NovelToon NovelToon
STORY OF ADITYA

STORY OF ADITYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kekayaan / Tamat
Popularitas:158.2k
Nilai: 5
Nama Author: GANTENG KALEM

Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.

Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.

Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.

Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.

Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERSIAPAN KERJA

Sampai di rumah, Adit memutuskan untuk tidak masuk lewat pintu depan. Dirinya lebih memilih melangkah lewat pinggir rumahnya, menuju kamar mandi setelah menyandarkan sepedanya di pohon mangga.

Di dalam kamar mandi, Adit langsung melucuti pakaian kotor dan mengumpulkanya di keranjang untuk esok di cucinya.

Setelah selesai, Adit keluar dari kamar mandi dengan handuk berwarna biru yang melilit di pinggang, menuju pintu belakang rumah menuju kamarnya.

Di dalam kamar Adit yang telah selesai berganti baju, dirinya langsung mempersiapkan surat lamaran kerja untuk di bawanya besok ke tempat yang di beritahukan Luna padanya.

Tok.. Tok..

"Dit, kamu di dalam nak?" tanya Mak Siti setelah mengetuk pintu.

"I ya, Mak. Masuk saja." seru Adit di dalam ruangan kamarnya.

Mak Siti membuka pintu kamar dan menghampiri Adit.

"Kamu tidak makan, Dit?" tanya Mak siti sambil mengelus kepala Adit.

"Belum, Mak. Tanggung nih, Adit mau menyelesaikan surat lamaran kerja, untuk di bawa besok." jelas Adit pada ibunya.

"Memang kamu mau melamar kemana lagi, Dit?" Mak siti yang kasihan melihat Adit yang selalu mendapat penolakan kerja.

"Tadi siang non Luna kasih Adit kerjaan, Mak. Kerja menjadi driver gitu." Adit memberitahukan pada Ibunya.

"Apa itu Driver, Dit. Mak tidak paham?" tanya lagi Mak siti.

"Driver itu supir Mak." jawabnya.

"Tunggu, sebentar Mak. Adit lupa alamat kantornya." Adit memalingkan pandangan mencari kartu nama yang di beri Luna padanya.

Setelah ingat dia menyimpan kartu namanya dimana, Adit kembali menuju kamar mandi mengambil baju kotornya di keranjang.

"Kayaknya tadi aku simpan di dalam saku," Adit merogoh saku bajunya.

"Nah, ini dia." Adit mengambil kartu nama tersebut dan kembali masuk kedalam kamarnya.

"Sudah ketemu, Dit?" tanya Mak siti yang masih setia menunggu Adit di dalam kamarnya.

"Sudah, Mak, Ini." Adit memperlihatkan kartu nama tersebut pada Ibunya.

"Kepada ALuna company.." Adit membaca dan menyalin pada surat lamaran kerjanya.

"Ya sudah, Dit. Nanti kalau sudah selesai, jangan lupa makan ya." Mak Siti mengingatkan Adit.

" I ya, Mak. Nanti setelah ini selesai, Adit langsung makan." Adit mengangguk dan tersenyum pada Ibunya.

Setelah selesai mempersiapkan lamaran kerjanya, Adit langsung memasukan semua persyaratan kerjanya pada sebuah amplop besar berwarna coklat, untuk di bawanya esok pagi.

"Selesai deh," Adit meninggalkan ruangan kamarnya menuju ruang makan. Di ruang makan suasana sudah terlihat sepi, karena memang kedua orang tua dan Adiknya telah makan terlebih dahulu.

Sementara, satu tempat yang sama tapi berbeda kamar. Terlihat Galuh yang sedang asik berchat ria dengan handphone barunya.

Galuh terhenti sejenak, setelah mendengar bunyi sendok dan piring beradu.

Siapa ya yang makan malam malam begini.

Galuh keluar dari kamar menuju ruang tamu. Ia berjalan secara perlahan untuk memastikanya.

"Bang, Adit." Galuh yang baru saja sampai di samping Aditya.

Adit menghentikan acara makan dan menolehkan kepalanya.

"Dek, belum tidur?, tumben." Adit kembali melanjutkan acara makanya.

Galuh tertawa melihat perubahan pada kakanya.

Adit yang telah selesai dengan acara makanya, dirinya mendongak memandang Galuh.

"Kenapa kamu tertawa, Dek." Adit heran pada Adiknya.

"Gak apa apa bang, Galuh cuma pangling aja lihat wajah Bang Adit." jawab Galuh.

"Memang kenapa dengan wajah, Bang Adit." Adit mengerutkan dahinya.

"Abang ganteng banget dengan potongan rambut sekarang." puji Galuh.

"Halahhh, bilang aja ada maunya." Adit tersenyum licik pada Galuh.

"Ih, serius Bang, abang ganteng sekarang loh." puji lagi Galuh kepada Adit.

"Hei, ada apa ini malam malam kok malah ribut saja." Mak siti yang baru saja datang dan duduk di antara mereka berdua.

"Gak ada apa apa Kok, Mak. I ya, kan. Dek?" Adit memandang Galuh yang balas mengangguk.

"Mak, nanti dulu ada yang lupa." Adit berlalu ke dalam kamar dan tak lama ia pun kembali.

Di depan Galuh dan Mak siti, terlihat Adit mengeluarkan dompet dan menghitung uang hasil penjualan kopinya hari ini.

"Banyak banget, bang." Galuh yang melihat 6 lembar uang seratus ribuan di tangan Adit.

"I ya, Dek. Penjualan gorengan Emak dan kopi Bang Adit, alhamdulillah laris hari ini." Adit menyerahkan 400 ribu pada Ibunya.

"Dit, banyak amat ini." Mak Siti yang merasa kaget menerima uang tersebut.

"Sudah, gak apa apa, Mak. Buat pegangan saja." Adit melipat sisa uangnya dan memasukan kembali ke dalam dompetnya.

"Bang, Bang Adit..." Galuh menadahkan tanganya di depan Adit.

"Apaan, Dek?" Adit berpura-pura.

"Jajan Bang, Galuh minta jajan buat besok sekolah." ucap Galuh.

"Ya elah, buset." Adit mengeluarkan kembali dompetnya.

Adit mengeluarkan uang 50 ribuan dan memberikanya pada Galuh.

"Makasih, bang Adit." Galuh berlalu kembali menuju kamarnya.

Mak siti hanya menggeleng melihat kelakuan anak bungsunya.

"Kalau kasih jajan itu jangan terlalu besar, Dit." Mak siti melarang secara halus.

"Mak, sekarang itu apa apa serba mahal. Ongkos galuh aja sejalan udah 4 ribu, PP udah 8 ribu." jelas Adit.

" I ya, Mak tahu. Dit." Mak siti menunduk tidak enak pada Adit.

"Mak, maafkan Adit, tak ada niat Adit membantah, Adit hanya sedih ketika melihat Galuh sering berjalan kaki ketika pulang sekolah." Adit menunduk meratapi nasibnya.

"I ya, Dit. Mak juga minta maaf." ucap Mak siti di tenga keheningan malamnya.

"Ya sudah, Mak. Kalau begitu Adit pamit istirahat dulu." Adit berlalu meninggalkan ibunya dan kembali menuju kamar untuk beristirahat.

1
simon soemimprang
lanjut
Aguskasnawi Awilea
mampir dulu thor
Beby AMy
Sdah selesai ceritanya
Anonymous
kok burung kenari 😂😂😂
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
baru mulai baca .. lanjut
muhammad edy purnomo
finish??
CebReT SeMeDi
done
⃟Ꮓus_ℛιηι🌿
semangat akak
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
dah ninggalin jejak ya thor... lanjut
LINA
30 like and gift sudah mendarat, semangat up kk 🙂
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
done
🦁R14n@
Emang ga dilanjut lg cerita ini thor sdh lama ga up, ttp semangat👍👍👍
ciby😘
astaga typo si adit
ciby😘
uhhuuukkk si adik blom up ternyata
Beby AMy
Visual nya aldoz n galuh dong thor
muhammad edy purnomo
?????....masih lama thor...update nya?
kai
galuh yg kuatt...😔😔😔
🦁R14n@
yg ditgu sdh up tp pendek ceritanya thor, walau gt aku maklum author msh masa pemulihan, ttp sehat dan sll istrahat tpt wkt. sukses buatmu👍🙏
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
next
ciby😘
uhhhuuukkk luna ngasih kode dit🤭

semanhat bang😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!