Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hahahaha
"Akhirnya selesai juga masaknya, saatnya makan" ucap Elisa Su dengan wajah ceria sembari menyusun semua makanan yang sudah dibuatnya di atas meja makan yang tak jauh dari dapur itu, tak lupa dia juga mengambil sebotol air mineral dingin dari kulkas khusus yang berisi berbagai minuman yang disukai Elisa Su. "Waw ternyata masakkan ku lebih enak dari pada masakkan hotel bintang lima, benar-benar ternyata kemampuan yang diberikan oleh sitem sangatlah luar biasa, asalkan aku mau melakukan sesuatu maka aku akan dapat dengan mudah menguasainya hanya dalam sekali lihat atau bahkan sekali coba saja" ucap Elisa Su dengan wajah senangnya dan terus menikmati makanan itu hingga tanpa terasa semua makanan yang ada di atas meja pun telah habis tak tersisa.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di kediaman jenderal Su, saat ini Ira Su tengah merasa khawatir dan sedikit frustasi karena sedari tadi dia ingin menemui suaminya yaitu jenderal Su namun tak ada kesempatan sama sekali "Apakah dia telah mengetahui apa yang aku lakukan selama ini, sepertinya tak mungkin karena tak ada yang melihat dia berjalan ke arah paviliun anak sialan itu, selain itu dia juga tak tau dimana letak paviliun mana anak sialan itu tinggal" ucap Ira Su yang masih berjalan mondar mandir di kamarnya hingga membuat pelayan pribadinya yang sedang bersamanya pun menundukkan kepalanya menatap lantai karena tak ingin membuat nyonyanya itu semakin bertambah marah.
"Sialan, jangan-jangan dia ada datang ke paviliun anggrek" ucap Ira Su kembali sembari memikirkan kemungkinan lain yang dapat terjadi, namun dengan segera dia pun menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak mungkin kalau benar mana mungkin dia masih membiarkan kami tinggal di kediaman ini, pasti ada hal lain yang terjadi tapi aku tidak dapat menebak apa yang telah terjadi itu" ucap Ira Su sembari melempar beberapa barang yang ada di kamarnya untuk meluapkan semua amarahnya, setelah beberapa saat Ira Su pun merasa lelah dan memerintahkan para pelayannya untuk membersihkan kekacauan yang baru saja di buatnya, setelah selesai Ira Su pun segera menuju ke arah tempat tidurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya karena terlalu lelah memikirkan begitu banyak kejadian hari ini.
"Aduh, udah guling-guling di kasur dari tadi tapi tetap gak bisa tidur juga, ini pasti gara-gara aku tidur terlalu lama siang tadi" ucap Elisa Su sembari menghela napasnya berat, lalu ia pun bangun dari tempat tidurnya dan memutuskan masuk ke ruang ajaibnya untuk menonton beberapa film yang menarik agar menghilangkan rasa bosannnya. "Hahahahahaha" suara tawa Elisa Su yang berhasil membangunkan ayahnya jenderal Su dari tidurnya "Ada apa ini, kenapa ada suara tertawa yang sangat kencang seperti itu, apakah dia tidak tidur di malam hari, jika memang tidak maka jangan membuat orang lain juga tidak bisa tertidur seperti ini" ucap jenderal Su yang sudah tidak dapat lagi memejamkan matanya karena sangat terganggu dengan suara tawa Elisa Su yang terdengar terus menerus, hingga sekitar jam lima pagi barulah tawa itu pun berhenti "Akhirnya berhenti juga" ucap jenderal Su dengan penuh syukur dan kemudian langsung menutup matanya untuk melanjutkan tidurnya, namun sayang tak lama setelah itu pintu kamarnya pun terdengar sedang di ketuk beberapa kali "Tok, tok, tok" suara ketukan pintu yang Akhirnya membuat jenderal Su pun tak jadi melanjutkan tidurnya tetapi dia langsung berjalan ke arah pintu yang sedang diketuk itu dan langsung membukanya.
"Selamat pagi tuan" ucap Ren sembari membungkukkan tubuhnya setelah itu dia pun meluruskan tubuhnya dan menatap ke arah tuannya itu dengan wajah yang sempat terkejut beberapa saat "Tuan apa yang terjadi? apakah semalam tuan mengalami sesuatu hingga wajah tuan terlihat sedikit tidak baik" ucap Ren yang masih fokus menatap dua lingkaran hitam yang ada di bawah mata tuannya itu, mendengar itu jenderal Su pun menatap tajam ke arah Ren "Bukan urusan mu, katakan ada apa sehingga pagi-pagi begini kau sudah datang ke paviliun ku dan mengganggu tidur ku" ucap jenderal Su dengan wajah datarnya sembari menatap tajam ke arah Ren hingga membuat Ren pun meneguk ludahnya pelan sembari memikirkan alasan kedatangannya agar tidak mendapatkan hukuman nantinya "Maaf mengganggu tidur tuan, hamba ingin memberikan kabar jika siang ini akan ada acara lelang yang akan diadakan di rumah lelang bunga, jadi saya ingin bertanya kepada tuan apakah tuan akan ikut serta, jika iya maka saya akan segera menyiapkan semuanya" ucap Ren sembari menundukkan kepalanya dan diam-diam memperhatikan ekspresi tuannya beberapa kali untuk memastikan apakah tuannya marah atau tidak.
"Ikut, kalau begitu siapkan semuanya dan perintahkan kepada semua pelayan dan pengawal yang berjaga agar tak membiarkan siapapun masuk ke paviliun milikku, selain itu kau juga jangan lupa untuk datang kembali kesini satu jam sebelum lelang itu di mulai" ucap jenderal Su yang kemudian langsung kembali ke kamarnya dan menutup pintunya dengan sangat kencang hingga membuat Ren pun terkejut, setelah itu Ren pun segera meninggalkan paviliun tuannya itu dan memberikan perintah kepada pengawal juga pelayan yang bertugas di paviliun itu sesuai dengan apa yang diucapkan tuannya tadi, sedangkan di dalam kamarnya setelah kepergian Ren jenderal Su pun langsung berjalan ke arah tempat tidurnya dan langsung saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan hanya dalam hitungan beberapa detik dia pun sudah mulai tertidur dengan sangat lelap.
Tak lama setelah jenderal Su tertidur, Ira Su beserta para pelayannya berjalan ke arah paviliun milik jenderal Su dengan harapan untuk dapat bertemu dengan suaminya itu karena ada hal yang ingin dia tanyakan, namun saat Ira Su dan rombongannya sampai di pintu paviliun milik suaminya mereka pun segera dihentikan oleh para pengawal di paviliun tersebut "Kurang ajar berani-beraninya pengawal rendahan seperti kalian melarangku masuk ke paviliun milik suamiku sendiri" ucap Ira Su dengan suara yang keras dan wajah yang memerah sembari menunjuk-nunjuk ke wajah pengawal tersebut, mendengar ucapan nyonya selir itu, kedua pengawal itu tak gentar sedikit pun karena mereka adalah orang-orang kepercayaan jenderal Su yang juga ikut bersamanya saat perang terjadi "Kami hanya menjalankan perintah" ucap keduanya dengan sangat tegas hingga membuat Ira Su pun mengepalkan tangannya.
"Tenang kan diri anda nyonya selir, jangan sampai keributan yang anda buat membuat tuan menjadi marah, selain itu mereka bukanlah orang yang dapat nyonya selir usia sesuka hati" ucap Ren yang baru saja tiba di paviliun tuannya karena mendengar suara teriakan yang sangat kuat, sehingga dia pun takut itu akan mengganggu tuannya dan jika sampai itu terjadi maka dia yang akan mendapatkan hukuman nantinya. Mendengar ucapan dari Ren yang merupakan orang kepercayaan suaminya itu, Ira Su pun semakin mengepalkan tangannya hingga terlihat darah pun mulai menetes dari tangannya "Ayo pergi" ucap Ira Su yang langsung pergi dari tempat itu dan berjalan kembali ke arah paviliun miliknya sendiri.