ZARA ALMEERA adalah gadis sederhana yang berjuang untuk keluarganya. dia terlahir dari keluarga yang sederhana, bagai menang lotre dia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang besar dikotanya. disinilah awal hidup baru zara.
Di perusahaan itulah zara di pertemukan dengan laki-laki tampan nan mapan, ialah CEO perusahaan terbesar di kotanya, ALFATIH REYGA.
Hingga mereka teikat pernikahan karena suatu alasan yang di buat oleh sang CEO. Namun cinta perlahan hadir pada keduanya hingga mereka saling menerima satu sama lain. Namun konflik dalam pernikahan mereka datang silih berganti, menguji kekuatan cinta mereka. Akankah zara bertahan???
ALFATIH REYGA adalah pemilik perusahaan terbesar di kotanya, terlahir dengan kesempurnaan fisik tak membuatnya mudah mendapatkan seorang pendamping. desakan dari kedua orangtuanya yang mengharuskan dia segera menikah di usianya yang menginjak 28 tahun mengambil jalan pintas untuk menjebak seseorang untuk dijadikannya istri, ZARA !ALMEERA.
Takdir mempersatukan keduanya karena suatu alasan, namun takdir juga yang mempersatukan mereka lewat cinta yang perlahan hadir di hati keduanya.
Akankah zara bertahan apabila penjebakan dirinya yang mengharuskannya menikah dengan sang bos terungkap?
aku mencintaimu karna aku cinta, bukankah cinta tak butuh alasan dan penjelasan?
_ZARA_
kau mengubah seluruh jalan hidupku, mengatur hatiku untuk selalu mengarah padamu. bahkan tak ada celah untuk ku menyimpan nama yang lain selain namamu
_ALFATIH_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PERNIKAHAN 4
Mami yang melihat zara tertunduk mengerutkan keningnya, tak tahan untuk bertanya maka dia pun bertanya.
"sayang, kamu gak setuju mami sama papi ke rumah kamu? tanya sang mami
"bu..bikan gitu mi, mi...apa mami tau keadaan zara yang sebenarnya? zara berbeda jauh dengan kalian. zara bukan dari kalangan orang berada mi. dan zara hanya kariawan biasa di kantor mas Al". jelasnya panjang lebar
Al tidak menyangka zara akan mengatakan semuanya pada orang tuanya, namun al yang sudah membaca sifat zara maju satu langkah dengan berterus terang tentang keadaan zara yang bukan berasal dari keluarga kalangan atas seperti dirinya.
wanita paruh baya itu tersenyum lembut, tak menyangka zara akan berterus terang tentang keadaannya. kemudian mengelus lembut punggung zara seraya berkata, "mami gak masalah dengan itu, yang penting kamu mau jadi mantu mami, ngasih cucu yang banyak buat mami "
pipi zara bersemu merah mendengar ucapan calon mertuanya itu, entah mengapa dia jadi salah tingkah, begitupun dengan Al, mata mereka tak sengaja saling bertemu pandang, tatapan keduanya tak terbaca. namun zara tersadar lebih dulu dan memalingkan wajahnya yang terasa panas, ia yakin pipinya semakin memerah sekarang.
Tak terasa jam menunjukan pukul 22.00 malam, Al mengantar zara pulang, dan disinilah mereka sekarang, duduk bersebelahan didalam mobil yang hanya ada mereka berdua, ke duanya enggan berbicara. zara menatap keluar jendela sekedar menikmati suasana malam itu, dan Al yang fokus pada kemudi mobil.
"terima kasih". tiba-tiba Al berbicara pada zara, zara mengarahkan pandangannya pada Al lalu bertanya "untuk??"
"untuk malam ini, sepertinya mami bahagia dan sangat menyukaimu" tutur Al yang tak mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya.
Zara tersenyum "aku yang harusnya bilang makasih, mami papi kamu sangat baik dan mau nerima aku yang gak ada apa-apanya dibanding kalian."
Al menatap zara sekilas lalu kembali melihat jalan didepannya.
"apa kamu bisa gak bahas itu lagi, aku gak suka. status sosial bukan apa-apa buat aku dan keluargaku, aku gak sepicik itu dengan memandang orang lain rendah hanya dengan status dan latar belakangnya."
Rupanya Al sedikit tak nyaman ketika zara mengusik hal itu.
"maaf" zara menunduk merasa tak enak, memang pada kenyataannya meskipun Al dan keluarganya dari kalangan atas mereka sama sekali tak mempermasalahkan itu.
Tanpa terasa 30 menit perjalanan mengantarkan mereka pada tempat tujuan, yakni rumah zara. situasi yang sepi membuat Al berasumsi bahwa orang tua zara telah terlelap.
Al turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Zara, zara terkaget diperlakukan seistimewa itu oleh seorang Alfatih, tanpa sadar zara masih terduduk bengong ketika al sudah berdiri disampingnya.
"zara" panggil Al.
"ah ya?"
"kamu masih mau duduk disitu? atau kamu masih ingin bersamaku?" goda Al
"heh? ak..aku mau turun" jawabnya cepat
Al tersenyum jail, dia berhasil menggoda zara dan membuatnya merona.
"apa ayah dan ibu sudah tidur?" tanya Al, karena rumah zara terlihat sepi
"sepertinya begitu, udah malem juga kan". zara sengaja berbicara seperti itu agar Al tak berlama-lama berada di rumahnya, selain karena takut fitnah zara juga tak ingin jantungnya rusak karena berdekatan dengan Al selalu membuat jantungnya bekerja lebih cepat.
"kalo gitu aku langsung pulang ya, gak enak juga lama-lama"
"ya, kamu bener, hati-hati ya". ucap zara bersemangat, dia berhasil membuat Al agar cepat pergi. begitu pikirnya.
"kamu ngusir?" Al mengerutkan keningnya berpura-pura marah pada zara.
"eng..engga, mana berani aku ngusir atasan aku"
"atasan?" ucap Al seraya mendekatkan dirinya pada Zara yang membuat zara melangkah mundur, Al semakin mengikis jarak diantara dia dan zara, kemudian berkata, "sekarang aku calon suami kamu zara". Al memajukan wajahnya pada zara, niat hati ingin menggoda zara namun dia sendiri yang baper, Al lepas kendali ketika melihat bibir ranum zara yang begitu menggoda, jarak di antara mereka hanya tersisa sekitar 2 cm saja, Al memiringkan wajahnya namun sebelum itu terjadi seketika alarm alamiah zara berdering, zara tersadar dan mendorong pelan dada Al seraya memalingkan wajahnya.
Al tersadar dengan apa yang dilakukannya, dia menjauhkan dirinya dari zara, Al mengumpat dirinya yang tak bisa mengontrol dirinya.
"mmm zara, aku pamit pulang, assalamualaikum"
tanpa menunggu jawaban dari zara Al bergegas pergi dan meninggalkan rumah zara.
HAI GAESSS..DUKUNG NOVEL INI YA, VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA TENGKYUHHH🙏🙏🙏🙏
cara al dari awal udh salahsemua .
nyesek aku
tp aneh aja ,,klo nyelametin ya udh nyelametin aja gk usah minta pamrih dong,,aneh si zeny,,tp aku curiga klo zeny nih gk sebaik keliatannya deh 🤭🤭