NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.

Ceklek

Pintu ruangan kepala sekolah pun di buka dari arah luar. Menampilkan beberapa jajaran penting SMA Taruna.

Sarah terlihat menelan ludahnya yang kelu, sementara Vina hanya bisa tersenyum miring.

"Sudah cukup selama ini aku itu di hina dan juga di bully karena penyakit mental yang di derita oleh Vector. Pokoknya aku akan membalas semua orang yang selama ini menghinaku. Sudah cukup 12 tahun ini aku bersabar, menunggu agar Antama tumbang dan mengembalikan semua aset yang telah di ambil oleh Antama. Sekarang terima semua pembalasan ku!" gumam Vina dalam hatinya.

Keluarga Jayde juga berasal dari keluarga kaya, cuman memang SMA Taruna itu di isi oleh orang orang kaya. Makanya keluarga Jayde tidak begitu menonjol, apalagi awalnya keluarga Jayde juga tidak memiliki saham apa apa di sekolah SMA Taruna. Di tambah juga Zionathan putra tunggal Vina dan juga Riko yang mempunyai penyakit mental dan menjadi murid terbodoh di SMA Taruna.

Sarah terlihat mendapatkan teguran keras dari jajaran komite sekolah. Bahkan Vina juga menunjukan rekaman suara Sarah saat tadi menghina dirinya, ia menunjukan rekaman itu di depan suami dan juga jajaran komite sekolah.

Jenny maupun Vector hanya bisa berdiri di ujung tembok, keduanya juga sama sama menundukkan kepalanya. Kala mendengar keributan yang terjadi di dalam ruang kepala sekolah itu.

"Jenny, maafin Mamah aku ya!" kata Vector tulus.

Sontak Jenny pun terlihat menolehkan wajahnya.

"Tidak Tuan, untuk apa anda meminta maaf?"

"Jenny, jangan panggil aku dengan sebutan Tuan muda. Aku malu, aku merasa tidak pantas di panggil seperti itu oleh mu," kata Vector merendahkan diri.

"Ti - tidak Tuan, anda memang Tuan ku dan aku adalah pelayan ku. Harusnya aku merasa beruntung karena pekerjaan ku hanya menjadi pelayan Tuan muda seorang, jadi hanya mengurus beberapa keperluan Tuan muda yang ringan. Tidak perlu bersih bersih rumah, aku juga masih di perbolehkan bersekolah."

"Jenny ... Ternyata tidak salah dari dulu aku itu mengagumi mu! Ternyata wajahmu itu secantik hatimu." gumam Vector dalam hatinya, bahkan wajahnya terlihat menampilkan seulas senyuman yang sangat manis.

Jenny nampak tersentak kaget, kala tiba tiba dagunya itu di cengkeram oleh majikannya.

"Sekarang masuk ke dalam kelasmu, ajak Vector bersama mu!" titah Vina sembari menatap tajam ke arah Jenny. Ia menatap Jenny dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam.

"Ba - baik Nyonya," sahut Jenny dengan suara terbata bata.

Jenny pun lantas menarik tangan Vector, guna mengajak Vector keluar dan segera meninggalkan ruang kepala sekolah ini.

"Jenny, apakah kamu baik baik saja? Maafkan Mamahku," kata Vector dengan wajah khawatir.

"Ti.- tidak Tuan, saya tidak apa apa!" Jenny terlihat mengusap air mata yang tadi keluar dan juga mengalir dari ke dua pelupuk matanya.

Jenny berjalan dengan langkah kaki pelan, ia berkali kali terlihat melepaskan tangannya itu dari tangan Tuannya. Namun saat dirinya melepaskan tarikan tangannya, Tuannya itu malah berdiri mematung.

Alhasil, Jenny memilih untuk menarik dan menggandeng tangan Vector untuk berjalan ke arah kelasnya.

Tok

Tok

Ceklek

"Maaf Pak David, saya terlambat," ujar Jenny kepada guru yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas.

"Tumben Jenny, kamu telat berangkat sekolah!" tegur guru yang bernama David, karena setahu dirinya. Jenny adalah murid yang sangat di siplin, walaupun ayahnya kemarin meninggal. Beberapa hari kemudian Jenny tetap berangkat ke sekolah dan juga tidak terlambat.

"Iya Pak," sahut Jenny.

"Kenapa malah berdiri di tengah tengah pintu? Ayo buruan masuk!" titah guru yang bernama David kala melihat murid kebanggaan sekolah SMA malah berdiri mematung.

Jenny sendiri masih berdiri di tengah tengah pintu. Ia terlihat menelan ludahnya yang kelu sembari mempersiapkan mentalnya.

Glek

"Jenny, kamu hanya membutuhkan waktu dua tahun lagi untuk lulus! Ingatlah itu, jika sudah lulus kamu juga tidak akan melihat teman teman sekolah mu lagi." Jenny terlihat berbicara sendiri di dalam hatinya, ia menyakinkan dirinya sendiri sekarang ini.

Jenny pun terlihat melangkahkan langkah kakinya dengan pelan, dengan posisi tangan yang menggandeng tangan Vector.

"Kenapa anak ini kamu bawa masuk ke dalam kelas ini Jenny?" tanya David heran sekaligus memasang wajah bingung.

Jenny tetap melangkahkan langkah kakinya untuk mendekat ke arah gurunya yang sedang berdiri mematung seraya memasang wajah bingung.

Bukan hanya David saja yang bingung perihal Vector yang masuk ke dalam kelas jajaran murid murid pintar, namun satu kelas di buat bingung. Bahkan suara bisikan bisikan nampak terdengar di dalam kelas itu.

"Loh kenapa Bos wajahnya murung begitu? Jangan bilang kalau bos Galen itu cemburu pada si culun!" tegur teman sebangku Galen yang bernama Ricard.

Wajah Galen nampak memerah, bahkan rahangnya juga terlihat mengeras, ia terlihat menggertakkan giginya.

"Tentunya aku sangat cemburu, melihat kedekatan Jenny dengan laki laki culun itu!"

"Astaga Bos, ngapain cemburu sama orang modelan Nathan. Bos sama dia itu bagaikan bumi dan juga langit, dari fisik saja jauh sekali, jauh lebih tampan Bos Galen. Apalagi dari segi otak dan juga kekayaan, ha ha ha." sindir Richard di sertai dengan sebuah gelak tawa.

"Diamlah! Kita menjadi pusat perhatian sekarang ini!" tegur Galen dengan suara yang terdengar pelan.

Beberapa murid yang duduk tak jauh dari tempat duduk Richard dan juga Galen, tampak melihat ke arah ke duanya, akibat suara tawa Ricard yang terdengar lumayan kencang.

Sementara itu, Jenny dengan serius berbicara dengan Pak David di depan kelas dengan suara yang terdengar begitu pelan. Anehnya, Jenny sama sekali tidak melepaskan tangannya itu dari tangan si culun. Hal itu sungguh membuat semua murid yang ada di kelas nampak bingung dan juga bertanya tanya tanya.

Galen terus menatap wajah cantik Jenny dengan tatapan tajam, bahkan ia nampak mengucapkan sumpah serapah di dalam hatinya.

"Berani beraninya lo dekat dengan si culun itu Jenny, berakali kali lo itu nolak cinta gue dengan alasan tidak mau dekat dengan laki laki mana pun, namun lihatlah sekarang apa yang lo lakukan dengan si culun itu? Lo malah terus memegang tangannya. Awas gue akan memberikan pelajaran berharga untuk lo!"

Tak berselang lama, pintu ruangan kelas pintar pun di ketuk dari arah luar.

Menampilkan jajaran tinggi komite sekolah, beserta kepala sekolah.

Jenny dan Vector pun juga di suruh untuk duduk di dua bangku kosong yang ada di dalam kelas itu.

"Saya mau memberitahukan pengumuman penting pada kalian semua, jika pemilik saham utama sekolah ini berganti menjadi keluarga Jayde. Saham keluarga Jayde di sekolah SMA Taruna ini menjadi 50%, yaitu gabungan dari saham sebelumnya keluarga Antama sebesar 40% dan keluarga Jayde 10%. Dan pewaris tunggal mereka Zionathan Vector Jayde mulai sekarang akan berada di dalam kelas jajaran murid murid pintar di dalam kelas ini. Hal ini di lakukan atas permintaan pemilik saham utama yaitu ke dua orang tua Vector sendiri. Sebenarnya pengumuman ini tidak pantas saya ucapkan di kelas ini pada kalian yang selaku murid di sini. Karena urusan internal sekolah, murid tidak wajib mengetahuinya. Cuman saya takut jika sampai ada keributan karena Zionathan yang terkenal kurang pintar bisa masuk ke dalam kelas jajaran murid murid pintar di sekolah ini. Dan saya juga memberitahukan, jika perhari ini saya bukan lagi menjadi kepala sekolah di SMA Taruna ini. Saya akan menjadi guru biasa yang mengajar, bahkan saya akan menjadi pembimbing atau mentor khusus untuk membuat Zionathan Vector menajdi anak pintar dan tidak tertinggal pelajaran di dalam kelas ini." jelas Sarah sang kepala sekolah.

Wajah Sarah saat ini memperlihatkan ketakutan yang amat sangat.

Wajah bingung nampak di tunjukkan oleh para murid yang ada di dalam kelas jajaran murid pintar. Bahkan para murid di dalam kelas itu terlihat mencuri pandangan ke arah Jenny dan juga Vector.

****

"Apakah Jenny jatuh miskin?"

"Bagaimana bisa Nathan si culun yang terkenal bodoh dan tidak kaya raya menjadi pemegang saham utama di sekolah ini? Bahkan saham milik keluarga Nathan melebihi saham dari keluarga Galen yang menempati angka 20%!"

"Apa yang terjadi?"

Berapa pertanyaan yang di lontarkan oleh para murid dengan nada berbisik. Benar benar berita yang sangat menggemparkan sekolah SMA Taruna.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!