mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
banyak pekerjaan
"Semuanya sudah beres Vara, dan kemarin sudah pengumuman juga kan kamu keterima, dan Minggu besok kalau bisa kamu sudah mulai urus surat pengunduran diri dari kantor ya" ujar Bu Mega menasehati.
"Baik Bu, terimakasih banyak ya Bu mulai besok saya akan urus surat resign dari kantor" Bu Mega mengangguk, akhirnya tugas ia untuk mendaftarkan Vara ke CPNS sudah hampir selesai.
Dan ini saat nya Vara untuk berjuang sendiri untuk mendapatkan gelar jaksa yang ia inginkan, rasanya Vara sudah sangat tidak sabar menanti itu namun di sisi lain ia juga sedih karena harus meninggalkan kantor yang dimana didalam nya terdapat banyak orang baik yang membuat nya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kedepan nya.
Setelah pertemuan nya dengan bu Mega selesai Vara langsung kembali ke kantor pada jam makan siang, saat ia hendak melangkah kan kaki nya ke arah ruangan nya suara seseorang membuat langkah nya terhenti.
"Loh, pak Sena udah pulang? Kapan? Apa aku coba masuk untuk memastikan" ujar nya, ia mendengar suara Sena dan Reza yang tengah tertawa cekikikan seperti nya mereka sudah kembali.
Tok tok tok
Tanpa berlama-lama lagi Vara langsung mengetuk pintu ruangan bos nya itu.
"Masuk" sahut seseorang dari dalam ruangan.
"Permisi pak Sena, pak Reza" kedua pria tersebut langsung menoleh menatap Vara dengan tersenyum.
"Udah balik kamu? Sini masuk" perintah Sena, Vara langsung masuk ke dalam tak lupa menutup pintu nya.
"Bapak sudah kembali, maaf pak tadi saya habis keluar bertemu dengan Bu Mega tadi saya juga sudah meminta ijin kepada Bu Sefti" ujar nya, Sena dan Reza tersenyum.
"Santai saja, saya sudah tau kok silahkan duduk var" setelah Sena mempersilahkan Vara duduk ia pun langsung duduk di salah satu sofa yang kosong.
"Kamu akhir bulan ini mau resign ya?" tanya Sena pelan, Vara melirik sekilas ke arah bos nya itu.
"Iya pak Sena" Sena tersenyum.
"Engak papa, nanti saya bantu urus tapi untuk seminggu ini kamu masih ikut kami urus beberapa kasus yaa engak ke luar kota kok cuma disini aja" ujar nya.
Sebenarnya Sena dan Reza memiliki perasaan yang sama mereka sedih mendengar Vara yang hendak resign karena bagaimanapun ia sudah menganggap Vara sebagai anak magang yang sangat baik selalu mengikuti perintah nya, jarang ijin dan bahkan mereka sudah menganggap Vara seperti adik nya sendiri.
"Nanti kalo kamu sudah keluar dari sini, kerja yang bener ya jaga diri baik-baik, banggain orang tua biar hidup mu kelak bisa bahagia" nasehat Sena, rasanya Vara ingin menangis mendengar penuturan dari Sena.
"Iya pak, terimakasih juga bapak sudah baik kepada saya dan maaf kalo selama ini saya selalu merepotkan dan sama sekali tidak membantu apa-apa, semoga bapak sukses selalu yaa" Sena terdiam sembari menunduk entah apa yang ia pikirkan.
Setelah ngobrol-ngobrol selesai Vara pun disuruh untuk bersiap-siap karena sebentar lagi akan ada klien yang datang untuk berkonsultasi dan Vara akan ikut seperti biasanya.
"mintakan stempel sama print ini ya, terus bawa keruangan pak Sena" ujar Reza sembari memberikan satu tumpuk berkas, Vara mengangguk dan segera menjalankan perintah nya.
"Udah semua ya mba itu" ujar dian rekan kerja nya dikantor hukum.
"Iya mba, terimakasih" Vara langsung mengambil berkas tersebut dan akan mengantarkan nya ke ruangan Sena.
Tok tok tok
"Masuk" Sena melirik ke arah pintu dan ternyata yang datang Vara.
"Letak meja aja var, sama saya mau minta tolong masukin ini ya seperti biasa" Sena kembali memberikan kertas bertumpuk kepada Vara.
Vara pun duduk di sofa ruangan Sena sembari membuka laptopnya untuk memasukan beberapa data-data klien tadi.
Sembari mengerjakan Vara membatin kenapa akhir-akhir ini seperti nya pekerjaan kantor lagi banyak banget yaa engak seperti pas awal ia masuk pak Sena banyak santai nya, ia semakin takut dengan nantinya ia berpamitan resign malah akan membuat Sena dan Reza semakin kalut, namun itu tidak mungkin bukan nya sebelum Vara kesini pasti mereka sudah biasa mengerjakan tugas sebanyak ini.
"Kalau sudah selesai, kamu kirim ini ke email kantor buat laporan ya kamu kerjakan diruangan kamu saja" Vara mengangguk, dan tak lama pekerjaan nya selsai dan segera mengambil pekerjaan selanjut nya yang diperintah oleh Sena.
sebelum mengerjakan pekerjaan nya Vara menyempatkan diri untuk meregangkan tubuh nya terlebih dahulu di kursi ruangan nya, ia harus segera menyelesaikan semua pekerjaan nya agar nanti saat tiba ia akan resign semuanya sudah beres.
...****************...