membawa kehidupan, dan menyembuhkan setiap luka yang ada di tubuh bumi ini. Kita akan menjadikan seluruh dunia ini seindah dan sesubur Hutan Terlarang sekarang."

Xiao Chen tersenyum lebar, senyum yang berani dan penuh petualangan.

"Kalau begitu, besok pagi kita berangkat. Kita tidak perlu rombongan besar, tidak perlu pasukan, tidak perlu upacara perpisahan. Cukup kita berdua, dan A-Ming jika dia mau ikut. Kita akan berjalan kaki, melihat langsung setiap inci tanah yang kita rawat, berbicara langsung dengan setiap penduduk yang kita bantu. Kita akan menjadi tabib bagi dunia ini."

Keesokan harinya, berita mengejutkan kembali tersebar: Penjaga Kehidupan dan Pelindung Abadi telah meninggalkan kediaman mereka. Mereka tidak meminta harta, tidak meminta kekuasaan, tidak meminta kemewahan. Mereka hanya membawa tas sederhana berisi benih-benih ajaib dan keinginan tulus untuk berbuat baik.

Kaisar Yuan dan seluruh rakyat merasa sedih karena kepergian mereka, tapi juga merasa bangga dan penuh harapan. Mereka tahu, ke mana pun kedua orang itu pergi, kebahagiaan dan kesuburan akan mengikuti di belakangnya.

Perjalanan panjang mereka pun dimulai.

Langkah pertama mereka tuju ke arah barat, menuju gurun pasir luas yang panas dan gersang, tempat di mana angin selalu membawa debu dan tidak ada satu pun tanaman yang mau tumbuh. Perjalanan memakan waktu berminggu-minggu, melewati hutan, sungai, dan bukit-bukit, sampai akhirnya mereka tiba di perbatasan tanah yang hidup dan tanah mati.

Di depan mata mereka, terbentang hamparan pasir kuning yang tak berujung, panas yang menyengat kulit, dan angin kering yang membuat tenggorokan terasa perih. Di pinggiran gurun itu, terdapat sebuah desa kecil yang penduduknya tampak kurus, kering, dan penuh harapan yang hampir hilang. Air langka, makanan sulit didapat, dan pasir makin lama makin masuk ke pemukiman mereka, mengancam akan menelan desa itu sepenuhnya.

Shen Yue dan Xiao Chen berjalan masuk ke desa itu. Penduduk yang melihat mereka berdua—seorang gadis cantik yang memancarkan cahaya lembut dan seorang pemuda gagah yang membawa aura kekuatan—berkumpul penasaran.

Seorang tetua desa mendekat dengan langkah tertatih, wajahnya penuh kelelahan dan keputusasaan.

"Anak-anak muda... dari mana kalian datang? Dan ke mana kalian hendak pergi? Tempat ini bukan tempat untuk orang sepertimu. Di sini hanya ada panas, dahaga, dan kematian. Lebih baik kalian kembali ke tempat yang aman dan sejuk."

Shen Yue tersenyum lembut, lalu menggenggam tangan keriput tetua itu dengan hangat.

"Kami datang ke sini justru karena kami mendengar desa ini sedang kesusahan, Kakek. Kami mendengar tanah di sini sedang sakit, dan kami datang untuk mengobatinya."

Warga desa saling pandang heran dan ragu. Mengobati tanah? Bagaimana caranya? Tanah ini sudah mati selama ratusan tahun, tidak ada yang bisa mengubahnya.

"Lihatlah ke arah sana," ucap Shen Yue lantang, menunjuk ke arah hamparan pasir luas di depan sana. "Bersiaplah semuanya. Hari ini... hari di mana gurun ini akan berubah selamanya. Hari ini, kehidupan akan tumbuh di tempat yang paling mustahil sekalipun."

Shen Yue melangkah maju ke pinggiran pasir itu. Ia mengangkat tangannya ke langit, memejamkan mata, dan mulai menyalurkan energi besar dari dalam dirinya, energi yang terhubung langsung ke Inti Akar Dunia ribuan mil jauhnya.

Cahaya hijau keemasan memancar dari tubuhnya, naik ke atas, lalu menyebar luas seperti selimut raksasa menutupi seluruh gurun di depan sana. Di mana pun cahaya itu jatuh, pasir panas perlahan berubah warna, menjadi tanah yang lebih gelap, lebih padat, dan lebih sejuk.

Dari bawah pasir, muncul jutaan tunas hijau kecil yang tumbuh sangat cepat, memanjang, mekar, dan menyebar. Rumput-rumput pendek yang tahan panas tumbuh merata, mengikat pasir agar tidak berterbangan. Tanaman-tanaman air muncul, menyerap kelembapan dari udara dan tanah. Pohon-pohon besar yang batangnya tebal dan kuat tumbuh berbaris rapi, membentuk benteng alami penghalang angin panas.

Dan yang paling ajaib... di tengah hamparan gurun itu, tanah perlahan melesak ke bawah, dan dari celah itu, memancarkan air jernih yang sejuk dan manis, mengalir membentuk sungai kecil yang makin lama makin besar, membelah gurun itu menjadi wilayah yang hidup dan indah.

Penduduk desa terpaku tak bergerak, mulut mereka terbuka lebar tak percaya. Air mata bahagia mengalir deras di wajah mereka. Mereka melihat keajaiban yang terjadi tepat di depan mata mereka sendiri: tanah mati berubah menjadi padang rumput luas yang hijau, gurun berubah menjadi kebun yang subur, dan tempat yang terkutuk berubah menjadi surga kecil.

Tetua desa berlutut di depan Shen Yue, tangannya gemetar menyentuh tanah yang kini sejuk dan basah.

"Dewa... kalian adalah dewa yang dikirimkan langit untuk menyelamatkan kami... Terima kasih... terima kasih yang tak terhingga..."

Shen Yue segera membangkitkannya, tersenyum tulus.

"Kami bukan dewa, Kakek. Kami sama seperti kalian, anak-anak bumi. Ingatlah... alam ini tidak pernah jahat. Dia hanya sakit, dia hanya butuh perhatian, kasih sayang, dan sentuhan yang tepat. Rawatlah tempat ini sekarang, jaga airnya, jaga pohonnya... maka dia akan memberi kalian kehidupan yang makmur selamanya."

Xiao Chen berdiri di sampingnya, menatap hamparan hijau luas yang kini ada di depan mata mereka dengan bangga. Ini baru awal. Masih ada ribuan mil lagi perjalanan, masih ada puluhan tempat yang harus disembuhkan. Tapi melihat senyum bahagia wajah penduduk desa ini, mereka tahu... perjalanan panjang ini sangat berharga.

Matahari mulai meninggi, bersinar hangat namun tidak lagi menyengat. Di bawah langit yang cerah itu, dua sosok itu kembali berjalan, meninggalkan desa yang kini hidup dan bahagia, menuju ke arah berikutnya: dataran tinggi beku di utara, tantangan yang jauh lebih berat, dan keajaiban yang jauh lebih besar lagi yang akan mereka ciptakan.

Kisah mereka telah menjadi legenda, dan perjalanan mereka menjadi sejarah yang tak akan pernah hilang dari ingatan dunia.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!