NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Jejak Lama di Gudang Tua

Sejak pengakuan tadi sore, hati Cynthia tak lagi sepi. Ada harapan baru yang tumbuh — bahwa kehadiran Aloy bukan kebetulan, bahwa ikatan mereka telah terjalin sejak masa kecil yang penuh bahaya. Namun di saat yang sama, keraguan yang selama ini menghimpit dadanya belum sepenuhnya sirna. Mengapa ia hidup dalam penderitaan sejak bayi? Mengapa tak ada satu pun foto dirinya saat kecil yang terpajang di dinding rumah ini? Mengapa... wajahnya tak mirip siapa pun yang tinggal di rumah lusuh itu?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, tak memberi jeda sedikit pun. Hingga suatu siang, saat kedua orang tua angkatnya dan Karen pergi berbelanja ke kota, Cynthia memberanikan diri melangkah menuju gudang tua di bagian belakang rumah. Tempat itu pengap, berdebu, dan sepi — tempat yang sejak dulu selalu dikunci rapat dan dilarang dimasuki oleh siapa pun.

Dengan tangan sedikit gemetar, Cynthia membuka gembok tua yang ternyata tak terlalu kuat menahan. Pintu kayu itu berdecit pelan saat didorong terbuka. Aroma debu dan barang-barang lama seketika menyambut penciumannya. Sinar matahari yang menembus celah jendela kayu menerangi tumpukan peti, kursi rusak, dan barang-barang yang tampak tak tersentuh belasan tahun.

Cynthia melangkah masuk perlahan. Matanya menyapu setiap sudut ruangan yang remang-remang itu. Tak ada yang menarik hingga pandangannya tertuju pada sebuah peti kayu tua yang terselip di sudut paling gelap. Peti itu tampak sengaja tersembunyi di balik tumpukan kain usang. Jantungnya berdegup kencang tak menentu saat ia berlutut dan menarik peti itu keluar.

Tutup peti terbuka perlahan. Di dalamnya... tersimpan tumpukan buku bersampul kulit, selembar foto lama yang sedikit menguning, dan selembar kain membungkus sesuatu yang tampak rapuh namun dijaga begitu rapi.

Tangan Cynthia bergetar hebat saat mengambil selembar foto itu. Cahaya matahari menerangi gambar di atasnya — seorang bayi perempuan yang terbaring di dalam inkubator rumah sakit. Di pergelangan tangan mungil bayi itu tertulis nama. Hati Cynthia seakan berhenti berdetak sesaat. Nama itu... adalah namanya sendiri.

Air mata tak sengaja jatuh membasahi pipinya. Ia lalu mengambil sebuah buku bersampul kulit berwarna cokelat tua yang tampak seperti buku harian. Dengan napas tertahan, Cynthia membuka halaman pertamanya. Tulisan tangan yang rapi namun tergesa-gesa tertulis di sana.

"Hari ini aku mengambil keputusan besar. Aku melihat bayi perempuan yang begitu cantik di Ruang Bersalin Rumah Sakit Pertamina. Ibunya adalah wanita terhormat yang baru saja melahirkan. Aku... aku tak mampu menahan keinginanku. Aku akan membawa bayi ini pulang. Aku akan membesarkannya sebagai anakku sendiri. Biarlah ia menjadi anak yang menutupi kekosongan hatiku."

Tulisan itu berlanjut, menceritakan bahwa penulisnya adalah seorang perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut — Ibu kandung Karen. Ia menuliskan dengan rinci bagaimana ia membawa bayi itu pergi diam-diam, bagaimana ia menyusun rencana agar tak ada yang mengetahui jejaknya. Namun Cynthia tak menemukan catatan yang menyebutkan siapa sebenarnya orang tua kandung bayi itu, maupun kapan rencana pertemuan itu akan terlaksana.

Cynthia membalik halaman demi halaman dengan tangan yang terus gemetar. Di halaman terakhir, tertulis kalimat yang membuat kakinya terasa lemas seketika.

"Suatu hari nanti, saat waktunya tiba... aku akan menemui keluarga kandung bayi ini. Aku akan memastikan keuntungan yang seharusnya menjadi miliknya... jatuh ke tangan yang benar-benar berhak menerimanya."

Kalimat itu terputus di situ. Tak ada nama keluarga, tak ada alamat, tak ada petunjuk yang lebih jelas.

Cynthia memeluk foto bayi itu erat di dadanya. Air matanya jatuh semakin deras. Jadi... dugaan hatinya selama ini ternyata benar. Ia bukan anak kandung dari kedua orang tua yang membesarkannya. Ia diambil secara diam-diam dari rumah sakit belasan tahun lalu. Ia memiliki orang tua kandung yang entah siapa, yang mungkin selama ini masih mencarinya dengan penuh kerinduan.

Namun siapa mereka? Di mana mereka tinggal? Mengapa tak ada satu pun petunjuk yang tertulis di buku itu?

Cynthia menutup buku harian itu perlahan. Ia menyimpannya bersama foto bayi itu di dalam pelukannya. Di gudang tua yang berdebu itu, di tengah kesunyian yang menyelimuti, Cynthia bersumpah dalam hatinya. Ia akan mencari tahu siapa dirinya sebenarnya. Ia akan menemukan orang tua kandungnya. Dan ia akan mengetahui kebenaran penuh atas segala rencana yang selama ini disembunyikan darinya.

Langkah kaki Cynthia keluar dari gudang tua itu terasa berat namun penuh tekad. Sebuah petunjuk telah ditemukan, meski jawaban sejatinya masih jauh dari jangkauan. Dan untuk melangkah lebih jauh... ia tahu ada satu orang yang selalu bersedia membantunya tanpa pamrih. Aloy.

1
Sefin Eka Ramana Putri
Luar biasa! Alur cerita yang terus berkembang dan penuh kejutan. Saya sangat terkesan dengan bagaimana penulis menggambarkan perasaan masing-masing karakter — rasa sakit, rindu, dendam, dan cinta tulus yang tak pernah padam. Cynthia adalah wanita yang sangat kuat, dan Aloy adalah bukti bahwa pria baik hati memang ada. Bagaimana dengan kalian? Bagian mana yang paling membuat kalian tak sabar menanti kelanjutan ceritanya? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar! 👇✨
pineapple
semangat kak, kalo berkenan ku tunggu kunjungan nya hehe
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap. terima kasih sudah mampir. ntar saya balik berkunjung ke novel kak ya..😊🙏
total 1 replies
Dini
jangan lupa mampir dan komentar di karyaku #Tanah_Luka_dan_Persahabatan
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!