HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Lamar
"Kenapa di bawah ramai sekali?" tanya Anin saat melihat keramaian di aula kapal pesiar.
"entahlah" ucap Kevin acuh.
"Oh iy," Anin mengeluarkan cincin yang melingkar di jari manisnya. "Aku kembalikan cincinmu." ucap Anin menyerahkan cincin lamaran Kevin.
Kevin mengambil cincin itu dan memasukkan nya kedalam saku jasnya.
Dor...
Suara ledakan petasan membuyarkan lamunan Anin dan Kevin.
Anin sangat takjub melihat hasil ledakan petasan yang berbentuk panah dan hati. "Indah sekali." ucap Anin sembari tersenyum menatap langit yang sedang tergambar panah dan hati. Kevin juga ikut melihat pemandangan indah di langit.
"Tadinya aku ingin membuat lamaran romantis untuk Ana, tapi itu semua gagal. Astaga, aku lupa membatalkan acara lamaran dan juga resepsi pernikahan nya" batin Kevin
Kevin meruntuki kebodohan dan kecerobohannya bagaimana tidak, ia lupa memberitahu kapten kapal bahwa acaranya di batalkan. dan sekarang sudah terlambat, karena jam sudah menunjukkan pukul delapan malam dimana acara akan segera di mulai.
Lampu kapal pesiar mati, membuat sebagian tamu menjerit histeris karana katakutan. beberapa detik berlalu dan lampu kembali menyala berbarengan dengan layar lebar yang bertuliskan
MENIKALAH DENGANKU !
Kapten kapal pesiar naik ke atas panggung menyambut para tamu. "Para hadirin semua, selamat datang dikapal pesiar ini. Saya Mario kapten kapal ini, malam ini saya di tugaskan oleh tuan Kevin." ucap Mario.
Kevin melambaikan tangannya, memberi isyarat pada mario bahwa acaranya di batalkan.
Anin merasa aneh dengan tingkah Kevin yang terus melambaikan tangannya ke lantai dasar. "Kenapa kamu melambaikan tangan?" tanya Anin penasaran.
"Ini acara untuk Ana dan aku lupa membatalkannya, dan sekarang dia menganggapmu sebagai Ana." ucap Kevin.
Anin membulatkan matanya dan ikut melambaikan tangannya berharap cara ini bisa membantu kevin. Tanpa mereka berdua sadari tindakannya itu malah membuatnya dalam masalah.
"Lihatlah." Mario menunjuk kelantai dua dimana Anin dan Kevin sedang berdiri. "sepasang kekasih itu melambaikan tangannya pada kita." ucap Merio, ia salah mengartikan lambaian tangan Kevin dan Anin.
"Kemarilah!" Mario memanggil Kevin dan Anin naik ke panggung.
Mau tidak mau Kevin dan Anin berjalan menuruni tangga dan naik keatas panggung. dan kini mereka sudah berasa di atas panggung bersama mario.
"Kamu sudah banyak membantuku. Jadi, biarkan saya membantumu menyelesaikan sandiwara ini." bisik Anin pada Kevin. Anin berfikir mungkin dengan begini ia bisa membalas kebaikan Kevin.
Kevin tersenyum kaku lalu ia berlutut di depan Anin dan menyerahkan sebuah buket bunga. "Apa kau bersedia menikah denganku? melalui suka dan duka bersamaku sampai akhir hidupmu?" ucap Kevin.
"Terima....terima....terima..." teriak para tamu.
Anin menerima buket bunga pemberian Kevin. "ya aku bersedia menjadi pendamping hidupmu." ucap Anin, seandainya ini semua nayata mungkin hidupku akan sangat bahagia, itulah yang ada dipikiran Anin saat ini..
"Tuan Kevin apa anda bersedia menikahi wanita dihadapanmu ini? mencintainya, dan setia padanya dalam suka maupun duka sampai akhir hidupumu?" tanya Mario.
"ya saya bersedia." ucap Kevin.
"nona Ana" ucap Mario pada Anin karena yang mario tahu Kevin akan melamar Ana. "Apakah anda bersedia menikah dengan pria dihadapanmu ini? mencintanya, dan setia padanya, dalam suka maupun duka sampai akhir hidupmu?" tanya Mario.
Anin melirik Kevin sebentar untuk meminta persetujuan. melihat tatapan Anin Kevin menganggukkan kepalanya memberikan tanda lersetujyuan pada Anin. "ya saya bersedia." ucap Anin.
"Apa ada orang disini yang keberatan dengan pernikahan ini?" tanya mario.
TBC