NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu pelik

Tuk.. Tuk.. Tuk..

Pena yang biasa digunakannya untuk menandatangi proposal bernilai milyaran, kini digunakannya untuk mengetuk meja kerja miliknya. Sejak setengah jam yang lalu, terus seperti itu sambil kedua matanya menatap ke arah istrinya yang tengah duduk di sofa tamu yang khusus ada di ruangan kerja miliknya.

Sepuluh menit yang lalu, Anjani, putri mereka sampai menangis karena tidak dipedulikan oleh mamanya. Berakhir Jenifer yang disuruh Angkara membawa putri kecilnya pergi membeli kue di cafe tak jauh dari gedung kantornya. Setelahnya, Haruka kembali melamun.

Angkara yang sejak tadi menanti pergerakan sang istri akhirnya lelah juga. Dia pun meninggalkan kursi kebesarannya untuk menghampiri Haruka. Ketika dia duduk tepat di samping istrinya, sama sekali tidak ada pergerakan dari sang istri biasanya akan langsung menempel mirip perangko.

" Dek.. " panggilnya, yang hanya dibalas lirikan mata oleh Haruka.

" Kamu kenapa sih? Dari tadi kerjaannya ngelamun terus. Ada masalah? " tetap tak direspon.

" Kamu ke sini bukannya mau nemenin mas kerja malah asyik sendiri, dek. Mas jadi penasaran, sebenarnya apa sih yang lagi kamu pikirin. Nggak mau berbagi sama mas? " Angkara pantang menyerah untuk bisa mendapatkan jawaban atas perilaku tidak biasa dari sang istri.

Jawaban belum keluar dari mulut Haruka. Tapi istri Angkara ini justru menatap lekat suaminya. Hampir tak berkedip, tetap menatap lurus ke arah Angkara. Yang ditatap kan jadi salah tingkah, masa iya Haruka jatuh cinta kesekian kalinya padanya. Atau jangan-jangan pas makan oseng daun pepayanya tadi ada yang nyangkut di gigi ya.

Angkara hendak bangkit ke kamar mandi untuk melihat benar ada daun pepaya yang nyangkut di gigi atau tidak langsung dihentikan oleh Haruka.

" Mas.. Buat mas Ang, siapa sih Senjana itu? " bukannya dapat jawaban, ini Angkara malah dikasih pertanyaan. Mana ini pertanyaan jebakan batman lagi,

" Kok nanya gitu sih, dek? Adek cemburu sama mas karena galau ditinggal Senja cuti panjang? Ya ampun dek, kan udah mas bilang berkali-kali kalau mas sama bocah gendeng itu nggak ada apa-apa. Pure masalah kerjaan doang, dek. " Angkara mulai panik, sedangkan Haruka masih tetap terdiam dan terus memandanginya.

" Ya ampun, dek.. Masa kamu nggak percaya sama mas, sih. Beneran, dek, cantikan kamu kemana-mana kok dari Senja. Mas itu cuma sebel karena nggak ada yang bisa mengimbangi etos kerja mas di kantor selain Senja, makanya jadi galau. Bukan karena apa yang kamu pikirkan, dek. "

Haruka melengos. Angkara makin jumpalitan menjelaskan agar jangan sampai Haruka berpikiran yang tidak-tidak tentangnya dan Senja.

Angkara memang tidak ada perasaan apapun terhadap Senja. Cintanya mentok di Haruka, garis blesteran Indo-Jepang ini kok. Masa iya dirinya sama Senja, belum juga setahun nikah bisa stroke dia.

" Ck... Mas lebay, tahu nggak.. " kesal Haruka yang yakin suaminya ini salah paham.

" Yang cemburu itu siapa, nggak ada, mas. Maksud aku itu seberapa penting Senjana buat mas dan keluarga. Dia kan orang luar yang masuk ke keluarga mas karena kalian semua, termasuk aku, merasa tergolong karena adanya Senjana. Kita punya hutang budi sama dia... "

" Hah? " wajah Angkara malah terlihat kebingungan.

" Ck... " Haruka ngambek.

" Mas nggak ngerti maksud pertanyaan kamu deh, eh bukan begitu maksudnya. Mas nggak paham kenapa kamu tiba-tiba nanya soal ini? Itu maksudnya. " terang Angkara, tidak mau disalah pahami sang istri.

" Pusing aku, mas.. Kita ada di dalam situasi yang benar-benar nggak baik. Buat keluarga kita, buat Senjana juga. Aku nggak tahu harus bagaimana, mas. Kenapa kok jadi gini akhirnya? " dan akhirnya Haruka menceritakan semua yang tanpa sengaja dia dengar tadi pagi saat ibu mertuanya menjamu tamu yang merupakan mama angkat Santana.

Dari awal sampai akhir cerita Haruka, tidak lagi bisa dilukiskan oleh Angkara bagaimana perasaannya. Dia marah, dia kecewa, dia kasian, dia mengerti, dia merasa dicurangi dan bermacam lagi perasaan yang menghinggapi hatinya. Tapi dari semua itu, sama halnya seperti yang ibunya katakan.

' Kenapa yang dicintai Santana justru adalah Senjana? '

' Bagaimana Yara bila mengetahui semua ini? '

' Lalu bagaimana perasaan Senjana saat melihat pria yang paling dia cintai kembali muncul dengan status sebagai tunangan Yara? '

Isi kepala Santana rasanya ingin meledak. Dia tidak lagi menyentuh pekerjaannya setelah pembicaraannya dengan Haruka tadi. Meskipun dia memastikan pada Haruka jika tidak akan ada masalah yang rumit di depan nanti, tapi sebenarnya dia pun tidak yakin. Angkara hanya ingin istrinya tenang, dan kembali ke rumah.

Namun setelah Haruka dan Anjani pulang, sekarang gantian Angkara yang merenung, memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi.

Senjana boleh orang luar, tapi tidak ada yang tahu sebesar apa jasa yang telah Senjana lakukan pada keluarga Antasena. Tanpa Senjana, tidak akan ada Angkara yang sekarang. Yara juga pasti masih depresi, dan ibunya...

Ibunya tidak akan setenang sekarang menjalani hidup yang telah dihancurkan oleh cintanya sendiri..

********

Belum selesai kemelut yang ada dalam pikiran Angkara, dia justru mendapati pesan dari ibunya yang memintanya untuk pulang. Ada hal penting yang akan dibahas ibunya. Keluarga Santana juga akan datang, begitu isi pesannya. Kepala Angkara rasanya seperti terkena palu Godam, berdenyut sangat sakit.

Ibunya sudah bergerak, itu artinya sang ibu sudah memutuskan. Lalu apakah semua orang bisa menerima keputusan ibu?

Bagaimana Yara?

Bagaimana Senjana?

" Ya Tuhan.. Aku berharap bahwa apa yang akan terjadi malam ini, tidak akan menghancurkan apa yang sudah kami jalin selama ini. " doa tulus Angkara, memohon agar semuanya berjalan dengan baik.

*******

Senjana terus menepuk pelan dadanya sejak tadi. Entah kenapa perasaannya tak enak, dadanya juga tiba-tiba saja sesak. Perasaan dia sudah makan dan minum obat, tapi perasaan tak enak ini tidak mau pergi.

Dia bahkan berkeliling desa dengan berjalan kaki bersama Fatih agar perasaannya membaik. Tapi mendekati malam tiba, bukannya membaik, perasaannya masih tetap tidak enak. Jantungnya berdebar entah karena apa. Ini membuat Senjana tidak tenang sama sekali.

" Kenapa Sen? Sakit? " Miduri mendekati Senjana yang duduk di ruang tamu. Padahal niatnya tadi ambil air minum, tapi melihat Senjana yang nampak gelisah, Miduri pun menghampiri Senjana terlebih dahulu.

" Perasaan aku nggak enak, mbak.. Agak sesak juga. " ujar Senjana.

" Ke rumah sakit, yuk. Mumpung masih jam segini. Ntar kalau udah malam, takut hujan. " ajak Miduri yang jadi panik karena keluhan Senjana.

" Apa musti ke rumah sakit, mbak Mi? " Senjana justru merasa ragu.

" Udahlah!! Daripada ntar malah ada apa-apa. " gegas Miduri kembali ke kamar untuk memanggil Jamal, agar mengantarkannya dan Senjana ke rumah sakit.

Senjana sendiri masih duduk terdiam sambil sesekali menekan pelan dadanya. Entah ada apa ini, tapi dia merasakan sesuatu terjadi. Rasanya seperti dunia akan di terbalikkan oleh keadaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!