NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: PERINTAH MEMBUNUH

Hujan deras di luar ceruk gua perlahan surut menjadi gerimis tipis, meninggalkan aroma tanah basah dan sisa-sisa getaran spiritual yang menghangatkan malam. Setelah kecupan di tengah hujan yang membangkitkan ingatan seribu tahun lalu, keheningan di antara Lian Yue dan Shen Rui tak lagi dipenuhi kecanggokkan—melainkan kepasrahan pada takdir yang kian merapat.

Shen Rui duduk bersandar di dinding gua, dengan Lian Yue bersandar pelan di dada kirinya. Tanda bulan sabit perak di dada Shen Rui dan lengan Lian Yue berdenyut lembut dalam irama yang sama, seolah menyegel kembali ikrar yang sempat terputus oleh rentang masa.

Namun, kedamaian singkat di balik tirai gerimis itu hancur berkeping-keping saat fajar menyingsing.

Wusss!

Tiga suar kertas merah terbakar secara bersamaan di udara tepat di depan mulut gua. Asap beracun berwarna hitam pekat membumbung tinggi, membentuk tirai tulisan berdarah yang memancar langsung dari segel Paviliun Tianjian. Aura qi yang keluar dari surat tersebut begitu dahsyat hingga meretakkan dinding-dinding batu gua.

Itu adalah Perintah Pembunuhan Tingkat Agung—hukuman dan instruksi resmi yang hanya dikeluarkan sewaktu perguruan berada dalam kondisi darurat tertinggi.

Shen Rui berdiri perlahan, menarik Lian Yue ke belakang tubuhnya. Matanya yang tajam membaca setiap kata berdarah yang mengambang di udara:

"Kepada seluruh prajurit dan murid Paviliun Tianjian di sembilan wilayah.

Murid Utama Shen Rui telah terbukti melanggar sumpah suci perguruan dengan membela siluman ular putih dan membebaskan buruan di Kota Luoshui. Hukuman pembangkangan ini adalah pencabutan gelar dan pengasingan takdir.

*Diperintahkan secara mutlak: Shen Rui harus membawa kepala Lian Yue—siluman Ular Putih—ke hadapan Pemimpin Perguruan sebelum bulan purnama berikutnya.

Jika dalam batas waktu tersebut Shen Rui gagal menumpahkan darah sang siluman, maka Shen Rui dinyatakan sebagai pengkhianat utama perguruan dan harus dimusnahkan bersama makhluk tersebut oleh seluruh pemburu benua."

Pshhh!

Surat berdarah itu meledak menjadi abu hitam yang berhamburan ditiup angin pagi.

Lian Yue berdiri mematung di samping Shen Rui, matanya yang berwarna perak menatap abu surat itu dengan raut wajah pucat pasi. "Bulan purnama berikutnya... Itu tinggal hitungan hari, Shen Rui."

Shen Rui tidak menjawab. Jemari tangannya mengepal sangat erat di atas gagang Pedang Zhaoyang. Perintah resmi perguruan ini telah mengunci seluruh ruang gerak mereka. Ini bukan lagi sekadar rahasia atau tenggat waktu 49 hari yang disampaikan secara halus, melainkan pemburuan terbuka di mana seluruh sekte pembasmi iblis di benua ini kini sedang bergerak memburu mereka berdua.

"Shen Rui..." suara Lian Yue bergetar pelan, menyentuh lengan baju jubah pria itu. "Jika perguruanmu meminta kepalaku agar kau tidak dianggap sebagai pengkhianat..."

"Jangan pernah katakan itu," potong Shen Rui dengan suara rendah yang amat mantap. Pria itu memutar tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata perak Lian Yue tanpa ada lagi keraguan sedikit pun.

"Aku telah membunuhmu tiga kali dalam kehidupan masa lalu karena mematuhi sumpah buta perguruan," kata Shen Rui, air mata keputusasaan membasahi pelupuk matanya sebelum ia menyapunya kasar. "Di kehidupan ini, aku tidak akan pernah mengayunkan pedang ini ke arahmu lagi. Bahkan jika aku harus menjadi buronan seluruh dunia."

Shen Rui menggenggam jemari halus Lian Yue rapat-rapat, membelakangi ceruk gua seriya menatap ke arah jalur pegunungan yang tertutup kabut tebal di depan mereka.

Bulan purnama berikutnya kian dekat, dan Arc 2 berakhir dengan keputusan mutlak Shen Rui untuk membuang identitasnya sebagai pemburu demi menjadi pelindung sang Ular Putih—memulai perjalanan mereka sebagai Buronan Dua Dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!