NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Aira dalam Bahaya

Aira menatap ke sekeliling halaman kosong yang tidak ada bangunan apa pun. Hanya ada tulisan alamat, itu pun sudah usang.

"KINAN!!! KAMU DI MANA ???!!!"

Teriak Aira. Namun, tetap tidak ada jawaban.

Aira berdecak kesal lalu meraba celana pendeknya, mencari ponsel yang ternyata tertinggal di rumah.

Aira tidak mau menyerah. Perempuan itu berjalan ke arah mobilnya lalu mencari ponselnya di sana. Namun, ia tetap tidak menemukannya.

Saat akan keluar dan menutup pintu mobil dari luar, seseorang tiba-tiba membekap hidung dan bibirnya dengan kain. Tak lama kemudian, kesadarannya mulai hilang dan ia pun tak sadarkan diri.

***

Di sisi lain, Azam yang baru saja selesai mandi menatap ke sekeliling kamar. Ia tidak menemukan istri cantiknya di mana pun.

"Sayang,"

Panggil Azam yang saat itu hanya mengenakan lilitan handuk.

Laki-laki tampan itu berjalan ke arah tempat tidur. Alisnya mengernyit bingung saat melihat ponselnya sendiri dan ponsel Aira tergeletak begitu saja di atas karpet bulu kamar mereka.

Saat Azam hendak mengambil kedua ponsel tersebut, pintu kamar mereka diketuk dengan tergesa-gesa dari luar.

"Tuan!!!! Tuan Azam!!!"

Teriak Bi Nia.

Azam bergegas mengambil kaos oblong miliknya yang sempat disiapkan oleh Aira tadi.

Klik!

Pintu terbuka.

"Ada apa, Bi?"

Tanya Azam datar.

Bi Nia menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Tuan, i—itu ... Nyonya. Nyonya keluar pakai mobil sendiri tadi. Sudah Bibi cegah, tapi Nyonya marah, Tuan. Bibi takut ada apa-apa sama Nyonya, Tuan,"

Kata Bi Nia khawatir.

"Apa?!"

Azam mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

"Ya sudah, Bi, terima kasih. Nanti biar saya yang cari,"

Kata Azam lalu menutup kembali pintu kamarnya.

***

Ayah Fikri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bayang-bayang akan ucapan Aira di telepon tadi membuatnya merasa sangat tidak tenang.

Setibanya di rumah Azam dan Aira, Ayah Fikri langsung turun dan mengetuk pintu utama rumah mewah itu.

"Assalamualaikum,"

Salam Ayah Fikri.

Tak lama kemudian, Bi Nia membukakan pintu dengan raut wajah yang sudah tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya lagi.

"Waalaikumsalam, Tuan Besar,"

Kata Bi Nia.

"Azam sama—"

"Ayah? Ada apa Ayah ke sini?"

Tanya Azam yang kebetulan baru saja keluar dari dalam rumah.

"Zam, Air—"

"Ini aku baru mau cari Aira, Yah. Dia baru saja pergi tanpa izin dari aku,"

Potong Azam cepat.

"Kamu ikut Ayah sekarang!"

Perintah Ayah Fikri.

Azam langsung mengikuti langkah kaki Ayah Fikri yang berjalan cepat ke arah mobilnya.

"Kamu yang setir, Zam,"

Perintah Ayah Fikri yang langsung disetujui oleh Azam.

"Ada apa ini, Ayah?"

Tanya Azam sembari menyetir mobil Ayah Fikri.

Ayah Fikri menghela napas dalam.

"Tadi Ayah meneleponmu, Ayah kira kamu yang menerima telepon Ayah. Ayah langsung ngomong kalau Kinan diculik. Tadi pagi sebelum Kinan ke kantor, Ayah sempat memberi tahu Kinan kalau dia itu saudara kembar Aira yang diculik Vito,"

Kata Ayah Fikri.

Azam mengepalkan sebelah tangannya kuat-kuat mendengar penuturan itu.

"Di situ Ayah dengar suara Aira. Dia marah sama Ayah. Dia bilang Ayah jahat,"

Lanjut Ayah Fikri dengan nada menyesal.

Azam menghela napas dalam, lalu menyodorkan ponsel Aira yang sempat ia bawa.

"Coba Ayah buka ponselnya Aira. Siapa tahu ada tanda di mana Aira sekarang,"

Kata Azam yang langsung disetujui oleh Ayah Fikri.

"Gawat!"

Seru Ayah Fikri tiba-tiba dengan wajah terkejut.

Azam menoleh sekilas lalu mengernyit bingung.

"Kenapa, Yah?"

Tanya Azam sebelum kembali fokus menyetir.

"Ke Jalan Budiman nomor tiga puluh lima, Zam!"

Tegas Ayah Fikri.

"Ada apa, Yah?"

Tanya Azam cemas.

"Sepertinya Aira dijebak menggunakan nomor ponsel Kinan,"

Kata Ayah Fikri geram, lalu meremas kuat ponsel di tangannya.

Azam mencengkeram erat setir mobil hingga urat-urat tangannya terlihat jelas. Dengan kecepatan tinggi, Azam mengendarai mobil Ayah Fikri menuju Jalan Budiman nomor tiga puluh lima.

1
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍🙏
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut👍
Saddam Husein
lanjut👍
Saddam Husein
Semangat terus kak 😎👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
hubungan sama orang tua atau saudara terasa asik biasanya kebanyakan kn nya fokus ke pemeran utama yg ini nih asikkkk gokil /Drool//Joyful//CoolGuy/
pokok lanjut bro Apa lagi pas di suruh masak nasi ngakak. habis hahaa lanjutkan bos kuhh
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Mantap gw yg cowo aja ngakak bca nya 🤣😄
Adiba Azahra
Wah, terima kasih banyak, Kak! 😍 Semoga makin baper ke depannya, ya. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! 🔥🚀
Ridwan Hasan: Dari judul nya udah nyesek 🙏 Bagus kak semangat siap menyemak 👍
total 3 replies
Redmi
Lanjuttttttttttt 😍
Redmi
Aaaa ikut baper 😍🙏
gk kebayang aku punya suami kayak azam 🤣 😍
Redmi
Lanjut kak Bagus
Adiba Azahra: Terima kasih banyak, Kak! 🥰 Ditunggu kelanjutannya, ya, secepatnya! 🚀🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!