Memanggil Rasa
Kala itu malam tak berawan di pelabuhan. Langit musim kemarau nampak cerah berhias ribuan bintang gemintang. Udara dingin terasa membekukan. Jauh dari tempat ini, sekitar tiga kilometer dari pelabuhan
0
0
Jangan Ada Lagi
Pada awal 2016, saat aku menginjak bangku kelas 2 SMA, untuk pertamakalinya aku memotong rambutku seperti laki-laki. Bukannya berniat menjadi cewek tomboy, hanya, aku ingin rehat sebentar menjadi pere
0
0
Neraka di Gang Sempit
“Lasmi.. Lasmi!”, teriakan Mak Ijom seraya mengetuk pintu rumah Lasmi. Suaranya ini terdengar hingga dua rumah di sampingnya. Pemilik rumah depan rumah Lasmi pun keluar, pasti dia mengira ada kejadian
0
0
Sang Kapten
Senja itu langit begitu kelam. Mendung bergelayut diterpa angin. Gumpalan mendung seperti bebatuan yang menggelinding dari letusan gunung berapi. Angin terasa semakin dingin. Tak berselang lama, lembu
0
0
Inner Contention
Segelas kopi hitam tersaji di atas meja Makan. Rasanya pahit, toples gulanya malam ini sudah terkikis sampai ke dasarnya. Sebenarnya aku ini siapa? Tamu atau bagian darimu? Aku menghela napas. Rasanya
0
0
Penghargaan Yang Terlambat
Namanya kintan berlian. Dia anak semata wayang dari ayah dan ibunya. Pagi itu ibu membangunkan kintan untuk sholat kemudian beranjak ke sekolah, setelah selesai berpakaian rapi, bersandang tas dan ter
0
0
Sendiri
Aku hanya ingin tertidur tanpa memiliki beban Aku hanya ingin tertidur dengan ketenangan Aku hanya ingin tertidur dengan mimpi yang indah Itu saja hanya itu Kumohon pahamilah “BYURR” Lagi lagi air din
0
0
Andai Aku Bisa Berbicara
Sekolah adalah mimpi dari setiap manusia untuk mendapatkan ilmu melalui pendidikan untuk massa depan yang lebih baik, aku pun terkadang menjadi impian bagi setiap manusia untuk dikenakan, mulai dari p
0
0
Elegi Marwah
Sudah dua tahun lalu sejak kematian perempuan suci yang menempati rumah di ujung gang buntu itu. Itu bukan rumah mewah dengan fasilitas lengkap, hanya sepetak tanah yang di atasnya berdiri bilik kecil
0
0
Puing Reruntuhan Kramat Tunggak
Sejak kawasan pel*curan Kramat Tungak ditutup pada tahun 1999, bertebaran cafe-cafe baru disekitar wilayah Jakarta Islamic Center. Di situ dapat dijumpai wanita-wanita berdandan menor bercengkrama men
0
0
Kisah Dua Bocah Yatim Piatu
Gelapnya kota ketika fajar belum menyapa, tengah malam bukan juga. Jalanan tidak seberisik waktu siang yang terik membabi buta, panasnya sungguh tiada tara. Dengan kabut yang panas dari sisa-sisa polu
0
0
Icong dan Tombak Ikan
Libur akhir semester Icong Pulang ke kampung, membantu Ayah dan Ibunya. Banyak tetangga-tetangganya yang tidak suka dengan kepulangan Icong. Ia orang yang cukup peka dengan keadaan. Namun, ia mengabai
0
0
Berita Palsu
Siang itu, cuaca sangat cerah. Waktu sudah menunjukan pukul 13:00, itu menandakan bahwa Andaka harus pergi ke kampus untuk kuliah siang. Andaka segera bergegas untuk berkemas sebelum pergi ke kampus.
0
0
Hanya Ingin Bahagia
Pagi ini begitu gemuruh terdengar, awan menghitam seakan ingin menangis sederas derasnya, terbangunku dari setiap mimpi indah, kapan aku sadar, haha ini mimpi bukan nyata gumamku, sembari beranjak dar
0
0
Selamat Jalan, Ra
Alkisah. Ketika seorang gadis duduk sendirian di kursi panjang berwarna putih, tepat dibawah pohon beringin. Diterangi dengan lampu jalanan yang remang-remang, angin malam yang berhembus pelan membuat
0
0
Sendiri
Ini, bukan pertama kalinya ia begini. Terpaku, diam, di ujung tebing gedung, sendirian. Ia merentangkan tangannya dan dengan senyum tipis ia membuat badannya melayang di udara. Alarm berbunyi. Untuk y
0
0
Warna Matamu Cokelat Muda
Langkah demi langkah dilaluinya, setapak demi setapak. Dengan gadis manis yang di sisinya, Ratna. Entah sejak kapan mereka menjalin tali kasih, tapi rasanya dia sudah seperti lama sekali mengenal gadi
0
0
Adira
“Untuk apa kamu masih berteman dengan orang gila seperti dia? Apa harus aku berkata padanya agar dia menjauhimu?” Plakk!!! Spontan saja tanganku mendarat di pipinya. Seperti tersambar, terguncang heba
0
0
Jiwa Sendu Marisa
Tatapan sendu terpancar dari bola matanya. Tidak ada rona kebahagiaan yang berpendar dari dalam sana. Ada kesedihan yang begitu mendalam. Menggerogoti setiap sendi dalam jiwanya, mengusik ketenangan h
0
0
Paris
Kelopak-kelopak tangis masih erat memeluk bersama mimpi buruk yang sama sekali tak diharapkan. Sosok hitam samar-samar dibalut kabut, tinggi perkasa menjulang langit. Menara Eifell laksana nyonya besa
0
0