NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:121.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Malam semakin larut di kediaman Carlton. Kegelapan merayap pekat, membungkus seluruh rumah megah itu dalam kesunyian yang mencekam.

Di lantai dua, angin malam berembus pelan meniup tirai balkon kamar Vanessa. Tanpa bersuara sedikit pun, sepasang kaki panjang diam-diam menyusup masuk melalui celah pintu balkon.

Sosok tinggi tegap itu melangkah sangat halus di atas karpet, mendekati tempat tidur tempat Vanessa terlelap.

Pria misterius itu berlutut di samping ranjang. Matanya yang tajam menatap pilu pada pipi kiri Vanessa yang membengkak dan memerah.

Dengan gerakan yang teramat lembut, sosok itu mengompres pipi Vanessa menggunakan kain dingin beraroma penawar rasa sakit.

Tangannya yang hangat mengelus perlahan kontur wajah cantik wanita itu, lalu menunduk rapat mendaratkan kecupan lembut di atas bibir Vanessa yang sedikit terbuka.

Tanpa suara, ia berdiri dan kembali menghilang di balik kegelapan balkon.

Keesokan harinya, Vanessa terbangun dan meraba pipi kirinya yang tak lagi sebengkak dan sesakit semalam.

"Apa semalam aku bermimpi? Tapi, kenapa rasanya begitu nyata? Atau... jangan-jangan ada orang yang sengaja masuk ke kamarku? Tapi... siapa?" gumam Vanessa bingung. Ia menggelengkan kepala.

"Ah, mana mungkin ada orang yang masuk? Kamarku kan terkunci rapat. Lagipula, siapa orang yang benar-benar peduli padaku di rumah ini? Tidak ada," lirihnya pelan sambil tertawa kecil.

****

Siang harinya, Vanessa berjalan menyusuri lorong menuju aula utama. Di saat yang sama, Yessika baru saja masuk ke dalam rumah usai pulang dari rumah sakit.

"Yessika! Kau sudah pulang?" panggil Jordan dengan raut lega, bergegas menghampiri.

"Jordan..." bisik Yessika lembut. Ia memamerkan senyum manisnya yang terlihat lemah.

Jordan berniat memegang pendorong kursi roda Yessika, tetapi Alessio bergerak lebih cepat dan memotong jalurnya.

"Biar aku saja, Jordan," ujar Alessio dingin.

"Hei! Aku yang lebih dulu di sini, Alessio!" bentak Jordan tak terima.

Alessio menatap Jordan dari atas ke bawah secara meremehkan.

"Tugas menjaganya adalah tanggung jawabku sebagai calon tunangannya. Kau hanya calon kakak ipar di rumah ini... jadi sadar dirilah dan batasi pergerakanmu. Jangan dekat-dekat dengan milikku."

Jordan mengepalkan tangannya, bibirnya terkatup rapat. "Kau...!"

*****

Di ruang makan, seluruh meja dipenuhi berbagai hidangan laut. Jordan hendak menarik kursi di sebelah Yessika, tetapi suara Alessio menghentikannya.

"Duduklah di samping Vanessa, Jordan," perintah Alessio datar.

"Aku mau duduk di sini!" tolak Jordan keras.

"Tapi, tunanganmu duduk di sana," kata Alessio.

"Aku tidak peduli. Terserah aku mau duduk dimana," balas Jordan.

Alessio berdiri, menumpukan kedua tangannya di meja sambil menatap Jordan penuh ancaman.

"Apa kau sedang menantangku, Jordan?"

Yessika langsung memasang raut wajah serba salah, matanya berkaca-kaca.

"Alessio, tolong jangan bertengkar..." bisik Yessika pelan. "Jordan hanya khawatir aku disakiti lagi oleh Vanessa, makanya dia ingin duduk di dekatku... Lagipula, Jordan kan calon kakak ipar ku. Wajar kalau dia perhatian padaku."

Ibu Yessika ikut menimpali, "Betul itu, Tuan Muda Alessio. Yessika dan Tuan Muda Jordan itu cuma sebatas kakak ipar dan adik ipar. Tidak ada hal yang istimewa."

Alessio menyunggingkan senyum miring. "Oh, begitu? Baik kalau begitu. Tapi... tetap saja kau harus pindah, Kakak!"

Bruk!

Jordan didorong kasar hingga jatuh dari kursinya. Kemudian, Alessio segera mengambil alih kursi itu dan membuat Jordan kesal setengah mati.

"Kau..." geram Jordan marah.

"Sana, ke kursimu!" usir Alessio.

Mau tak mau, Jordan terpaksa duduk disamping Vanessa. Wajahnya masih terlihat kesal sementara Alessio terkesan tidak peduli.

Sepanjang makan siang, Jordan dan Alessio sibuk menyendokkan lauk seafood ke piring Yessika. Vanessa sendiri hanya mengunyah tumis sayuran di piringnya.

Yessika melirik piring Vanessa lalu tersenyum tipis. "Kak Vanessa... kenapa cuma makan sayur?"

Vanessa diam, tak berniat melayani.

"Apa Kak Vanessa tidak mau makan lauk lain hanya karena semuanya adalah makanan kesukaanku?" lanjut Yessika dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

"Jangan cemburu dan marah begitu karena semua orang perhatian padaku... Maaf ya, Kak, kalau gara-gara lauk kesukaanku Kak Vanessa jadi kehilangan nafsu makan."

Dada Jordan seketika memanas. "Vanessa! Jangan kekanak-kanakan!" bentak Jordan sambil melempar udang besar ke piring Vanessa.

"Makan ini!"

"Aku tidak mau," tolak Vanessa dingin.

Benny Grey ikut memukul meja.

"Vanessa! Kurang ajar sekali kamu! Hargai adikmu dan keluarga ini! Makan lauk itu sekarang!"

Yessika pura-pura memelas.

"Jordan, Ayah... sudah, jangan dipaksa kalau Kak Vanessa memang tidak mau..."

"Tidak bisa!" gertak Jordan. Ia bangkit, merebut sendok, lalu secara kasar menjejalkan potongan cumi dan udang ke dalam mulut Vanessa. "Makan! Jangan buat malu!"

"Lepas, hmph!" Vanessa berusaha memberontak, tetapi makanan itu terlanjur tertelan.

Hanya dalam hitungan detik, tubuh Vanessa membeku.

"Ugh... hukh!" Vanessa memegangi lehernya. Wajahnya memerah padam, dan bentol-bentol merah merayap cepat di kulit leher serta tangannya.

Brak!

Vanessa jatuh tersungkur dari kursi, terkapar di lantai sambil memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.

Alessio melompat dari kursinya dan berlutut di samping Vanessa.

"Vanessa! Vanessa, ada apa denganmu?!" seru Alessio panik.

"Nona Vanessa!" jerit Pak Ben yang berlari kencang dari arah dapur.

Pak Ben menunjuk wajah Jordan dan Benny Grey dengan napas memburu dan amarah yang meluap.

"Nona Vanessa punya alergi parah pada makanan laut! Dia bisa mati jika memakannya!" teriak Pak Ben gemetar.

"Tuan Jordan! Tuan Benny! Apa kalian berdua sudah gila?! Apa kalian sengaja bersekongkol ingin membunuh Nona Vanessa di meja makan ini?!"

Jordan mundur dua langkah, wajahnya mendadak pucat pasi. Tangannya gemetar hebat melihat Vanessa yang megap-megap di lantai. Benny Grey pun ikut membeku, lidahnya kelu tak sanggup bersuara.

1
Sari Nilam
🤣🤣
ryuka
hancur kamu jordan.. jadi gelandangan
Umi Zein
kamu gapapa kejam sma si Jordan, tapi kamu jangn terlalu kejam sma ayahmu ya🤭🤭🥺
ryuka
allesio kamu kejammmm tpi aku sukaaaa😍😍😍😍😍😍
Muft Smoker
si Jordan emnk dasar otak udang rebon mah susah ,,
cuma dengar uang 2.5 ember ,, lngsung otak2 menggap2 kayak ikan kurang air ,,
ketipeng anda woooy Jordan ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
Aduuh aq gx liat ap2 yx ,, sumpah ,, 🫣🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Umi Zein
diiih playing victim 😏😏
mery harwati
Jordan Jordan 😜
mery harwati
Otak udang vs otak kancil 😜
Muft Smoker
masa aktif mu tinggal 3 harii Jordan ,, 🤫🤫🤫🤫😂😂😂😂
Muft Smoker
masuk laa si macan ompong ke perangkap alessio/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fathan Fahri efendi
65545
rurry Irianty
sandiwara d mulai😄
ryuka
jordan jordan.. mampus kamu bener2 mampus 3 hari lgi
Umi Zein
sebenernya benci Gedeg banget sma Arthur bapak sekaligus suami durjana, menelantarkan anak dan istrinya demi gundik dan anak haramnya yg gak tau diri. tpi drah daging tetep lah darah daging yg gak bisa dirubah oleh apapun. sebesar apapun kesalahan yg udh di perbuat ayahmu di masa lalu biar Tuhan yg bales, kita sbgai manusia gak berhak membalas dendam itu. jangnlah terlalu kejam Ale sma ayahmu, dia sdh merasakan penderitaan itu kamu sbgai anak hrs ttp menolong nya, klo gak bs sebagai anak seenggaknya sebagai kemanusiaan. walaupun dlm kenegaraan kamu sudah putus hubungan tpi ikatan darah gak bisa putus gtu aja🥺🥺
rurry Irianty
ohh selamat toh,ku kira meninggoy kena serangan jantung🤭
ryuka
allesio kamu kuat.. kamu hebat
Umi Zein
dahlah menyesal pun tiada guna, sekarang nikmat apa yg sudah kamu perbuat di masa lalu ke ibu Alesio, skrng dpet karma nya
Umi Zein
kasiaan kamu chatur hanya di manfaatkan oleh gundik dan anak kandung palsumu. yg kandung kamu sia2in, justru yg anak gundik mu kamu jaga sayangi sepenuh hati😏😏😬
ryuka
abis kamu jordan di hempaskan ke jurang berkali kali sma allesia 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!