NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Sebuah perbedaan dalam kultivasi

Anak buah gu Lie terus mencari keberadaan Shen yifan, menyusuri setiap anak sungai.

"Kapten, sepertinya bocah itu pergi kota istana langit." Salah satu anak buahnya yang lain, ketika melihat ada darah dan jejak kaki Shen yifan.

"Sepertinya bocah itu bersembunyi di kota yah!" sang kapten tersenyum seram.

"Apa yang harus kita lakukan?" Anak buahnya.

"Simpel aja, tinggal masuk kota itu, walau agak susah untuk orang-orang seperti kita. Namun percayalah, dengan beberapa batu spiritual tingkat menengah saja bisa membungkam orang-orang istana langit!" sang kapten langsung pergi akan melapor keatasannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ketika bingxue pergi, Shen yifan tiba-tiba merasa pusing, ia berjalan sempoyongan, memegang pinggulnya yang terluka, darah mulai mengalir lagi.

"Yi fan kamu kenapa?" Nangong yue langsung menghampiri Shen yifan ketika dirinya melihat Shen yifan sempoyongan.

"Ahaha, aku hanya sedikit-" Belum saja ia melanjutkan bicara, namun keadaan fisiknya sangat kritis.

Pertama dia terluka dibagian pinggul. Kedua, energi spiritualnya terkuras habis ketika menyempurnakan pil. Ketiga, adalah masalah utamanya, yaitu Shen yifan kelaparan, ia tidak sempat makan karena dedikasi nya untuk membuat pil.

......................

Malam telah tiba, bulan purnama di kota istana langit sangat indah, memantulkan cahaya bulan lewat giok putih yang terpasang di setiap sisi jalan.

"Dimana ini?" Shen yifan terbangun dari pingsan, ia melihat keatas, namun interior ruangan ini sangat asing baginya.

Shen yifan mengangkat tubuhnya, duduk diatas kasur yang sedikit megah.

“Eh? Lukaku hilang?” Ia menyadari bahwa luka di pinggulnya sudah tertutup rapat di tambah tidak ada rasa sakit di dalam luka itu.

“Lukamu sudah aku sembuhkan!” Tiba-tiba ada suara dingin yang sangat familiar.

“S-senior, kenapa anda disini?” Shen yifan ketika melihat kearah pintu, di situ Bingxue sudah menyilangkan kedua tangannya di dadanya yang sedikit besar.

“Jangan takut begitu dan jangan panggil aku senior, aku tidak Ingat punya seorang junior. Panggil saja aku seperti kamu memanggil adikku.” Bingxue dengan nada yang melunak.

“Ahaha, baiklah kakak bing, terima kasih telah menyembuhkanku.” Shen yifan menunduk dalam keadaan duduk.

“Cuma hal kecil, aku hanya menutup luka luar dan dalammu, jika kamu mau berterima kasih karena tidak ada rasa sakit, sebaiknya kamu berterima kasih kepada yue.” Bingxue tersenyum.

“Kalau begitu, nanti saja!” Shen yifan juga semakin rileks bersama Bingxue.

“Oh iya, sebelumnya kamu tidak pernah berkultivasi?” Bingxue menebak karena Shen yifan pemuda yang berbakat dalam masalah membuat pil, namun basis kultivasinya sungguh diluar dugaannya.

“Sebelumnya tidak pernah, karena gerbang misterius di laut kesadaranku, tidak mau menyerap energi spiritual!” jawab Shen yifan.

“Gerbang misterius? Maksudnya akar spiritual?” Bingxue di buat bingung lagi sama istilah Shen yifan.

“Eh? Apa bedanya, gerbang misterius kan yang disebut akar spiritual? Tunggu. Kak bing, menurutmu apa itu akar spiritual?” Shen yifan juga merasa bingung, mengira gerbang misterius di dalam laut kesadarannya adalah akar spiritual.

“Akar Spiritual adalah fondasi seorang kultivator, Bentuknya menyerupai akar pohon yang menjalar ke segala arah, gunanya untuk menentukan seberapa besar afinitasnya terhadap qi langit dan bumi.” Bingxue memberikan penjelasan simpel.

“Tapi aku tidak merasakan akar itu? Maksudnya di dalam laut kesadaranku tidak ada akar spiritual yang seperti kak bing bilang, adanya sebuah gerbang besar!” Shen yifan dibuat bingung lagi.

“Hmmm, aku tidak tahu, anomali memang selalu ada di setiap zaman, namun sungguh aku tidak tahu apa yang kamu maksud dengan gerbang misterius itu.” Bingxue menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Memang, gerbang itu menyerap energi spiritual lalu dialirkan ke setiap meridian dan-” Ketika Shen yifan akan menjelaskan semuanya, tapi Bingxue bilang.

“Aduh, aku tidak ahli dalam hal itu, aku hanya kultivasi, mencari bahan untuk kultivasi dan naik ranah, aku tidak pernah pake teori, sebaliknya aku pakai praktek untuk menaikan ranah kultivasi, sesuai yang ditulis dan di pelajari di sekte.” jawab bingxue, ternyata dia naik ranah hanya dipandu oleh pelajaran dan sebuah buku, kalau tentang teori dia angkat tangan.

“Ah baiklah, aku akan memikirkannya nanti!” Shen yifan tidak mau membebani pikiran Bingxue.

"Kalau begitu, aku ada urusan. Ini, seratus batu spiritual tingkat atas. Anggap saja sebagai bayaran untuk Pil Penghangat Jiwa itu." Bingxue melemparkan sebuah kantung kecil berisi batu spiritual, lalu berbalik pergi tanpa menunggu jawaban.

Shen Yifan hanya bisa tersenyum kecut sambil melambaikan tangan.

Ruangan kembali sunyi.

"Lagi-lagi ada hal yang membuat kepalaku pusing," gerutunya dalam hati.

Ia menimbang-nimbang kantung kecil itu, lalu membukanya perlahan.

Matanya langsung berbinar.

"Wah... Batu spiritual tingkat atas!"

Shen Yifan mengambil satu butir batu spiritual berwarna bening kebiruan. Energi spiritual yang terkandung di dalamnya terasa jauh lebih murni dibanding batu spiritual biasa yang pernah ia lihat.

"Haha. Keluarga Nangong benar-benar kaya."

Namun senyumnya perlahan memudar. Tatapannya kembali kosong.

"Tapi, kalau semua kultivator memiliki akar spiritual." Ia mengepalkan tangan kirinya.

"Kenapa aku tidak punya?"

Pertanyaan itu terus menghantuinya. orang lain memiliki akar spiritual sebagai pusat pengendali elemen.

Sedangkan dirinya?

Hanya memiliki sebuah gerbang misterius yang berdiri di tengah lautan spiritual.

Semakin dipikirkan, semakin aneh.

Ketika Shen yifan memegang beberapa batu spiritual di tangannya, tiba-tiba ia merasakan ada aura langit di dalam batu spiritual itu.

Tanpa sadar ia terus mengamati batu spiritual di tangannya. Tepat ketika pertanyaan itu kembali terlintas di benaknya, batu spiritual tersebut mendadak bergetar pelan sebelum memancarkan cahaya yang menyilaukan.

"Hmm?"

Belum sempat bereaksi, cahaya itu langsung berubah menjadi aliran energi dan menerobos masuk ke dalam tubuhnya.

"Argh!" Shen Yifan memegangi dadanya sambil memuntahkan seteguk darah. Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh meridiannya hingga membuat tubuhnya gemetar. "Apa-apaan ini? Tiba-tiba sekali!"

Ia buru-buru memeriksa aliran energi di dalam tubuhnya. Aneh, energi itu tidak berkumpul di dantiannya seperti yang ia bayangkan, melainkan seolah menghilang begitu saja.

"Jangan-jangan... batu spiritual memang digunakan untuk meningkatkan basis kultivasi?" gumamnya pelan.

Sesaat kemudian ia tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.“Ahaha, mana ada kultivasi begitu kikir, sehingga batu spiritual yang notabene nya duniawi bisa meningkatkan-” 

Kalimatnya belum selesai ketika batu spiritual lain di dalam kantung ikut memancarkan cahaya.

"Woi, tunggu dulu!"

Satu demi satu batu spiritual berubah menjadi aliran cahaya dan masuk paksa ke dalam tubuhnya.

"Urghhh!"

Rasa sakit kali ini jauh lebih hebat. Shen Yifan bahkan tidak sanggup mempertahankan posisi duduknya. Dengan napas yang memburu, ia segera memejamkan mata dan menenangkan pikirannya agar aliran energi di dalam tubuh, tidak menjadi kacau.

Tak lama kemudian, kesadarannya tenggelam ke dalam lautan spiritual. Gerbang batu raksasa yang misterius berdiri megah di hadapannya seperti sebelumnya. Shen Yifan menarik napas panjang sebelum melangkah masuk ke dalamnya.

"Hah?" Matanya langsung membelalak. "Berubah?"

Terakhir kali ia memasuki tempat itu, hanya ada sebuah kolam kecil yang bahkan tak cukup untuk berendam. Kini kolam tersebut telah melebar beberapa kali lipat dan dipenuhi energi spiritual yang jauh lebih pekat.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

Saat itulah ia melihat butiran-butiran cahaya menembus gerbang misterius. Shen Yifan langsung mengenalinya. Cahaya itu berasal dari batu-batu spiritual yang baru saja terserap ke dalam tubuhnya. Semua partikel energi itu jatuh ke dalam kolam hingga membuat permukaannya terus meluas sedikit demi sedikit.

Shen Yifan akhirnya memegang dagunya sambil tersenyum tipis. "Jadi begitu. Batu spiritual yang kuserap tidak disimpan di dantian, melainkan langsung dimurnikan oleh gerbang ini."

Tatapannya kemudian beralih ke atas kolam. Di sana, kobaran Flame Devouring melayang tenang seperti penjaga yang tak pernah tidur. Api merah itu memancarkan aura hangat sekaligus mengerikan.

Shen Yifan teringat ucapan Kakek Lu Ming dan Gu Lie yang begitu menginginkan api tersebut.

"Kalau begitu... beginilah caraku berkultivasi."

Kesadarannya perlahan kembali ke dunia nyata. Tanpa membuang waktu, ia mengambil sisa batu spiritual yang berada di atas ranjang. Dugaan Shen Yifan ternyata benar. Begitu batu-batu spiritual itu disentuh, seluruh energinya kembali berubah menjadi cahaya dan langsung diserap oleh gerbang misterius. Di dalam lautan spiritual, kolam energi murni itu kembali melebar hingga hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Pada saat yang sama, aura Shen Yifan mendadak melonjak. Energi spiritual di dalam meridiannya mengalir semakin deras, membuat seluruh tubuhnya terasa jauh lebih ringan.

"Condensation Qi tahap menengah."

Shen Yifan perlahan membuka mata. Senyum puas baru saja muncul di wajahnya, namun ketika ia tiba-tiba teringat sesuatu. Dengan panik ia membuka kembali kantung batu spiritual itu.

"..."

"..."

"Tidak!!!"

Shen Yifan hampir menangis melihat isi kantung tersebut.

"Batu spiritualku tinggal satu?"

Ia memeluk kantung itu erat-erat seolah takut batu terakhirnya ikut menghilang.

"Sial... Kalau memang begini cara kultivasiku..." Shen Yifan mengusap wajahnya sambil menghela napas panjang. "Aku benar-benar harus menjadi orang kaya."

1
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!