NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab X

Aku tahu rasaku masih ada

Aku tahu waktu juga sudah berbeda

Aku pun tahu jika semua sudah tak sama

Antara kita hanya fatamorgana

Aku pengagum senja

Batas waktu untuk mengembara

Aku pengagum senja

Waktu untuk menutup cerita

*****

Suasana rumah panti menjelang magrip tampak sepi. Ditambah lagi dengan suasana hujan membuat anak-anak tidak ada yang bermain atau sekedar menghabiskan waktu di teras ataupun halaman samping.

Mobil yang di kemudikan oleh om Tio tampak memasuki halaman depan. Setelahnya berhenti tepat agak lebih dekat dengan teras agar tidak terkena air hujan yang masih turun dan belum juga berhenti.

Larry turun terlebih dahulu, kemudian membantu membuka pintu mobil penumpang untuk Anne dan juga Anna.

Setelah keduanya turun Larry mengambil dua bungkus kresek getuk lindri yang dia beli tadi. Masing-masing kresek berisi lima kotak getuk, kemudian diberikan kepada Anne dan juga anna.

"Ini tolong di terima ya. Buat yang lain juga!" kata Larry dengan menyerahkan bungkusan tersebut pada keduanya.

"Ini banyak sekali Larry! kamu?" tanya Anne tidak percaya jika maksud Larry membeli getuk tadi untuk diberikan padanya.

"Gak papa. Kan saudara kamu juga banyak di sini. Aku bisa beli lagi nanti." Larry berkata dengan tersenyum tipis.

Anna terlihat mengangguk sebagai ucapan terima kasih. Anne pun akhirnya menerima dengan wajah yang masih setengah tidak percaya.

"Ok deh kalau begitu. Aku terima ya. Terima kasih banyak atas tumpangan dan juga getuknya!" kata Anne dengan perasaan senang. Dia berpikir ternyata Larry tidak seburuk apa yang dia lihat selam ini.

"Ya sudah kami langsung pamit kalau begitu!" Larry berkata pada Anne dan juga Anna.

"Terima kasih untuk semuanya Larry!" kata Anne, kemudian berlaih menatap om Tio yang masih duduk di belakang kemudi dengan wajah yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Terima kasih om atas tumpangannya. Hati-hati di jalan!" kata Anne mengagetkan om Tio yang ternyata sedang melamun.

"Eh ya, sama-sama!" jawab om Tio setengah berteriak agar suaranya sampai terdengar di tempat Anne berdiri.

Larry masuk kembali ke dalam mobil. Kemudian mobil pun berjalan memutar untuk keluar dari halaman rumah panti asuhan Ayu Kumala tersebut.

"Om kenapa?" tanya Larry tiba-tiba saat di tengah perjalanan. Dia melihat dan memperhatikan semua gerak-gerik om Tio sedari tadi, meskipun om Tio sendiri tidak menyadarinya.

"Om tidak kenapa-kenapa boy! memang apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya om Tio menjawab pertanyaan Larry dengan sebuah pertanyaan juga. Dia tahu jika Larry lebih teliti dengan perubahan wajah seseorang jika sedang memikirkan sesuatu.

"Tidak ada. Apa om memberi tahu Larry, jika saat ini om sedang memikirkan sesuatu?" Larry menjebak om Tio dengan pertanyaan yang di ajukan oleh om Tio sendiri.

"Ah, dasar kamu boy!" Om Tio merasa terjebak diantara pertanyaan-pertanyaan Larry yang mirip dengan sebuah interogasi penyelidikan.

Larry tersenyum mendengar jawaban om Tio yang sedang menyerah dengan jawaban yang ingin mengelak tadi.

"Om memang tidak bisa berbohong jika kamu yang bertanya" kata om Tio menyerah.

"Lalu?" tanya Larry saat om Tio lama terdiam dan tidak segera melanjutkan kata-katanya lagi.

"Om merasa tidak asing dengan nama panti asuhan tempat Anne dan temannya tinggal. Dan rumah bermodel joglo Jawa asli itu om juga pernah melihatnya meskipun hanya lewat foto saja." Om Tio akhirnya membuka suaranya lagi setelah terdiam beberapa saat lamanya.

Dia seakan terlempar pada masa lalu. Sudah puluhan tahun yang silam dan merasakan sesak yang tiba-tiba datang kembali memenuhi dadanya saat ini.

Larry hanya diam, memberikan waktu pada om Tio agar bisa menenangkan diri dan pikirannya sendiri. Om Tio meminggirkan mobilnya kemudian berhenti. Dia terlihat sedikit kacau dan beberapa kali terdengar menarik nafas panjang untuk mengurangi sesak di dada yang datang secara tiba-tiba.

Larry mengambil botol minum yang selalu tersedia di kulkas mini yang ada di dalam mobil. Membuka tutupnya kemudian menyodorkannya pada om Tio.

Om Tio menerima botol yang disodorkan oleh Larry. Meminumnya beberapa kali hingga air di dalam botol tersebut habis.

"Thanks boy!" kata om Tio mengembalikan botol tersebut pada Larry.

"Om tidak tahu harus memulai cerita dari mana dengan kejadian yang om alami dulu." Om Tio berkata kemudian terdengar membuang nafas dengan kasar.

"Intinya nama Ayu Kumala adalah nama calon istri om yang kabur saat mendekati hari pernikahan waktu itu. Dan rumah panti tadi pernah om lihat dari foto yang dikirim oleh adiknya Mala beberapa tahun kemudian lewat akun sosial om. Tapi om tidak pernah menangapi dan berusaha bertanya. Karena saat itu om sedang fokus mengejar cinta Tante kamu."

Akhirnya om Tio selesai juga bercerita tentang siapa Ayu Kumala dan rumah panti asuhan tersebut.

Larry terdiam mendengar cerita tentang kisah cinta lama om Tio dan kekasihnya sebelum bersama dengan tantenya Lina.

"Kenapa om tidak mau tahu dan mencoba bertanya tentang alasannya pergi dari pernikahannya sendiri? Bukankah pernikahan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua orang dari sebuah hubungan?" tanya Larry seperti orang yang sudah dewasa saja.

Om Tio tersenyum kecut mendengar perkataan Larry yang seperti menyindir dirinya. Tapi dia tidak mau terpengaruh oleh perkataan Larry yang baru saja didengarnya itu.

"Kamu sok tua boy!" kata om Tio kemudian tertawa. Mentertawakan dirinya sendiri dan sikapnya yang dulu.

"Kata orang-orang, tua itu pasti. Sedangkan dewasa itu sebuah pilihan. Yang tua belum tentu dewasa dengan cara berpikirnya om!" Larry memberikan perumpamaan yang sering di pakai oleh orang-orang jika sedang menasehati seseorang yang dalam keadaan bermasalah.

"Kalau dia sudah membuat keputusan untuk pergi dari dunia om, kenapa om harus peduli sedangkan dia tidak peduli dengan kekacauan yang dia berikan. Bahkan itu tidak hanya pada kehidupan om sendiri tapi juga keluarga om." Om Tio menarik nafas panjang setelah selesai menjawab pertanyaan dari Larry tadi.

"Dia harus berani menerima kehidupan yang dia sendiri pilih. Dan saat adiknya mengirim sebuah foto rumah itu, om juga tidak bertanya apa maksud dari semua itu." Om Tio mengakhiri ceritanya.

Larry hanya mengangguk menanggapi perkataan om Tio. Dia mau mendebat lagi. Tapi dia yakin jika ada alasan untuk semua yang terjadi pada waktu yang dulu.

Kini mobil kembali melaju di antara hujan yang sudah sedikit mereda. Larry dan om Tio juga terdiam di dalam mobil. Mereka seakan-akan larut dengan pikiran masing-masing.

Larry dengan rencananya untuk mencari informasi tentang Anne. Sedangkan om berpikir jika ini bukan awal yang bagus karena cerita masa lalu yang sudah terkubur seakan muncul tanpa di inginkan oleh siapa pun.

Om Tio sadar jika ada secuil pertanyaan yang masih mengganjal di hati dengan kisah cintanya yang lalu. Kisah dimana sang calon mempelainya pergi dari acara yang sudah mendekati waktunya.

Pertanyaan yang tidak pernah terjawab dan dia sendiri sudah tidak ingin mendapatkannya. Tapi entah kenapa waktu seperti mempermainkan dirinya yang kembali membawa kisah ini untuk di mulai lagi. Kisah yang tidak seorangpun ingin mengalaminya, di mana duka datang di hari bahagia yang diimpikan oleh setiap pasangan kekasih hati untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

*** Jangan lupa like and favorit ya 😘😍😍✌️🙏

Baca juga Lelaki Berkacamata agar mudah memahami novel ini. 😉😉

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!