NovelToon NovelToon
TERJERAT TAKDIR

TERJERAT TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Di mata keluarganya, Aira hanyalah seorang anak kedua yang tak pernah dianggap. Berbeda dari kakak dan adik bungsunya yang berpendidikan tinggi dan berkarier sukses, Aira hanya seorang lulusan SMA yang sehari-hari berjuang menjajakan kue keliling. Kasih sayang sang ayah menjadi satu-satunya alasan Aira bertahan di rumah yang penuh kepalsuan itu.
Namun, pertahanannya runtuh seketika saat pria yang ia cintai datang melamar. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk sang adik. Pengkhianatan yang telah lama berjalan di belakangnya itu justru didukung penuh oleh ibu dan kakaknya.
Dalam hancurnya rasa kecewa, Aira melangkah pergi menembus derasnya hujan malam. Malang tak dapat ditolak, sebuah sepeda motor menyenggol tubuhnya yang ringkih. Sang pengendara yang merasa bersalah bermaksud membawanya ke rumah sakit, tetapi jalanan malam yang sepi dan hujan lebat memaksa mereka berteduh di sebuah gubuk tua.Siapa sangka, niat baik untuk berteduh justru berbuah petaka. Warga sekitar yang mengepung gubuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

"Ssssttt... kamu kok bicaranya gitu? Pernikahan itu bukan mainan, Aira. Aku bener-bener serius. Aku bakal terima kamu jadi istriku. Walaupun awal kita ketemu karena keterpaksaan, aku udah nganggap kamu sebagai jodohku. Mungkin memang gini cara Tuhan nemuin kita." ucap Devan pelan sambil menggenggam erat kedua tangan Aira.

"Kamu sendiri... apa bisa terima aku jadi suami kamu?" tanya Devan, menatap lurus ke mata Aira.

Jujur, Aira punya pikiran yang sama. Dia cuma sempat takut kalau Devan bakal menolak pernikahan ini. Tapi di luar dugaan, pria di depannya ini justru menunjukkan keseriusan yang sama.

Dengan gerakan pelan, Aira menganggukkan kepala. "Aku juga mikir gitu... mungkin Mas memang jodoh yang dikirim Tuhan buat aku. Aku udah ikhlas, Mas. Mungkin ini yang terbaik."

"Terkadang Tuhan memang nggak ngasih apa yang kita mau, tapi Aku yakin Tuhan selalu ngasih apa yang kita butuhkan." lanjut Aira pelan.

Tatapan Devan makin intens. Pria itu mencondongkan wajahnya, makin kikuk Aira dibuatnya saat embusan napas Devan yang beraroma mint menyapu kulit wajahnya. Jantung Aira mendadak berdegup kencang. Pasalnya, dia belum pernah berada sedekat ini dengan laki-laki mana pun.

Dulu waktu masih pacaran sama Bagas, Jangankan intim, bisa dihitung jari berapa kali mereka gandengan tangan. Obrolan mereka juga sebatas hal-hal biasa.

Tanpa aba-aba, Devan mendaratkan ciumannya di bibir Aira.

*Zasss!* Tubuh Aira mendadak kaku, serasa tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Ciuman pertama dalam hidupnya! Aira bingung harus merespons bagaimana. Tapi dia sama sekali tak berniat menolak sentuhan suaminya. Apalagi sekarang statusnya sudah sah sebagai istri, ada dorongan dan kepasrahan tersendiri untuk menyerahkan segalanya pada Devan.

Karena Aira hanya diam membisu, Devan perlahan memperdalam ciumannya. Mengikis sisa jarak, membawa Aira makin hanyut dalam sentuhan lembut yang memabukkan. Secara refleks dan alamiah, Aira mulai membalas lumatan suaminya.

Aira pasrah saat Devan mulai meminta haknya malam itu. Keduanya sudah saling menerima, tak ada lagi keraguan yang tersisa.

Tangan Devan yang tadinya diam kini mulai bergerilya nakal, meremas lembut salah satu bukit dad* Aira yang masih terhalang kain pakaian.

"Emmmh..." Aira cuma bisa mengerang tertahan karena bibirnya masih terus ditahan oleh ciuman hangat Devan.

Perlakuan manis tapi menuntut dari suaminya sukses membuat bagian bawah tubuh Aira terasa membasa*h. Ada sensasi asing yang belum pernah Aira rasakan sebelumnya, sebuah rasa aneh yang bikin gelisah sekaligus ketagihan, yang sungguh tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Tanpa sadar, Devan sudah berhasil menanggalkan pakaiannya satu per satu. Namun saat Devan hendak melepas kain penutup dada Aira, jemari lentik wanita itu mendadak menahan gerakan tangan suaminya.

Aira benar-benar malu. Bagaimanapun, ini pertama kalinya tubuh pribadinya akan terekspos begitu jelas di depan seorang pria, sekalipun pria itu adalah suaminya sendiri.

Devan tersenyum tipis. Dengan lembut dia menyingkirkan tangan Aira, lalu memberi isyarat lewat tatapan matanya yang teduh agar Aira menyerahkan semuanya padanya.

Aira akhirnya luluh. Lagipula, mereka sudah sah menjadi suami istri.

Begitu kain terakhir di bagian atas itu terlepas, pemandangan indah langsung tersaji di depan mata Devan. Bukit dada Aira menyembul sempurna, padat, kencang, kenyal, dan berukuran pas. Kulitnya yang putih mulus makin mempercantik bentuknya, ditambah chocochip merah muda di ujungnya yang menggoda selera.

Bener-bener pemandangan yang bikin Devan gemas setengah mati. Tanpa menahan diri lagi, kedua tangannya langsung merem*snya gemas.

Aira membusungkan dadanya refleks, sedikit merintih saat ujungnya dipelintir pelan dengan gerakan yang teratur dan lembut. Keduanya makin tenggelam dalam pusaran gairah yang kian panas.

Malam itu, malam pertama mereka yang sempat tertunda akhirnya terwujud dengan begitu indah. Devan dan Aira sama-sama meneguk manisnya penyatuan cinta. Awalnya Aira memang meringis kesakitan saat Devan mencoba menerobos benteng pertahanannya. Tapi perlahan tapi pasti, rasa sakit itu berganti menjadi kenikmatan yang melambung tinggi. Keduanya mencapai puncak bersama dengan peluh yang bercucuran.

Devan benar-benar dibuat ketagihan malam itu. Dia tak cukup sekali, tapi mengulanginya lagi dan lagi...

...****************...

Pagi harinya, Aira hampir saja bangun kesiangan gara-gara "olahraga malam" bersama sang suami. Mengingat kejebolan semalam, pipi Aira langsung merona merah. Rasanya masih tidak menyangka kalau sekarang dia sudah resmi menjadi istri seutuhnya.

Dipandangnya wajah Devan yang masih tertidur lelap di sampingnya. Entah kenapa, wajah suaminya itu kelihatan manis sekali kalau lagi tidur. Aira baru sadar kalau Devan ternyata sangat tampan. Kulitnya bersih, hidungnya mancung, dan bibirnya agak tebal tapi terkesan sangat seksi.

Aira sampai heran sendiri. Kerjaannya kuli bangunan, tapi kok kulitnya bisa sangat bersih? Tubuhnya juga kekar berotot. Aira masih ingat betul bagaimana perut kotak-kotak sixpack dan lengan kekar Devan mengungkungnya semalam.

Melihat jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah enam pagi, Aira bergegas bangun untuk mandi wajib. Dia sengaja membiarkan Devan tetap tidur karena pasti suaminya itu masih kecapekan setelah melayaninya semalam.

Walau pangkal pahanya masih terasa agak ngilu dan pegal, Aira tak mengindahkannya. Usai mandi, dia bergegas keluar kamar. Bisa kena omel panjang lebar dari Ibunya kalau sampai ketahuan masih gegulingan di kamar saat hari sudah terang.

Aira langsung menuju belakang untuk mencuci tumpukan baju kotor. Cukup menguras tenaga dan waktu untuk mencuci serta menjemur pakaian serumah, untung saja ada mesin cuci.

Mesin cuci itu sebenarnya dibeli oleh Siska. Tapi mentang-mentang dia yang beli, Siska sama sekali tak mau mencuci bajunya sendiri dan melempar semua kewajiban itu ke Aira. Apalagi Karin, anak kesayangan Ibu mana mungkin disuruh menyentuh baju kotor.

Di dalam kamar, Devan baru terbangun. Mata kuyu Devan meraba kasur di sampingnya yang sudah kosong. Dia tersenyum tipis, sudah bisa menebak ke mana istrinya pergi. Mengingat kejadian panas semalam, Devan senyum-senyum sendiri. Pagi ini hatinya merasa sangat berbunga-bunga, kepenuhan rasa bahagia yang meletup-letup di dada. Dulu dia memang sering pacaran, tapi rasanya beda jauh sama yang ini.

Selesai mengurus jemuran, Aira berniat membangunkan Devan. Tapi begitu melangkah masuk kamar, suaminya sudah tidak ada.

"Loh, kemana Mas Devan? Kok nggak ada?"

Tempat tidur mereka sudah rapi berseri. Aira tahu pasti Devan yang merapikannya. Aira makin kagum, suaminya ternyata tipe pria yang resik dan cekatan. Padahal kebanyakan cowok kan biasanya jorok dan serba berantakan.

"Bu, lihat Mas Devan nggak?" tanya Aira menghampiri Bu Ismi di dapur.

"Kamu nggak lihat Ibu dari tadi ribet masak di dapur?! Lagian suami kamu itu bukannya bantuin atau gimana, malah keluyuran nggak jelas!" omel Bu Ismi sewot.

"Kamu juga, ngapain malah sibuk nyariin suami kamu?! Seharusnya kamu itu cepetan bersih-bersih rumah, lihat tuh rumah masih berantakan!" lanjut Bu Ismi tanpa henti.

Sudah biasa. Ibunya selalu menuntut ini dan itu darinya, sementara kedua saudaranya tak pernah dituntut apa-apa. Sama-sama anak, tapi perlakuan Ibunya beda jauh.

"Kan Ibu bisa nyuruh Karin atau Mbak Siska. Lihat aja mereka juga cuma santai-santai. Jangan aku terus dong yang disuruh, Bu..." cicit Aira membela diri.

"Kamu itu ya, disuruh dikit aja udah ngebantah! Nggak usah ngiri sama adik dan kakak kamu. Merek itu beda sama kamu!"

Aira cuma bisa mengelus dada. Hatinya kembali mencelos tiap kali sang Ibu terang-terangan menunjukkan sikap pilih kasihnya.

**Bersambung.**

1
Sri Supriatin
Ooh Raka tuh adiknya Devan 🤭 pasti si bp mo manfaatin... Ati2 Devan
Sri Supriatin
Untung ada Aira sm Devan, pa Bambang ke tolong 🙏🙏🙏
Adinda
kalau bapakmu sehat suruh cerai aja sama ibumu Aira daripada bapakmu mati mendadak punya bini model iblis
Adinda
lebih baik pisah rumah daripada ditindas
Adinda
terlalu lemah
Adinda
pindah aja ajak bapakmu biarin si benalu kelaparan biar tau rasa
Adinda
pisah rumah aja bawa bapakmu Aira
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
iya aira sekalian bawa pulang kerumah suami kamu
Sri Supriatin
Untung Aira langsung ke RS.... Alhamdullilah pa Bambang ke urus 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
kasian.pa Bambang, semoga cepat tertanganin 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Wah senengnya Devan mau bikin pesta pernikahan... Rezeki Aira🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bener kt bp mu Karin, pasti bakal nyesel kan🤭🤭🤣🤣
Nenk Shila
knp nggk keluar aja sih, devan ajak istrimu tinggal d luar hadeuuh lemah
Sri Supriatin
Sorry Aira salah typo... Tks double upnya thor🙏🙏
Sri Supriatin
Biasa yg kaya setengah2 ngk ngehargai status, kel oma Devan mah luar biasa... Selamat Aria diterima tulus sm oma 🙏🙏💪💪
Sri Supriatin
Kereeen si Devan 👍👍💪💪
Sri Supriatin
Tambah seru thor, double up dong🙏🙏
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
semangat thor🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
Bagus Aria keluar aja kan Devan sudah ngajak biar tau rasa kalau Devan mapan 👍😍😍😍
Tuty Yatun
sering2 up dong kak bagus ceritanya asal jgn terlalu bertele2 seperti sinetron ikan terbang🤭🤣
Noona Rara: Hehehe iyaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!