NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Lift yang rusak

David tak suka melihat raut terkejut wajah nindi seolah ucapannya barusan adalah tidak masuk akal.

"Kenapa?"

"Kenapa saya tiba tiba ikut keluar kota pak?"

"Ini udah 5 kali loh kamu bantah saya" Jengkelnya.

"Maksudnya saya kan gak tau apa apa"

"Kamu kan anak baru, saya pengen tau kinerja kamu, kamu layak gak di sini, kamu turutin perintah saya aja kenapa sih, kebanyakan protes!" Omelnya.

Nindi kembali terdiam, ia mengangguk sopan menyetujui permintaan david.

"Kamu bawa baju kerja satu pasang, kita nginep disana sehari, ada proyek iklan yang harus saya kerjakan" Katanya.

"Baik Pak"

prak

David mendentingkan sendok pada mangkuknya, ia terlihat kesal setelah berbicara dengan nindi barusan.

"Emang bapak bisa makan soto?" Tanyanya pelan.

"Maksud kamu?"

"Ya bapak kan punya uang banyak buat beli lebih dari makanan kaya gini, lagian kata anak anak bapak gak pernah makan di kantin" Ujarnya.

"Kamu ngeremehin saya?"

"Bukan pak"

"Nih liat saya makan!"

David kembali mengambil sendoknya dan menyantap makanan tersebut dengan rakus, pandangannya pada nindi terkesan jengkel namun pria itu seakan ingin menunjukkan bahwa ia juga memakan makanan seperti ini.

"Kamu liat kan?!" Tanyanya dengan mulut yang penuh makanan.

Nindi menunduk, ia menahan tawanya melihat bagaimana wajah David tampak merah, entah karena marah atau makanannya yang kurang cocok di lidah.

"Pelan pelan aja pak kalo makan, nasinya kemana mana" Kata nindi lembut.

David memelankan kunyahannya, suara lembut nindi membuat hatinya berdesir, sialan baginya, kenapa ia masih saja menyukai setiap hal tentang gadis ini.

"Permisi pak" Nindi mengangkat tangannya dan mengambil sebiji nasi yang menempel pada sudut bibir sang direktur.

"Ada nasi" Katanya meringis pelan.

Dunia terasa berhenti berputar, David terpaku pada pandangannya, jantungnya berdegup sangat kencang, perasaan seperti ini sudah tak pernah ia rasakan lagi sejak 4 tahun terakhir.

Nindi kembali memberikan warna di hidupnya.

"Makan pak" Ucap nindi memecah lamunan.

David mengerjapkan matanya berkali kali, ia menunduk dan memakan sisa makanannya tanpa berbicara lagi.

...****************...

Sarah bersama dengan kedua temannya tengah menikmati makan siang di sebuah restoran mahal yang tak jauh dari kantornya.

"Anyway ini di kantor pada ngeributin Dave yang lagi makan di kantin sama anak baru" Celetuk Sinta teman Sarah.

"Anak baru?" Sarah bertanya tanya.

"Nih ada yang bilang sama gue, suruh ngaduin elo, katanya sih mereka deket gitu" Ucapnya.

"Siapa? kok gue gak ngeh ada anak baru, emang Dave buka lowongan ya? kok gue gak tau?" Tanya Sarah.

"Elo aja gak tau apalagi kita?"

"Ck! alah siapa sih yang bisa ngalahin posisi gue, kalian tau kan om Surya pengen banget gue jadi menantunya, mana mungkin gak jadi?"

"Bisa aja gak jadi kalo dia tau lo pernah make love sama Ivan" Sahut iren.

"Diem lo!" Kesal Sarah

"Ren ren diakan mabuk waktu itu" Sinta tertawa kecil

"Gue yakin dia gak semabuk itu sampek sampek gak bisa bedain mana Dave mana Ivan, lagian si David mana mungkin mau di ajak begitu, Ivan noh playboy!" Kata iren.

"Kalo lo berdua masih mau jadi temen gue lo berdua diem deh!" kesal Sarah.

Keduanya terkikik geli melihat Sarah yang tampak marah dan kesal.

"Minggu depan gue yakin David bakalan ngajakin gue ke luar kota buat project iklan, dan gue cuma berduaan doang, siapa tau pas kita satu hotel nanti gue bisa meluluhkan sikap dia, gimana menurut kalian?"

"Semangat deh semoga lo cepet di kawinin" Kata iren.

"So pasti lah, secara bokap gue sama bokapnya David kan udah kaya sodara, masa enggak sih?"

"Iya iya terserah lo aja"

...****************...

David terdiam di meja kerjanya, tumpukan dokumen yang belum ia kerjakan berada di atas meja dalam jumlah banyak menandakan bahwa pria itu sama sekali belum mengerjakan pekerjaannya.

Pikirannya terus terpaku pada nindi, apalagi mengingat momen makan siang tadi, perasaan hangat menyelimuti hatinya.

"Dave!" Panggil Ivan menyadarkan lamunannya.

"Hah? kenapa?"

"Ngelamun aja, lagi ngapain lo?"

"Kerja lah" Jawabnya tak santai.

Ivan mengangguk sembari menyodorkan sebuah map berwarna biru.

"Titip buat bokap lo ya" Katanya

"Iya" Jawabnya acuh.

"Omong omong liftnya lagi rusak, tapi gue udah panggil teknisi sih, anak anak pada ngeluh naik turun tangga, ya tapi mau gimana lagi" kata Ivan

Litf sedang rusak?

Entah mengapa pikirannya langsung tertuju pada nindi, David menyungging senyum liciknya.

"Yaudah gue pergi dulu" pamit Ivan tanpa di jawab oleh David.

David meraih telepon kantor dan menelpon seseorang.

"Panggil nindi keruangan saya!" Perintahnya.

Beberapa saat kemudian...

Nindi mengatur napasnya yang terengah engah saat menaiki lantai 3 sampai ke lantai 10, tangga elektronik sedang mengalami kerusakan dan ia terpaksa menaiki tangga manual untuk memenuhi panggilan David.

Tok tok...

"Masuk!"

"Selamat sore Pak? ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya sopan.

"Tolong ambilin berkas ke bu marwa ya? ada di lantai 5 orangnya, kamu tau kan hrd saya?" Tanyanya.

"Berkas apa pak?"

"Udah kamu kesana aja nanti orangnya juga tau" Balas david.

"Baik Pak"

Nindi kembali menutup pintu ruangan David, "Issh kenapa gak dari tadi aja sih sekalian! udah tau liftnya rusak!"

...****************...

"Berkas apa ya?" Tanya wanita berusia 40 tahun tersebut.

"Katanya pak David ibu pasti udah tau berkas apa, saya juga gak di kasih tau berkas apa bu" Ungkap nindi.

Wanita itu tampak mendengus kesal, "Ini kali, dia pengen liat laporan bulan ini, kamu kasih aja" ucapnya sembari menyerahkan berkas tersebut.

"Terimakasih ibu" Nindi bergegas pergi setelah berpamitan, ia kembali menaiki tangga menuju lantai 10 menemui bos gilanya itu.

"Permisi pak, ini berkasnya" Ucapnya sembari menyerahkan sebuah map.

"Yang minta laporan bulanan siapa, bukan ini kamu minta lagi yang lain" Katanya menolak map yang di berikan nindi.

"Tapi bu marwa Tanya berkas apa yang bapak maksud, beliau juga kurang tau pak"

"Masa gak tau sih! kamu balik lagi ke dia minta lagi berkas yang lain!" Perintahnya mutlak.

"Iissh gue tonjok baru tau rasa!" ucap nindi dalam hati.

"Buruan saya nungguin kamu loh!"

"Permisi pak"

...****************...

"Kalo minta tuh yang jelas dong! gimana sih ni anak baru!" Omel marwa.

"Ibu bisa telpon pak David sebentar? tolong tanyain berkas apa yang di maksud" Pinta nindi pelan.

"Kamu yang di suruh malah nyuruh nyuruh saya, dasar gak sopan!" Marahnya

"Maaf ibu"

"Udah deh saya gak mau ambil pusing! nih kamu bawa semua!" Ucapnya sembari menyerahkan tumpukan berkas pada nindi.

"Terimakasih ibu nanti saya cari sendiri" Nindi membungkuk sopan dan pergi.

...****************...

Nindi menarik napas panjangnya dan membuka ruangan David tanpa mengetuk pintu.

"Permisi pak saya bawakan semua berkas nya, saya bantu cari buat bapak" Katanya pelan.

"Udah ketemu, ternyata di laci saya, itu kamu balikin aja ke bu marwa" Ucap David enteng.

"Bajingan keparaaaatt!"

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!