Kisah 6 Sahabat Sejati
Hai, namaku Zika. aku bersekolah di SMP Nusa Bangsa. Aku mempunyai 5 sahabat sejati, yaitu: Syifa, Anisa, Zahra, Zizah, dan Qholwah. Kami berenam sering membuat ide ide di luar kemampuan atau pikiran
0
0
Harapan
Ribuan titik hujan jatuh dari langit dengan begitu derasnya. Aku berteduh tepat di bawah pohon yang memiliki banyak kenangan di dalamnya. Mataku yang berair memandang jalanan yang terdapat darah yang
0
0
Cinta Putih Abu-Abu (Part 1)
Adeline adalah seorang gadis remaja yang dikenal sebagai anak periang, namun agak sedikit garang. Adeline bukanlah gadis yang memiliki paras cantik seperti gadis-gadis lain. Tapi setidaknya, Adeline m
0
0
Sahabat dan Benalu (Part 1)
Sudut lorong ini begitu sepi, kursi yang berjejer di setiap sudutnya juga tak berpenghuni, sepanjang ruangan kelas yang dilewati belum ada manusia yang kutemui, hanya ada beberapa petugas kebersihan y
0
0
Sahabat dan Benalu (Part 2)
Rima mengumpulkan nama-nama kelompoknya kepada Ira yang masih duduk bersama dengan kelompok campingnya. “Ni Ra” Rima meletakkan selembar kertas di meja Ira. “Dasar, benalu” ucap Dina saat Rima berlalu
0
0
Pesan Terakhir
“Teman-teman! Sini deh!” seru Fajrin melambaikan tangan padaku, Rudi, dan Tia. Kami pun menghampiri Fajrin yang duduk di pojok kelas sambil memegang gitar kesayangannya. Aku merasa heran dengan sikap
0
0
Semoga Kita Bisa Reuni di Syurga
Namaku Fauziah Ashari, umurku 17 tahun tepat saat sahabat karibku menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, akibat penyakit kanker yang dideritanya sejak kecil. Dialah Maharani Saputri, sosok sa
0
0
Kutunggu Kabar Suksesmu, Sahabat!
Pagi itu hujan turun tidak seperti biasanya, hanya gerimis yang membawa sejuknya embun dikala itu. Aku seorang yang sangat cinta pada hujan, aku terbangun dari tidurku dan menghancurkan mimpi indah se
0
0
Indahnya Kebersamaan
Suasana pagi hari yang ceria ditambah kicauan merdu suara burung bernyanyi dan berlari kesana kemari, pohon pohon yang berdiri rapi yang membuat sudut kampung terlihat riang. Mentari mulai memancarkan
0
0
Persahabatan Yang Hancur
Sekuat apa pun hati akan pada akhirnya dilakahkan oleh kebencian, sedalamnya kesabaran akan pada akhirnya munculnya pelepasan. Entahlah mulai darimana yang harus kutulis. Mungkin kalian berfikir cerit
0
0
Aku Pelangimu
Kring… Kring… Kring… “Yeee…” Bel pulang disambut girang anak anak. Heran, sudah kelas 11 masih suka bel pulang. Seperti anak SD saja. “Risa, yuk pulang.” Ajakku sambil beranjak dari kursiku. “Ayo. Tap
0
0
Kurang Waspada
Pukul 14.36 Sore gue baru keluar dari sekolah. Gue lagi cari temen sekaligus tetangga gue, gue rencananya mau nebeng (wkwk) soalnya gue lagi kagak bawa motor. bukannya gue males cuman kemarin gue jatu
0
0
Nyata yang Sirna
Cuaca pagi ini tertutup mendung, sepertinya akan turun hujan. Hari ini bukanlah hari keberuntungan bagiku, hari yang begitu menyakitkan dan membuatku harus tinggal beberapa hari di rumah sakit. Karena
0
0
Fitnah
“Kamu itu jahat ya Nara, masa kamu mukul aku cuma gara-gara aku ngatain Erisa jelek. Kan emang bener Erisa itu jelek dan bodoh.” ucap Dita. “Mendingan mulai sekarang kamu diam aja deh, daripada setiap
0
0
Little Sunflower
Tampaknya pagi telah datang lagi, udara hangat menyelip jendela kamarku. Aku memandang foto 3 anak kecil, yang berada disamping lampu tidurku. Mereka itu adalah Gee(aku), Thara, dan Adsen, saat itu ka
0
0
Dia
“Aku mau curhat sesuatu nih.” kata Vinka. “Curhat apa? ayo dong cepet aku kepo nih” ucap Luna. “Aku lagi suka sama cowok bahkan sepertinya lama-lama aku bisa cinta sama dia.” Vinka begitu semangat unt
0
0
Ternyata Dia Baik
“Maaf bu saya salah” ucap Tania ke Bu Tari. Bu Tari sangat marah kepada Tania, karena dia tidak pernah mengerjakan tugas geografi. Teman-teman sekelasnya menatap tajam ke arah Tania, dan ada juga yang
0
0
365 Hari Bersama Hujan
“Kamu yakin dengan keputusanmu?” “Hm” Dia hanya bergeming tak melanjutkan pertanyaannya. Aku tahu, dia pasti ingin tahu apa alasan yang membuatku memilih berhenti menjadi atlet karate. Hai, namaku Ris
0
0
Sahabatku Berbeda
Pagi itu suasana kelas terdengar sangat riuh. Beberapa siswa perempuan sibuk menggosip. Aku meletakkan tas kemudian menuju kerumunan anak perempuan. “Hai! Ada gosip baru ya?” tanyaku tiba-tiba. “Iya n
0
0
8 Sahabat Sejati
Siang itu hari minggu yang terik 4 sahabat sejati sedang bermain bersama, mereka sedang bermain lompat tali. Mereka adalah Askiya, Zahra, Aliya dan Devi, waktu sedang asik asiknya bermain tiba tiba da
0
0