NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Pembunuh di Malam Bersalju

Malam di Puncak Embun selalu dingin dan sunyi.

Salju abadi yang turun tanpa henti sepanjang tahun menutupi seluruh puncak dengan lapisan putih tebal yang berkilauan di bawah cahaya bulan purnama. Hanya suara angin yang berdesir pelan di antara pohon pohon pinus es dan suara gemericik air dari kolam air panas yang sudah kembali hangat yang terdengar.

Di dalam pondok bambu, Sekar Embun sudah tertidur pulas.

Ini adalah tidur paling nyenyak yang dia alami selama bertahun tahun. Setelah dua sesi penyembuhan dari Arya, rasa sakit dingin yang biasanya menyiksanya setiap malam hingga membuatnya tidak bisa tidur itu hilang total. Wajahnya yang biasanya pucat kini terlihat tenang dan damai dalam tidurnya, pipinya sedikit merona merah sehat, bibirnya sedikit terbuka dengan napas yang teratur.

Untuk pertama kalinya dalam dua puluh dua tahun, Bidadari Pedang Embun itu tidur seperti seorang gadis biasa, bukan seperti gunung es yang menahan rasa sakit.

Di luar pondok, di tepi kolam air panas, Arya Langit tidak tidur.

Dia duduk bersila di atas sebuah batu besar yang datar di tengah kolam, dengan uap hangat mengepul di sekitarnya. Matanya terpejam, tapi kesadarannya menyebar ke seluruh Puncak Embun dalam radius seratus meter.

Setelah menembus Alam Jiwa Kesatria tingkat dua, indera spiritual Arya menjadi sepuluh kali lipat lebih tajam dari sebelumnya. Dia bisa mendengar suara serangga salju yang merayap di bawah lapisan salju, dia bisa merasakan aliran energi langit dan bumi yang mengalir di antara bunga teratai es.

Dan dia juga bisa merasakan hawa nafsu membunuh yang sangat samar yang datang dari kaki gunung.

Hawa itu sangat tipis, hampir tidak bisa dirasakan, disembunyikan dengan teknik penyembunyian tingkat tinggi. Jika ini adalah Arya yang kemarin, dia pasti tidak akan merasakannya sama sekali.

Tapi dengan Tubuh Meridian Naga Langit dan peringatan dari Luna Maheswari sore tadi, Arya sudah berjaga jaga sejak awal.

"Mereka benar benar datang..." gumam Arya pelan dengan mata masih terpejam, tapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin.

Di dalam kepalanya, suara sistem berbunyi dengan nada peringatan.

[DING! PERINGATAN! Terdeteksi 3 target dengan niat membunuh tingkat tinggi mendekati Puncak Embun!]

[Identitas: Pembunuh bayaran dari Sekte Darah Hitam, disewa oleh Tetua Lotus dan Kezia Adinegara]

[Kultivasi: 1 orang Alam Jiwa Kesatria tingkat 5, 2 orang Alam Jiwa Kesatria tingkat 3]

[Misi Darurat aktif: Lindungi Puncak Embun dan Sekar Embun! Bunuh semua pembunuh!]

[Hadiah: 500 Poin Takdir, Pil Darah Naga kelas menengah x1, Kepercayaan Sekar Embun +15%]

[Misi Gagal: Sekar Embun terluka, Puncak Embun hancur!]

Mata Arya yang terpejam tiba tiba terbuka. Cahaya keemasan dan biru es berkilat di dalam matanya.

Alam Jiwa Kesatria tingkat lima dan dua orang tingkat tiga. Jika ini adalah dua hari yang lalu, Arya pasti sudah mati tanpa bisa melawan. Tapi sekarang, dia adalah Alam Jiwa Kesatria tingkat dua dengan Tubuh Meridian Naga Langit dan dua teknik tingkat Raja di tangannya.

Dia ingin mencoba seberapa kuat dirinya sekarang.

Arya perlahan lahan berdiri dari batu di tengah kolam. Gerakannya sangat pelan, tidak menimbulkan suara air sedikit pun. Dengan satu kedipan mata, bayangannya menghilang dari atas batu.

Teknik Langkah Bayangan Embun.

Di kaki Puncak Embun, di tengah hutan pinus es yang gelap.

Tiga sosok berjubah hitam dengan topeng darah di wajahnya bergerak dengan sangat cepat di antara pepohonan, tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Aura mereka disembunyikan dengan sempurna, hanya mata mereka yang terlihat berkilat dengan cahaya merah darah yang penuh dengan kekejaman.

Mereka adalah pembunuh bayaran profesional dari Sekte Darah Hitam, terkenal karena tidak pernah gagal dalam misi mereka di bawah Alam Raja Langit.

Pemimpin mereka, pembunuh dengan kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat lima, memberi isyarat tangan kepada dua rekannya.

Isyarat itu berarti, target ada di pondok bambu di puncak, satu pria sampah Alam Meridian dan satu wanita yang sedang tidur. Bunuh pria itu dengan cepat, buat seolah olah dia mati karena latihan yang salah, dan lukai wanita itu sedikit agar terlihat seperti kecelakaan. Jangan berlama lama, karena Puncak Embun adalah wilayah pribadi Pemimpin Perguruan.

Dua pembunuh tingkat tiga mengangguk dan langsung melesat ke arah pondok bambu dengan kecepatan seperti hantu.

Pemimpin pembunuh tingkat lima tetap tinggal di belakang untuk mengawasi keadaan.

Dua pembunuh itu baru saja melompat ke halaman pondok yang diselimuti salju, pedang melengkung beracun di tangan mereka sudah terhunus dan berkilat di bawah cahaya bulan, siap untuk menusuk jantung Arya yang mereka kira sedang tidur di dalam pondok.

Tapi saat kaki mereka menginjak salju di halaman pondok...

KRAK!

Salju di bawah kaki mereka tiba tiba membeku dengan sangat cepat dan mengeras seperti baja, mengunci kaki mereka berdua di tempat.

"Apa!"

Kedua pembunuh itu terkejut. Mereka mencoba menarik kaki mereka, tapi es itu sangat keras dan sangat dingin, bahkan energi mereka pun sedikit membeku.

"Siapa!"

Dari dalam bayangan di tepi kolam air panas, sebuah suara tenang terdengar.

"Kalian mencari saya?"

Arya Langit berjalan keluar dari bayangan dengan langkah pelan. Dia masih mengenakan jubah biru muda sederhananya, tangannya kosong tanpa senjata, wajahnya tenang seperti sedang berjalan jalan di taman, bukan sedang menghadapi dua pembunuh bayaran yang haus darah.

Kedua pembunuh itu menatap Arya dengan kaget. Informasi yang mereka terima mengatakan target hanyalah sampah Alam Meridian tingkat sembilan puncak. Tapi pemuda di depan mereka ini jelas sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat dua, dan teknik es yang baru saja mengunci kaki mereka itu bahkan membuat mereka yang sudah terbiasa dengan dinginnya Sekte Darah Hitam merasa kedinginan.

"Informasi salah! Bunuh dia cepat!" teriak salah satu pembunuh tingkat tiga. Dia mengayunkan pedang beracunnya dan menebas es yang mengunci kakinya dengan paksa.

KRAK! Es itu pecah.

Tapi saat es itu pecah, Arya sudah tidak ada di tempatnya.

Teknik Langkah Bayangan Embun tingkat awal, Bayangan Embun!

Bayangan Arya muncul di belakang pembunuh pertama seperti hantu.

"Satu tebasan membekukan sungai..."

Suara Arya yang dingin terdengar tepat di telinga pembunuh itu.

Pedang es tipis yang terbentuk dari energi murni di tangan Arya menebas dengan gerakan yang indah dan ringan seperti bulu yang jatuh.

Pembunuh tingkat tiga itu bahkan tidak sempat berbalik.

KRAAAK!

Setengah tubuhnya, dari bahu sampai pinggang, langsung membeku menjadi patung es bening dalam sekejap mata. Darah di dalam tubuhnya membeku, jantungnya berhenti berdetak, bahkan ekspresi kaget di wajahnya masih membeku dengan jelas di dalam es.

Satu tebasan, satu pembunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga mati beku!

Pembunuh kedua yang melihat rekannya mati dengan cara yang begitu mengerikan itu wajahnya langsung pucat pasi di balik topeng darahnya. Rasa takut yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya sebagai pembunuh bayaran muncul di dalam hatinya.

"Monster! Kamu monster!"

Dia tidak peduli lagi dengan misi, dia langsung berbalik dan mencoba kabur ke arah hutan.

Tapi Arya tidak akan memberinya kesempatan.

"Ingin kabur? Sudah terlambat."

Tinju Arya mengepal. Cahaya keemasan naga berkumpul di tinjunya.

Tinju Naga Langit Menghancurkan Gunung!

BOOM!

Arya meninju udara kosong ke arah pembunuh yang sedang kabur itu dari jarak sepuluh meter.

Sebuah bayangan tinju naga emas raksasa keluar dari tinju Arya dan melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata, menghantam punggung pembunuh itu dengan telak.

DUAK!

Tubuh pembunuh tingkat tiga itu meledak di udara menjadi kabut darah yang langsung membeku menjadi kristal es merah yang indah dan jatuh ke atas salju putih.

Dua pembunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga, mati dalam dua jurus!

Di dalam hutan, pemimpin pembunuh tingkat lima yang sejak tadi mengawasi dari jauh melihat pemandangan itu dengan mata membelalak tidak percaya. Keringat dingin langsung membasahi punggungnya meskipun udara sangat dingin.

"Bagaimana mungkin! Informasi mengatakan dia hanya sampah Alam Meridian! Bagaimana dia bisa membunuh dua Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga hanya dengan dua jurus! Dia... dia monster!"

Rasa takut membuat pemimpin pembunuh itu tidak berani maju lagi. Dia langsung berbalik dan ingin kabur secepat mungkin untuk melaporkan informasi yang salah ini kepada Tetua Darah.

Tapi sebuah suara dingin yang sangat dia kenal, suara yang membuat semua pembunuh di wilayah ini gemetar ketakutan, terdengar dari atas pohon pinus es di atas kepalanya.

"Sudah datang jauh ke Puncak Embun saya dan membunuh murid saya, ingin pergi begitu saja? Apakah Sekte Darah Hitam sekarang sudah tidak tahu sopan santun?"

Pemimpin pembunuh itu mendongak dengan wajah pucat.

Di atas pohon, berdiri Sekar Embun.

Gaun putihnya berkibar pelan tertiup angin malam, rambut hitam panjangnya tergerai indah di bawah cahaya bulan, wajahnya dingin seperti dewi es yang turun dari langit untuk menghakimi manusia. Di tangannya, sebuah pedang panjang berwarna biru es yang memancarkan hawa dingin yang bisa membekukan jiwa memancarkan cahaya yang menyilaukan.

Dia sudah bangun sejak tadi, saat Arya mulai bertarung. Tapi dia sengaja tidak ikut campur karena dia ingin melihat seberapa kuat muridnya itu sekarang.

Dan apa yang dia lihat tadi membuatnya sangat terkejut dan sangat bangga. Muridnya yang baru satu hari itu sudah bisa membunuh dua Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga dengan begitu mudah!

Tapi sekarang, melihat pemimpin pembunuh yang berani menginjak Puncak Embunnya, kemarahan seorang Bidadari Pedang Embun akhirnya meledak.

"Bekukan."

Sekar Embun hanya berkata satu kata pelan.

WUUSSS!

Pedang di tangannya menebas dengan ringan ke arah pemimpin pembunuh itu dari jarak dua puluh meter.

Tidak ada cahaya pedang yang terlihat, hanya angin dingin yang berhembus pelan.

Pemimpin pembunuh tingkat lima itu bahkan tidak sempat berteriak. Dia hanya merasakan hawa dingin yang tak terhingga menyelimuti tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Dalam sekejap mata, dia membeku menjadi patung es utuh yang indah, masih dalam posisi ingin kabur, dengan ekspresi ketakutan yang membeku abadi di wajahnya di balik topeng darahnya.

Alam Raja Langit. Inilah kekuatan sejati dari Alam Raja Langit. Membunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat lima hanya dengan satu kata.

Sekar Embun melambaikan tangannya dengan ringan. Patung es pemimpin pembunuh itu pecah menjadi debu es yang beterbangan tertiup angin malam.

Dia kemudian melayang turun dari pohon dan mendarat dengan anggun di samping Arya yang masih berdiri di halaman pondok yang penuh dengan kristal es darah.

Arya menatap gurunya yang cantik dan kuat itu dengan kagum.

"Guru, kamu sudah bangun? Maaf sudah membuat Guru kotor tangannya karena sampah sampah ini," kata Arya dengan senyum.

Sekar Embun menatap Arya, lalu menatap dua mayat beku di halaman pondoknya, lalu menatap Arya lagi dengan tatapan yang sangat rumit. Ada bangga, ada kaget, ada khawatir, dan ada sedikit rasa hangat yang tidak bisa disembunyikan.

"Kamu... kamu sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat dua?" tanya Sekar Embun dengan suara yang sedikit bergetar karena kaget. Kemarin sore muridnya ini masih Alam Meridian tingkat sembilan puncak, dan malam ini sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat dua dan bisa membunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga dengan mudah!

Kecepatan kultivasi seperti ini, bahkan dalam legenda pun tidak pernah ada!

Arya hanya menggaruk kepalanya dengan canggung. "Hehe, berkat ajaran Guru yang baik dan kolam air panas Guru yang ajaib, murid jadi sedikit beruntung dan naik tingkat."

Sekar Embun mendengus pelan, tapi di dalam hatinya dia sangat bangga. Dia berjalan mendekati Arya dan tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk membersihkan sedikit debu es di bahu Arya.

Gerakan itu sangat lembut dan sangat intim, seperti seorang istri yang membersihkan debu dari pakaian suaminya.

"Mulai besok, kamu jangan tidur di luar lagi. Tidur di dalam pondok bersamaku... maksudku, di kamar sebelah pondok. Puncak Embun tidak aman lagi. Sekte Darah Hitam sudah berani menginjak tempat ini," kata Sekar Embun dengan suara yang sedikit gugup dan wajah yang sedikit memerah.

Di dalam kepala Arya, suara sistem berbunyi dengan sangat meriah.

[DING! Misi Darurat selesai! 3 pembunuh Sekte Darah Hitam terbunuh!]

[Hadiah: 500 Poin Takdir, Pil Darah Naga kelas menengah x1!]

[DING! Sekar Embun melihat Tuan Rumah bertarung gagah berani untuk melindungi Puncak Embun! Kepercayaan Sekar Embun +15%!]

[Kepercayaan Sekar Embun saat ini: 75%!]

[Hadiah: 500 Poin Takdir, Tubuh Meridian Naga Langit naik ke tingkat 2!]

[Fitur Intim aktif: Isi hati Sekar Embun: "Muridku gagah sekali tadi... Dia melindungiku... Jantungku kenapa berdebar kencang lagi... Tidak boleh, dia muridku... Tapi... kalau dia tidur di kamar sebelah, apakah itu tidak apa..."]

Arya membaca isi hati gurunya itu dan tersenyum bahagia. Kepercayaan 75%, hanya butuh 25% lagi untuk menjadikan Bidadari Pedang Embun yang dingin ini sebagai istri pertamanya dan menyembuhkan total Tubuh Meridian Embun Bekunya.

Tapi dia juga tahu, pembunuhan malam ini hanyalah permulaan. Sekte Darah Hitam, Tetua Lotus, dan Kezia Adinegara tidak akan berhenti sampai di sini. Badai yang lebih besar akan datang sebelum Kompetisi Puncak Langit satu bulan lagi.

Dan dia harus menjadi lebih kuat lagi, jauh lebih kuat lagi, untuk melindungi wanita yang takdirnya ingin dia ubah.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!