NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Kegilaan Finansial di Pojok Ruangan

Proses pengikatan jiwa antara Sistem Mengajar Mutlak dengan kesadaran Arvand Pratama telah dinyatakan selesai seratus persen. Seluruh sirkuit metabolisme, aliran darah, dan jaringan saraf di dalam tubuh pemuda itu kini telah dialiri oleh daya magis serta kecerdasan buatan tingkat tinggi yang luar biasa. Paket pemula (Starter Pack) telah diaktifkan sepenuhnya oleh sistem birokrasi gaib tersebut tanpa ada dokumen yang tertinggal.

Status kepemilikan sah atas saldo sembilan digit yang berkilau terang di dalam aplikasi ponselnya, sertifikat tanah super mewah di kompleks Graha Nirwana Utama, serta barisan kunci hyper car dan luxury sedan kelas dunia kini telah mengendap manis di dalam tas belacu usangnya yang robek di bagian sudut bawah.

Detik itu juga, sisa-sisa ketegangan mental yang sempat membuat Arvand pucat pasi bagaikan mayat hidup langsung menguap ke udara, digantikan oleh gelombang endorfin dan dopamin dalam dosis yang sangat mematikan bagi kewarasan normal seorang guru honorer.

Arvand yang biasanya selalu menjaga citra sok tenang, apatis, dan masa bodoh di hadapan pimpinan sekolah, mendadak mengalami malfungsi kesadaran akibat kejutan harta karun yang terlalu mendadak dan tidak masuk akal bagi nalar sehatnya. Di depan meja besar Drs. Hadi Wijaksana yang dipenuhi oleh berkas administrasi berharga, Arvand tiba-tiba bangkit berdiri dari kursi kayunya, lalu mulai melakukan gerakan melompat-lompat kecil tidak karuan seperti seekor kangguru yang tidak sengaja menginjak puntung rokok menyala.

"Hahaha! Beneran masuk, woi! Beneran masuk ke rekening! Ini bener-bener masuk! Saya tidak sedang berhalusinasi! Hahaha!" teriak Arvand dengan suara yang melengking tinggi, mengabaikan total fakta bahwa ia sedang berada di episentrum kekuasaan tertinggi sekolah elit ini.

Ia melompat lagi ke arah kanan dengan tangan yang melambai-lambai di udara, memutarkan tubuhnya seratus delapan puluh derajat, lalu mendarat dengan gaya moonwalk yang gagal total karena lantai pualam ruangan yang terlalu kesat oleh cairan pembersih lantai.

"Bener ini masuk! Hahaha! Bener ini masuk, saya tidak bohong! Astaga naga, nolnya banyak banget sampai pusing saya menghitungnya! Saya tidak miskin lagi! Saya tidak perlu makan mi instan dibagi dua sampai akhir bulan! Hahaha! Bener ini masuk, bener ini masuk, saya tidak sedang gila!"

Drs. Hadi Wijaksana langsung tersentak mundur dengan raut wajah horor, hingga kursi kerjanya yang empuk menabrak dinding tripleks di belakangnya dengan keras sampai menimbulkan bunyi berdentum. Kacamata minus tebalnya melorot drastis hingga ke ujung dagu, sementara mulutnya menganga lebar menampilkan deretan gigi palsunya yang hampir lepas akibat rasa terkejut yang luar biasa melihat perubahan kewarasan bawahannya.

Di sebelahnya, Yasmin Adiba langsung menjatuhkan buku silabus matematika tebalnya hingga menghantam lantai dengan bunyi dentuman yang cukup keras. Wanita muda itu memegangi dadanya yang berdegup kencang, menatap Arvand dengan tatapan yang dipenuhi oleh rasa ngeri, kasihan, dan ketakutan yang mendalam seolah melihat pasien rumah sakit jiwa yang lepas dari kerangkeng.

"P-Pak Arvand... Anda... Anda sehat?" bisik Yasmin dengan suara yang bergetar tipis karena ngeri, perlahan-lahan menggeser kursi kerjanya agar menjauh dari jangkauan Arvand yang masih asyik melompat-lompat kegirangan sambil sesekali menepuk-nepuk pantatnya sendiri kegirangan.

'Astaga... apakah beban hidup sebagai honorer pengganti dengan gaji per jam selama ini telah merusak jaringan otaknya secara permanen? Ataukah berita tentang kelas 12 F telah memicu gangguan jiwa psikosis akut pada jiwanya hingga dia menjadi tidak waras dalam waktu satu detik?' batin Yasmin dengan ngeri, mulai membayangkan skenario terburuk jika Arvand mendadak menyerang mereka atau menggigit salah satu kaki meja kerja ayahnya karena frustrasi.

​Arvand yang mendadak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian utama dan berpotensi dicap sebagai orang gila baru di SMA Cakrawala Bangsa, segera menghentikan aksi melompatnya yang sangat memalukan itu. Ia mendarat dengan kedua kaki yang agak gemetar akibat terlalu banyak mengeluarkan energi dopamin. Ia berdeham keras-keras beberapa kali, merapikan kemejanya yang agak kusut, dan mencoba memulihkan kembali wibawa gurunya yang sudah tercecer berantakan di atas lantai ruangan.

​Mengingat barang-barang mewah yang ia bawa di dalam tas kerja usangnya saat ini terlalu mencolok—seperti empat unit ponsel flagship keluaran terbaru yang bahkan beberapa di antaranya belum resmi masuk pasar Indonesia—serta jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya, hal ini tentu sangat berbahaya. Barang-barang itu berpotensi memicu kecurigaan dari pihak kejaksaan, lembaga pemberantasan korupsi, atau intelijen pajak kota jika ia berjalan keluar koridor dengan atribut sultan seperti itu.

Arvand segera memejamkan matanya sejenak dan berkomunikasi dengan sistem di dalam ruang pikirannya.

​'Sistem! Tolong sembunyikan jam tangan Rolex Daytona ini, tiga unit ponsel flagship baru tadi—iPhone 16 Pro Max, Samsung Galaxy S25 Ultra, Huawei Mate XT, dan Xiaomi 15 Ultra—ke dalam ruang penyimpanan dimensi sistem sekarang juga! Biarkan saya cuma memegang ponsel retak lama saya ini. Jangan sampai kepala sekolah mengira aku baru saja merampok toko kontainer di pelabuhan atau menjadi kaki tangan pencucian uang internasional !' perintah Arvand secara tegas di dalam batinnya.

 [DING! PERINTAH DIMENSI DITERIMA.]

[Memindahkan 1 Unit Rolex Daytona dan 4 Unit Gadget Premium ke dalam Inventori Sistem...]

[Proses Berhasil. Aset Aman dari Pandangan Publik.]

Dalam sekejap mata, pergelangan tangan kiri Arvand kembali kosong, dan bobot tas belacunya kembali terasa ringan seperti sediakala. Hanya saldo seratus lima puluh juta rupiah yang masih menetap manis di dalam rekeningnya, siap untuk ditarik kapan saja melalui mesin ATM terdekat. Setelah memastikan semua aset rahasianya aman di dalam kantong dimensi sistem, Arvand kembali membuka matanya dengan binar kepercayaan diri yang berkali-kali lipat lebih kuat.

Sebelum Drs. Hadi Wicaksana sempat memanggil petugas keamanan sekolah untuk mengamankan dirinya, Arvand melangkah maju satu langkah ke depan meja kepala sekolah. Ia meletakkan satu tangannya di dada, sementara tangan kanannya terangkat ke udara dengan gerakan teatrikal yang sangat dramatis bagaikan seorang aktor teater Shakespeare yang sedang membacakan monolog puitis di hadapan ribuan penonton.

​"Siapa bilang saya mau keluar? Kata siapa, Pak Kepala Sekolah?" ucap Arvand dengan nada suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu penuh rima, bergetar puitis bagaikan seorang pujangga yang sedang jatuh cinta pada untaian kata.

IA mengarahkan pandangan matanya yang tajam dan dramatis bergantian ke arah Drs. Hadi, lalu ke arah Yasmin, dan ke arah pintu keluar. "Kata kamu? Kata kamu? Atau kata kamu lagi, lagi, dan lagi? Tidak, Pak! Sungguh sebuah kekeliruan berpikir yang teramat nyata!"

​Drs. Hadi Wicaksana dan Yasmin Adiba melongo berjamaah, tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun akibat perubahan gaya bicara Arvand yang mendadak berubah menjadi sangat puitis bin aneh ini.

​"Saya ambil kelas 12 F ini sebagai wali kelas mereka yang sah!" seru Arvand lagi, masih dengan nada puitis yang mendayu namun sarat akan penekanan emosional yang menggelora.

"Di bawah bentangan langit SMA Cakrawala Bangsa yang megah ini, saya nyatakan diri saya siap! Saya akan membangkitkan mereka dari jurang degradasi nilai, menjemput mereka dari dasar jurang kegelapan sosial, seperti kebangkitan klub-klub bola papan bawah yang terpuruk namun berhasil merebut trofi juara di akhir musim!"

​Arvand mengayunkan tangannya ke udara, membuat gerakan memotong yang tegas. "Dan saya, Arvand Pratama, dengan ini bersumpah dan menyatakan siap menjalankan tugas mahaberat ini dengan penuh limpahan cinta, ketulusan rasa, dan kasih sayang yang tak bertepi sebagai wali kelas sejati mereka! Biarlah badai koridor barat menerjang, saya tidak akan goyang!"

​Yasmin Adiba yang mendengarkan retorika puitis nan aneh itu merasa seluruh bulu kuduknya berdiri. Bukan karena terpesona, melainkan karena tingkat keanehan dan rasa malu yang luar biasa mendengar seorang guru honorer berbicara seolah-olah sedang memimpin pasukan perang di abad pertengahan dengan gaya bahasa pujangga gagal.

Dia benar-benar sudah gila... dia berbicara tentang cinta dan kasih sayang untuk kelas 12 F? Apakah dia tidak tahu kalau anak-anak di sana bisa mengubah cinta menjadi penderitaan fisik dalam satu kali jam pelajaran?' pikir Yasmin sambil memijat pelipisnya yang mendadak terasa pening.

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!