NovelToon NovelToon
MENIKAHI MANTANKU

MENIKAHI MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Satu Atap Bersama Mantan

Aira seorang gadis yang hobi berbelanja menggantungkan hidupnya pada pundi-pundi kekayaan keluarganya terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan rekening banknya yang terancam diblokir papinya.

Namun di hari pernikahannya niatnya untuk kabur justru malah bertemu mantan pacarnya yang 8 tahun lalu mencampakkannya dengan alasan dingin.

Devan, cinta pertama Aira sekaligus mantan Aira yang sangat ia benci ternyata adalah calon suaminya.

Dua orang yang masih sama-sama sayang, tapi sangat gengsi dalam mengakui perasaannya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Pulas di Jok Mobil

Jarum jam nyaris menyentuh angka sepuluh malam ketika rentetan acara resepsi gila-gilaan itu resmi berakhir.

Kaki Aira rasanya sudah bukan bagian dari tubuhnya lagi. Tumitnya mati rasa, punggungnya kaku, dan senyum palsunya yang dipajang berjam-jam bikin otot pipinya nyut-nyutan parah.

Begitu tamu terakhir menghilang di balik pintu, Aira langsung melepas heels-nya tanpa babibu, nyeker di atas karpet tanpa peduli lagi sama citra yang sedari tadi dijaganya mati-matian.

Momen pamitan dengan orang tuanya berlangsung penuh drama. Mami Maya memeluk Aira erat-erat sambil mewek, mengusap punggung putri bungsunya dengan penuh haru. Papi Surya, meski wajahnya tetap pasang wibawa bos besar, menepuk bahu Devan mantap sambil menitipkan pesan-pesan bernada ancaman halus khas mertua.

"Papi pegang omongan kamu, Van. Jaga Aira baik-baik," kata Surya.

"Pasti, Pi. Papi sama Mami tenang aja, Aira aman di tangan Devan," sahut Devan dengan senyuman gentleman yang sukses bikin Mami Maya makin klepek-klepek, sementara Aira cuma merotasikan bola matanya muak.

Namun, kejutan sesungguhnya baru meledak saat Aira menanyakan soal kopernya.

"Koper Aira mana, Mi? Aira mau ganti baju dulu sebelum —"

"Lho? Koper barang-barang kamu kan udah Mami suruh orang pindahin ke kondominium Devan dari dua hari lalu, sayang," potong Mami Maya santai sambil ngelap ujung matanya pake tisu. "Pas kamu lagi sleepover di tempat Sandy itu, sekalian aja Mami suruh orang packing-in baju-baju sama skincare kamu biar kamu nggak repot mikirin pindahan lagi."

Mata Aira melotot.

Khianat level dewa! batin Aira histeris.

Pantas saja kamarnya terasa agak melompong kemarin. Ternyata keluarganya sendiri sudah melakukan operasi senyap memindahkan seluruh harta bendanya ke sarang penyamun milik Devan tanpa konfirmasi sama sekali.

Aira baru mau buka mulut buat protes panjang lebar, tapi tarikan lembut namun super mengikat dari tangan Devan di pinggangnya langsung membungkam niatnya.

"Kita pamit ya, Pi, Mi. Aira udah kelihatan capek banget nih, kasihan kalau kemalaman di jalan," potong Devan cepat, menyelamatkan telinganya dari amukan Aira.

Dan begitulah akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga, Aira diseret masuk ke dalam mobil milik Devan.

Begitu pintu mobil ditutup, suasana di dalam kabin begitu senyap. Hanya terdengar suara AC mobil yang berhembus pelan dan alunan musik lo-fi dari head unit yang volumenya sengaja disetel rendah banget.

Devan duduk di balik kemudi, melepas jasnya lalu melemparnya ke jok belakang, menyisakan kemeja putih dengan lengan digulung rapi sampai siku dan dua kancing atas yang dibiarkan terbuka.

Di kursi penumpang sebelah kiri, Aira duduk menyenderkan kepalanya ke kaca jendela mobil. Gaunnya memenuhi separuh ruang kabin.

"Lu mau singgah beli makan dulu, Ra? Atau langsung balik?" Devan memecah keheningan sambil mulai memutar setir, membawa mobil keluar dari pelataran rumah Aira.

Aira melirik tajam lewat sudut matanya. Tenaganya udah habis buat ladenin bacotan cowok ini. Rasanya tiap sel di tubuhnya berteriak minta kasur.

Memilih jalur damai demi kewarasannya sendiri, Aira cuma menggeleng pelan, menutup matanya, dan melipat tangan di depan dada. Mode silent treatment diaktifkan.

Melihat Aira yang mendadak kalem saking capeknya, Devan menghentikan niatnya buat melempar godaan. Cowok itu menaikkan suhu AC sedikit biar nggak terlalu dingin, lalu fokus mengemudi membelah jalanan ibu kota yang mulai lengang.

Dalam hitungan menit, tarikan napas Aira berubah teratur. Gerak tubuhnya yang kaku perlahan mengendur. Kepalanya terantuk pelan ke kaca jendela.

Aira tertidur pulas. Pulas banget sampai-sampai ia nggak sadar saat Devan mencondongkan tubuhnya buat menarik bantal leher dari jok belakang, lalu menyelipkannya perlahan di bawah kepala Aira biar cewek itu nggak pusing pas bangun nanti.

Tepat jam sebelas malam, ban mobil Devan berdecit pelan memasuki area parkir basement khusus penghuni VVIP di sebuah gedung kondominium elit kawasan Sudirman.

Mesin dimatikan. Suasana kabin kembali hening.

Devan melepaskan seatbelt-nya, menoleh ke arah bangku penumpang. Niat awalnya sih mau langsung menepuk bahu Aira biar cewek itu bangun. Tapi entah dorongan dari mana, pergerakan tangan Devan mendadak tertahan di udara.

Lampu kekuningan dari basement menembus kaca film mobil, menyorot langsung ke wajah Aira yang lagi terlelap.

Bulu matanya yang lentik tampak menempel damai di pipinya. Sisa make-upnya masih menempel sempurna, tapi raut judes, galak, dan kepanasan yang seharian ini jadi tamengnya seolah menguap entah ke mana.

Kalau lagi tidur begini, Aira bener-bener kelihatan polos, tenang, persis kayak Aira delapan tahun lalu yang dulu sering ketiduran di perpustakaan sekolah nungguin Devan selesai ekskul basket.

Tanpa sadar, Devan menopang dagunya dengan tangannya yang bersandar di setir, memandangi wajah istrinya.

Satu menit... lima menit... sampai sepuluh menit berlalu.

Devan membiarkan waktu bergulir gitu aja, meresapi fakta gila bahwa cewek yang paling bikin otaknya semrawut ini sekarang beneran ada di sebelahnya, memakai cincin yang sama dengan yang melingkar di jari manisnya.

Ada dorongan liar di dada Devan buat menyentuh pipi Aira, menyingkirkan anak rambut yang menutupi separuh wajah cantik itu. Devan mengulurkan tangannya pelan-pelan. Ujung jarinya nyaris menyentuh kulit pipi Aira saat tiba-tiba...

Mata Aira mengerjap pelan.

Kelopak mata itu terbuka, dan tatapan Aira langsung beradu dengan mata elang Devan yang berada dalam jarak lumayan dekat.

Jantung Devan mencelus kaget.

Bisa-bisanya ketahuan pas lagi mau modus! batin Devan merutuk panik. Tapi sebagai cowok gengsian dengan jam terbang tinggi menyembunyikan perasaan, insting pertahanan Devan langsung aktif dalam sepersekian detik.

Buru-buru Devan menarik tangannya, lalu memundurkan tubuhnya ke jok sambil memasang cengiran songong andalannya.

1
Fazira
🤣
Ael
seru👍
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
lanjut 💪
Ael
/Heart//Heart//Heart/
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
😍😍😍
Fazira
lanjut 💪
Fazira
semangat Kak 💪
Fazira
seru kak , lanjutkan 😍😍
zeylin
Wowwww baguss banget
Ael
🤭
Fazira
Ihh gemezz banget sih mereka 😍😍
Ael
next next 💪💪
nebula🌌
sukaaa
semangat thorr💪💪😍
Fazira
😍😍
Fazira
😍😍😍
Ael
next
Ael
lanjut
Fazira
lucu banget aira🤣
siapa ya yang di ruangan itu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!