Sempurna... Wanita Cantik, sexy, keturunan dari keluarga terpandang. namun sudah hidup seorang diri, kini sudah memiliki suami, namun tidak di perlakukan selayaknya istri. Bagaimana cerita Divine mendapatkan cinta suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps. 10
Benar-benar memalukan setelah mengejek Divine, Nona itu tidak tahu malu langsung mengiyakan tawaran Divine dan mengambil beberapa lembar pakaian dan Divine membayar semuanya.
"Kalau begitu, aku pergi dulu ya Nona, salam untuk ayah dan ibu mu, katakan anak yatim piatu baru saja mentraktirmu pakaian Brand No. 1 di dunia." Divine tersenyum manis dan pergi, pengawalnya membawakan seluruh belanjaan Divine.
Jedderr, langit seperti runtuh mendengar kata kata yang keluar dari mulut Divine.
Di sisi lain.
"Gara, kenapa kamu bersikap seperti itu tadi dengan istrimu?" Ben yang sedang mengemudikan mobil bertanya pada Gara.
"Kenapa ?"
malah tanya balik.
gumam Ben di dalam hatinya.
" Apa kamu tidak menyukai nya?"
" Anak manja, bisanya cuma memakai uang untuk melakukan sesuatu."
"Setahu ku Nona Divine tidak seperti itu."
"Heh, kamu tau apa! bahkan dia membeli makanan dan berpura pura seolah dia yang memasaknya, agar bisa terlihat sebagai istri yang baik."
Ben terkejut, hingga tidak bisa berkata apa pun.
"Setiap malam dia juga menggoda ku, sepertinya sangat menginginkan diriku."
"Hah apa iya Nona Divine seperti itu?" Ben benar-benar tak percaya Divine putri No. 1 di Asia punya keinginan seperti yang dikatakan Gara.
"Daripada kamu tinggal di apartemen, kamu tinggal di rumah kita saja, kamu bisa melihat dia setiap hari."
"Hah, apa boleh ?" Ben berpikir lumayan bisa makan masakan Divine.
"Boleh, aku kepala keluarga saat ini, di rumah itu hanya ada pelayan dan kami berdua,kamu juga menyukai Divine kan, aku tahu itu dari dulu."
Wajah Ben memerah. " Tidak mungkin, sekarang dia istrimu." ucap Ben.
"Tidak mengapa jika kamu menyukainya, aku tidak suka pada cewe manja."
Terlalu banyak wanita anak orang kaya yang mendekati Gara, dan Gara melihat mereka semua sama, manja tidak ada yang mandiri hanya bisa melakukan sesuatu dengan uang mereka.
"Aku menginginkan, istri walaupun biasa saja tapi bisa melakukan semua pekerjaan istri pada umumnya untuk ku, dan kami mengerjakan semuanya bersama tanpa pelayan."
"Dengan posisi mu saat ini, memang ada yang mau hidup seperti itu, padahal memiliki cukup uang untuk hidup layak, kau terlalu muluk-muluk Gara." Ben berpikir realistis.
"Sepertinya kamu menginginkan istri seutuhnya Gara, istri mu hanya untuk mu, rumah hanya milik kalian berdua, tidak ada orang lain, hanya kamu yang boleh melihat istrimu, kau luar biasa Gara.
"Aku akan mati jika jadi istri mu, karena tidak memiliki kebebasan untuk diriku sendiri." Ben tertawa melihat keegoisan Gara.
Mobil mereka berjalan sangat pelan karena sambil berbincang.
Gara terdiam mengingat semua hal yang sudah di lakukan Divine, sebenarnya dia tidak terlalu percaya dengan ucapannya sendiri, bagaimana pun dia tidak pernah melihat Divine membeli makanan dan menyuruh pelayan menyiapkan segala kebutuhannya.
"Tidak mungkin dia hanya anak orang kaya, pasti sama saja." suara Gara keluar dari mulutnya.
"Ya Gara, kamu sudah bilang tadi, jadi bener ya aku boleh dekat-dekat Nona Divine ? " Ben menjawab Gara, pikirnya Gara sedang berbicara padanya.
"Kamu bahkan boleh tidur dengan nya, jika kamu mau."
Mata Ben terbelalak, tak menyangka seorang suami merelakan istrinya sendiri.
"Ah aku ga mau bekas mu." Ben berniat mengetahui rahasia rumah tangga temannya ini.
"Gak, aku gak pernah tidur dengannya, kami hanya seranjang, walaupun dia selalu menggoda ku, aku tidak melakukan apa pun padanya." Gara berbicara santai.
"Wah, luar biasa aku ga sabar pengen sampai rumah kalian, mau ketemu Nona Divine yang mungkin masih perawan."
Ben langsung melajukan mobil nya dan kini mereka sudah memasuki halaman rumah Gara dan Divine.