Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu 1
Semenjak ada Rangga, Ira sekarang tidak pernah telat sekolah lagi. Seperti sekarang ini pagi pagi sekali Ira udah bangun mendapati wajah tampan sang suami, ia mengelus elus rambut Rangga.
"Kau sangat tampan sekali?" ucapnya sambil tersenyum.
"Baru nyadar kalo suamimu ini tampan haa? " ucapnya masih memejamkan matanya. Sedari tadi Rangga sudah bangun tapi ia berpura pura tidur melihat Ira yang sudah bangun terlebih dahulu
Ira yang kepergok memuji ketampanan suaminya pun mengelak dengan mengalihkan pembicaraan.
" Udah bangun? " ucapnya tanpa memandang wajah Rangga.
"Belum. "
"Belum bangun kok udah bersuara??" ucapnya kesal sambil beranjak turun dari tempat tidur, belum sempat kakinya menginjakkan ke lantai tangannya sudah ditarik oleh Rangga hingga jatuh kedalam pelukannya Rangga.
Dagg
Digg
Duggg
Suara detak jantung yang bersautan.
"Apa apa an sihh Ngga?? " ucapnya sambil memukul dada bidangnya Rangga.
"Mau ciumm." Ucapnya.
Blusssss, wajah Ira memerah padam seketika ia memalingkan mukannya sambil mencubit perut Rangga.
"Auuuu auu sakitt sayangg?? " sambil melepas pelukannya ke Ira , beralih memegang perutnya yang terasa panas.
Wajah Ira tambah memerah padam, ini kesempatannya untuk melepaskan diri dari Rangga. Ira langsung berlari menuju kamar mandi. Rangga yang melihat hanya tertawa berbahak bahak.
Semenjak Rangga menceritakan kejadian itu, sekarang ia lebih dekat dengan Ira.
Di Sekolah.
"Pagi semuanya. " Ucap Siska dengan suara cemprengnya memasuki kelas.
"Berisik banget sih lo?" jawab Erick.
" Tu orang kalo dijodohin sama lo cocok deh Rick," timpal Rizki.
"Ihhh amit amit gue punya suami kek dia, mau jadi apa hidup gue??" jawab Siska sewot.
" Idihhhh pede amat siapa juga yang mau sama lo?? udah jelek, cempreng kali suaranya." Ucapnya, mendapat jambakan dari Siska.
"Bilang apa lo tadi haa?? ucap sekali lagii?" ucapnya menjambak rambut Erick.
"Nggak nggak nggak, ampunn, maaff, gabakalan gue ulangin lagi." Ucap Erick sambil berusaha melepas cengkraman tangan Siska dari kepalanya.
Tingkah mereka mengundang gelak tawa seisi ruangan.
Jam Istirahat tiba.
Seperti biasa sekarangg Ira and the geng kumpul ditempat biasa, bukan cuma mereka bertiga sekarang Rangga, Erick, Bastian dan Rizki pun ikut berkumpul.
Saat sibuk makan tiba tiba seorang wanita datang duduk disamping Rangga.
"Haii kak, Kak Rangga kan?? " tanyanya sok imut dengan suara yang agak keras.
"Hemm." Hanya dibalas dengan berdehem.
"Kak boleh minta no.wa kamu??" tanyanya dengan tersenyum manis. Sebelum Rangga menjawab....
Barakkkkkkk
Ira menggebrak meja dengan keras, sontak membuat kaget semua orang.
"Ra lo kenapa? " tanya Siska.
"Gapapa, gue mau ke toilet dulu." Ucapnya menatap tajam ke arahh Rangga, dan berlalu pergi.
"Maaf aku nggak bisa." Jawab Rangga langsung pergi menyusul Ira.
"huuuuuu, mangkanya jadi cewek jangan ganjen."
"hahahahhaha."
"yaaa si pelakor datang."
ya begitulah surakan demi surakan oleh pelajar lain kepada cewek tadi. Cewek tadipun malu dibuatnya dia berlari jauh sejauh jauhnya dari kantin.
Disisi lain Ira berjalan menuju toilet sambil mengumpat tak jelas
"Apa apa an coba?? Cewek itu ganjen banget, emang cewek ganjen sihh, gak punya malu banget sih, Rangga juga apa apan dideketin malah diem aja?? pengen gue tonjok muka cewek tu pakek tangan gue biar nggak bisa imut imut ama punya orang, emang dasar jal*ng, uhhhh." Ucapnya kemana mana, tanpa sadar sedari tadi ada yang memdengarkan ucapan Ira, sambil cengengesan.
.
.
.
.
Hayooo siapa kira kira yang ngikutin Iraa??
Coba tebak donggg.
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong